Wednesday, August 25, 2010

Iran Sukses Uji Coba Rudal Jarak Pendek Fateh-110


25 Agustus 2010 -- Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengumumkan Rabu (24/8), Iran sukses menguji coba rudal jarak pendek generasi ketiga Fateh-110.

Vahidi mengatakan rudal generasi baru Fateh-110 dirancang dan dikembangkan oleh para ahli Iran dari Kementrian Pertahanan.

Pertama kali dikembangkan Fateh-110 berdaya jangkau 200 km, kemudian ditingkatkan menjadi 250 km. Vahidi tidak mengatakan daya jangkau terakhir, beliau hanya mengatakan lebih akurat.

Vahidi menambahkan Angkatan Bersenjata Iran akan dilengkapi dengan rudal Fateh-110 pertengahan September.


Kemenhan Iran telah mengembangkan dan memproduksi sejumlah tipe rudal, diantaranya rudal permukaan-ke-permukaan Sejjil, rudal jarak jauh Shahab-3 berdaya jangkau hingga 2000 km, rudal Zelzal dan Fateh.

Belum lama ini, Iran menguji coba rudal permukaan-ke-permukaan tipe baru Qiam 1.

FNA/Berita HanKam

TNI AU-RSAF Gelar Latma Manyar Indopura 05/2010

24 Agustus 2010, Pekanbaru -- Guna meningkatkan kemampuan para penerbang helikopter kedua Negara, khususnya dalam bidang Search And Rescue, latihan bersama dengan sandi “Manyar Indopura 05/2010” antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan Republic Of Singapore Air Force (RSAF) kembali digelar di Lanud Pekanbaru, Selasa (24/8).

Pembukaan latihan secara resmi dilaksanakan oleh perwakilan kedua Negara, yakni Kolonel Pnb Emir Panji Darmawan dari TNI AU sekaligus selaku Direktur Latihan dan LTC Mun Kok Shing dari RSAF serta dihadiri oleh Komandan Lanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Nanang Santoso.

Pada “Manyar Indopura 05/2010” RSAF melibatkan empat unit pesawat helikopter, yaitu helikopter Colibri dan helikopter Apache dengan jumlah personel sebanyak 45 orang, sedangkan TNI AU melibatkan helikopter Colibri. Latihan bersama yang telah dimulai sejak tahun 2009 tersebut direncanakan akan berlangsung hingga 2 September yang akan datang.

Selain meningkatkan kemampuan para prajurit kedua Negara, tentunya pelaksanaan latihan bersama ini juga bertujuan untuk meningkatkan hubungan baik antar kedua Negara bertetangga tersebut.

Pentak Lanud Pekanbaru

Peresmian Produksi Kapal Cepat Rudal Iran

25 Agustus 2010 – Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi meresmikan produksi kapal serang berkecepatan tinggi Seraj 1 dan Zolfagar, Senin (23/8). Zolfagar dilengkapi senapan mesin dan rudal. Seraj 1 dipersenjatai roket. (Foto: MEHR/ Abolfazl Salmanzadeh)













MNA/Berita HanKam

Ini Pengalaman Pegawai KKP di Malaysia

Dua dari tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditangkap polisi laut Malaysia, Seivo Grevo Wewengkang (2kiri), Asriadi (kiri), didampingi Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Aji Sularso (2kanan), memberikan keterangan di depan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8). Komisi I DPR meminta keterangan ketiga petugas dan atasannya tersebut terkait proses penangkapan mereka oleh polisi laut Malaysia. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/pd/10)

24 Agustus 2010, Jakarta -- Komisi I DPR RI mendengar kronologi penangkapan tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh Polisi Diraja Malaysia di perbatasan Indonesia-Malaysia di perairan Bintan, 13 Agustus lalu.

Erwan, Asriadi, dan Sievo Grevo Wewengkang diminta bertutur tentang pengalaman mereka saat insiden terjadi kepada para anggota Dewan, Selasa (24/8/2010). Mereka ditemani Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Aji Sularso serta Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Happy Simanjuntak.

Wewengkang mengatakan, para petugas yang berangkat dari pantai sempat berbuka puasa di kawasan Batu Ampar sebelum menemukan lima kapal nelayan Malaysia di wilayah perbatasan. "Tiba di sana (lokasi), pukul 07.00 lebih. Identifikasi kami, itu kapal asing karena banyak lampu. Kami periksa satu kapal. Pak Hermanto, bos kami, nyari-nyari kapal lain. Jadi, kami dapat lima kapal dan mau dibawa ke Batam," tuturnya di depan anggota Dewan.

Namun, setengah jam kemudian Polisi Diraja Malaysia datang. Kapal patroli DKP yang sudah menjauh lantas dikejar. Wewengkang pun mendengar bunyi tembakan dua kali. Karena takut, mereka pun berhenti.

"Kami terus disuruh naik ke kapal Police Malaysia dan disuruh ikut ke Johor. Kami sempat diikat dan ditanya dari mana. Setelah ditanya dari mana, baru dibuka ikatannya, dikasih minum. Terus kami dibawa ke Balai Pengerah, semacam polsek. Sabtu sore dibawa ke polres, terus dimasukin ke penjara polres," tambahnya.

Di penjara, mereka diminta membuka baju, sedangkan ponsel dan dompet mereka disita. Selama di penjara, mereka bertelanjang dada tanpa baju tahanan dan hanya mengenakan celana pendek.

Rasanya saya ingin melompat saja

Apa yang terjadi di malam naas pada 13 Agustus lalu sepertinya sangat sulit dilupakan tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau. Mereka ditangkap aparat Polisi Diraja Malaysia ketika tengah menangkap tiga nelayan Malaysia yang diduga mencuri ikan di perairan Indonesia.

Salah satu petugas DKP, Erwan, mengatakan, malam itu sungguh menakutkan baginya. Ketika sedang membawa kapal nelayan asal Malaysia itu ke dermaga terdekat, dia dan dua kawannya justru dikagetkan oleh dua kali tembakan. Sesaat kemudian, mereka disuruh naik ke kapal patroli Malaysia.

"Waktu itu, rasanya saya mau lompat saja ke laut," katanya di depan anggota Komisi I DPR RI, Selasa (24/8/2010). Erwan bersama Asriadi dan Seivo Grevo Wewengkang akhirnya dibawa Polisi Diraja Malaysia ke kantor polisi sekelas polres di Johor, Malaysia.

Menurut cerita Seivo sebelumnya, mereka diikat dan ditanyai asalnya. Setelah itu, ikatan dibuka dan mereka diberi minum. Kemudian, mereka dimasukkan ke dalam penjara dan diminta membuka baju seragam DKP yang mereka kenakan. Ponsel dan dompet turut disita.

Ketiganya bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek saat berada di tahanan. Keadaan itu berlanjut hingga Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Happy Simanjuntak datang untuk bernegosiasi membebaskan mereka.

KOMPAS.com

TNI AD Gelar Latihan Teror di Cikeas

23 Agustus 2010, Bogor -- Sejumlah prajurit TNI-AD melakukan penyergapan sebuah rumah yang diduga dihuni oleh pelaku teror saat melakukan simulasi gangguan keamanan di kawasan Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin (23/8). Latihan tersebut dilakukan untuk mengasah kemampuan prajurit dalam menghadapi berbagai macam gangguan keamanan termasuk teroris. (Foto: ANTARA/KHALSA/ss/ama/10)

Alih Kodal Pesawat Foker A-2701

24 Agustus 2010, Jakarta -- Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI M. Nurullah, S,IP secara resmi melakukan pengalihan operasional (Alih Kodal) pesawat Fokker A-2701 yang selama ini menjadi kekuatan Skadron Udara 17 VIP/VVIP dialihkan ke Skadron Udara 2. Selasa, (24/8) di Hanggar Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Setelah terlebih dahulu ada keputusan Kasau. Tampak pada gambar Pesawat Fokker A-2701 saat ditarik dari Skadron Udara 17 menuju Skadron Udara 2 oleh Komandan Skadron Udara 17 Letkol Pnb Ronald Siregar, bersama anggota, diterima oleh Komandan Skadron Udara 2 Letkol Pnb Muhammad Mujib.

Pentak Lanud Halim

Lockheed Martin Receives $111.4 Million Contract Modification For F-22 Raptor Sustainment

(Foto: Lockheed Martin Corp)

24 August 2010, MARIETTA, Georgia -- Lockheed Martin Corp. [NYSE: LMT] has received a $111.4 million contract modification from the U.S. Air Force for sustainment of the F-22 Raptor fleet, resulting in a contract value of $709 million. This modification is for the 2010 Follow-On Agile Sustainment for the Raptor (FASTeR) sustainment contract, which was issued initially in 2008 and extended in 2009.

FASTeR is a Performance-Based Logistics contract providing weapon systems sustainment of the F-22 fleet at all operational bases for the 2010 calendar year, including training systems, customer support, integrated support planning, supply chain management, aircraft modifications and heavy maintenance, sustained engineering, support products and systems engineering.

“Our focus in sustaining the F-22 Raptor fleet is total support to our customer by helping enable higher readiness rates, more sorties, faster response and lower life-cycle costs,” said Scott Gray, F-22 Program vice president of sustainment for Lockheed Martin. “Our mature supplier base ensures the F-22 receives efficient support anywhere in the world and provides the fastest, most effective link between customer requirements and delivered capability.”

F-22 Raptors are assigned to seven U.S. bases. Flight testing takes place at Edwards AFB, Calif. Operational tactics development is ongoing at Nellis AFB, Nev. Pilot training occurs at Tyndall AFB, Fla. Operational F-22 aircraft are assigned to Langley AFB, Va.; Elmendorf AFB, Alaska; Holloman AFB, N.M.; and Hickam AFB, Hawaii.

The world’s only operational 5th generation fighter, the F-22 boasts a unique combination of stealth, speed, agility, situational awareness and lethal long-range air-to-air and air-to-ground weaponry to make it the world’s best air dominance fighter and to enable it to deter and defeat current and emerging threats. For more information on the F-22, visit www.lockheedmartin.com/products/f22/.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation’s 2009 sales from continuing operations were $44.5 billion.

Lockheed Martin

Chile’s Air Force Declares Its Intention to Acquire Six of the Military Transport Jets


24 August 2010, São José dos Campos -- Embraer took part in a ceremony, today, in Santiago, Chile, where the Brazilian and Chilean Defense Ministers signed a Declaration of Intention for that country’s participation in the program of the KC-390 military transport jet. Based on this agreement, Chile’s National Aeronautical Enterprise (Empresa Nacional de Aeronáutica –ENAER) becomes engaged in the discussions about the development of the airplane and in supplying part of its structure. The declaration also marks the beginning of negotiations regarding the future acquisition of six KC-390 aircraft to equip the Chilean Air Force (FACH).

“We recently received an unmistakable show of support for the KC-390 from the Brazilian government, with the declaration of intention for an initial acquisition of 28 of the aircraft by the Brazilian Air Force (FAB). We are very pleased to have Chile join is in this program,” said Orlando José Ferreira Neto, Embraer Executive Vice President, Defense Market. “We have an excellent relationship with ENAER, and we hope to see it grow even more via this partnership that not only reveals the high regard of the Chilean government for the KC-390, which we consider to be a winning product, but also shows our mutual interest in integrating the defense industrial bases of both countries.”

The successful partnership between Brazil and Chile dates back to the ‘90s, when ENAER began to stand out as a supplier of structures for the 50-seat ERJ 145 regional jet, manufactured by Embraer. In 2008, the FACH ordered 12 Super Tucano airplanes by Embraer for pilot tactical training missions, all of which have been delivered and are in operation.

“We are very pleased and proud to see that the quality of the work done by our personnel is being recognized, thus allowing use to participate in this new and relevant program forproducing an aircraft like the KC-390,” satated ENAER’s CEO, General Pedro Bascuñan. “Participating in the project brings benefits not only to Embraer and ENAER, but also to both nations, by generating jobs and boosting industrial development. The possibility of working together on the KC-390 program comes as an important alternative for stimulating the manufacture of aeronautical structures in our facilities. We are grateful for the interest show by Embraer in working with us, every time they begin developing new aircraft, whether civilian, commercial, or military.”

Last July, at the Farnborough International Air Show, in England, Embraer and the FAB announced the intent of the Brazilian government to make an initial purchase of 28 KC-390 jets to renew the Air Force fleet. The agreement released today marks a new phase in the relationship between the two nations and between Embraer and ENAER.

Embraer (Empresa Brasileira de Aeronáutica S.A. - NYSE: ERJ; BM&FBovespa: EMBR3) is the world’s largest manufacturer of commercial jets up to 120 seats, and one of Brazil’s leading exporters. Embraer’s headquarters are located in São José dos Campos, São Paulo, and it has offices, industrial operations and customer service facilities in Brazil, China, France, Portugal, Singapore, and the United States. Founded in 1969, the Company designs, develops, manufactures and sells aircraft for the commercial aviation, executive aviation, and defense segments. The Company also provides after sales support and services to customers worldwide. On June 30, 2010, Embraer had a workforce of 16,781 employees – not counting the employees of its partly owned subsidiaries – and its firm order backlog totaled US$ 15.2 billion.

Embraer

Gubernur AAL Kunjungi KRI Dewaruci di Amsterdam


24 Agustus 2010, Surabaya -- Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Hari Bowo mengunjungi KRI Dewaruci yang sedang berada di Amsterdam, Belanda.

Dalam siaran pers dari Bagian Penerangan AAL di Surabaya, Selasa, Kedatangan Hari Bowo dan istri disambut Atase Pertahanan RI di Den Haag, Kolonel Laut (T) Wisnu Sumarto, dan Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Suharto.

Hari Bowo datang ke Amsterdam karena ada 83 kadet AAL yang ikut dalam rombongan KRI Dewaruci untuk mendalami ilmu perbintangan (astronomi).

Selama berada di Amsterdam, rombongan KRI Dewaruci akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti lomba pelayaran, pertandingan olahraga persahabatan, pesta koktail, atraksi kesenian, dan buka puasa bersama.

Gubernur AAL dalam siaran persnya itu mengatakan bahwa kunjungannya ke Amsterdam untuk memberikan semangat dan motivasi terhadap para kadet AAL yang
telah mengikuti pelayaran ke berbagai negara di Eropa.

"Tidak semua orang memiliki kesempatan berkeliling dunia. Kalian adalah orang-orang pilihan," pesan Gubernur kepada para kadet.

Ia melanjutkan bahwa telah menjadi suatu kebanggaan dan kehormatan bagi TNI-AL atas prestasi awak KRI
Dewaruci yang dipersembahkan kepada bangsa dan negara.

Gubernur juga mengaku cukup bangga atas prestasi awak KRI di berbagai ajang kejuaraan layar di beberapa negara yang disinggahinya.

Dari Amsterdam, kapal layar bertiang panjang itu akan melanjutkan perjalanan menuju Bremerhaven, Jerman.

Menurut jadwal, KRI Dewaruci akan tiba di Bremerhaven pada 25 Agustus 2010 waktu setempat.

ANTARA Jatim

KRI Dewa Ruci Kunjungi Hamburg


24 Agustus 2010, London -- KRI Dewa Ruci akhirnya tiba kembali ke tanah kelahirannya di Hamburg setelah berkeliling mengikuti serangkaian Tall Ship Race 2010 di Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Prancis, dan Belanda.

KRI Dewa Ruci merupakan kapal layar bertiang tiga yang dibuat pada tahun 1953 oleh galangan kapal H.C Stulcken Sohn, Hamburg, dengan panjang 58,5 meter dan lebar 9,5 meter, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Berlin, Agus Priono, dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Selasa.

Dikatakannya, KRI Dewa Ruci di bawah komando Letkol Laut Suharto berkunjung kembali ke tanah kelahirannya untuk berpartisipasi dalam acara Sail Bremerhaven tanggal 25-29 Agustus mendatang.

Perjalanan menjelajahi beberapa benua tersebut, selain merupakan ajang pelatihan bagi Taruna Akademi Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia, juga sebagai misi promosi budaya Indonesia ke negara yang disinggahinya.

Dalam acara Sail Bremerhaven, para awak KRI Dewa Ruci menampilkan berbagai pertunjukan budaya seperti Tari Reog Ponorogo, Tarian Minang, Tari Saman, Tari Rampak Kendang, dan Tari Perang dari Papua.

KRI Dewa Ruci berlabuh di Bremerhaven mulai hari Senin, disambut Duta Besar RI Berlin, Acting Konjen RI Hamburg, dan Atase Pertahanan KBRI Berlin serta staf KBRI Berlin dan KJRI Hamburg. Selama di Bremerhaven, KRI Dewa Ruci akan melakukan serangkaian kegiatan.

KRI Dewa Ruci akan mengikuti pembukaan Sail Beremenhaven di Lapangan Utama pada tanggal 25 Agustus pukul 15.00 sore.

Sementara pementasan kesenian tradisional Indonesia oleh awak kapal KRI Dewa Ruci di panggung utama Radio Bremen-Salin Bremerhaven dilakukan pada malam hari.

Komandan KRI Dewa Ruci beserta 17 kapten kapal layar lainnya akan menandatangani Buku Emas Kota Bremerhaven di Gedung Auswanderhaus.

Dikatakannya, selama tiga hari dari tanggal 25 hingga 28 Agustus diadakan Open Ship KRI Dewa Ruci, dimana para pengunjung Sail Bremerhaven diberikan kesempatan untuk naik dan melihat-lihat di dalam kapal KRI Dewa Ruci.

Para awak kapal KRI Dewa Ruci mengikuti pertandingan antarawak kapal dari seluruh peserta Sail Bremerhaven di Waser Strandbad.

Pada malam harinya akan dilaksanakan Resepsi di atas kapal KRI Dewa Ruci yang dihadiri oleh Dubes RI Berlin, Eddy Pratomo, Acting Konjen RI Hamburg, Athan KBRI Berlin, Staf KBRI Berlin, dan KJRI Hamburg serta Korps Diplomatik, pejabat dan relasi perwakilan RI di kota Bremen, Bremenhaven dan sekitarnya.

Taruna Akademi Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia akan memeriahkan kegiatan pawai keliling kota Bremerhaven dengan memainkan Marching Band dan awak kapal KRI Dewa Ruci mementaskan musik dan tarian tradisional Indonesia di Theodor-Heuss-Platz.

Sebelum meninggalkan Bremenhaven, digelar Open Ship dan persiapan pelayaran menuju Italia pada pukul 10 pagi tanggal 29 Agustus mendatang.

Pelayaran kali ini sangat bermakna karena disamping merupakan pelayaran ke tanah kelahirannya, setelah ini KRI Dewa Ruci hanya akan menjelajahi rute-rute Asia dan dalam negeri Indonesia, demikian Agus Priono.

ANTARA News

United Kingdom Awards Lockheed Martin $5 Million Order for Desert Hawk III Unmanned Aircraft Systems


24 August 2010, DENVER -- The United Kingdom’s Ministry of Defence awarded Lockheed Martin [NYSE: LMT] a $5.1 million contract for additional Desert Hawk III unmanned aircraft vehicles.

Desert Hawk III’s improved payloads maximize target detection and recognition by providing 360-degree -- daytime and nighttime -- coverage in a common turret package. These latest generation payloads also include a Lockheed Martin-developed navigation system that delivers more refined target position information and superior image stability to the troops.

Awarded by the MoD’s Defence Equipment & Support (DE&S) organization, the latest contract calls for Lockheed Martin to deliver the Desert Hawk III air vehicles -- which as a result of ongoing obsolescence management and technology advancements in this area feature enhanced 360-degree infrared and 360-degree, 10-times zoom electro optics -- by Fall 2010.

“We are extremely pleased with the enhanced capability that these new payloads bring to Desert Hawk III and the British Army,” said Duncan Robbins, program manager for mini-UAV systems, UK MOD DE&S. “Desert Hawk’s latest enhancements allow it to operate more effectively in difficult conditions and provide our soldiers with greater situational awareness in a very timely manner.”

“The battle-proven Desert Hawk III can operate in high winds, extended altitude and extreme temperatures, making it very effective in areas such as Afghanistan,” said Mark Swymeler, a vice president for Lockheed Martin’s Ship and Aviation Systems line of business. “Unlike some other UAVs, it is extremely quiet and virtually undetectable beyond 150 meters.”

Equipped with steerable, plug-and-play imaging payloads, the Desert Hawk has provided the British Army with greater situational awareness capabilities in Afghanistan since 2006.

The eight-pound Desert Hawk III features an open architecture environment and consists of a light weight, hand-launched, ruggedized air vehicle with snap-on Plug and PlayloadsTM, a portable ground station and a remote video terminal. The snap-on payload capability allows a single operator to swap sensors on the air vehicle in less than one minute to meet immediate and rapidly changing mission requirements.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation’s 2009 sales from continuing operations were $44.5 billion.

Lockheed Martin

Tuesday, August 24, 2010

Cina Uji Coba Rudal Pelumat Kapal Induk, Respon Kapal Induk AS Dekat Perairannya

Rudal Cina menyerang kapal induk AS digambar artis yang dilansir media pemerintah Cina. (Foto: China National Radio)

24 Agustus 2010 -- Cina akan melakukan uji penembakan rudal balistik anti kapal Dong Feng 21D, diberitakan media pemerintah, Jumat (20/8).

Dong Feng 21D mempunyai jarak jelajah 1300 – 1800 km, mampu membawa enam hulu ledak seberat 450 kg. Rudal dirancang untuk melumat kapal induk karena rudal akan menerobos ke bagian dalam kapal kemudian meledak dibagian dalam kapal induk.

Sejumlah pengamat berspekulasi uji coba ini reaksi Beijing atas penempatan kapal induk tenaga nuklir Amerika Serikat USS George Washington di perairan dekat Cina saat latihan laut dengan Korea Selatan.

Cina sebelumnya belum memberitahukan atau membantah berita bahwa rudal telah selesai dikembangkan dan akan diuji tembak tahun ini.

Cina mempublikasikan gambar artis rudal jarak sedang Dong Feng 21C sedang menyerang kapal induk AS.

Harian Hong Kong Wen Wei Po memberitakan “Bila Cina menyerang sebuah kapal induk AS dengan Dong Feng 21, AS akan menyerang balik dengan senjata nuklir,” mengutip seorang Admiral AL AS yang tidak mau disebutkan namanya.

Profesor Toshi Yoshihara dari US Naval War College mengatakan Cina memerlukan beberapa lapis sensor untuk mengoperasikan rudal Dong Feng 21C, termasuk radar dibalik cakrawala yang akan membantu melacak satuan kapal permukaan, sensor yang dibawa pesawat untuk memantau lautan Pasifik serta data satelit guna melacak grup penyerang. Ketiga lapisan sensor tersebut harus mampu menyediakan data sangat akurat untuk menuntun rudal.

Uni Sovyet telah mencoba mengembangkan rudal balistik anti kapal permukaan saat Perang Dingin, tetapi dihentikan karena menghadapi banyak kendala.

Chosun Ilbo/Fox News/Berita HanKam

Indonesia- Malaysia Sulit Capai Kesepakatan

Menko Polhukam Djoko Suyanto (kiri) berbincang dengan Menterl Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad sebelum sidang kabinet paripurna di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/6). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas hubungan Indonesia dan Malaysia pasca insiden penahanan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan sejumlah nelayan Malaysia pekan lalu dan masalah ketahanan pangan nasional . (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/hp/10)

24 Agustus 2010, Jakarta -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengakui, kesepakatan garis batas laut Indonesia dan Malaysia akan sulit mencapai kesepakatan karena kedua negara masih mengacu pada peta wilayah yang dimiliki masing-masing negara.

Perundingan garis batas laut kedua negara tersebut sudah dilakukan sejak 1979, sedangkan perundingan terakhir pada Oktober 2009.

"Benar di wilayah Selat Malaka dan antara Selat Johor dan Bintan, di daerah Natuna dan Selat Selatan, perjanjian laut antara malaysia dan Indonesia belum selesai. Sejak 1979 perundingan kedua negara terus dilakukan," kata Djoko usai Rakor Polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (23/8).

Menurut Djoko, perundingan perbatasan wilayah laut lebih sulit dibandingkan wilayah darat. Berbeda dengan wilayah utara Tanjung Berakit dan di sekitar Tanjung obor yang telah memiliki mercu suar sehingga memudahkan legalisasi batas maritim Indonesia. "Daerah itu memang ada dua klaim Malaysia dan Indonesia di mana ada perbedaan cukup besar antara kedua negara," katanya

Menurut dia, baik Indonesia atau Malaysia masih bertahan kepada klaim masing-masing sehingga penyelesaian wilayah tersebut sampai sekarang masih dalam proses perundingan.

Secara terpisah, mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengaku pernah mengancam Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, yang dulu menjabat Menhan dan Deputi PM, terkait sering terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh Malaysia. "Saya pernah mengatakan kepada Najib agar Malaysia tidak melakukan provokasi baik di Selat Malaka maupun Ambalat. Saya minta Najib mengendalikan anak buah di lapangan," katanya.

Seringnya terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh polisi dan aparat Malaysia di wilayah perbatasan tak lain karena mereka mengetahui kekuatan yang dimiliki petugas dan angkatan laut Indonesia. "Mereka mengetahui kekuatan kita, makanya mereka sering melakukan aksi yang berlebihan, over acting dan nakal," katanya.

Juwono mengatakan, ketika itu Najib berjanji untuk memberitahu kepada bawahannya. Najib juga menyesalkan seringnya terjadi perselisihan di wilayah laut kedua negara. "Najib berjanji dan menyesalkan tindakan anak buahnya," kata Juwono.

Namun, kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya itu, perintah dari Najib tidak sampai ke lapangan. "Perintah dari Kuala Lumpur tidak sampai ke petugas yang di lapangan," ujar Juwono.

Kewibawaan negara

Sementara itu, DPR mendesak Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dan menekan Malaysia. Negeri jiran itu dinilai telah bertindak semena-mena terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja maupun tersandung kasus hukum di Malaysia.

Menurut Ketua DPR Marzuki Alie, DPR mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri meningkatkan diplomasi kepada pemerintah Malaysia setelah sekitar 345 Warga Negara Indonesia (WNI) terancam hukuman mati di negeri Jiran tersebut karena didakwa mulai dari perampokan, narkotika, hingga pembunuhan.

Ia menjelaskan, proses diplomasi harus dikedepankan dan ditingkatkan karena pemerintah Indonesia juga harus menghargai hukum di negara lain. Selain itu, Marzuki menilai jika ke-345 WNI tersebut belum dieksekusi karena pertimbangan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia.

Suara Karya

Kostrad Siap Jaga Perbatasan RI-Malaysia

(Foto: KOSTRAD)

24 Agustus 2010, Jakarta -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Letjen TNI Burhanudin Amin, mengatakan, pasukan Kostrad siap mengamankan daerah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di wilayah Kalimantan.

"Saat ini kami tinggal tunggu perintah saja. Kalau memang diperlukan, kita siapkan," katanya di sela-sela peninjauan latihan terjun free fall dan statis oleh ratusan anggota Yonif Linud 305/17 Kostrad di Lanud Surya Darma Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (23/8) seperti dikutip Antara.

Burhanudin Amien menyatakan penempatan satu batalion yang disiapkan Kostrad, tergantung dari kodam setempat, namun situasi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia masih kondusif.

Ia menegaskan pasukan Kostrad selalu siap melakukan operasional dan strategis satuannya sesuai perintah Panglima TNI. "Latihan terjun free fall dan statis ini juga merupakan langkah yang disiapkan dalam menjaga integritas NKRI. Latihan seperti ini setiap tahunnya dilakukan," katanya.

Sementara itu, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menyatakan selalu melakukan pemeriksaan alat utama sistem persenjataan, baik senjata maupun amunisinya di gudang persenjataan milik Kostrad. "Kami selalu melakukan pengecekan persenjataan yang ada di gudang. Jangan sampai disalahgunakan oleh orang tidak bertanggungjawab," katanya menanggapi permintaan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro agar TNI memeriksa persenjataan personelnya.

Namun, ia mengingatkan, banyaknya senjata laras panjang itu berasal dari sisa-sisa konflik di Aceh. "Kami tidak lagi menggunakan senjata AK-47, senjata kami lebih canggih," katanya.

Suara Karya

Kapal Selam Tidak Dapat Menyelam, Nurul Izzah dan Wartawan Dituntut


24 Agustus 2010, Kuala Lumpur -- Nurul Izzah, putri tokoh oposisi senior Malaysia, Anwar Ibrahim, kembali dituduh mencemarkan nama baik negara. Seorang wartawan bernama Marhalim Abas dari Malay Mail juga dituduh terkait berita bahwa kapal selam Malaysia Kapal Diraja Tunku Abdul Rahman yang tidak bisa menyelam.

Tuntutan terakhir, Senin (23/8), diberitakan kantor berita Bernama, datang dari mantan Wakil Ketua Pemuda Parti Keadilan Rakyat (PKR) Muhammad Zaid Md Arip Onn yang membuat laporan ke Balai Polis Dang Wangi.

Muhammad Zaid adalah mantan anggota kubu oposisi dari partai tempat Nurul Izzah berasal. Muhammad Zaid menuduh Nurul Izzah merusak citra Malaysia dalam wawancara di Jakarta yang diterbitkan harian Kompas (5/8). Muhammad Zaid mengatakan, Nurul memberikan keterangan palsu mengenai Kebijakan Ekonomi Baru (NEP) dan memandang rendah kemampuan kapal selam buatan Perancis.

”Dia mengatakan kapal selam kita tidak bisa menyelam dan senjatanya tua. Ini merupakan penghinaan terhadap Angkatan Laut Diraja Malaysia dan seperti mengundang pihak lain untuk menyerang kita,” ujar Muhammad Zaid.

Sementara wartawan Marhalim Abas dituntut karena memberitakan kapal selam Malaysia yang bermasalah di Malay Mail tanggal 7 Agustus, berselang dua hari setelah terbitan harian Kompas.

Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, dalam wawancara dengan Malay Mail menjelaskan kapal selam itu bisa menyelam.

Di tengah kecaman pihak propemerintah, Nurul Izzah menegaskan, keterangan kapal selam yang tidak bisa menyelam dan persenjataannya kedaluwarsa sudah disampaikan Menteri Pertahanan Ahmad Zahid Hamidi di depan sidang Dewan Rakyat (parlemen) tanggal 17 Maret 2010.

Tudingan pengkhianat bangsa, ujar Nurul, lebih tepat diarahkan kepada pihak yang membiarkan korupsi merajalela di sektor pertahanan. ”Jika Menteri Ahmad Zahid adalah seorang patriot, kenapa tidak mendukung Komisi Antikorupsi Malaysia untuk menyelidiki pemberian komisi kepada perusahaan Perimekar Sdn Bhd dari perusahaan Perancis dalam pembelian kapal selam itu yang ditanyakan parlemen tanggal 2 Juli 2010,” kata Nurul.

KOMPAS

Kadet AAL Dalami Persenjataan KRI

Meriam di KRI Fatahilah. (Foto: Ian Johnson)

23 Agustus 2010, Surabaya -- Sebanyak 77 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) mendalami materi persenjataan di dalam kapal perang Republik Indonesia (KRI).

"Penggunaan secara teknis persenjataan adalah suatu keharusan profesi," kata Pengawas Latihan AAL Kolonel Laut (P) Prasetyo di Surabaya, Senin.

Sebanyak 77 kadet korps pelaut itu menjalani program latihan itu di Sekolah Artileri (Seart) dan Sekolah Senjata Bawah Air Komando Pengembangan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal).

"Latihan itu akan berlangsung selama lima hari terhitung mulai Senin (23/8)," kata Prasetyo yang sehari-hari menjabat Kepala Departemen Pelaut AAL.

Dari Seart dan Kobangdikal, latihan akan dilanjutkan di KRI Sultan Iskandar Muda-367
(kapal sigma) dan KRI Fatahillah-361 (kapal korvet) di Makoarmatim, Ujung, Surabaya.

"Latihan di KRI itu bertujuan untuk memperkenalkan secara riil peralatan persenjataan yang materi sebelumnya didapatkan di dalam kelas," katanya.

Beberapa materi yang diajarkan adalah prinsip-prinsip dan cara kerja serta penggunaan dari beberapa jenis senjata atas air (SAA).

SSA yang dipelajari para kadet, di antaranya meriam 20 mm Oerlikon, meriam 20 mm Rheinmetall, meriam SAK 40 mm Bofor, dan Exocet MM-38.

Di samping pengetahuan jenis amunisi SAA, para kadet itu juga diperkenalkan senjata bawah air (SBA), seperti torpedo tipe A-244-S, MK 44, bom laut, dan roket AKS-ASRL.

"Kegiatan ini juga merupakan suatu kewajiban bagi para calon pengawak kapal perang agar tetap bijak dan mahir dalam mengoperasikan komponen-komponen sistem senjata armada terpadu," katanya.

Sementara itu, Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Hari Bowo berharap anak didiknya itu dapat mengikuti program latihan dan praktik persenjatan di KRI itu secara maksimal.

"Di masa mendatang, dibutuhkan figur perwira yang handal dan professional yang diharapkan mampu mengemban tugas yang diberikan oleh bangsa dan negara dengan baik," katanya.

ANTARA Jatim

Monday, August 23, 2010

Iran Kembali Tampilkan Alutsista Baru


23 Agustus 2010 -- Iran mulai memproduksi dua tipe kapal serang berkecepatan tinggi Seraj 1 dan Zolfagar.

Kedua kapal dibangun di komplek industri maritim Kementrian Pertahanan Iran.

Upacara peresmian produksi kedua kapal dihadiri Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi dan Komandan Korps Laut Garda Revolusi Islam Iran Ali Fadavi, Senin (23/8).

Vahidi mengatakan badan kapal Seraj 1 dari fiberglass, mampu menembakan roket serta dilengkapi dengan sistem navigasi elektronik.

Zolfagar merupakan kapal patroli yang dilengkapi peluncur rudal dan senapan mesin, jelas Vahidi.

Fadavi mengklaim kecepatan kapal pembawa rudal mencapai 35 knot, lebih cepat dibandingkan kapal sejenis buatan Amerika Serikat hanya 31 knot.

Fadavi menambahkan tidak ada kapal serang di dunia yang mempunyai kecepatan setara dengan kapal buatan Iran.


Iran sebelumnya, Minggu (22/8), mempertunjukan pesawat jet pembom tanpa awak Karar yang mempunyai jarak jelajah 1000 km.

Pemerintah Iran secara berkesinambungan mengembangkan alutsista sendiri. Setelah Iran diembargo oleh Amerika Serikat. Iran secara agresif menunjukan dan memproduksi alutsista buatan sendiri dan melakukan latihan militer, bertujuan memberikan isyarat bagi seterunya Israel dan Amerika Serikat. Bahwa Iran siap menyerang balik jika mereka diserang.

Pemerintah Iran paham untuk mencegah konfrontasi dengan seterunya, mereka harus memperlihatkan kekuatan militernya. Bila mereka memilih jalan diplomasi atau kekerabatan akan ditekan oleh seterunya, hal ini dapat merugikan kepentingan nasional dan kedaulatan negara.

MNA/IRNA/Berita HanKam

Koalisi Nilai Pernyataan Presiden Akibat Kurang Pemahaman

Menko Polhukam Djoko Suyanto (tengah) memberi keterangan pada wartawan didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa (kiri) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Fadel Muhammad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Senin (24/8). Rapat tersebut membahas sejumlah kasus terbaru antara Indonesia dan Malaysia yaitu mengenai penangkapan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Polisi Malaysia. (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean/Koz/hp/10)

23 Agustus 2010, Jakarta -- Koalisi untuk Kedaulatan Indonesia menilai, pernyataan Presiden yang mengatakan Insiden Indonesia - Malaysia di Bintan adalah peristiwa biasa dan tidak terkait dengan kedaulatan merupakan indikasi kurang memahami Konvensi Hukum Laut Internasional. Tak heran jika menganggap remeh kasus tersebut.

Menurut Juru Bicara Koalisi untuk Kedaulatan Indonesia, M. Riza Damanik, pernyataan itu mencederai rasa keadilan dari nelayan-nelayan Indonesia yang ditangkap tanpa perlindungan. Selain itu negara seakan-akan memberi kemudahan kepada para pencuri ikan dengan melepaskan begitu saja ketujuh nelayan tersebut. “Pernyataan itu juga memperlihatkan bahwa pemerintah kita belum cermat memahami masalah itu dan urgensinya seperti apa,” ujarnya saat dihubungi, Senin (23/8).

Padahal, lanjut Riza, pemerintah tidak seharusnya menganggap remeh hal tersebut. Jika mengacu pada kasus lepasnya Sipadan dan Ligitan dari Indonesia ke Malaysia juga dimulai dari insiden-insiden serupa. Dimana pemerintah terlambat bereaksi karena menganggap remeh manuver-manuver yang dilakukan pemerintah Malaysia. “Sampai akhirnya mereka menyerahkan bukti-bukti pengelolaan Sipadan dan Ligitan. Lalu oleh Mahkamah Internasional diputuskan Malaysia yang berhak atas wilayah itu.”

Tanpa adanya kecaman dari Presiden terkait insiden itu, Riza berpendapat, seakan-akan klaim Malaysia dibenarkan oleh pemerintah. Di mana Malaysia mengklain bahwa insiden itu terjadi di wilayah mereka, karena itulah instrumen hukum Malaysia berjalan di situ dengan membawa tiga orang petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan ke Johor Baru. “Kalau mereka melakukan instrumen hukum di wilayah itu, bisa jadi itu kemudian akan menjadi alat bukti bahwa Malaysia mengelola wilayah itu. Ke depannya bukan tidak mungkin kejadian Sipadan Ligitan berulang,” tutur Riza.

Pernyataan itu, menurut Riza semakin meyakinkan Koalisi untuk Kedaulatan Indonesia untuk tidak banyak berharap dari kepemimpinan Presiden SBY bisa menyelesaikan soal perbatasan. Karena itulah Koalisi akan mendorong DPR menggunakan hak interpelasinya untuk mengambil sikap. “Untuk mencegah terjadinya kerugian rakyat Indonesia yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Presiden: ini era kerja sama, bukan konfrontasi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan penyelesaian masalah dengan Malaysia harus dilakukan dengan diplomasi yang baik.
"Jangan kita memiliki budaya yang sedikit-sedikit putuskan hubungan diplomatik, sedikit-sedikit perang," katanya dalam rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Senin (23/08).

Gesekan dengan Malaysia terjadi ketika tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan ditangkap kepolisian Malaysia. Penangkapan ini menuai protes keras di dalam negeri.

Presiden mengatakan, banyak sumber-sumber politik yang bisa digunakan secara damai. Sebab, kata Presiden, "Era sekarang ini era kerjasama, bukan era konfrontasi."

Selain itu ia juga meminta menteri terkait, yaitu Menteri Luar Negeri, menjelaskan kepada publik masalah ini sehigga berita menjadi tidak simpang siur. Presiden meminta eristiwa mesti menjadi pemicu agar perbatasan dengan Malaysia kembali dibahas.

Selama ini, kata Presiden, pembahasan perbatasan tertunda karena Malaysia masih menyelesaikan sengketa perbatasan mereka dengan Singapura. "Saya pikir tidak harus menunggu, bisa dimulai sekarang," katanya.

Selain itu, Presiden melanjutkan, perlu ada aturan main dalam kasus overlaping klaim perbatasan. Agar kasus serupa tidak terulang.

TEMPO Interaktif

Pemerintah Mantapkan Materi Perundingan dengan Malaysia

Menko Polhukam Djoko Suyanto (empat dari kanan) memberi keterangan pada wartawan didampingi (kiri kanan) KASAL Laksamana Agus Suhartono, Panglima TNI Djoko Santoso, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Fadel Muhammad, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dan Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut Didik Heru Purnomo usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Senin (24/8). Rapat tersebut membahas sejumlah kasus terbaru antara Indonesia dan Malaysia yaitu mengenai penangkapan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Polisi Malaysia. (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean/Koz/hp/10)

23 Agustus 2010, Jakarta -- Pemerintah memantapkan materi perundingan yang akan dilakukan bersama Malaysia terkait batas wilayah darat dan laut kedua negara, kata Menko Polhukam Djoko Suyanto.

"Perundingan tentang perbatasan dengan Malaysia telah dilakukan sejak lama," kata Djoko Suyanto kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Dihubungi sebelum memimpin rapat koordinasi bidang politik, hukum dan keamanan membahas insiden "Berakit" ia mengemukakan, Kementerian Luar Negeri telah melakukan perundingan dengan Malaysia sejak 1993 hingga 2005 dan kini dimulai lagi perundingannya.

Ia mengakui, dalam setiap perundingan antarnegara terkait batas wilayah tidak dapat langsung menghasilkan keputusan final bagi kedua pihak atau bahkan beberapa pihak.

"Ya kita siapkan semuanya untuk memulai lagi perundingan dengan Malaysia," ujar Djoko.

Rapat itu diikuti Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Perhubungan Fredy Numberi, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut Laksdya TNI Didik Heru Purnomo.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menginstruksikan agar perundingan perbatasan dengan Malaysia dipercepat.

Hal itu dinyatakan Presiden menyusul penangkapan tiga petugas KKP oleh aparat Malaysia saat melakukan tugas di wilayah perairan Berakit, Indonesia pada 13 Agustus.

ANTARA News

Lagu Indonesia Raya Sambut KRI Dewaruci di Amsterdam

23 Agustus 2010, Surabaya -- Tanggal 19 Agustus 2010 pukul 10.30 Ws, KRI Dewaruci memasuki formasi sebagai urutan keenam dalam rangkaian Sail Parade dari IJmuiden ke Amsterdam. Keramaian di perairan alur masuk Amsterdam sudah dimulai sejak pagi. Ratusan bahkan ribuan kapal boat memenuhi alur dengan ragam asesoris.

KRI Dewaruci sempat memacetkan lalu lintas dengan senjata andalan Genderang Suling-nya. Berkali-kali Komandan kapal KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Suharto berdecak kagum dan berujar, beginilah seharusnya Indonesia sebagai bangsa maritim. Kekaguman terhadap penataan laut terlihat sejak memasuki dok dan bibir pantai yang sudah dibangun permanen, sehingga kecil kemungkinan terjadi abrasi dan perairan pun menjadi terjaga untuk tetap menjadi media lalu lintas pergerakan manusia.

Demikian pula kecintaan masyarakat terhadap laut dan pemanfaatan laut. Menurut salah satu perwira penghubung (Liaison Officer), kecintaan pada laut ditunjukkan dengan menjadikan kapal sebagai kebutuhan primer kedua setelah rumah. Jadi seseorang yang telah melunasi kredit rumah akan melanjutkan membeli speedboat dengan cara kredit juga.

KRI Dewaruci hanya bisa bergerak dengan kecepatan 1,5 – 2 knot di perairan sepanjang 12 NM dan dipenuhi ribuan kapal berbagai jenis tersebut serta masyarakat dengan usia beragam. Dari bayi hingga kakek-nenek tumpah ruah ke laut dengan boat masing-masing. Hampir 5 jam untuk menembus jarak tersebut hingga merapat di dermaga. Setelah mendekati tribun utama, 1 NM dari tempat sandar, dentuman meriam sebanyak 2 kali disambut dengan penghormatan parade roll oleh KRI Dewaruci. Dan lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berkumandang dari arah tribun.

Kapten Didik Siswinardi, salah satu perwira pengasuh berujar, tidak pernah terharu seperti ini sebelumnya melihat sambutan Lagu Kebangsaan diiringi lambaian bendera kebangsaan Merah Putih berukuran 9 m x 12 m dari tiang gafel KRI Dewaruci. “Kombinasi kebanggan untuk 65 tahun Kemerdekaan Indonesia, “lanjut Didik. Kunjungan Kehormatan ke Dubes RI di Den Haag Sore hari, Komandan KRI Dewaruci didampingi Danlat KJK AAL Mayor Dores dan Athan RI Den Haag Kolonel Laut (T) Wisnu Sumarto, ST serta 2 perwakilan kadet berkesempatan mengadakan kunjungan kehormatan ke Duta Besar R.I untuk Kerajaan Belanda, Junus Effendi Habibie dan diterima di Wisma Duta.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Dubes Inggris yang juga lulusan Akademi Angkatan Laut angkatan ke-8 (tahun 1961) tersebut memberi wejangan kepada tim Dewaruci, khususnya para kadet agar memanfaatkan kesempatan yang sangat singkat untuk belajar dan berlatih. Motto Rhee Dharma Shanty yang berarti Malu melakukan perbuatan tercela berulang-ulang didengungkan. Itu yang menjadi pegangan beliau sehingga sukses dalam melaksanakan tugas negara, melalui TNI AL, Departemen Pehubungan, Kepala Otorita Batam, karir Diplomat dan partai politik serta tugas-tugas lainnya. The Most Popular Ship dan Juara I Catur Dalam rangkaian Sail Amsterdam, KRI Dewaruci meraih gelar The Most Popular Ship yang diserahkan khusus pada acara Captain Dinner.

Berbeda dengan penghargaan lain dalam rangka North Sea Regatta dari Hartlepool Inggris ke IJmuiden Belanda yang diberikan pada saat Prize Giving setelah acara kirab kota. Di hadapan para Komandan/Nakhoda kapal, Walikota Hartlepool, dan undangan lainnya, Ketua Panitia mengumumkan KRI Dewaruci sebagai kapala terpopuler dalam Sail Amsterdam 2010 yang diikuti 71 kapal dari 20 negara.

Satu-satunya penghargaan pada acara tersebut diberikan atas apresiasi masyarakat Amsterdam sejak Sail Parade yang menampilkan performa spektakuler memasuki pelabuhan, pada saat kirab kota dan jumlah pengunjung yang selalu ramai hingga malam hari. Tepuk tangan sambil berdiri (standing applaus) diberikan para komandan/nakhoda yang terdiri dari 51 kapal layar, 4 kapal perang, 8 kapal sipil modern dan 4 kapal replika abad XVI, serta tamu dan undangan yang hadir. Sesaat setelah menerima penghargaan, Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Suharto, S.H. mengatakan, bahwa KRI Dewaruci datang bukan untuk sebuah penghargaan, tetapi sebagai bentuk apresiasi atas undangan dan penghargaan atas kerja keras panitia yang telah mendatangkan KRI Dewaruci jauh dari Indonesia, sehingga akan terus tampil maksimal mempersembahkan yang terbaik kepada masyarakat di setiap negara dari segala aspek.

“Terima kasih atas apresiasi ini, kita semua adalah pemenang. Memenangkan persahabatan yang terjalin di antara kita, yang menjadi tujuan penyelenggaraan berbagai festival kapal layar, kata Komandan KRI Dewaruci. Kirab Kota dan Buka puasa bersama di Den Haag Pada hari yang sama, para Kadet AAL melaksanakan kirab kota secara mandiri di pusat Kota Den Haag, yang berjarak 70 km dari Amsterdam. Genderang Suling Gita Jala Taruna tampil selama 2 jam, termasuk penampilan Reog Ponorogo.

Selesai kirab kota dilanjutkan dengan acara ngabuburit dengan Gelar Kesenian dari Kadet AAL menjelang buka puasa bersama masyarakat Indonesia di Wisma Duta kediaman Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda. Selanjutnya pada hari Minggu, 22 Agustus 2010, akan melaksanakan Cocktail Party dan gelar kesenian. Pengarahan Gubernur AAL Laksda TNI Hari Bowo kepada Satgas Muhibah 2010, khususnya kepada Kadet AAL, akan menjadi penutup rangkaian Sail Amsterdam sebelum tolak pada pukul 11.00 WS hari Senin, 23 Agustus 2010 menuju Bremerhaven.

Dispenarmatim

Indonesia Akan Percepat Perundingan Perbatasan

Perwakilan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Untuk Kedaulatan Indonesia, Ray Rangkuti (2 kiri), menyerahkan berkas kepada Wakil Ketua Komisi I DPR Agus Gumiwang Kartasasmita (3 kanan), seusai bertatapmuka dengan Komisi I DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/8). Koalisi untuk Kedaulatan Indonesia mendesak Komisi I DPR menggunakan hak interpelasinya untuk meminta penjelasan kepada pemerintah terkait pelecehan kedaulatan bangsa melalui barter pencuri ikan asal Malaysia dengan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/pd/10)

23 Agustus 2010, Jakarta -- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Indonesia akan mempercepat jadwal perundingan mengenai perbatasan dengan beberapa negara, termasuk Malaysia.

"Kami terima kemarin sebelum diumumkan oleh Presiden, tentang perlunya kita mempercepat atau meningkatkan tempo perundingan dengan Malaysia dan negara lain," kata Menlu seusai acara Pengukuhan Duta Belia 2010 di Kemlu, Senin.

Ia menjelaskan bahwa pekan lalu sudah menghubungi Menlu Malaysia untuk menunjukkan tekad untuk membentuk Komisi Menteri Bersama (Joint Minitrial Commission), yang sebelumnya pada September hingga November.

Pemerintah Indonesia telah menawarkan satu tanggal yang konkret tetapi dari masih belum mendapat jawaban dari Malaysia, tambahnya.

Meski tanggal pasti perundingan dengan Malaysia belum ditentukan, Menlu memaparkan bahwa dalam satu-dua bulan ke depan akan ada pembahasan lebih mendalam tentang perbatasan dengan sejumlah negara.

"Kita akan tukar menukar instrumen ratifikasi mengenai perbatasan dengan Singapura pada 30 Agustus, Thailand 1-2 September, kemudian Vietnam, Filipina dan Palau dalam satu - dua bulan ke depan," jelas Menlu.

Pada Minggu malam, dalam acara buka puasa dengan partai Demokrat, Presiden memberi instruksi dan arahan agar proses perundingan dengan negara yang berbatasan dengan Indonesia, termasuk Malaysia, dipercepat.

Marty menjelaskan (18/8) bahwa Malaysia belum siap karena masih belum menyelesaikan masalah batas laut yang tidak berjauhan dengan Singapura.

Percepatan perundingan perbatasan ini terkait dengan insiden yang terjadi pada 13 Agustus lalu, saat polisi Malaysia menahan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Kapal Malaysia mencegat kapal patroli Indonesia saat sedang mengawal perahu Malaysia yang tertangkap mengambil ikan di perairan Indonesia.

Kapal patroli Malaysia menangkap ketiga petugas kelautan Indonesia karena Indonesia menolak melepas kapal Malaysia beserta tujuh orang krunya.

Pada 17 Agustus, pihak Malaysia melepas tiga petugas Indonesia, sementara pihak berwajib Indonesia juga mendeportasi tujuh nelayan Malaysia yang tertangkap oleh ketiga petugas KKP tersebut.

Presiden perintahkan pembahasan batas maritim dengan Malaysia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan percepatan pembahasan batas maritim antara Indonesia dan Malaysia untuk menghindari perbedaan pendapat antarkedua negara.

"Perlu batas maritim (yang jelas) antara Indonesia dan Malaysia," kata Presiden Yudhoyono saat buka puasa bersama dengan sejumlah kader Partai Demokrat di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Minggu malam.

Untuk itu, Presiden Yudhoyono telah memerintahkan menteri terkait untuk mempercepat upaya perundingan dengan Malaysia guna membahas batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia.

Presiden menegaskan, upaya perundingan dengan Malaysia bisa segera dimulai, tanpa harus menunggu negara itu menyelesaikan sengketa batas wilayah dengan Singapura.

Saat ini, Malaysia sedang bersengketa dengan Singapura tentang klaim kepemilikan Pulau Batu Puteh. Sengketa itu sedang diproses di Mahkamah Internasional.

Untuk memulai proses perundingan dengan Malaysia, Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan segera menerima laporan dari menteri terkait pada pekan ini, terutama terkait dengan kasus penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh kepolisian Malaysia beberapa waktu lalu.

Presiden Yudhoyono menjelaskan, letak geografis perairan Indonesia sangat rentan karena berbatasan langsung dengan tujuh negara. Oleh karena itu, Indonesia harus terus mengedepankan upaya diplomasi dengan negara tetangga.

ANTARA News

TNI AD Serahkan kepada Kementerian Pertahanan


23 Agustus 2010, Banda Aceh -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menyerahkan urusan cetak biru komponen cadangan kepada Kementerian Pertahanan. Untuk saat ini, TNI AD tidak akan turut campur.

Hal itu dikatakan Kepala Staf TNI AD Jenderal George Toisutta di sela-sela kunjungan ke Resimen Induk Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Sabtu (21/8).

Kementerian Pertahanan kembali menyuarakan agar Indonesia dapat secepat mungkin memiliki komponen cadangan. Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan menaruh harapan, Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan dapat disahkan pada tahun ini. ”Kalau bisa disahkan pada 2010, tentu akan sangat bagus. Pada prinsipnya, makin cepat makin baik,” kata Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Budi Susilo Soepandji, 10 Agustus lalu.

Kementerian Pertahanan menyiapkan RUU Komponen Cadangan sejak bertahun-tahun silam. Namun, dalam perjalanannya, RUU ini mengundang cukup banyak kritik.

”Semuanya kami serahkan kepada Kementerian Pertahanan. Mereka yang menangani hal ini,” kata George Toisutta.

Untuk saat ini, kata dia, TNI AD tidak akan mencampuri masalah komponen cadangan. Bahkan, Markas Besar TNI belum menerima penjelasan apa pun dari Kementerian Pertahanan mengenai masalah tersebut.

Atasi kesulitan amunisi

Dalam kesempatan itu, George Toisutta juga menyatakan, untuk mengatasi kesulitan amunisi dalam setiap latihan yang diadakan di setiap komando daerah militer (kodam), pihaknya saat ini berupaya untuk melengkapi sarana pelatihan dengan menggunakan simulasi tempur tertutup.

”Hampir setiap kodam sudah ada alat simulasi tempur dalam ruangan ini. Tetapi, satuan yang paling penting untuk memiliki teknologi seperti ini adalah Kopassus (Komando Pasukan Khusus TNI AD) dan Kostrad (Komando Cadangan Strategis TNI AD),” katanya.

Dia mengakui, salah satu alasan untuk menggunakan simulator ini adalah mengurangi pemakaian amunisi, terutama peluru, untuk latihan tempur. Direncanakan setiap batalyon akan memiliki satu alat simulasi tempur.

”Untuk setiap kodam, simulatornya menggunakan bikinan luar negeri. Untuk batalyon, mungkin bikinan dalam negeri,” tuturnya.

KOMPAS

Yonif Linud Kostrad Gelar Latihan Terjung Payung

(Foto: Kostrad)

23 Agustus 2010, Subang -- Sebanyak 349 prajurit Yon Infrantri Lintas Udara 305/17/1 Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) akan menggelar latihan terjun "free fall" dan terjun statis penyegaran di Lanud Surya Darma Kalijati Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Senin (23/8).

"Latihan penerjunan akan diikuti oleh 349 prajurit, dengan rincian sebanyak 49 orang terjun 'free fall' dan 300 orang terjun statis," kata Kepala Penerangan Mayor Inf Ferdinand melalui rilis yang diperoleh ANTARA di Subang, Minggu.

Latihan terjun yang bertujuan untuk memelihara kemampuan serta keterampilan satuan Yonif Linud 305 dalam melaksanakan penerjunan pada pagi hari itu akan menggunakan pesawat C-130 Hercules Long Body dengan dibagi 4 sortie (bagian).

Sortie I sebanyak 88 orang, sortie II sebanyak 85 orang, sortie III sebanyak 88 orang dan sortie IV sebanyak 88 orang dari Pelabuhan udara Halim Perdana Kusuma.

Menurut Ferdinand, latihan terjun itu juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para prajurit dalam melaksanakan latihan terjun penyegaran di satuan lintas udara.

"Dengan kemampuan lintas udara tersebut, pasukan Kostrad siap melaksanakan tugas-tugas di daerah yang sulit dan terpencil dalam rangka memelihara dan menjaga integritas NKRI," katanya.

Dalam kesempatan itu, Panglima Kostrad Letjen TNI Burhanudin Amin akan meninjau latihan terjun tersebut di Lanud Surya Darma Kalijati Subang, Jabar.

Selain itu mereka juga akan diberikan sebanyak 1000 paket sembako kepada warga sekitar Bandara Surya Darma Kalijati Kabupaten Subang sebagai wujud kepedulian Kostrad kepada masyarakat.

ANTARA Jatim

Indonesia Butuhkan Ahli Perang Semesta

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan), Rektor Universitas Pertahanan Indonesia, Mayjen TNI Dr. Syarifudin Tippe, S.IP, M.Si (tengah) dan Menteri Pendidikan, M. Nuh saat Wisuda Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) Angkatan I di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (21/8). Sebanyak 38 wisudawan memperoleh gelar Sarjana S2 dalam bidang Strategi Pertahanan Semesta. (Foto: ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo/ama/10)

23 Agustus 2010, Jakarta -- Semakin meningkatnya ragam ancaman dewasa ini, yang dimensinya tidak saja militer, tetapi juga nirmiliter, membuat Indonesia juga perlu mengembangkan ahli strategi pertahanan yang mampu memahami berbagai ancaman baru tersebut. Untuk mencapai tujuan itulah Universitas Pertahanan memiliki peran penting.

Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam Wisuda Program Magister Pertahanan, Program Studi Strategi Perang Semesta, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (21/8).

Lebih jauh Menteri Pertahanan menyampaikan, Universitas Pertahanan (Unhan), yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Maret 2009, juga diharapkan bisa menjadi universitas berkelas dunia sehingga perlu untuk terus mengembangkan diri. Kini, selain Strategi Perang Semesta, Unhan juga memiliki Program Studi Manajemen Pertahanan dan terakhir, yang diluncurkan bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dua pekan silam, adalah Program Studi Ekonomi Pertahanan (Defence Economics). Ke depan satu bidang studi lain juga akan diluncurkan, yakni Manajemen Bencana Alam.

Dalam wisuda yang juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, dari perspektif akademik keilmuan, program-program studi yang dikembangkan oleh Unhan beserta ilmu-ilmu yang terkait di dalamnya merupakan bidang baru bagi dunia pendidikan nasional.

”Kementerian Pendidikan Nasional dalam hal ini tidak saja mendukung, tetapi juga berterima kasih kepada Kementerian Pertahanan dan TNI yang ikut membidani lahirnya Unhan (yang telah ikut memperkenalkan pengetahuan baru dalam pendidikan nasional),” ujar Nuh.

Nuh juga menegaskan, kementerian yang dia pimpin mendukung Unhan juga karena menyadari, lembaga pendidikan ini perannya bukan hanya semata dalam bidang akademik, melainkan juga dalam rangka ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepada Unhan, Nuh juga berpesan, melihat tren yang terjadi di berbagai belahan dunia lain, satu bidang studi perang yang patut diberikan perhatian besar adalah yang terkait dengan perang siber (cyber war), yang melibatkan penggunaan teknologi informasi-komunikasi.

Ninok Leksono, Redaktur Senior Kompas, yang memberikan orasi ilmiahnya memberikan perspektif, saat ini Indonesia pada saat yang sama berada pada perang generasi ketiga dan keempat. Ancaman fisik yang sering kali memicu reaksi konfrontasi masih sering muncul berkaitan dengan masalah perbatasan dengan negara tetangga. Pada saat yang sama, ancaman dari kelompok-kelompok tertentu di dalam negara juga hadir secara mencolok.

KOMPAS

Sunday, August 22, 2010

Iran Pamerkan Pesawat Jet Tanpa Awak Karar, Mampu Menempuk Jarak 1000 km

Pabrik pesawat jet tanpa awak Karar. (Foto: MNA/Vahid-Reza Alaii)

22 Agustus 2010 -- Kementrian Pertahanan Iran mempertunjukan dan menguji pesawat tempur tanpa awak bermesin jet Karar, Minggu (22/8). Pesawat mampu terbang tinggi untuk waktu lama. Presiden Iran Ahmadinejad, Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Hasan Firouzabadi, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Reza Taqipour serta perwakilan keluarga para martir.

Karar dilengkapi mesin turbojet, dapat membawa bahan peledak guna menghancurkan sasaran. Pesawat dapat digunakan berbagai macam misi untuk menghancurkan berbagai sasaran.

Vahidi mengklaim Karrar dapat terbang sejauh1000 km, ditambahkannya para pakar Iran dapat meningkatkan ketinggian terbang.

Awal Februari, Iran telah memprodukasi pesawat tanpa awak Raid dan Nazir yang mampu melakukan misi pengintaian jarak jauh, patroli, penyerangan dan pemboman dengan presisi tinggi.







MNA/Berita HanKam

KRI Teluk Amboina-503 Angkut Satgas Pamrahwan Ambon


22 Agustus 2010, Jakarta -- Salah satu unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Teluk Amboina-503 mengangkut pasukan Yonif 125/Belawan kembali ke pangkalan induk di Belawan usai melaksanakan penugasan di Ambon, Pulau Saumlaki, Pulau Kisar, Pulau Wetar dan Pulau Lirang yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan (Satgaspamrahwan) Ambon dan direncanakan Minggu ini tiba di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara.

KRI Teluk Amboina-503 dengan Komandan Letkol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo telah menempuh perjalanan lintas laut selama kurang lebih satu bulan sejak tolak dari Pangkalan Padang melaksanakan tugas pergeseran pasukan dengan menempuh route pelayaran Padang – perairan Jakarta – perairan Makasar – Perairan Ambon dan menurunkan pasukan pengamanan perbatasan di Ambon dalam rangka pergantian personel Satgas pengamanan daerah rawan dengan pasukan dari Yonif 133/Padang .

Usai melaksanakan kegiatan embarkasi personel Yonif -133/Padang dan debarkasi personel Yonif 125/Belawan yang tergabung dalam pengamanan daerah rawan (Pamrahwan), selanjutnya meneruskan pelayaran menuju perairan Kupang – perairan Makasar – perairan Jakarta – Pangkalan Belawan dan melaksanakan perbekalan di Pangkalan Utama Angkatan Laut di Kupang.

Selama melaksanakan kegiatan lintas laut, sepajang route pelayaran yang dilalui KRI Teluk Amboina -503 melaksanakan tugas asasinya sebagai salah satu unsur TNI AL yang hadir di Perairan kawasan dengan melaksanakan kegiatan patroli keamanan laut. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pendeteksian dan pemeriksaan serta penindakan terhadap para pengguna jalur lalu lintas laut diantaranya terhadap kapal-kapal niaga maupun kapal-kapal ikan di kawasan sepanjang route operasi.

Kehadiran KRI Teluk Amboina – 503 di kawasan perairan sepanjang route kegiatan operasi, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dapat memberikan dampak penangkalan terhadap berbagai kemungkinan bentuk pelanggaran hukum di laut.

Kapal perang jenis kapal angkut Tank (AT) buatan Jepang yang diawaki oleh 71 personel ini sehari-harinya dibawah pembinaan Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil ) Jakarta. Kapal perang tersebut saat ini dikomandani Letkol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo, salah seorang perwira lulusan Akademi Angkatan laut angkatan ke-39 tahun 1993. KRI Teluk Amboina dengan nomor lambung -503 saat ini memiliki kemampuan jelajah sampai dengan 8 knot atau 8 mil per jam.

Dispenkolinlamil/Pos Kota

Officials Release MQ-1B Accident Report

Officials released the MQ-1B Predator accident report Aug. 20,2010, regarding the April 20, 2010, crash of a Predator, similar to the one pictured above. The remotely piloted aircraft was flying a training mission at Southern California Logistics Airport. (Photo: U.S. Air Force)

20 August 2010, LANGLEY AIR FORCE BASE, Va. (AFNS) -- Pilot error caused the crash of an MQ-1B Predator at Southern California Logistics Airport during an April 20 training mission, according to an Air Combat Command Accident Investigation Board report released Aug. 20.

The Predator was an Air National Guard aircraft from the 163rd Reconnaissance Wing at March Joint Air Reserve Base, Calif., operated by members of the 3rd Special Operations Squadron under the supervision of instructors from the 163rd Operations Group Formal Training Unit also based at March JARB.

While no injuries occurred as a result of the accident, the aircraft and one inert Hellfire training missile were a total loss. The estimated damage to government property, including a runway light, is valued at about $3.7 million.

According to the report, the crash was caused by a student pilot's failure to recognize the aircraft's speed was too low for the weather conditions and aircraft configuration.

Insufficient speed during final approach caused a stall from which the student pilot and his instructor were unable to recover. This resulted in a hard landing that exceeded design limitations for the aircraft. Upon impact, the left wingtip dragged on the ground, causing the aircraft to leave the prepared runway surface and subsequently break apart.

Unexpectedly difficult wind conditions at the field during the landing contributed to the mishap, officials said.

USAF

Pesawat Hercules TNI AU Rusak di Timika

(Foto: Dispenau)

21 Agustus 2010, Timika -- Timika (ANTARA News) - Sebuah pesawat hercules milik TNI AU mengalami kerusakan mesin saat hendak berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Wamena, Jumat (20/8).

Komandan Pangkalan Udara Timika, Letkol Penerbangan I Nyoman kepada ANTARA di Timika, Sabtu, membenarkan adanya kerusakan pada salah satu pesawat pengangkut milik TNI AU tersebut.

"Memang benar pesawat hercules mengalami sedikit kerusakan dan sementara dilakukan perbaikan karena suku cadang sudah didatangkan dari Jakarta," jelas Nyoman.

Dari pantauan ANTARA di Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu siang, para teknisi sedang memperbaiki pesawat hercules yang mengalami kerusakan.

Pesawat tersebut terlihat masih parkir pada apraunt (tempat parkir) Bandara Mozes Kilangin Timika. Untuk memperbaiki pesawat hercules yang berukuran cukup besar itu, pihak pengelola Bandara Mozes Kilangin Timika bahkan mengerahkan peralatan trem (semacam derek/pengungkit) yang digunakan para teknisi untuk memperbaiki mesin dan baling-baling pesawat.

Kepala Bidang Perhubungan Udara Mimika, John Rettob juga membenarkan pesawat hercules milik TNI AU mengalami kerusakan mesin di Bandara Mozes Kilangin Timika.

"Kami mendapat informasi teknisi sudah memasang mesin baru yang didatangkan langsung dari Jakarta dengan pesawat hercules yang lain," kata Rettob.

Ia menjelaskan, perbaikan pesawat hercules tersebut tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika baik untuk penerbangan komersial menuju Makassar, Jakarta, Manado dan Jayapura maupun penerbangan perintis ke sejumlah daerah di wilayah pedalaman.

Adapun permintaan tiket pesawat di Timika menghadapi hari raya Idul Fitri belum terlihat meningkat alias masih normal sebagaimana hari-hari biasa.

Susy, salah satu agen penjualan tiket pesawat di Timika mengatakan permintaan tiket diprediksi baru akan meningkat satu pekan sebelum menghadapi hari raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 12 September mendatang.

ANTARA News

Unhan Wisuda 38 Magister Bidang Strategi Pertahanan Semesta

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso memberi ucapan selamat kepada mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia Angkatan I yang diwisuda di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (21/8). Sebanyak 38 wisudawan memperoleh gelar Sarjana S2 dalam bidang Strategi Pertahanan Semesta. (Foto: ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo/ama/10)

22 Agustus 2010, Jakarta -- Untuk pertamakalinya Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) yang berdiri tahun 2009 mewisuda 38 lulusan S2 di bidang Strategi Pertahanan Semesta. Para lulusannya berhak menyhandang gelar Master Pertahanan atau M.Han.

"Para wisudawan ini akan kembali ke lingkungan kerja masing-masing, dan mereka diharapkan menjadi pemikir dan ahli strategis perang yang berwawasan nasional dan internasional," kata Rektor Unhan Mayjen TNI Dr Syarifuddin Tippe, MSi pada acara wisuda Program Magister Studi Strategi Perang Semesta Unhan di Gedung Kemhan, Jakarta, Sabtu (21/8) malam.

Menurut Rektor Unhan, para lulusan magister Unhan yang pertama itu sebagian besar merupakan perwira TNI berpangkat kolonel senior, sedangkan dua orang dari kalangan sipil. Sebanyak sembilan orang lulus dengan predikat Cumlaude, dan Kolonel (Kav) Jamaluddin menjadi lulusan terbaik.

"Para wisudawan ini juga telah melaksanakan Kuliah Kerja Luar Negeri di Naval Post Graduate School, Amerika Serikat," katanya.

Rektor Syarifuddin menambahkan bahwa Unhan merupakan perguruan tinggi negeri satu-satunya di Indonesia yang secara khusus melakukan kajian soal pertahanan, dan menyiapkan pemikir strategis di bidang strategi pertahanan semesta, baik sipil maupun militer.

Dikemukakan, selain memiliki program studi Strategi Perang Semesta, Unhan juga menyelenggarakan program studi Manajemen Pertahanan. Pada bulan Agustus ini, katanya, Unhan kembali membuka dua program studi baru, yakni ekonomi pertahanan dan manajemen bencana.

"Selain memililki peran strategis, Unhan juga merupakan perguruan tinggi negeri yang unik karena hanya membuka jenjang strata dua, dan semua siswanya tidak dipungut biaya," katanya.

ANTARA News