Sunday, September 30, 2012

TNI Kaji Kembali Pembelian KCR Trimaran

Sejumlah warga menyaksikan kapal siluman, KRI Klewang 625 yang terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/9). Kebakaran KRI Klewang masih diselidiki penyebabnya. (Foto: ANTARA/HO/Seno S./ed/mes/12)

30 September 2012, Jakarta: Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono mengatakan, investigasi terhadap insiden terbakarnya kapal cepat rudal Trimaran, KRI Klewang 625, di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/9) lalu masih dalam penyelidikan.

Ketika dikonfirmasi perihal kemungkinan adanya sabotase dalam peristiwa itu, Panglima TNI mengaku belum dapat memberikan pernyataan apapun. "Di sana sedang dilaksanakan investigasi. Karena kapalnya masih dalam proses pembangunan. Karena itu, semuanya (termasuk kemungkinan adanya sabotase), bisa saja terjadi," kata Agus di Halim PK, Jakarta, Minggu (30/9).

Agus menjelaskan, pihaknya akan mempertimbangkan lebih lanjut apakah akan membeli lagi kapal sejenis diwaktu mendatang. "Tentu akan kita evaluasi kembali. Kalau yang ini pasti tentu dari pihak terkait akan mengupayakan penggantian itu, akan dibuat ulang. Setelah itu baru akan kami evaluasi," ujarnya.

Seperti diberitakan, kapal cepat rudal Trimaran, KRI Klewang 625, terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/9). Hampir tiga perempat badan kapal yang panjangnya 62 meter hangus terbakar. Kebakaran kapal terjadi saat para pekerja sedang menyelesaikan interior bagian dalam kapal.

Humas PT Lundin Industries selaku produsen kapal tersebut, Rusty, sebelumnya menyatakan penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Akan tetapi, kepastian penyebab terbakarnya kapal akan diketahui setelah dilakukan penyelidikan.

KRI Klewang 625 seharga lebih dari Rp100 miliar itu terbuat dari bahan komposit karbon yang tidak terdeteksi radar. Menurut Kapuspen TNI, Laksamana Madya Iskandar Sitompul, kapal tersebut belum diserahkan produsennya ke TNI.

Sumber: Jurnas

No comments:

Post a Comment

Post a Comment