Wednesday, November 23, 2011

Jangan Berlebihan Tanggapi Pangkalan Militer AS

Presiden Obama bersalaman dengan prajurit RAAF di Pangkalan Udara RAAF di Darwin. (Foto: Australia DoD)

22 November 2011, Malang (ANTARA News): Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono meminta semua pihak tidak menanggapi secara berlebihan dan menganggap ancaman terhadap keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di Darwin, Australia.

Panglima TNI usai membuka persiapan latihan gabungan tingkat batalyon di Lapangan Udara Abdurachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada semua kalangan dan pengamat yang peduli tentang masalah itu.

Menurut Panglima, Indonesia tetap berpegang kepada kebijakan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Australia Julia Gillard maupun Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

"Keduanya mengatakan bahwa keberadaan pangkalan militer tidak ada kaitannya dengan situasi Papua maupun kondisi negara-negara Asia lainnya," kata Agus.

Agus menjelaskan, militer Amerika Serikat membutuhkan sejumlah tempat tidak hanya untuk latihan, namun untuk penempatan pasukan yang ditugaskan di berbagai wilayah untuk penanggulanggan bencana.

"TNI rencannya juga akan ikut dalam latihan penanggulangan bencana yang rencananya akan dilakukan oleh Australia dan Amerika seiring dengan dibangunnya pangkalan militer AS di Darwin," katanya.

"Kita juga pernah menjadi tuan rumah dalam latihan penanggulangan bencana bersamaan dengan bencana tsunami di Jepang," ujarnya.

Penambahan Marinir AS di Australia tak akan Jadi Masalah

Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN David Carden pada Selasa mengatakan rencana AS untuk mengirim tambahan 2.500 pasukan ke Australia tidak akan mengakibatkan masalah bagi stabilitas keamanan di kawasan asia pasifik.

"AS adan Australia telah menjalin kerjasama pertahanan sejak 60 tahun lalu. Sudah pernah ditegaskan sebelumnya bahwa penambahan pasukan kami disana adalah untuk misi penanganan situasi paska bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi di kawasan ini. Saya rasa tidak ada alasan untuk khawatir mengenai hal ini," kata Carden

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia Scott Marciel mengatakan dirinya ingin meluruskan pemberitaan di media mengenai sebutan "pangkalan AS" di Australia.

"Tidak ada pangkalan AS di Australia ataupun ada rencana untuk membangun pangkalan disana. Penambahan pasukan AS tidak lain hanya untuk meningkatkan kerjasama dengan Australia dan tidak dimaksudkan untuk menargetkan negara lain diluar kerjasama bilateral ini," kata Marciel.

Sebelumnya Presiden AS Barack Obama dalam rangkaian kunjungannya di Asia Pasifik menegaskan AS akan memantapkan pengaruhnya di kawasan tersebut.

Langkah nyata yang dilakukan Obama dengan membuat kesepakatan dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard untuk memperluas kerja sama militer kedua negara salah satunya dengan menempatkan sekitar 2.500 marinir AS di Darwin.

Sumber: ANTARA News

1 comment:

  1. PENJAJAHAN DIATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PRI KEMANUSIAAN DAN PRI KEADILAN. MAKA PERGERAKAN PERJUANGAN NASIONAL BELUM SAMPAI PADA TITIK AKHIR ATAU TERMINAL TERBELAKANG DARI PUTARAN GLOBE DUNIA TANPA HANCURNYA BENTUK APAPUN DARI IBLIS YANG BERNAMA KOLONIALISME. KARENA SELURUH MANUSIA TERLAHIR TIDAK MENJADI BUDAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MELAINKAN MERDEKA BEBAS MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MARI KITA SAMA-SAMA MENJAGA KEDAULATAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, MENGHANCURKAN SERTA MEMBANTAI HABIS TAK BERSISA SELURUH IBLIS-IBLIS KOLONIAL TERMASUK AMERIKA SERIKAT DAN ASUTRALIA YANG TELAH SUKSES MELEPASKAN TIMOR TIMUR DARI GENGGAMAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA !!!!!!!!!!!!!!!!!
    MEREKA HANYA NEGARA SUPER MISKIN AKAN KEKAYAAN ALAM MEREKA HANYA SUPER JENIUS MENGGOBLOKI DAN MENTOLOLI BANGSA-BANGSA LAIN DISELURUH PENJURU GLOBE DUNIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete