Tuesday, February 23, 2010

Radar Banten 'Diserang' Teroris


23-Februari-2010, Kota Serang -- Sekira pukul 09.00 WIB, Senin (22/1), Graha Pena Banten, Gedung Radar Banten di Jalan Tb Suwandi, Lontar Baru, Kota Serang, diserang sekawanan teroris. Seluruh karyawan di Graha Pena yang berlantai lima tersebut disandera teroris.

Untuk membebaskannya, pasukan Grup I Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Serang menuju lokasi penyanderaan dengan mengerahkan 40 prajurit bersenjata lengkap. Dengan sigap, pasukan elite TNI AD menuju lokasi dengan menggunakan Helikopter Bell 25, dan masuk ke Graha Pena melalui atap gedung. Mereka menyusuri setiap ruangan dan lantai untuk mencari lokasi penyanderaan.

Setelah diketahui letak lokasi penyanderaan, terjadi baku tembak antara prajurit dan teroris. Karena sekawanan teroris enggan menyerah, beberapa bom jenis TNT digunakan untuk melumpuhkan teroris tersebut. Akhirnya, teroris mampu dilumpuhkan dan tidak ada korban jiwa dari karyawan maupun direksi Radar Banten.

Hal tersebut merupakan rangkaian latihan pertempuran jarak dekat (PJD) Grup I Kopassus Serang yang menggunakan Graha Pena Banten sebagai lokasi latihan. Beberapa karyawan dan jajaran direksi disimbolkan dengan beberapa gambar.

Latihan pasukan baret merah TNI AD ini sempat membuat kaget warga sekitar, bahkan sejumlah anak sekolah dasar (SD) memberanikan diri untuk melihat di lingkungan Graha Pena Banten. “Ini latihan rutin tahunan yang sudah memasuki ketiga kalinya. Sebelumnya kami melakukan PJD di Karang Bolong (Pandeglang-red),” jelas Komandan Latihan PJD Grup I Kopassus Mayor Inf Vivin Alivianto.

Tujuan latihan ini, kata Vivin, untuk memelihara dan mengembangkan kemampuan prajurit dalam melakukan pertempuran jarak dekat. “Kegiatan ini aplikasi pertempuran jarak dekat dan paling jauh sasaran tembak sekitar 15 meter, termasuk pembebasan tawanan,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, prajurit juga ditekankan untuk mempunyai kejelian mata untuk melihat lawan atau kawan dalam posisi penyerangan. “Tembakan yang dikeluarkan dalam latihan tersebut juga mempunyai cara khusus, jenis double tap (tembakan ganda-red),” ujarnya.

Usai latihan penyergapan melalui udara sekira pukul 11.30, latihan pertempuran jarak dekat dilanjutkan kembali sekira pukul 13.00. Kali ini, upaya pembebasan sandra dilakukan melalui darat. Latihan itu baru selesai sekira pukul 16.00.

RADAR BANTEN

No comments:

Post a Comment

Post a Comment