Monday, February 14, 2011

Laksma TNI Didit Herdiawan : Jaga dan Rawat Kapal Canggih ini

Sejumlah pasukan marinir mendarat dengan menggunakan tank amfibi saat melakukan penyerangan terhadap musuh di Pulau Tanah Tumbuh Makassar, Minggu (13/2). Latihan pendaratan amfibi tersebut dilakukan guna meningkatkan kemampuan pasukan TNI AL dalam menjaga NKRI dari ancaman luar dan dalam negeri. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/pd/11)

11 Februari 2011, Jakarta -- (Pos Kota): Panglima Komando Lintas laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiawan meminta awak kapal KRI Banjarmasin-592 menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan dengan penuh rasa tanggung jawab dalam mengawaki unsur kapal perang kebanggaan TNI AL produksi dalam negeri.

“Jaga dan rawatlah kapal canggih berharga mahal ini. Karena kapal ini dibiayai dari uang rakyat, jadi kita harus bertanggung jawab kepada rakyat,” kata Didit saat meninjau KRI Banjarmasin yang melaksanakan latihan pendaratan di pantai Mapalus Wangurer Barat, Bitung, kemarin.

Saat peninjauan, Didit didampingi Komandan lantamal VIII Menado Laksma TNI Agus Purwoto, melaksanakn kunjungan kehormatan kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Walikota Bitung Hanny Sondakh.

Latihan pendaratan melibatkan berbagai alat tempur TNI AL, seperti pesawat Cassa, dan Helikopter Bell NV-412, 3 tank amfibi dan 3 kendaraan amfibi (Ranfib). Pesawat dan heli dikerahkann untuk mendukung pendaratan 1 kompi Marinir.

Sumber: Pos Kota

Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur

MBT KT-1 buatan Korsel. (Foto: Sang Ho Chang)

12 Februari 2011, Medan -- (Harian Global): Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambahan peralatan baru sebanyak 65 unit kendaraan tempur MBT, 53 unit kendaraan tempur Tank Medium dan 60 unit kendaraan tempur Panser Kanon Medium dalam kurun tahun 2011-2014.

Tambahan peralatan baru itu dalam rangka pemenuhan Satuan Kavaleri yang akan dibentuk maupun dalam rangka Rematerialisasi Alat utama Sistem Senjata satuan kavaleri pada satuan yang telah dibentuk serta melaksanakan Program retrofiting 65 unit kendaraan tempur Tank AMX-13.

Hal itu disampaikan Danpusenkav Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigadir Jendral TNI Burhanudin Siagian dalam amanatnya yang dibacakan Waasintel Kasdam I/BB, pada acara syukuran HUT ke 61 Kavaleri tahun 2011 di lapangan apel Makoyon Kav 6/Serbu di Asam Kumbang Medan, Rabu Malam (9/2).

Hadir pada acara tersebut, Danyon Arhanudse 11/BS Letnan Kolonel Arh Sony Hendayana, Danyon Armed 2/105 Letkol Arm Surya Darma Damanik, Danyon Zipur 1/DD letkol Czi Ahmad Rijal Ramdhani SSos SH, Danyonif 100/Raider Letkol Inf Heri Susandi, Dandeninteldam I/BB Letkol Kav Hendi Suhendi SSos, para sesepuh Korps Kavaleri serta serta Ibu-ibu Ketua Persit Batalyon Kavaleri 6/Serbu dan tamu undangan lainnya
Dalam amanatnya, Burhanudin Siagian menyampaikan, Pusenkav Kodiklat TNI AD telah melaksanakan Revisi Bujukbin Kavaleri. Semula satuan Kavaleri hanya berwenang melaksanakan pemeliharaan kendaraan tempur pada tingkat 0, sekarang ditingkatkan pada tingkat 2.


“Di samping itu Pusenkav dan jajarannya juga telah melaksanakan beberapa penataan pangkalan, dari uraian tersebut dapat kita tarik benang merah bahwa tantangan tugas ke depan yang semakin berat dan kompleks, akan dapat dijawab apabila prajurit Kavaleri memiliki jati diri yang tangguh, dan selalu meningkatkan kemampuannya serta memegang teguh nilai-nilai kejujuran dan nilai-nilai kebenaran.”

Sesuai dengan tema HUT Kavaleri ke 61 yakni Dengan semangat Jaya dimasa perang berguna dimasa damai, Korps Kavaleri bertekad meningkatkan profesionalisme prajurit dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Sumber: Harian Global

Rapat Kedua Konga di KRI Frans Kaisiepo-368

Koordinasi memantapkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas MTF/UNIFIL

10 Februari 2011, Beirut -- (Dispenarmatim): Dalam rangka menjaga komunikasi dan koordinasi antar satuan tugas Kontingen Garuda XXIII-C1/UNIFIL maka dilaksanakan rapat kontingen ke-2 di KRI Frans Kaisiepo-368. Rapat pertama telah dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2010, di Mayon Indobatt UN POSN 7-1. Salah satu hasil rapat pertama adalah pelaksanaan rapat kontingen dilaksanakan setiap 3 bulan sekali.

Komandan Kontingen Garuda XXIII-C1/UNIFIL yang juga Komandan FHQSU (Force Headquarters Support Unit) Kolonel Pnb Yulianta memimpin langsung rapat Kontingen Garuda ke-2 di KRI Frans Kaisiepo-368. Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Komandan Sektor Timur (Deputy Commander of Sector East) yang juga sebagai penasehat Kontingen Garuda Kolonel Laut (E) Joko Edi Supriyanto, Komandan Satgas Batalyon Mekanis KONGA XXIII-E/UNIFIL (Indobatt) Letkol Inf Hendy Antariksa, Komandan Sempu (Sector East Military Police Unit) Letkol PM Dwi Prasetyo Wiranto, Komandan Satgas Cimic KONGA XXXI-A/UNIFIL (Civil Military Coordination) Mayor Inf Sapto Irianto, Komandan Satgas Indomedic KONGA XXIX-B1/UNIFIL (Indonesian Medic) Letkol Laut (K) dr. Dony Aldian, Wadan Satgas FPC (Force Protection Company) Mayor Mar Edi Prayitno, Staf MTF Headquarters Mayor Laut (P) Cecep Hidayat, Staff Officer Naqoura Letkol Inf Dian Hendriana.

Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 yang sekaligus Komandan Satgas Maritime Task Force KONGA XXVIII-B/UNIFIL Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST menyampaikan rasa bangga menerima kehormatan sebagai tuan rumah rapat yang kedua ini. Kemudian menyampaikan informasi bahwa hari ini juga istimewa karena tepat setahun yang lalu, di Biak pada tanggal 9 Februari 2010, KRI Frans Kaisepo-368 di kukuhkan sebagai salah satu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan masuk jajaran TNI Angkatan Laut. Selanjutnya komandan KRI Frans Kaisiepo-368 memperkenalkan diri kemudian memaparkan secara singkat mengenai tugas pokok dan daerah operasi Maritime TaskForce/UNIFIL, termasuk tugas dan tanggung jawab MIO dan MIO Commander, serta melaporkan kegiatan yang sudah dilaksanakan selama ini.

Pada kesempatan itu, menyampaikan bahwa selama bertugas di MTF hampir 4 bulan, sudah ke-8 kalinya menjadi MIO Commander , artinya hampir setiap kali melaut selalu memimpin seluruh Unit MTF melaksanakan tugas MIO di AMO dan sampai saat ini sudah 573 kapal yang berhasil dihailing oleh KRI Frans Kaisiepo-368.

Penasehat kontingen Garuda pada kesempatan itu menekankan mengenai pelaksanaan tugas yang sudah berjalan selama ini termasuk suka duka yang dirasakan. Evaluasi selama 3 bulan yang sudah berjalan, sudah mendapatkan lesson learned baik secara pribadi maupun secara satuan/unit. Hal-hal yang sifatnya baik dan benar untuk dilanjutkan, dikembangkan serta hal-hal yang keliru supaya diperbaiki untuk membangun satuan tugas kedepan. Beliau juga menyampaikan bahwa pada hari minggu tanggal 6 Februari 2011 telah memberikan pencerahan kepada semua satgas yang berada di Sektor Timur.

Selanjutnya Komandan Kontingen Garuda XXIII-C1/UNIFIL yang juga Komandan FHQSU (Force Headquarters Support Unit) Kolonel Pnb Yulianta menghimbau para peserta rapat supaya; pertama, berpartisipasi aktif terhadap agenda rapat. Kedua, fokus pada agenda yang sudah di tetapkan. Ketiga, supaya segera ada keputusan terutama menyangkut Indonesian nite, dan Medal Parade. Beliau juga menekankan tentang zero accident, pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab dalam penugasan, melaksanakan fungsi kontrol masing-masing komandan, selalu memotivasi anggota bahwa semua bidang penugasan adalah sama pentingnya. Selanjutnya memberi beberapa penekanan lainya yaitu: tetap menjaga kekompakan, sharing informasi khususnya yang ada di staf sebagai mata dan telinga kontingen, supaya memperhatikan kejadian sekecil apapun harus di laporkan, koordinasi antara sesama satgas dalam hal mengcover seluruh masalah internal kontingen sangat penting, semoga apa yang dikerjakan di sini bisa dipakai untuk kemajuan TNI ke depan.

Pada kesempatan tersebut disampaikan juga bahwa jumlah personel keseluruhan dari Kontingen Garuda XXIII-C1/UNIFIL saat ini berjumlah 1.441 personel dengan perincian : 50 personel FHQSU (Naqoura); 150 personel FPC (Naqoura); 1018 personel Indobatt (Seceast); 75 personel Sempu (Seceast) ; 11 personel Seceast HQ ; 13 personel Medical (Naqoura) ; 17 personel Staff Officer HQ (Naqoura) ; 6 personel CIMIC (Naqoura) dan 101 personel MTF.

Rapat kemudian dilanjutkan di KBRI Beirut yang dipimpin langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, H.E. Dimas Samodra Rum. Dalam rapat tersebut membahas kemungkinan diadakannya Indonesian Cultural Reception/Indonesian nite kolaborasi antara personel kedutaan RI dan personel Kontingen Garuda XXIII-C1/UNIFIL, masalah PAM Kedutaan RI dan Emergency Plan. Mengingat KBRI merupakan tempat tumpuhan bagi warga negara Indonesia dimana salah satu tugasnya adalah selalu melindungi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Lebanon bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber: Koarmatim