Wednesday, December 29, 2010

CN235 Menuju Pesawat Patroli Dunia

CN235 MPA TNI AU. (Foto: Dispenau)

28 Desember 2010, Jakarta (ANTARA News) - Pesawat CN235 produksi kerjasama antara PT. Dirgantara Indonesia dengan CASA Spanyol diharapkan menjadi pesawat patroli maritim yang digunakan oleh semua negara.

"Itu cita-cita kami," kata Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso pada serah terima hasil pengujian model aerodinamika pesawat udara N219 dari BPPT kepada PT DI di Jakarta, Selasa.

Ia membantah produksi pesawat CN235 tidak berlanjut, karena saat ini PT DI sedang mengerjakan empat unit CN235 pesanan Korea Selatan untuk patroli pantai (coast guard), untuk beberapa negara lain yang tertarik dan untuk kepentingan dalam negeri TNI AL.

Pada Desember 2009 TNI AL diberitakan membeli tiga unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki enam pesawat MPA sampai tahun 2014.

"CN235 sampai kini banyak dibutuhkan untuk kepentingan negara yang mengkhawatirkan permasalahan bajak laut, penyelundupan, atau imigran gelap, khususnya karena pesawat setipenya seperti Buffalo tidak diproduksi lagi," katanya.

Bahkan, untuk mengawasi Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang dipersengketakan sejumlah negara, baik Tentera Diraja Malaysia maupun Brunei sama-sama mengerahkan pesawat CN235 buatan PT DI, ujarnya dengan bangga.

Saat ini masih beroperasi sekitar 50 pesawat CN235 di berbagai negara buatan PT DI dan sekitar 150 unit CN235 buatan Casa Spanyol.

CN235 versi Patroli Maritim dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi serta mengakomodasi rudal.

Saat ini PT DI baru saja menyelesaikan uji model aerodinamika pesawat perintis N219 berkapasitas 19 penumpang di BPPT yang sangat sesuai dengan kondisi kepulauan dan pegunungan Indonesia.

Direktur Aerostructure PT DI Andi Alisjahbana mengatakan, pengerjaan pesawat N219 dengan mesin Pratt & Whitney ini sudah selesai 35 persen, tinggal tahap tersulit persoalan pendanaan yang diharapkan menemukan solusinya pada 2011 untuk menyelesaikan 65 persen sisanya.

Di Indonesia, disebutkannya, ada 715 airport dan airfield, namun 72 persen runawaynya hanya memiliki panjang di bawah 800 meter. Sedangkan untuk penerbangan perintis terdapat 118 rute di 14 provinsi dengan 89 bandara.

ANTARA News

Tuesday, December 28, 2010

AU Rusia Terima 4 Su-34 Fullback

Sukhoi Su-34 Fullback. (Foto: RIA Novosti/Igor Rumyancev)

28 Desember 2010 -- Angkatan Udara Rusia menerima empat pesawat tempur/pembom baru Sukhoi Su-34 Fullback, Selasa (28/12) sebagai bagian dari program modernisasi, ucap juru bicara AU Rusia, dikutip kantor berita RIA Novosti.

Rusia mulai memproduksi skala penuh Su-34 pada 2008 di pabrik pesawat Novosibirsk, anak perusahaan Sukhoi Aircraft Holding.

AU Rusia akan menerima 70 pesawat hingga 2015, guna menggantikan pembom tua Su-24 Fencer yang saat ini dimodernisasi untuk memperpanjang masa pakai.

Su-34 Fullback dirancang Sukhoi, jet tempur/pembom berkursi tandem dilengkapi mesin kembar AL-31MF. Pesawat mampu menyerang sasaran berbagai keadaan cuaca, siang atau malam, dipersenjatai kanon 30 mm GSh-301, 12 rudal udara-udara Alamo atau Archer, rudal anti kapal dan bom.

RIA Novosti/Berita HanKam

Komandan Yonif 527 Lumajang Diganti


28 Desember 2010, Lumajang -- Komandan Batalyon 527 Lumajang, Jawa Timur, Letkol Infantri Ramli diganti oleh Letkol Infantri Hery Suprapto dalam serah terima jabatan yang dipimpin oleh Komandan Brigif 16 Cabang IV Brawijaya Kolonel Infantri Dedy Kusmaya.

Humas Pemkab Lumajang, Edy Hozaini, Selasa mengatakan, sertijab tersebut digelar di halaman Yonif 527 Lumajang pada Senin (27/12), dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang As'at Malik dan forum pimpinan daerah setempat.

"Dalam sambutannya, Kolonel Infantri Dedy Kusmaya mengucapkan terima kasih kepada Letkol Ramli yang sudah memimpin Yonif 527 Lumajang dengan baik," kata Edy.

Menurut dia, Pemkab Lumajang berharap Komandan Yonif 527yang baru yakni Letkol Infantri Hery Suprapto bisa melanjutkan estafet kepemimpinan sebelumnya dan lebih baik ke depan.

"Kami berharap kepemimpinan Komandan Yonif 527 bisa membantu Pemkab Lumajang untuk menyukseskan program pembangunan di kabupaten setempat," tuturnya.

Kolonel Infantri Dedy Kusmaya mengatakan serah terima jabatan bertujuan untuk kepentingan dinamika organisasi militer sesuai perkembangan pembinaan.

"Pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa dan menjadi penyegaran di organisasi TNI," tuturnya.

Menurut dia, sebagai prajurit harus siap ditempatkan di mana saja sesuai dengan kebutuhan organisasi, sehingga harus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

"Jabatan ini nantinya harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, sehingga harus menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya," terangnya.

Ia mengimbau Pemkab Lumajang bisa bekerja sama dengan Yonif 527 untuk kepentingan masyarakat atau kegiatan pembangunan di Kabupaten Lumajang.

"Tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan Yonif 527 karena kami siap membantu kegiatan untuk kepentingan masyarakat," katanya, menambahkan.

ANTARA Jatim