Monday, November 15, 2010

Aplikasi Kodifikasi Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

(Foto: Berita HanKam)

11 November 2010, Jakarta -- Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto, Kamis (11/11), membuka seminar Kodifikasi Materiil Sistem Nomor Sediaan Nasional (NSN) di Indo Defence Expo and Forum 2010, Kemayoran, Jakarta. Seminar dihadiri juga oleh para direktur industri nasional dan satuan Pembina dan pengguna materiil TNI.

Dengan adanya seminar ini, ujar Sekjen Kemhan, diharapkan aplikasi kodifikasi dapat diterapkan sesuai dengan harapan, yaitu terwujudnya hubungan kerjasama antara Kementerian Pertahanan dan TNI serta industri nasional dalam mendorong industri pertahanan menuju kemandirian.

Seminar kodifikasi materiil sistem NSN hari ini adalah sebagai tindak lanjut lokakarya nasional pada tahun 1994 dengan kesepakatan bahwa katalogisasi materiil dapat mendukung sistem pembinaan materiil pemerintah. Pusat Kodifikasi Kementerian Pertahanan selaku National Codification Bureau (NCB) Indonesia telah memiliki kemampuan yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nasional untuk mendukung sistem pembinaan materiil pemerintah dan industri nasional.

Dikatakan oleh Sekjen Kemhan, Kementerian Pertahanan RI adalah badan yang bertanggung jawab dalam penyediaan materiil pertahanan di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi yang dihadapkan pada tantangan dan ancaman saat ini maupun masa depan mengakibatkan semakin besarnya jumlah dan ragam materiil pertahanan yang harus dikelola oleh TNI baik yang berasal dari produk luar negeri maupun produksi industri dalam negeri.

Dijelaskannya, dalam rangka memudahkan pengelolaan materiil tersebut, maka diselenggarakan fungsi-fungsi pembinaan materiil dengan menggunakan sistem kodifikasi yang biasa disebut nomor sediaan nasional atau disingkat NSN, yang juga digunakan secara internasional baik di negara-negara NATO dan Non NATO maupun negara-negara Asia Pasifik lainnya yang dapat diakses sesuai kebutuhan. Sekjen Kemhan mengharapkan melalui penyelenggaraan Kodifikasi Materiil Sistem NSN tersebut, maka dapat diketahui nama, klasifikasi, identifikasi, karakteristik, serta dari mana produk materiil itu berasal.

Hal itu diharapkan dapat mempermudah Kementerian Pertahanan dan TNI dalam mempertahankan kesiapan material pertahanan guna menunjang terwujudnya efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pembinaan. Pembinaan tersebut dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai dengan disposal sesuai siklus pembinaan materiil.

Sedangkan bagi industri pertahanan dalam negeri, lanjut Sekjen Kemhan, hal ini merupakan ajang promosi produk di pasaran internasional. Oleh karena itu, sangatlah tepat apabila mengangkat tema seminar peran dan fungsi Kodifikasi Materiil Sistem NSN dalam bidang pertahanan dan komunitas industri dengan tujuan meningkat pemahaman dalam penerapan kodifikasi materiil sistem NSN, baik dari segi teknis maupun hubungan kerjasama industri pertahanan, industri nasional, Pembina dan pengguna kodifikasi materiil.

DMC

No comments:

Post a Comment