Sunday, January 3, 2010

Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL Latihan Menembak


2 Januari 2009, Lebanon -- Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL mengadakan latihan menembak di lapangan tembak Ebel Es Saqi, Sektor Timur UNIFIL. Pelaksanaan latihan menembak berlangsung selama 3 hari dari tanggal 24 Desember 2009 sampai dengan 26 Desember 2009.

Komandan Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL, Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo mengatakan bahwa adalah suatu keharusan untuk selalu mengasah kemampuan menembak sebagai salah satu keahlian dasar yang harus dimiliki oleh seorang anggota peace keeper. Hal ini diperlukan agar prajurit akan selalu berada dalam kondisi kesiapan operasi yang ideal.




Latihan menembak melibatkan seluruh anggota Satgas POM TNI dan dilaksanakan menggunakan senapan dan pistol dengan seluruh posisi antara lain berdiri menggunakan pistol dengan kedua tangan, tangan kiri dan tangan kanan.

Denpom Jaya/1

Simulasi Pengamanan Tamu VVIP

Anggota Kompi E BS Paskhas sedang mengevakuasi tamu VVIP dari ancaman bom yang dipasang oleh teroris di Bandara Adisutjipto, Kamis (31/12). (Foto : Pen Adi)

2 Desember 2009, Yogyakarta -- Pada hari H-1 pelaksanaan KTT Asia Pasific di Yogyakarta, para peserta dari berbagai negara yang merupakan tamu VVIP telah berdatangan. Untuk kelancaran acara dimaksud, Kompi E BS Paskhas menerima perintah untuk pengamanan. Namun sekitar pukul 12.30 terjadi penyanderaan oleh teroris terhadap tamu dari Negara X. Berkat kesigapan dari anggota Kompi E BS Paskhas, teroris berhasil dilumpuhkan dan peserta dari Negara X diamankan di Markas Kompi E BS Paskhas. Sedang para teroris diserahkan ke Markas Satpomau Lanud Adisutjipto untuk proses lebih lanjut.

Demikian skenario latihan pengamanan VVIP di Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang diperagakan anggota Kompi E BS Paskhas dan seluruh jajaran di Lanud Adisitjipto, Kamis (31/12).

Menurut Kolonel Pnb Anang Nurhadi, Latihan Pengamanan VVIP ini merupakan program latihan yang dilaksanakan rutin setiap setahun sekali dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AU, khususnya dalam bidang pengamanan.

Nilai strategis yang dimiliki Lanud Adisutjipto selaku pangkalan pendidikan dan pangkalan operasional dalam mendukung operasi penerbangan militer, sipil dan VVIP menjadikan jadwal penerbangan relatif padat, sehingga tidak menutup kemungkinan akan menjadi obyek sasaran teroris “Hal tersebut menjadikan kesiapan dan profesionalisme Sumber Daya Manusia senantiasa dibutuhkan,” jelas Kolonel Pnb Anang Nurhadi selaku pimpinan latihan

Latihan pengamanan VVIP yang digelar di Bandara Adisutjipto dan Base Ops Lanud Adisutjipto ini melibatkan 200 personel yang terdiri dari anggota Wing II Paskhas Kompi E BS, pegawai Angkasa Pura serta personel di jajaran Lanud Adisutjipto.

PENTAK LANUD ADISUTJIPTO

Di Sarang Dragon

(Foto: KOMPAS/Letkol (Pnb) Fajar ”Redwolf” Adriyanto)

3 Januari 2010 -- Dragon, begitu call sign atau nama panggilan bagi para pilot pesawat tempur F-16 milik Republik ini. Bulan Januari 2010 ini kita akan memperingati usia ke-20 datangnya pesawat-pesawat yang menjaga kedaulatan kita. Kedaulatan dan harga diri bangsa yang tidak hanya berada di udara secara fisik, tetapi lebih secara psikologis.

Tidak banyak yang kita tahu tentang para naga yang bersarang di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahyudi yang dipimpin oleh Komandan Lanud Marsekal Pertama Bambang Samoedra. ”Kami ada di udara, jadi tidak terlihat. Akan tetapi, kami ingin masyarakat tahu, kami selalu siaga demi mempertahankan kedaulatan di udara,” kata Letkol (Pnb) Fajar ”Redwolf” Adriyanto, Komandan Skuadron 3.

Upaya mempertahankan kedaulatan itu berada di tengah minimnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak selalu mudah. Strateginya, para pilot harus bisa mengimbangi minimnya alutsista dengan kepiawaian mereka bermanuver.

Maka, hari demi hari diisi dengan upaya untuk menjadikan diri lebih baik dan lebih baik lagi. Lulus dengan predikat terbaik dari sekolah penerbang pun harus bekerja keras di sini. Hari- hari mereka diisi dengan belajar, berlatih, berdiskusi sambil terus melaksanakan prosedur demi keamanan penerbangan.

Rasa waswas dan stres adalah hal sehari-hari yang harus dilalui demi mencapai kemampuan dan keahlian tinggi. Ujian boleh dibilang datang setiap hari ketika mereka harus terbang. Inilah kehidupan mereka, para dragon yang mungkin sedang terbang di atas kita, mencegat pesawat asing yang masuk untuk mengambil data, pada saat kita tengah tidur nyenyak.

KOMPAS