Sunday, January 31, 2010

SBY Minta TNI Tak Ragukan Janji Modernisasi Alutsista

KASAD India meninjau pembuatan panser Anoa saat kunjungan kerja ke Bandung tahun lalu.

31 Januari 2009, Bogor -- Mulai tahun angaran 2010, alokasi anggaran pertahanan mendapat tambahan nilai yang signifikan. Walaupun selalu ada batasanya, Presiden SBY meyakinkan prajurit bahwa pemerintah selalu meningkatkan alat utama sistem persenjataan TNI.

"Percayalah, negara ingin dan pemerintah mau meningkatkan persenjataan TNI. Jangan ragu," kata SBY di di Markas Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Bogor, Minggu (31/1/2010).

Presiden menegaskan bahwa kehandalan, kemampuan dan kekuatan prajurit TNI tidak boleh kalah dari negara-negara tetangga. Maka dari itu anggaran pertahanan terus ditingkatkan akan bila melakukan peremajaan persenjataan TNI.

"Tapi tidak berarti tidak ada batasnya, yang penting prajurit terus berlatih. Yang penting dalam pertempuran adalah mentalnya, bila mentalnya lemah maka sekuat apa pun persejataannya maka akan kalah," pungkas SBY.

Pernyataan SBY di atas menanggapi Letda Drajat Santoso dari Armed Kujang 1 Brajamusti. Kepada SBY dia meminta agar pemerintah memperbaharui alutsista TNI sebagai bagian pembentukan prajurit yang profesional.

TNI AD Segera Remajakan Alutsista

Kepala Staf Angkatan Darat (Ksad) Jenderal George Toisutta menegaskan TNI-AD akan meremajakan secara bertahap semua alat utama sistem senjata (alutsista) tidak layak pakai yang dapat membahayakan keselamatan prajurit.

"Kebijakan Presiden atau pemerintah telah menetapkan akan menambah Alutsista dengan mengandalkan produk dalam negeri atau produk Pindad," kata George seusai meninjau lokasi rencana pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XII Tanjungpura di Tebang Kacang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (30/1).

Ia menjelaskan, selagi Pindad masih bisa membuat Alutsista yang dibutuhkan oleh TNI maka semua senjata dibeli dari Pindad. "Kalau mereka belum mampu membuat senjata yang kami inginkan, maka beli senjata dari luar dengan syarat harus ada transfer teknologi, supaya ke depannya Indonesia tidak tergantung kepada negara lain," ujar George.

Saat ini senjata buatan Pindad sudah mulai dilirik oleh negara tetangga karena kualitasnya lebih bagus. "Malah negara pembeli tidak percaya kalau senjata yang ia beli buatan Pindad Indonesia," ujarnya.

detikNews/MEDIA INDONESIA

No comments:

Post a Comment

Post a Comment