Wednesday, March 4, 2009

Menbanpur-1 Mar Laksanakan Latihan LPD/LPK

3 Maret 2009, Jakarta -- Dalam rangka memelihara serta meningkatkan ketrampilan tingkat perorangan maupun Satuan para prajurit Marinir dilingkungan Resimen Batuan Tempur Marinir - 1 Mar pada TW– IV TA. 2008, Menbanpur-1 Mar melaksanakan LPD / LPK baik dalam bentuk teori di kelas maupun praktek di lapangan.

Pelaksanaan di lapangan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, yaitu dengan tetap berpedoman kepada petunjuk serta arahan pimpinan.

Latihan yang dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 23 s/d 24 Februari 2009 di Armada Ri Kawasan Timur, Ujung Surabaya ini meliputi renang laut (siang dan malam). Untuk hari pertama dilaksanakan latihan renang siang berjarak tempuh 1000 meter dan latihan renang malam berjarak tempuh 500 meter, Dalam latihan renang siang dan malam ini diikuti 480 personel dari Kima Menbanpur, Yonbekpal-1 Mar, Yonkomlek-1 Mar dan Yonkes-1 Mar.

Selanjutnya, untuk hari kedua latihan renang siang dan malam diikuti 505 personel dari Yonangmor-1 Mar, Yonzeni-1 Mar dan Yonprov-1 Mar, dengan jarak tempuh yang sama yaitu 500 meter malam dan 1000 meter siang. Selain renang juga dilaksanakan latihan naik turun jaring di KRI.

Tujuan latihan adalah memelihara dan meningkatkan ketrampilan dasar prajurit Korps Marinir.(marinir)

MarcelLinus “Liger” Raih 1000 Jam Terbang F-5


3 Maret 2009, Madiun -- Di tengah keterbatasan jumlah pesawat dan jam terbang, ternyata bukan menjadi penghalang bagi penerbang tempur F-5 Tiger II Lanud Iswahjudi untuk meraih prestasi. Hal tersebut dibuktikan oleh Kapten Pnb Marcellinus “Liger” Arda Kilat Dirgantara, Selasa (3/3) yang dalam masa tugas di Skadron Udara 14 lebih kurang enam tahun berhasil mencatatkan diri sebagai penerbang ke-24 yang mengantongi 1000 jam terbang sejak Tiger (F-5) menjadi salah satu kekuatan tempur TNI AU.

Bagi seorang penerbang, apa lagi penerbang tempur untuk mengantongi 1000 jam terbang bukanlah hal yang mudah disamping ketersediaan pesawat, yang juga mempengaruhi adalah ketrampilan dan kesemaptaan jasmani penerbang itu sendiri.

Marcel demikian panggilan akrabnya mencatatkan rekor 1000 jam terbang saat melaksanakan latihan Air Combat Manuver (ACM) di Local Training Area Iswahjudi dengan menggunakan pesawat tempur F-5/Tiger II dengan nomor registrasi TS-0502.

Kapten Pnb Marcellinus AKD yang sehari-harinya menjabat Kepala Seksi Latihan (Kasilat) Dinas Operasi Skadron Udara 14 itu memulai kariernya di TNI Angkatan Udara setelah menamatkan pendidikan di Akademi TNI AU (AAU) tahun 2000 dilanjutkan Sekolah Penerbang (Sekbang) angkatan 64 tahun 2002 dan ditempatkan di Skadron Udara 14.

Jumlah jam terbang yang telah dikantongi oleh Kapten Pnb Marcellinus AKD sebanyak 1.290 jam dengan pesawat AS-202 Bravo, T-34 Charlie, SF-260 Marcetti dan F-5 Tiger sendiri sebanyak 1000 jam.

Pria kelahiran Malang 30 tahun yang lalu serta suami dari Cecilia itu mempunyai prinsip belajar dan berlatih adalah bagian dari yang tidak terpisahkn untuk menjadi prajurit yang professional dibidangnya serta terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas. (tni-au)

Tuesday, March 3, 2009

Malaysia Pelanggar Perbatasan Indonesia Terbanyak

JAKARTA, 2/3 - PENGAMANAN PEMILU. Menko Polhukam Widodo A.S (3 kiri) didampingi dari ki-ka: Jaksa Agung Hendarman Supandji, Mendagri Mardiyanto, Menhan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala BIN Syamsir Siregar menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (2/3). Rapat tersebut membahas pengamanan penyelenggaraan Pemilu 2009, penanganan terorisme, pengamanan dan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, serta penanganan keamanan laut. (Foto: ANTARA/Kencana/ama/09)

3 Maret 2008, Jakarta -- Pelanggaran perbatasan wilayah negara masih terus dilakukan oleh negara tetangga. Malaysia yang paling sering melakukan pelanggaran batas wilayah RI. Hal itu terungkap pada rapat kerja (raker) Komisi I dengan menteri-menteri di jajaran Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), di Jakarta, Senin (2/3). Menkopolhukam Widodo AS memaparkan tentang berbagai pelanggaran terhadap wilayah RI yang terjadi dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2008.

Dari catatan Kementrian Polhukam, Provinsi Kalimantan Timur adalah wilayah RI yang paling sering mengalami pelanggaran wilayah oleh negara lain. Untuk pelanggaran wilayah perbatasan perairan Indonesia, di perairan Kalimantan Timur dan seputar Laut Sulawesi telah terjadi 21 kali pelanggaran oleh Kapal Perang Malaysia dan enam kali oleh Kapal Polisi Maritim Malaysia.

Sementara di perairan lainnya sebanyak tiga kali, ucapnya. Dalam raker yang juga dihadiri Menteri Pertahanan, Kepala BIN, Jaksa Agung, Panglima TNI dan Kapolri itu, Widodo mengungkapkan, pelanggaran wilayah perbatasn udara paling banyak terjadi juga di wilayah Kalimantan Timur.

Selama 2008, terjadi 16 kali pelanggaran wilayah udara di Kaltim, sebutnya. wilayah lain yang juga mengalami pelanggaran kedaulatan udara antara lain tiga kali di Papua, dua kali di wilayah Selat Malaka dan tujuh kali di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Sementara untuk pelanggaran wilayah darat, diantaranya berupa pemindahan patok-patok batas wilayah di Kalimantan Barat. Pemindahan patok batas terjadi di Sektro Tengah, Utara Gunung Mumbau, Taman Nasional Betung Kerihun, Kecamatan Putu Sibau, serta Kabupaten Kapuas Hulu, kata Widodo. Selain itu, mantan Panglima TNI ini melanjutkan, pelanggaran wilayah perbatasan darat juga dilakukan oleh para pelintas batas yang tidak memiliki dokumen yang sah.

Pada raker yang dipimpin Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga itu, Widodo juga menjelaskan perihal berbagai tindakan atas pelanggaran kedaulatan wilayah RI. Untuk pelanggaran wilayah darat, Departeman Luar Negeri RI telah mengirimkan sejumlah nota protes ke negara pelanggar. Kasus pelanggaran wilayah darat juga dibawa ke forum Genera Border Committe (GBC) Indonesia-Malaysia maupun Joint Border Committe (JBC) Indonesia-Papua Nugini. Dan untuk pelanggaran wilayah perairan dan udara nasional, telah direspon dengan pengusiran langsung oleh satuan operasional TNI, serta pengiriman nota protes oleh Deplu, tutur Widodo. (kodam-jaya)