Saturday, May 31, 2014

Pangdam Tanjungpura Usulkan Tank Leopard Ditempatkan di Temajuk

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI A. Ibrahim Saleh beserta Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH menghadiri acara rapat bersama anggota Komisi 1 DPR RI, yang berlangsung di ruang rapat Balai Petitih Gubernuran Kalbar, Jum’at (30/05). (Foto: Pendam XII/Tanjungpura)

31 Mei 2014, Pontianak: Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Ibrahim Saleh mengatakan pembangunan pangkalan militer di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, akan didukung kesiapan lapangan terbang yang mampu didarati pesawat sekelas Boeing.

"Landasan pacu akan dibangun dengan panjang sekitar 2.500-an meter sehingga bisa didarati pesawat Boeing," kata Ibrahim Saleh waktu pemaparan saat kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Pontianak, Jumat.

Menurut dia, pangkalan militer tersebut setidaknya akan didukung satu batalyon pasukan. Selain itu, lanjutnya, juga ditunjang oleh pangkalan utama TNI AL. Saat ini, di Temajuk hanya terdapat pos TNI AL.

Sejumlah jurnalis dan warga melihat lebih dekat tiang suar yang dibangun Malaysia di perairan Tanjung Datuk, Paloh, Sambas, Jumat (23/5/2014). (Foto: Tribun Pontianak/Galih Nofrio)

Terkait hal itu, telah disiapkan lahan dengan luas 100 hektare di Temajuk. Ia juga mengusulkan agar di Temajuk ditempatkan tank Leopard untuk memperkuat pertahanan.

Kunjungan Komisi I DPR RI itu terkait dengan pembangunan rambu suar oleh Malaysia di Tanjung Datuk, Desa Temajuk, beberapa waktu lalu.

Menurut Ibrahim Saleh, berdasarkan informasi yang dihimpun, rambu suar itu ditargetkan tuntas dalam 10 hari. Sementara saat muncul di media, pengerjaannya sudah 70 persen.

Dari pihak TNI sendiri sempat menyaru sebagai wartawan untuk mengetahui kegiatan pembangunan rambu suar tersebut. Gubernur Kalbar Cornelis beberapa waktu sebelumnya mengatakan bahwa isu di perbatasan termasuk Temajuk sudah kerap disampaikan. "Tapi tidak ada respon, dianggap remeh," katanya.

Pada Rabu (28/5/2014), ia dan Bupati Sambas Juliarti Dj Alwi rapat di Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, membicarakan tentang rencana pembangunan pangkalan militer.

Kunjungan kerja tersebut sempat diwarnai tindakan pejabat Pemprov Kalbar yang melarang wartawan untuk meliput kegiatan itu. Sejumlah wartawan yang sudah masuk ruangan kemudian diminta untuk keluar.

Sumber: Tribun Pontianak

No comments:

Post a Comment