Thursday, July 12, 2012

ELSAM: Pembelian Leopard Keliru

MBT Leopard 2A6 milik Bundeswehr. (Foto: Bundeswehr/Winkler)

12 Juli 2012, Jakarta: Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai rencana pembelian tank Leopard, keliru dan tidak tepat. Sebab, pembelian itu tidak sesuai dengan kebijakan pembangunan postur pertahanan negara.

"Dalam postur pertahanan 2007, pembelian tank Leopard tidak termasuk dalam kebijakan pembangunan postur pertahanan," tegas peneliti hukum dan HAM Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Wahyudi Djafar dalam jumpa pers di Sekretariat Imparsial, Senin (9/7/2012).

Dia mengemukakan, kebijakan dan buku postur pertahanan negara yang dibuat adalah bentuk perencanaan kementerian pertahanan hingga 2029. Sikap inkonsisten pemerintah ini menunjukkan carut marutnya pengadaan alutsista di Indonesia.

Pemerintah dan parlemen seharusnya memiliki perencanaan yang jelas dan diikuti dengan skala prioritas dalam pengadaan alutsista. Hal yang semestinya menjadi perhatian dibandingkan alutsita adalah kesejahteraan prajurit TNI yang cukup memprihatinkan. Diakui memang penguatan alat utama sistem persenjataan menjadi kebutuhan bagi TNI.

"Pembelian alutsista harus didasarkan atas kebutuhan obyektif pertahanan Indonesia, bukan atas kebutuhan politis. Apalagi jika ditunjukkan untuk mencari keuntungan segelintir kelompok dan elite di pemerintahan," jelas Wahyudi.

Menurut dia, pembelian tank Leopard dan menempatkannya di wilayah perbatasan, salah satunya di Papua, dikhawatirkan akan menjadi alat untuk menekan rakyat dengan cara-cara represif. Apalagi kondisi Papua saat ini sedang bergejolak sehingga bahaya sekali jika pembelian tank Leopad ini digunakan untuk menghadapi rakyat karena akan berpotensi pada pelanggaran HAM.

"Akan lebih baik jika pemerintah menambah kekuatan TNI AD dengan jenis medium dan light tank atau membeli helikopter," tuturnya. Terkait hal ini pula, koalisi yang terdiri dari Imparsial, Kontras, Elsam, LBH Jakarta, HRWG, IDSPS, Lespersi dan Ridep Institute, mendesak Kanselir Jerman Anggela Merkel yang akan berkunjung ke Indonesia untuk meninjau kembali rencana penjualan 100 MBT Leopard.

Sumber: ELSAM

43 comments:

  1. DASAR ANJING NE LSM, LEO DITEMPATIN DI KALIMANTAN PADA NGAWUR LEO DITEMPATIN DI PAPUA, BUAT APA JUGA LEO DITEMPATIN DI PAPUA,
    SAYA KEPENGEN NGELIAT ANGGOTA LSM INI BERSAMA ANGGOTA DPR K1 DIGANTUNG DIMUKA UMUM

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah LSM kan KNIL jaman sekarang, Yang salah satu ketua LSMnya ada juga orang2 yang duduk digedung Kura2 ijo sana yg ga kebagian jatah kue LEO.

      Delete
  2. Ya Allah, begitu teganya para LSM ini
    menjual harga dirinya untuk antek asing
    mereka begitu giat menggrogoti negara ini sampai selemah-lemanya..
    dibayar oleh siapakah kalian ini hai LSM antek asing
    Amerika
    Malaysia
    Singapura
    Australia

    ReplyDelete
  3. LSM yg ada di negara kita ini membela siapa sih?? Apa tdk ingin negaranya menjadi kuat & berwibawa di mata negara tetangga & negara lain. Dg kondisi negara yg aman shg nantinya akan mendorong perkembangan investasi & perekonomian.

    Yg diinginkan LSM kita apa biar negara kita lemah & membiarkan negara kita diinjak2 negara lain yg mengancam NKRI & tentunya berdampak pd pembangunan ekonomi.

    Dasar alasan yg sgt dangkal & lemah,bhw membeli MBT dikhawatirkatirkan utk menembak rakyat & melanggar HAM. Namun pd sisi lain menyarankan utk membeli Light Tank. Apa bedanya pistol,senapan, panzer, light tank, MBT dsb? Semua alutsista punya peluang yg sama jika disalah gunakan, tapi apa sepicik itu negara kita? Kalau pemikirannya seperti itu, maka TNI tdk usah dilengkapi persenjataan, mungkin TNI cukup disediakan pentungan. Bagaimana TNI kita bisa melindu negaranya? Apa nanti LSM aja yg melindungi negara kita.

    Tolong buat LSM agar lebih berfikir jernih & tdk malu2in cara berfikirnya. Belalah rakyat dg tulus, jangan hanya membela kelompok tertentu dg mengatas namakan rakyat. Ingat, rakyat kita sudah semakin pintar & cerdas.

    Jayalah Indonesia, Jayalah TNI

    ReplyDelete
    Replies
    1. dasar LSM antek asing kayak paling tahu militer. Loe tahu nggak tetengga kita Malingsia aja nempatkan MBT di Borneo. kalau Malingsia bisa kenapa kita tidak bisa menempatkan MBT di borneo wilayah Indonesia. Jangan hanya mencari kesalahan TNI. Jangan hanya bicara merasa yang benar karena dibayar

      Delete
  4. Jangan dengerin bacotnya LSM yang sok tahu Alutsista.
    Maju Terus, Pantang Mundur pembelian Leopard utk TNI.
    LSM itu antek-antek asing yang ingin TNI Lemah.
    Hati-Hati, Waspadalah.

    ReplyDelete
  5. LSM busuuuuk! JUJUR dalah hati gw yang terdalam gw MARAH !!! Ternyata musuh negara ada di negara kita sendiri !!! Mencoba menggerogoti dan melemahkan pertahanan NKRI... Padahal gw seneng bngt waktu denger TNI beli MBT !! Akhirnya da yang bisa di banggain dari TNI.. Tapi ternyata? Masih ada cecunguk cecunguk british yang masih aja hidup di negara kita ini. F**k!

    ReplyDelete
  6. gak pernah sekolah SD ya para LSM ini???
    anak SD saja tau kalo TNI butuh tank berat buat deteren sama malingsia!!
    LSM pada datang ke sekolahan SD, kemudian mengkritik, terus MINTA UANG... gak malu sama RAKYAT????
    TAU GAK di salah satu kota di jawa timur para kepala sekolah SD mendemo besar2an LSM?????
    LSM sekarang tidak membela rakyat, melainkan cuma untuk membela kantongnya pribadi!!!
    SAYA RAKYAT BODOH YANG TIDAK BISA DIBODOHI SAMA MULUT SAMPAHNYA LSM!!!

    ReplyDelete
  7. A emang dasar lsm goblok, antek kompeni loe mewakilin rakyat sipil yang mana, gw aja baru denger nama loe detik ini bubar aja loe benalu bikin malu aja loe cloteh ga bermutu. Biarkan anjing mengonggong welcome leo to INDONESIA

    ReplyDelete
  8. LSM ini dananya dari belanda coy.....pantes dah menolak Leo mereka dibeli eh sekarang cari2 alasan biar kita ga beli leo...alsannya bego lagi...wong penempatan xmantan eh papua...antek2 belanda yang bego kayak tuannya....

    ReplyDelete
  9. dasar antek asing, perlu loe tahu ya tetangga kita Malingsia saja punya MBT yang ditempatkan di Borneo. Jadi kalau Malingsia bisa menempatkan MBT di Borneo kenapa kita tidak bisa menempatkan MBT di Borneo wilayah Indonesia. LSM jangan asal ngomong saja emang loe tahu apa soal MBT

    ReplyDelete
  10. "anjing mengg0ngg0ng kafilah berlalu"
    maju terus pantang mundur TNI ku. . .
    Rakyak indonesia mendukungmu.

    ReplyDelete
  11. Tau apa LSM tentang pertahanan negara, mereka hanya bisa menghianati dan menghancurkan negara ini,CONTOH misi-misi mereka yg sudah di lakukan diantaranya timor-timur pisah karena mereka mengatas namakan HAM dengan menjelmakan pretilin dibelakangnya dan misi mereka berhasil memisahkan timor timur dari NKRI, terus di ambon dan maluku menjelmakan RMS dibelakangnya untuk memisahkan dari NKRI tapi gagal, dilanjutkan ke ACEH menjelmakan GAM di belakanya untuk memisahkan dari NKRI namun itu juga gagal dengan kematian munir sang MISIONARIS nya belanda dan inggris gembongnya yang selalu mengatas namakan HAM...WASPADALAH DENGAN MEREKA'

    ReplyDelete
  12. LSM adalah Penghianat bangsa,dan harus d basmi,terutama LSM yg slalu ingin melemahkan kekuatan TNI kita.

    Basmi LSM penghianat itu.

    ReplyDelete
  13. LSM yg begitu itu sebenarnya adlh Penghianat bangsa.
    mereka bekrja untk negara lain,dan masyarakat d gunakan untk alat menutupi kedok mereka.

    JAYALAH TERUS TNI !!!
    JALASVEVA JAYAMAHE.

    ReplyDelete
  14. ni LSM maunya apa?
    pa pengen NKRI dilecehkan karena tidak punya pertahanan yang kuat???
    pa kejadian selama ini kurang kurang???
    ingat kejadian yang sangat memalukan, sebuah negara dilewati pesawat tempur tanpa ijin...
    kapal2 tempur negara lain masuk tanpa ijin...
    kalo pertahan kita tidak kuat apa mau dikata, kita hanya bisa melihat, menegur saja...
    rakyat pengen pemerintah tindak tegas tapi pertahanan kurang...
    kalo kita punya pertahanan yang kuat negara lain pasti akan sopan pada kita...
    kita punya wibawa, negara lain pasti tidak akan melanggar batas negara...
    nasib TKI juga bisa dijamin...

    kenapa kita selalu dilecehkan negara lain???
    itu karena kita tidak mempunyai pertahanan yang kuat...
    disaat kita membangun pertahanan yang sangat tertinggal ada yang menghalangi itu berarti kakitangan asing yang tidak ingin KITA MEMPUNYAI PERTAHANAN YANG KUAT, PERTAHANAN KITA KUAT MENJADI ANCAMAN NEGARA LAIN...

    KITA RAKYAT INDONESIA MENGINGINKAN NEGARA YANG PUNYA PERTAHANAN YANG KUAT GUNA MELINDUNGI KITA DARI ANCAMAN NEGARA LAIN
    KITA JUGA TIDAK MENGINGINKAN NEGARA KITA DIINJAK2 NEGARA LAIN
    KITA PUNYA HARGA DIRI

    ReplyDelete
  15. ya LSM lagi LSM lagi, semua rakyat Indonesia sudah tahu kalau LSM itu dibiayai asing, jadi saya tidak kuatir. biarlah mereka itu mengoceh terus (supaya dapat uang...). menurut informasi dari teman marinir saya yang operator BMP-3F. sekarang TNI juga sedang rapat untuk pengadaan 50 unit T-90 rusia dengan opsi tank pengganti produk China untuk mendampingi leopard

    ReplyDelete
  16. LSM yg menentang pembelian Leopard adalah para anjing-anjing herder negara asing yg tidak mau liat NKRI kuat dan lebih maju, LSM-LSM seperti ini ga usah di ladenin biarkan mereka ngomong apa yg penting rencana pemerintah dlm hal pembelian Leopard harus terus jalan, saya sebagai masyarakat indonesia mendukung penuh pemerintah yg akan membeli tank Leopard dari Jerman,Biarkan LSM menggonggong karena mereka adalah anjing yg memang diciptakan untuk itu, dan pemerintah adalah khalifah yg harus terus berjalan meskipun jalannya terjal, yg penting tujuan pemerintah benar dimata masyarakat maka rakyat akan mendukungnya...untuk pemerintah dlm hal MBT Leopard jalan terus jangan mundur...

    ReplyDelete
  17. LSM tak lbh dri anjing"nya negara asing, ato negara tetangga yg gak ingn melihat indonesia jadi kuat... LSM ini mewakili sekelompok orang yg jd antek" negara asing yg mengatas namakan rakyat, mereka inilah musuh nyata bangsa indonesia...

    ReplyDelete
  18. bodohh nee lsm...asal bacot.

    ReplyDelete
  19. memang inteljen asing pada pinter mengadu domba bangsa indonesia biar tetap lemah, jelas2 rakyat indonesia itu tahu klo pingin kuat alutsista ya harus yg terbaik, coba lsm itu liat video leopard di youtube biar tahu he he he...

    ReplyDelete
  20. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat Mas Ull. Sesama mahasiswa, saya hanya ingin sharing saja. Bukannya sok tahu, tapi ini sekedar uneg2 saya saja.

      Jujur, telinga saya sakit mendengar LSM bilang tentang apa yang diberitakan di atas. Entah itu mereka nggak tahu soal kebutuhan tank, atau pura2 nggak tahu, atau saya saja yang sok tahu, entahlah. Namun sepengetahuan saya, kebutuhan tank itu harus seimbang. Angkatan bersenjata idealnya mempunyai semua kelas tank. Tank kelas ringan, medium, dan berat. Tank ringan dikhususkan buat patroli yang membutuhkan mobilitas tinggi. Misalnya patroli perbatasan. Karena membutuhkan mobilitas tinggi, otomatis mengorbankan perlindungannya. Baja tipis dan meriam kecil akan memaksimalkan pergerakannya. Misalnya tank Scorpion milik TNI AD, bisa degeber hingga 90 km/jam di jalan mulus. Tapi kelemahannya, jika tertembak sama sniper anti material saja sudah tembus itu baja. apalagi sama ranjau atau anti tank, udah jadi tank panggang itu. Lihat nih tank scorpionnya TNI AD yang mungil dan imut, tapi lincah.
      http://www.youtube.com/watch?v=PoQtoOiHNY8

      Sedangkan tank medium dan tank berat, lebih dikhususkan buat perang sungguhan. Dalam hal ini tank Leopard. Walau berat, namun dalam hal kecepatan tidak begitu masalah. Karena dengan kecepatan maksimalnya yang mencapai 60 km/jam, mobilitasnya sudah bisa dibilang tinggi. Soal perlindungan, jangan ditanya. Semua jenis senapan gak bakal mempan buat nembak itu leopard. Hanya anti tank tertentu saja yang bisa memanggang leopard. Meriam juga besar, 122 mm. Cukup untuk merobohkan gedung berlantai 2 dalam sekali tembak. Walau berat, berjalan di lumpur, air dangkal, atau pegunungan juga gak jadi masalah kok. Lihat ini.

      http://www.youtube.com/watch?v=gZ-eSxqhIZk

      Kesimpulannya, angkatan bersenjata membutuhkan semua jenis tank. Baik itu tank ringan, medium, maupun berat. tank ringan buat patroli, sedangkan tank medium-berat buat perang yang sesungguhnya. Jadi kurang tepat jika Indonesia hanya dilengkapi dengan tank ringan saja. Tank berat menjadi kebutuhan pokok untuk melindungi negara dari segala macam gangguan dari luar. Selain itu juga buat deterent. Agar negara tetangga tidak berani mengusik NKRI.

      JAYA INDONESIA!!!

      Delete
  21. WAHYUDI JAFAR, "MATI KAU" , JANGAN KAU IKUT CAMPUR DALAM URUSAN TNI, KALU KAMU TIDAK MAU NASIBNYA SEPERTI MUNIR.

    ReplyDelete
  22. salah seorang tolonglah kirim e-mail atau tweet lSM Sampah dan antek asing kaya gitu kasih tau penerangan pendidikan dan penjelasan kalau MBT dan moderinisasi alutsista itu penting untuk pertahanan suatu negara harusnya lsm ngawasin itu anggota H*wan di gedung kura kura ijo jangan sampai duit 280 juta dollar kesemprit buat anggota H*wan.

    ReplyDelete
  23. BANG LSM, TNI sdh bozan dgn cuma nota Protes Doang....tiap kali ada mazalah dgn Negara Tetangga...sekali kali main petasan dan roket....biar Tetangga segan.....githo loh maksudnya anak TK lsm, ngertikan???

    ReplyDelete
  24. LSM dpt duit dr mana y? Masa bs idup hny dng bkerja di lembaga non profit aj?

    ReplyDelete
  25. bpk wahyudi jafar(LSM)INDONESIA TIDAK BUTUH HAM,KRNA INDONESIA PUNYA PANCASILA.ANDA TUH GOBLOG APA PURA PURA GOBLOG?URUSI SAJA LSM IMPARSIAL-AN LOE.ITU

    ReplyDelete
  26. LSM ini memang asli Teroris untuk rakyat indonesia, mereka harus di musnahkan dari bumi pertiwi ini NKRI harga mati LSM harus Mati.

    ReplyDelete
  27. aduh mas LSM ini mbok ya sedikit cinta tanah air ya, Indo ini ibarat tuan rumah yang hanya memiliki parang sedang maling didepan pagar rumah memiliki bedil. apakah kita tak boleh beli bedil?
    LSM hanya menghendaki kita beli piso dapur? kalau mau menjaga rumah Indo harus beli MBT dan helikopter penghancur Tank. biar tetangga mahfum bahwa kita memang menghendaki sejuta kawan dan zero lawan.

    ReplyDelete
  28. Lsm sok tahu, menghabisi demonstran, sparatis cukup bedel saja ngapain pake mbt, tdk apa memang anda makannya dari menjelek jelekan bgs sendiri to

    ReplyDelete
  29. Sbg Rakyat RI yg awam,saya hanya bisa melihat, wlopun tdk direncanakan secara tertulis dalam belanja militer sampe 2029, apakah smua hrs di publish sampe LSM yg ga ada hubungannya dng ini ikut campur kebijakan soal pertahanan dan keamanan. Saya mau tanya pak, klo negara tercinta ini ada yg menyerang dng teknologi militer tingkat tinggi . Siapakah garda terdepan yg membela negeri ini? Cukupkah dng senjata yg saat ini jauh tertinggal? Sbg Putra Pejuang 45, saya heran. militer kita yg rata2 hidup sederhana ( dilihat dari kesejahteraan ,dll). Ketika semangat tetap berkobar ditambah dng adanya pembelian berbagai alutista mengganti alutista usang. Yg dng ini pula semakin menambah semangat prajurit, eeeehhhh... Masih saja ada pro kontra. Apakah Jendral LSM berniat gantikan posisi prajurit militer RI?

    ReplyDelete
  30. KEDAULATAN NKRI HARGA MATI. AYO BERSAMA KITA BASMI PARA IBLIS PENGHALANG-PENGHALANG KITA MENUJU KEJAYAAN KITA YANG SEMESTINYA!

    ReplyDelete
  31. Justru kita harus bangga, TNI kita menjadi kuat dan disegani. Malah yg ngasih komentar miring itu perlu dipertanyakan nasionalismenya, mana kebanggaanmu sebagai bangsa yg hidup di wilayah NKRI?

    ReplyDelete
  32. LSM bisanya cuman jelek2i negara aja darimana dananya tuh..
    maju terus TNI

    ReplyDelete
  33. tenang aje klo udah klewatan lama2 jg dibunuh ne anggota LSM,,lu jual gw beli LSM BANGSATTT

    ReplyDelete
  34. Ne lsm monyet sengaja bikin ribut di saat tni mau berbenah, coba waktu saudara kita yang jadi tki/tkw dianiaya di negara lain tu bacotnya lsm kagak kedengeran.

    ReplyDelete
  35. Negara yang ekonominya kuat pasti didukung dengan pertahanan yang kuat. Pertahanan yang kuat harus didukung dengan Alutsista yang kuat dan memadai....

    ReplyDelete
  36. racun aja tuh anggota LSM biar mati kayak munir.....
    Indonesia gak akan miskin kehilangan orang2 seperti munir,makanya kasus'nya gak slese2.....

    ReplyDelete
  37. LSM lagi bikin ulah......
    apa mau minta bagian juga dari hasil pembelian Leo????
    mau ikut2 bapak2 otak udang d Senayan.....????
    berani taruhan potong tangan kalo ada perang pasti LSM paling duluan kabur......

    ReplyDelete
  38. @Deden a'ang LSM tu bukan anjink herder tapi Anjink chi hua-hua. XD
    Jikalau TNI beli Sukhoi Su T-50 PAK FA saya langsung sujud syukur.....

    ReplyDelete
  39. LSM GILA.... BAJINGAN PENGGEROGOT NEGARA KITA SENDIRI...

    ReplyDelete