Friday, September 25, 2009

Puluhan Kapal Patroli di Perairan Bali

Kapal patroli polisi. (Foto: Antara)

Sedikitnya 25 kapal milik Ditpolair Polda Bali dikerahkan untuk siaga dan berpatroli di wilayah perairan Bali guna mencegah masuknya penduduk liar serta para pelaku kejahatan ke Pulau Dewata.

"Kapal sebanyak itu diutamakan untuk berpatroli dan siaga di sejumlah pos yang berbatasan dengan daerah lain seperti Jawa dan Lombok, Nusa Tenggara Barat," kata Direktur Polair Polda Bali AKBP Oka Eswara, di Denpasar, Jumat (25/9).

Ia menyebutkan, digelarnya patroli yang cukup gencar akan dapat menekan bahkan mencegah orang yang berniat melancarkan aksi kejahatan di wilayah perairan Pulau Dewata.

Tidak hanya melalui kegiatan patroli di laut juga pada gilirannya dapat membendung masuknya para penjahat lewat 'lorong-lorong tikus' yang cukup banyak tersebar di sepanjang garis pantai Bali.

"Mereka yang datang dari luar akan sulit untuk dapat menerobos perairan Bali," katanya. Tidak hanya pelaku kejahatan, lanjut dia, petugas patroli pun dikerahkan untuk dapat mencegah hadirnya penduduk liar ke Pulau Dewata.

Dikatakan, beberapa kasus kejahatan, termasuk aksi peledakan bom yang sempat muncul, terlebih dahulu diawali oleh kehadiran penduduk yang tidak jelas. "Oleh sebab itu, kami akan memperketat hadirnya penduduk ke daerah ini," ujar AKBP Oka Eswara.

Senada dengan Dirpolair, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengharapkan semua pihak dapat ambil bagian dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya penduduk liar ke Pulau Dewata.

"Antisipasi perlu dilakukan dengan lebih seksama, sehingga pulau mungil ini tidak begitu saja 'dibanjiri' warga yang hadir tanpa dengan identitas yang jelas," katanya.

Ia mengungkapkan, kepada petugas yang siaga di pintu-pintu masuk Bali telah diingatkan untuk lebih melakukan pengetatan dalam memeriksa identitas orang yang masuk ke Pulau Dewata.

"Pengetatan perlu dilakukan terkait dengan kemungkinan membeludaknya arus balik para pemudik lebaran kali ini," katanya.

Kabid Humas menyebutkan bahwa petugas yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2009 telah dikerahkan dalam jumlah yang cukup banyak di pintu-pintu keluar masuk Pulau Dewata.

"Pintu yang dimaksud tidak hanya Bandara Ngurai Rai, tetapi juga Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, dan Padangbai, Kabupaten Karangasem," ucapnya.

Dikatakan, petugas yang siaga di kawasan itu selain ditekankan untuk mampu mencegah masuknya penduduk liar yang nantinya akan menjadi beban daerah. Selain itu juga peka terhadap kemungkinan lolosnya para teroris dan pelaku kejahatan yang lain.

"Ini artinya, petugas yang siaga senantiasa akan selalu melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang datang dan ingin masuk ke Bali," kata Kombes Sugianyar.

MEDIA INDONESIA

1 comment:

  1. Racist, Bali Indonesia juga kan???

    ReplyDelete