Friday, September 25, 2009

TNI Ikut Bersihkan Ranjau di Perbatasan Israel


25 September 2009, Lebanon -- Dalam rangka pembersihan sisa-sisa UXO (Unexploded ordnance), Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) kembali menggelar operasi Demining (penjinak ranjau) di wilayah operasi Unifil, Lebanon Selatan.

Operasi ini dimotori oleh Tim Penjinak Ranjau dari Belgia, sedangkan Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-C/Unifil menurunkan satu Tim Kesehatan (Timkes) untuk mendukung operasi tersebut.

Timkes beranggotakan 6 orang dipimpin oleh dokter batalyon secara bergantian setiap harinya selama 6 hari pada minggu ketiga September 2009. Mereka tergabung dengan tim penjinak ranjau Unifil untuk membersihkan ranjau di sekitar blue line atau batas daerah operasi Unifil di sekitar perbatasan Israel – Lebanon.

Ranjau-ranjau tersebut adalah merupakan sisa-sisa peninggalan perang 34 hari tahun 2006 antara Israel dan Hizbullah yang sengaja di sebar oleh IDF (Israeli Defence Forces) sebagai bentuk pertahanan di sekitar perbatasan.

Ranjau yang terdiri dari UXO, cluster bomb dan berbagai jenis proyektil yang tidak meledak selama pertempuran 34 hari tersebut sangat membahayakan masyarakat setempat termasuk anggota Unifil sendiri dan tidak sedikit dari warga setempat yang berprofesi sebagai petani dan peternak yang menjadi korban ranjau Israel.

Dalam operasi tersebut, Timkes Indobatt menyiagakan satu unit mobil ambulance lengkap dengan peralatan medis, yang difungsikan sebagai penindak awal dalam mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan operasi berlangsung. Unifil juga menyediakan sebuah Panser VAB Scorpion Ambulance dan Helikopter Ambulance on call sebagai langkah emergency evakuasi udara.

Pelaksanaan operasi Demining, merupakan pengalaman tersendiri bagi anggota Satgas TNI di Lebanon, dan mereka harus secara ketat mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) dan Role of Engagement (ROE) yang ditetapkan selama tergabung dalam Tim Demining Unifil.
Termasuk dalam kegiatan administrasi seperti pencatatan identitas diri, yang meliputi pencatatan golongan darah sebagai hal yang paling utama apabila terjadi kecelakaan, serta penjelasan dari ketua koordinator demining yang meliputi larangan serta tanda-tanda taktis yang ada di lapangan ranjau.

Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-C/UNIFIL, Letkol Arh Hari Mulyanto, mengemukakan dalam operasi Demining kali ini, yang dijadikan sebagai daerah penjinakan ranjau adalah lokasi di sekitar blue line B-33 yang merupakan daerah operasi Batalyon Ghana yang berada di sektor barat Unifil.

POS KOTA

No comments:

Post a Comment

Post a Comment