Saturday, June 23, 2012

Parlemen Belanda Tetap Tolak Jual Tank ke Indonesia

22 Juni 2012, Amsterdam: Kamis kemarin kabinet Belanda gagal meyakinkan parlemen de Tweede Kamer untuk menyetujui rencana penjualan 80 tank kepada Indonesia. Mayoritas fraksi tetap menentang penjualan tank tersebut, sehubungan dengan pelanggaran Hak Asasi Indonesia (HAM) terutama di Papua.

Ini upaya terakhir kabinet demisioner Belanda untuk meyakinkan parlemen. Tiga menteri yaitu Menlu Rosenthal, Menteri Pertahanan Hillen dan Menteri Ekonomi, Bleker khusus mendatangi parlemen untuk mencari dukungan. Mereka hanya berhasil memperoleh dukungan dari Partai Liberal Konservatif (Volkspartij voor Vrijheid en Democratie, VVD) dan partai kristen demokrat (Christen-Democratisch Appèl, CDA).

Menindas Rakyat

Partai Buruh (Partij van de Arbeid,PvdA), Partai Sosialis (Socialistische Partij, SP), Partai Hijau (GroenLinks, GL) dan partai kristen konservatif (ChristenUnie, CU) tidak bergeming. Partai-partai itu memberi contoh, bahwa Mesir dan Bahrain menggunakan alutsista yang dibeli dari Belanda tahun lalu untuk menindas rakyat yang memberontak. "Ini tidak boleh terjadi lagi," kata Jasper dari Partai Sosialis.

Tahun lalu Parlemen mendukung mosi Arjan El Fassed dari GroenLinks untuk membatalkan penjualan tank itu. Makanya El Fassed menyebut debat di parlemen kemarin sebenarnya tidak perlu lagi. Menurut Han Ten Broeke dari VVD, dalam hal ini sikap Belanda bukan menggurui sebagai bekas penjajah. Ia juga menyinggung pemasokan senjata oleh perusahaan Belanda sebelumnya kepada Indonesia.

Menhan Hans Hillen ingin menjual tank Leopard sebagai bagian dari penghematan besar-besaran. Ia harus menghemat sekitar satu miliar euro. Hasil penjualan, yang jumlahnya sekitar 200 juto euro, akan digunakan untuk membeli pesawat tanpa awak.

HAM Indonesia Makin Membaik

Kabinet tidak keberatan terhadap penjualan itu, karena memenuhi kriteria ekspor senjata Uni Eropa. Selain itu, kondisi HAM di Indonesia makin membaik. Baik Belanda maupun Indonesia keduanya mau memperbaiki hubungan bilateral. Makanya penjualan tank tersebut, yang tidak akan dikerahkan di Papua, tidak bermasalah.

Menlu Uri Rosenthal mengakui memang masih "banyak yang perlu diprihatinkan" sehubungan dengan HAM di Indonesia "yang demokrasinya mulai stabil". Namun ia juga menambahkan, banyak insiden di Papua tidak terkait dengan HAM. Menolak transaksi penjualan tank, menurut Rosenthal, akan tidak dipahami oleh dunia internasional dan akan menimbulkan "kerepotan".

Rapat parlemen akhirnya diskors untuk memberi kesempatan para menteri kabinet berunding membahas kasus ini lagi. Menlu Rosenthal mengatakan, bahwa kabinet akan sangat mempertimbangkan pendapat parlemen atau De Tweede Kamer, karena kabinet ini statusnya demisioner.

Sumber: RNW

8 comments:

  1. hahaha sebenarnya kalau diliat2 ada lucunya juga terhadap pemerintahan monarki belanda ini.. dia bilang pemerintahan indonesia adalah pelanggar HAM berat.. tapi mreka tidak sadar atas apa yg mreka perbuat terhadap indonesia selama 350 tahun lamanya.. bukankah mereka juga termaksut pelanggar HAM berat juga.. seharusnya jangan memfonis suatu negara tanpa intropeksi masalalunya..

    ReplyDelete
  2. Parlemen Belanda Tetap Tolak Jual Tank ke Indonesia? Apa yg dilakukan Belanda adalah penghinaan terhadap Bangsa Indonesia. Ketika Jaman Sukarno pemimpin berani bertindak tegas terhadap Amerika "“Go To Hell With Your Aid” dan jaman Suharto berani membubarkan CGI yang dipimpin Belanda saat itu karena CGI mencampuri urusan HAM indonesia. Sekarang pemimpin kita tidak berani bersikap atas hal ini karena yg mempimpin Bangsa Indonesia saat ini adalah pemimpin tidak tegas dan tidak memiliki keberanian alias bersembunyi disarung kotak2x yg dipakainya. Bangsa Indonesia di injak2x bangsa lain tetapi pemimpin negara ini diam makan tidur dan tebar pesona, malu aku punya pemimpin seperti ini. Kalau pemimpin bangsa ini berani mengatakan "Go To Hell Netherland with you leopard" pastinya Belanda akan terpukul secara moral dan etika pastinya Belanda malu, disisi satu seluruh bangsa Indonesia pasti akan mendukung penuh pernyataan sikap "Go To Hell Netherland with you leopard". "Go To Hell Netherland with you leopard" bisa berupa penurunan status hub diplomatik dari duta besar jati konsulat itu pun akan membuat Belanda terpukul dan malu, putuskan atau batalkan proyek 2x pemerintahan bantuan Belanda itu pun akan membuat Belanda malu dan terpukul, kalau perlu batalkan proyek pengadaan kapal Zigma. Toch kita tidak rugi anggap uang yg sudah diterima buat kapal Zigma sebagai uang amal dari Indonesia. Yang terpenting harkat dan martabat bansa Indonesia sebagai negara berdaulat harus diutamakan jangan biarkan negara lain menginjak-nginjak bangsa Indonesia. Sekali lagi sayangnya pemimpim kita yachhh tidak punya keberanian mengambil sikap "Go To Hell Netherland with you leopard". GBU Indonesia

    ReplyDelete
  3. ha...ha...ha.. parlemen belanda banyak omong seperti badut yang sombong, mereka lupa bahwa yang butuh mereka. LANGSUNG AJA BELI DARI JERMAN, dapat berapa pun tak masalah, toh ada TOT nya. ditambah T-90 dari Rusia, biar OK punya........

    ReplyDelete
  4. Belanda alias kumpeni lupa sejarah menjajah bangsa lain, sekarang sok membela HAM, lucu sekali..kemana itu raymond westerling meneer?

    ReplyDelete
  5. kenapa ya pemerinth memakskn untk membeli Tank leopart ke Belanda!!! Sdgkn Jerman sdh membrkn penawaran ke pemerintah akan mbrkn TOT. Sbnrx ini adlh ksmptn yg bgs dlm memjkn industri qt sendiri N pstxa negara qt tdk akn trgntg lg dr negara lain dan tentuxa akn menjadi deterent Power bg negara2 yg ingin coba usil dgn Indonesia... AYO pemerintah,berpikirlah yg jernih jgn berpkr dangkal? Masakan rakyat yg lebih pintar cara mikirxa!!! Merdeka

    ReplyDelete
  6. WASPADALAH banyak peminpin TNI SENDIRI yang ingin menghianati dan ingin melemahkan persenjataan militer kita, mereke selalu menawarkan dan membeli senjata kepada negara penjajah dan negara yg selalu meracuni dengan enbargo....karena meraka tidak sudi bahwa negara islam terbesar didunia ini menjadi kuat dan tidak mudah untuk di hancurkan di kemudian hari....W A S P A D A l a h.

    ReplyDelete
  7. Sebaiknya tidak perlu merengek-rengek beli apa-apa dari Belanda, memang keliatannya dari harga lebih murah, tapi alasan keberatan mereka sangat menyinggung harga diri kita sebagai Bangsa Indonesia , jelaslah mereka melanggar HAM dengan menjajah kita dulu, tidak ada penyesalan atas penderitaan dan kebodohan yang di timbulkan oleh mereka malah meuduh kita melanggar HAM, saat ini mungkin waktunya bagi kita membatasi diri beli apapun dari Belanda

    ReplyDelete
  8. Hai saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia artikel yang sangat menarik ..
    terimakasih ya infonya :)

    ReplyDelete