Tuesday, January 11, 2011

Serial Latihan Tactman & Rasap Saat KRI Frans Kaisiepo-368 Menjadi MIO

KRI Frans Kaisiepo-368. (Foto: José Rubia)

10 Januari 2011, Lebanon -- (TNI AL): Kehadiran Maritime Task Force/UNIFIL di wilayah Lebanon terbukti cukup berpengaruh terhadapterciptanya situasi kondusif di sekitar wilayah perbatasan Lebanon –Israel. Hal ini tidak terlepas dari peranan MTF (Maritime Task Force) yang melaksanakan kegiatan MIO (Maritime Interdiction Operation) di wilayah Perairan Lebanon sebagai salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Mandat UNSCR 1701 dan 1884. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dikoordinir oleh MIO Commander yang dituntut untuk mampu melaksanakan identifikasidan penentuan status seluruh kontak yang melewati/berada di AMO (Area of Maritime operation)berdasarkan laporan permukaan dan kontak udara guna membangun RMP (Recognized Maritime Picture) dan AMP (Air Maritime Picture).

Tuntutan tersebut seringkali menempatkan unsur-unsur frigate MTF khususnya yang berasal dari Negara NATO dengan kemampuan sewaco (sensor wepon and command systems) yang memadai dan sustainability terhadap cuaca buruk untuk mengemban fungsi sebagai MIOCommander. Namun demikian kehadiran KRI Frans Kaisiepo-368 yang ditunjang profesionalisme prajurit pengawak, dan kemampuan sewaco yang memadai mampu menampilkan performa yang meyakinkan dalam berbagai kegiatan operasi MTF telah meraih simpati dan kepercayaan, hal tersebut dapat terlihat dengan ditunjuknya kembali KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai MIO Commander.

FGS Auerbach M-1093. (Foto: Cpt. Lawrence Dalli)

Selama menjalankan tugas sebagai MIO Commander, selain diisi dengan latihan internal juga dimanfaatkan untuk melaksanakan latihan bersama dengan unsur MTF lainnya melalui serial latihanTactical Maneuvering Exercise. Selain bertujuan untuk memelihara profesionalisme prajurit pengawak, latihan ini merupakan salahsatu bentuk latihan dasar untuk melatih kerja sama kapal-kapal dalam suatu satuan tugas/task force.

Dalam suatu peperangan laut setiap aksi peperangan baik dalam rangka penyerangan maupun pertahanan hampir selalu diawali dengan pergerakan/manuver taktis dimana dalam pelaksanaannya seluruh kapal dalam satuan tugas secara terkoordinir bergerak dengancepat, dan bersamaan/serentak. Serial latihanTactical Maneuvering Exercise yang berlangsung pada tanggal 09 Januari 2011 ini diikuti KRI Frans Kaisiepo-368, TCG Fatih F-242 (Turkey) dan FGS Auerbach M-1093 (German)diawali dengan penyusunan organisasi untuk bergerak dalam suatu fomasi dalam konteks peperangan laut. Selanjutnya kapal-kapal melaksanakan pembentukan single line formation untuk seterusnya melaksanakan manuver taktis dengan kecepatan tinggiberdasarkan berita taktis yang dikirim melalui radiokomunikasi maupun isyarat kibaran bendera. Dalam latihan tersebut KRI Frans Kaisiepo-368 dan TCG Fatih F-242 dari TG 448.01 yang dilengkapi dengan peralatan sewaco dan kemampuan tempur yang merupakan tulang punggung MTF melaksanakan maneuver taktis pembentukan berbagai formasi untuk mendukung aksi-aksi pertahanan dan mutual defense guna melindungi FGS Auerbach-M1093 dari TG 448.03.

TCG Fatih F-242. (Photo: Arda Mevlutoglu)

Secanggih apapun unsur-unsur/kapal perang yang dimiliki suatu satuan tugas laut, maneuver taktis tetap merupakan salah satu factor penting dalam aksi-aksi peperangan laut. Serial latihan Tactical Maneuvering Exercise melatih kerja sama baik internal kapal dalam hal ini Tim anjungan, Tim komunikasi, Tim CIC (Combat Information Centre) dan Tim Pengawak Mesin Pendorongan maupun kerja sama dengan kapal counterpart. Kerja sama ini salah satunya dapat tercermin melalui manuver taktis yang cermat, akurat dan cepat yang akan sangat mendukung aksi-aksi dalam konteks peperanganlaut untuk meraih kecepatan dan akurasi yang merupakan hal yang esensialguna memperoleh momentum penyerangan tepat yang menentukan kemenangan dalam pertempuran laut, demikian dijelaskan oleh Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST.

Rangkaian kegiatan latihan selama KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai MIO Commander diakhiri dengan Latihan RASAP (Replenishment At Sea Approach) antara Frans Kaisiepo-368denganTCG Fatih F-242padatanggal09 Jan 2011 di Zone 1 Center AMO. Latihan RASAP ini melengkapi pelaksanaan latihan RASEX/UNREPyang telah dilaksanakan sebelumnya antara KRI Frans Kaisiepo-368 dengan BNS Osman F-18. Dalam latihan RASAP tersebut KRI Frans Kaisiepo-368 dan TCG Fatih F-242 secara bergantian melaksanakan approach maneuver sebagai receiving ship (kapal penerima) terhadap delivering ship (kapal pemberi). LO LT Jalal Douaihy (LAF Navy) yang menyaksikan langsung rangkaian kegiatan latihan selama on board di KRI Frans Kaisiepo-368 (MIO Commander) memberikan komentar positif : You have very good ship, very clean & smart, well managed and very good handling. The officers & crews is professional, reliable and always eager to have exercise … I wonder how do u guys train the crew“

Walaupun menghadapi tantangan cuaca musim dingin yang kurang bersahabat, seluruh rangkain kegiatan latihan selama KRI Frans Kaisiepo-368 dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antara unsur-unsur MTF. Komandan KRI Frans Kaisiepo-368, TCG Fatih F-242 dan FGS Auerbach M-1093 memberikan apreasiasi yang positif atas keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan rangkaian kegiatan latihan. Melalui latihan tersebut profesionalisme dan performa yang ditunjukkan KRI Frans Kaisiepo-368 dalam kegiatan operasi MTF semakin memperkua tkepercayaan dunia internasional bahwa unsur TNI AL yang berpangkalan di Armada Timur ini pantas untuk disejajarkan dengan unsur NATO yang selama ini mendominasi kegiatan operasi Maritime Task Force/UNIFIL.

Sumber: Dispenal

No comments:

Post a Comment

Post a Comment