Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Berita Militer Negara Sahabat
Tuesday, April 30, 2013
Skuadron PUNA Wulung Dipersiapkan Diproduksi
29 April 2013, Jakarta: BPPT menggandeng PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT LEN Industri untuk memproduksi dan mengembangkan Teknologi Pesawat Udara Nir Awak (Puna) Wulung. Hal tersebut dituangkan dalam penandatanganan Kesepakatan Bersama yang dilakukan oleh Kepala BPPT, Direktur Teknologi dan Produksi PT LEN Industri, serta Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, di BPPT (29/4).
“Penandatanganan naskah MoU hari ini merupakan tindak lanjut dari demo terbang Puna Oktober 2012 lalu di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Setelah pengujian dinilai berhasil, kemudian sesuai dengan arahan Menteri Pertahanan dilakukan persiapan produksi. Jika produksi Puna ini berhasil dibentuk menjadi salah satu skuadron dari TNI AU, maka ini akan menjadi skuadron pertama Puna yang merupakan hasil karya anak bangsa,” ungkap Kepala BPPT, Marzan A Iskandar.
Bersatunya tiga stakeholder yang berkepentingan dalam pengembangan Puna, yaitu BPPT, PT DI dan PT Len Industri dinilai Marzan sebagai wujud nyata penerapan sistem inovasi untuk mendukung penerapan inovasi teknologi hingga tahap digunakan oleh end user.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisjahbana pun menekankan bahwa kerjasama tersebut merupakan penajaman peran dari masing-masing institusi. BPPT, yang merupakan lembaga pemerintah bertugas untuk mengkaji, menerapkan dan meneliti teknologi. Sementara PT DI sebagai industri bertugas untuk mengembangkan teknologi yang telah dihasilkan BPPT untuk diindustrikan sehingga siap digunakan oleh masyarakat.
Sementara itu berbicara mengenai teknologi elektronik dan komunikasinya, Direktur Teknologi dan Produksi PT Len Industri, Darman Mappangara mengatakan pihaknya dalam pengembangan Puna Wulung kali ini karena ditujukan untuk misi surveilance, maka teknologi yang tepat digunakan adalah electro optical surveilance, on board system untuk flight control dan ground station. “Selain itu juga ada sebuah sistem komunikasi yang berfungsi untuk menerima secara real time hasil pantauan Puna yang sedang bertugas,” ungkapnya.
Ke depannya, Darma menegaskan kalau teknologi elektronik dan komunikasi yang akan dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan dari Puna itu sendiri. Dengan semakin berkembangnya kebutuhan Puna baik untuk misi penyusupan maupun pertahanan tentu akan semakin berkembang pula teknologi yang berbeda yang dibutuhkan baik dari sisi elektroniknya maupun dari sisi teknologi lainnya. “Kerjasama ini penting dalam rangka percepatan penguasaan teknologi pertahanan,” terangnya.
Selanjutnya disampaikan Kepala BPPT bahwa kerjasama dengan PT DI dan PT Len Industri ini juga akan diperluas dalam bidang lain diantaranya yaitu bidang teknologi kedirgantaraan, hankam dan energi. “Harapannya semoga kerjasama ini dapat segera direalisasikan dan menjadi contoh nyata bagaimana perlunya sinergi antara berbagai stakeholder agar inovasi teknologi yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna atau masyarakat,” tutupnya.
Puna Wulung
Puna Wulung menggunakan mesin 2 tak. Untuk memperoleh tenaga yang optimal, bahan bakar yang digunakan dipilih dari jenis pertamax. Bahan material pesawat ini terbuat dari bahan komposit (komposisi serat kaca, fiber, karbon), sehingga menghasilkan struktur pesawat yang ringan.
PUNA mampu terbang selama 4 jam tanpa henti. Jarak tempuh yang maksimalnya 70 km, dengan kecepatan jelajah 52 hingga 69 knot. Puna Wulung bisa dikendalikan dari jarak 73 km dengan menggunakan kendali jarak jauh (remote control).
Sumber: BPPT
Sunday, April 28, 2013
TNI AD Kirim Tiga Unit Helikopter Mi-17 ke Sudan
KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (kiri) bersama Danpuspenerbad Brigjen TNI M. Afifuddin (kanan) memeriksa senjata di dalam helikopter Mi-17, saat meninjau kesiapan prajurit Korps Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang dipersiapkan untuk Satgas Helikopter TNI Kontingen Garuda XXXV-A dalam misi perdamaian PBB United Nations Mission in Darfur (UNAMID), di Pangkalan Udara Utama Angkatan Darat (Lanumad) Ahmad Yani Semarang, Jateng, Sabtu (27/4). Sebanyak tiga helikopter Mi-17 bersama 120 prajurit Penerbad akan dikirim ke Sudan, Afrika, merupakan Satgas Helikopter pertama Indonesia untuk misi perdamaian PBB yang rencananya akan diberangkatkan pada Juni mendatang. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/ss/mes/13)
28 April 2013, Semarang: Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo meninjau kesiapan pasukan penjaga perdamaian PBB yang akan dikirim ke Darfur, Sudan.
Kesiapan pasukan perdamaian yang akan diperkuat dengan tiga unit helikopter Mi-17 tersebut digelar di Pangkalan Udara TNI Angkatan Darat Ahmad Yani Semarang, Sabtu.
Menurut Pramono terdapat 120 personel TNI AD yang akan dikirim ke Darfur sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB.
Dalam kesempatan itu, KSAD meminta para prajurit Angkatan Darat tersebut menjaga nama baik di mata dunia internasional.
"Jaga kesan baik, tunjukkan bahwa pilot Indonesia siap bertugas," katanya.
Ia menuturkan selama ini dunia internasional merasa puas terhadap prajurit Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian.
"Jaga nama baik Indonesia, utamakan keselamatan diri," tambahnya.
Sementara itu, Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia Letnan Kolonel Eko.P menambahkan para prajurit yang akan dikirim ini sebelumnya sudah menjalani seleksi.
Sumber: Antara Jateng Ia menjelaskan selain kemampuan fisik dan militer, terdapat kemampuan khusus lain yang juga harus dimiliki, seperti kemampuan berbahasa Inggris.
28 April 2013, Semarang: Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo meninjau kesiapan pasukan penjaga perdamaian PBB yang akan dikirim ke Darfur, Sudan.
Kesiapan pasukan perdamaian yang akan diperkuat dengan tiga unit helikopter Mi-17 tersebut digelar di Pangkalan Udara TNI Angkatan Darat Ahmad Yani Semarang, Sabtu.
Menurut Pramono terdapat 120 personel TNI AD yang akan dikirim ke Darfur sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB.
Dalam kesempatan itu, KSAD meminta para prajurit Angkatan Darat tersebut menjaga nama baik di mata dunia internasional.
"Jaga kesan baik, tunjukkan bahwa pilot Indonesia siap bertugas," katanya.
Ia menuturkan selama ini dunia internasional merasa puas terhadap prajurit Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian.
"Jaga nama baik Indonesia, utamakan keselamatan diri," tambahnya.
Sementara itu, Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia Letnan Kolonel Eko.P menambahkan para prajurit yang akan dikirim ini sebelumnya sudah menjalani seleksi.
Sumber: Antara Jateng Ia menjelaskan selain kemampuan fisik dan militer, terdapat kemampuan khusus lain yang juga harus dimiliki, seperti kemampuan berbahasa Inggris.
Kemhan dan TNI AD Kirim Tim Realisasikan Rencana Pembelian Apache
Bell AH-1Z Super Cobra dipertimbangkan kandidat pengganti Apache. (Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Matthew R. White)
28 April 2013, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, dalam waktu dekat tim khusus Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI AD akan dikirim untuk merealisasikan rencana pembelian heli serbu Apache.
''Saat ini, prosesnya ada di Kemenhan, tetapi dalam waktu dekat ada tim khusus yang akan berangkat ke negeri Paman Sam. Dari TNI AD tim khusus ini akan dipimpin Wakasad dan dari Kemenhan akan dipimpin oleh Sekjen Kemenhan,'' katanya usai memberi pengarahan kepada pasukan latihan gabungan (latgab) TNI dan Satgas TNI untuk misi perdamaian di Darfur, Sudan (UNAMID), di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (27/4).
Dikatakan, tim khusus TNI AD dan Kemenhan ini akan melihat langsung beberapa pilihan sebagai pembanding untuk heli-heli yang akan datang.
Menurut KSAD, ada banyak pilihan heli yang akan dilihat. Misalnya ada tipe Zulu yang merupakan Super Cobra spesifikasi serang/serbu yang bisa menjadi pembanding.
Selanjutnya, heli jenis Bell 412 yang akan dilengkapi dengan roket dan tentunya Blackhawk. “Yang jelas kalau Apache sudah akan dilihat bulan depan. Namun kalau Blackhawk masih kita koordinasikan,” tambahnya.
Sementara itu, terkait dengan latihan gabungan (latgab) Matra TNI yang akan dilaksanakan Mei nanti, Pramono mengakui, TNI AD akan mengerahkan satuan helikopter terbesar yang pernah dilakukan.
Latgab akan diawali dengan latihan parsiil (pralatgab), mulai tanggal 1 hingga 4 Mei mendatang di Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Satuan helikopter TNI AD ini nantinya akan menjadi satuan untuk mendukung serangan udara satuan darat dalam gerak di lapangan. Selain itu, juga untuk mendukung mobilitas dan pemindahan pasukan secara cepat.
Sedikitnya 10 helikopter jenis Bell 412, Mi-17, Mi-35 untuk bantuan serangan dari udara. Meski mengerahkan armada heli terbesar, latihan ini tidak terkait dengan adanya ancaman terhadap keutuhan NKRI.
Tetapi latgab ini merupalan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan pasukan TNI. “Ini merupakan wujud kesiapan prajurit TNI dan kelanjutan dari latihan- latihan sebelumnya,” jelas Pramono.
Sumber: Suara Pembaruan
28 April 2013, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, dalam waktu dekat tim khusus Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI AD akan dikirim untuk merealisasikan rencana pembelian heli serbu Apache.
''Saat ini, prosesnya ada di Kemenhan, tetapi dalam waktu dekat ada tim khusus yang akan berangkat ke negeri Paman Sam. Dari TNI AD tim khusus ini akan dipimpin Wakasad dan dari Kemenhan akan dipimpin oleh Sekjen Kemenhan,'' katanya usai memberi pengarahan kepada pasukan latihan gabungan (latgab) TNI dan Satgas TNI untuk misi perdamaian di Darfur, Sudan (UNAMID), di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (27/4).
Dikatakan, tim khusus TNI AD dan Kemenhan ini akan melihat langsung beberapa pilihan sebagai pembanding untuk heli-heli yang akan datang.
Menurut KSAD, ada banyak pilihan heli yang akan dilihat. Misalnya ada tipe Zulu yang merupakan Super Cobra spesifikasi serang/serbu yang bisa menjadi pembanding.
Selanjutnya, heli jenis Bell 412 yang akan dilengkapi dengan roket dan tentunya Blackhawk. “Yang jelas kalau Apache sudah akan dilihat bulan depan. Namun kalau Blackhawk masih kita koordinasikan,” tambahnya.
Sementara itu, terkait dengan latihan gabungan (latgab) Matra TNI yang akan dilaksanakan Mei nanti, Pramono mengakui, TNI AD akan mengerahkan satuan helikopter terbesar yang pernah dilakukan.
Latgab akan diawali dengan latihan parsiil (pralatgab), mulai tanggal 1 hingga 4 Mei mendatang di Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Satuan helikopter TNI AD ini nantinya akan menjadi satuan untuk mendukung serangan udara satuan darat dalam gerak di lapangan. Selain itu, juga untuk mendukung mobilitas dan pemindahan pasukan secara cepat.
Sedikitnya 10 helikopter jenis Bell 412, Mi-17, Mi-35 untuk bantuan serangan dari udara. Meski mengerahkan armada heli terbesar, latihan ini tidak terkait dengan adanya ancaman terhadap keutuhan NKRI.
Tetapi latgab ini merupalan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan pasukan TNI. “Ini merupakan wujud kesiapan prajurit TNI dan kelanjutan dari latihan- latihan sebelumnya,” jelas Pramono.
Sumber: Suara Pembaruan
Subscribe to:
Posts (Atom)


