Thursday, December 3, 2009

Hawk 109/209 Tembakan Roket FFAR 2.75 Dalam Latihan PPRC


3 Desember 2009, Banten -- Di pagi buta dimana orang masih terlelap dengan tidurnya, satu flight pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru yang terdiri dari tiga pesawat, menembakan roket-roket FFAR (Fin Folding Aerial Rocket) 2.75 inci, pada sasaran musuh di darat.

Penembakan tersebut dilakukan saat berlangsung Latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) yang dilaksanakan oleh Pasukan Gabungan TNI AD, AL dan AU di wilayah Banten, Kamis (3/12).

Dalam latihan ini, selain empat pesawat tempur Hawk 109/209, TNI Angkatan Udara juga melibatkan tiga pesawat C-130 Hercules dengan menerjungkan pasukan dari personel Kostrad, satu C-130 BT (Air Refueling), satu F-27 Fokker sebagai Kodal, satu Cassa C-212 sebagai pesawat intai/foto serta satu NAS-332 sebagai pesawat SAR Tempur yang didukung oleh satu regu Paskhas.

Sejumlah personel Korps Marinir TNI-AL melakukan pendaratan pada latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di pantai Wisata Salira, Serang, Banten, Kamis (3/12). Latihan yang melibatkan tiga angkatan itu merupakan simulasi melakukan pemukulan terhadap lawan dalam waktu singkat. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

Beberapa personel Korps Marinir TNI-AL berada disamping perahu mereka setelah melakukan pendaratan khusus pada latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di pantai Lebak gede, Tanjung sekong, Banten, Kamis (3/12) dini hari. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

Beberapa personel Korps Marinir TNI-AL melakukan pengamanan jalur tank dan panser amfibi usai melakukan pendaratan.(Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

Sejumlah personel Korps Marinir TNI-AL keluar dari kendaraan tempur amfibi. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

Sejumlah personel Korps Marinir TNI-AL keluar dari kendaraan tempur amfibi.(Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

Dua personel Korps Marinir TNI-AL bersiap menembakan mortir usai melakukan pendaratan. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

Dua personel Korps Marinir TNI-AL bersiap melakukan penyergapan pada latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC). (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

Dispenau

No comments:

Post a Comment

Post a Comment