Monday, June 2, 2014

Armada Kapal Perang TNI AL Lewati Medan Ranjau

KRI Pulau Rengat-711. (Foto: Dispenarmatim)

02 Juni 2014, Surabaya: Sekitar 23 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang terlibat dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2014, melewati medan ranjau di sekitar perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Selasa (03/06). Ke-duapuluh tiga kapal perang tersebut tergabung dalam Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) Latgab TNI 2014, yang dipimpin Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmatim Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos, selaku Panglima Komando Tugas Laut Gabungan (Pangkogaslagab).

Saat melewati medan ranjau Mine Feild Transit (MFT), unsur laut dipandu kapal Buru Ranjau (BR) KRI Pulau Rengat-711 yang berada di garis depan formasi tempur. Dalam skenario latihan, puluhan ranjau laut telah disebar oleh pihak musuh untuk menghambat gerak laju kapal perang menuju daerah sasaran.

Dengan kemampuan khusus peperangan ranjau yang dimilki, KRI Pulau Rupat berhasil memandu unsur Kogaslagab keluar dari medan ranjau. Namun bahaya belum berakhir, karena beberapa saat kemudian radar KRI Sultan Hasanudin-366 dan KRI Sultan Iskandar Muda-365 mendeteksi adaya ancaman bahaya udara.

Suara sirine meraung-raung dari seluruh kapal perang. Seluruh personel dan persenjataan Penangkis Serangan Udara (PSU) siap menyambut serangan udara dari pesawat musuh. Dua kapal perang korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) tersebut berhasil mengunci sasaran udara melalui radar senjata LIROD Mk2.

Radar tersebut memandu senjata meriam anti serangan udara kaliber 2 x 20 mm mengikuti setiap pergerakan target yang telah terkunci. Meriam PSU dari seluruh kapal-kapal Kogaslagab memuntahkan ribuan butir peluru sehingga pesawat musuh tidak dapat menghindar dan berhasil dihancurkan.

KRI Sultan Hasanudin-366. (Foto: Dispenarmatim)

Aksi pertempuran melewati medan ranjau dan pertahanan udara tersebut merupakan salah satu rangkaian Latgab TNI tahun 2014. Keberhasilan dalam misi tersebut merupakan wujud sinkronisasi, koordinasi dan kerjasama yang baik dalam operasi laut gabungan sesuai dengan teknik, taktik dan prosedur masing-masing kapal perang yang tergabung dalam Kogaslagab.

Tugas Pokok Kogaslagab 2014 yakni menyelenggarakan serangkaian kegiatan Manuver Tempur Laut di Perairan Laut Jawa dalam rangka melaksanakan Manuver Penembakan Senjata Strategis oleh unsur-unsur “Kogaslagab 2014” pada Latihan Gabungan TNI 2014.

Sumber: Dispenarmatim/Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Abdul Kadir)

TNI AD Gunakan Meriam KH-178 pada Latgab 2014

2 Mei 2014,Situbondo: Sejumlah prajurit TNI mengawaki meriam KH-178 dalam rangkaian Latgab TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir di Asembagus, Situbondo, Jatim, Minggu (1/6). Bantuan tembakan meriam digunakan untuk memukul perkubuan dan menjatuhkan moral musuh sebelum dilancarkan serangan oleh pasukan infanteri gabungan. (Foto: ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/nz/14)

TNI AU Kerahkan 10 Pesawat Tempur T-50i pada Latgab TNI 2014

Kapten (Pnb) Dwi Cahyadi (kiri) mengacungkan jempol setelah menyelesaikan terbang solo bersama di Pangkalan Udara TNI AU Adi Soemarmo, Boyolali, Jateng, Jumat (11/4). Penerbang Skuadron Udara 15 TNI AU Kapten (Pnb) Dwi Cahyadi dan Kapten (Pnb) Yudhistira menjadi lulusan pertama pendidikan pilot pesawat T-50i Golden Eagle yang dididik di dalam negeri. (Foto: ANTARA FOTO/Andika Betha/Asf/pd/14).

2 Mei 2014,Situbondo: Sebanyak 10 pesawat latih tempur T50 buatan Korea Selatan yang baru bergabung dengan TNI AU, akan unjuk kekuatan pada Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, di Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

"Pesawat-pesawat ini akan melakukan pengeboman saat latihan puncak nanti bersama dengan pesawat tempur yang lain," kata Komandan Pangkalan TNI AU Surabaya Kolonel (Pnb) Mujianto, di Surabaya, Senin.

Pesawat-pesawat dengan warna dasar biru kuning tersebut, jelas Kolonel Mujianto, siap di Pangkalan TNI AU Surabaya, dan pada puncak latihan 4 Juni, akan terbang ke daerah sasaran yang merupakan pusat kegiatan Latgab 2014, di Pusat Latihan Tempur Marinir, di Asembagus.

Selain T50, kata Kolonel Mujianto, TNI AU juga mengerahkan pesawat tempur Hawk-100 dan Hawk-200 masing-masing 10 unit, F-5 Tiger empat unit, Sukhoi delapan unit dan F-16 sebanyak satu skuadron.

Di luar T50, seluruhnya siaga di pangkalan masing-masing dan saat simulasi penyerangan seluruhnya akan diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Surabaya.

Mujianto menjelaskan bahwa selain menjadi markas pesawat tempur, pangkalannya juga menjadi tempat pesawat-pesawat VIP yang ditumpangi para pejabat untuk menyaksikan latihan puncak.

Sumber: ANTARA News