Friday, May 1, 2009

Danlanud Iswahjudi Tutup Pendidikan Transisi XI F-16 Figthing Falcon

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, S.Sos menyerahkan sertifikat tanda kelulusan Pendidikan Transisi pesawat tempur F-16/Fighting Falcon kepada Lettu Pnb Pandu Eka Prayoga. (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

1 Mei 2009, Madiun -- Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi kembali berhasil melahirkan satu lagi Pilot tempur F-16/Fighting Falcon. Kelahiran seorang Pilot Tempur ini ditandai dengan upacara kemiliteran bertempat di Ruang Rapat Markas Lanud dengan Inspektur upacara Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro,S.Sos. (Kamis, 30/4)

Dengan ditutupnya pendidikan Transisi XI tahun 2009 tersebut, maka kekuatan penerbang pesawat tempur F-16 /Fighting Falcon bertambah satu lagi yakni Lettu Pnb Pandu Eka Prayoga yang alumnus AAU (Akademi Angkatan Udara) tahun 2004 dan Sekbang (Sekolah Penerbang) angkatan ke-72 tahun 2006.

Putra kelahiran Pasuruan 14 April 1983 ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan Transisi F-16/Fighting Falcon selama 23 bulan (Mei 2007-April 2009). Dengan demikian Lettu Pnb Pandu Eka Prayoga berhak menyandang predikat ”Dragon 45”, yang merupakan panggilan kebanggaan Pilot pesawat tempur F-16/Fighting Falcon.

Sampai saat ini Pandu (panggilan akrabnya) telah mengantongi total jam terbang 425 jam 55 menit, dengan pesawat T-34/Charlie sebanyak 178 jam 50 menit dan F16/Fighting Falcon 247 jam 5 menit, jelas Pandu.

Komandan Lanud Iswahjudi dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa, pendidikan transisi merupakan tahapan pendidikan yang menentukan karier sebagai penerbang tempur, dan awal dari penerbang tempur operasional. Sementara untuk menjadi profesional dan handal masih diperlukan berbagai pendidikan dan pengalaman antara lain pendidikan lanjut sebagai Element Leader, Komandan Flight, instruktur, test flight dan lain-lainnya.

Lebih lanjut Marsma TNI Bambang Samoedro menyampaikan, bahwa Lanud Iswahyudi terus berupaya untuk menyiapkan personel penerbang yang profesional dengan program-progran pendidikan dan latihan. Meskipun harus berhadapan dengan keterbatasan jumlah dan jam terbang pesawat tempur yang ada saat ini. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan perkembangan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang dibutuhkan dalam perang modern.

Justru dengan keterbatasan tersebut Lanud Iswahyudi terus berusaha tetap mampu memelihara peralatan yang ada dan menyelenggarakan pendidikan serta pelatihan sumber daya manusia agar tetap memiliki kemampuan dan kesiapan yang optimal, tegas Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro,S.Sos.

Upacara yang berlangsung khitmad tersebut dihadiri oleh Komandan Wing 3, Para Kadis, Dansat, pejabat Kasi keatas serta para penerbang yang ada di Lanud Iswahjudi.
(TNI AU)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment