Monday, March 16, 2009

Iran Mulai Memproduksi Tank Tosan


16 Maret 2009 -- Iran kembali memperkuat kekuatan militernya dengan memulai membuat tank reaksi cepat yang diberi nama Tosan seperti yang diberitakan Fars News Agency (14/3).

Tosan merupakan proyek kedua dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Kekuatan Darat, setelah sebelumnya sukses memodernisasi sistem mesin dan kontrol penembakan tank T-55.

Tosan termasuk tank ringan dilengkapi dengan meriam 90 mm, untuk membawanya tidak memerlukan truk pengangkut khusus serta pernah terlihat dipasang peluncur rudal Toophan.

Tosan atau Towan yang berarti kuda liar dilaporkan pertama kali bulan Desember 1997. Tank ini berkemampuan merespon dengan cepat dan dibuat untuk misi strategis.

Saat ini IRGC tengah mengerjakan empat proyek pembuatan rudal anti kendaraan yang akan digunakan untuk IRGC dan unit komando, ujar Kolonel Nasser Arab Beigi pejabat senior militer Iran.

Angkatan Udara Iran Membantah Kecelakaan Pesawat
AU Iran membantah berita yang melaporkan sebuah pesawat tempur jenis Sukhoi SU-24 Fencer mengalami kecelakaan di Bandara Internasioanl Mehrabad Tehran.

Sebelumnya surat kabar lokal memberitakan Jumat kemarin (13/3) pesawat tempur AU Iran mengalami kecelakaan karena masalah teknis.

Fars/@beritahankam


Kasdam Jaya Terima Kunjungan Kerja Chief Logistic Plant Tentara Bela Diri Jepang

16 Maret 2009, Jakarta -- Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta Brigadir Jenderal TNI Moeldoko mewakili Pangdam Jaya menerima kunjungan kerja Chief Logistics Plans & Operations Section Logistic Management Division Logistics Departemen GSO tentara bela diri Jepang bertempat di Aula Bina Yudha Makodam Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan Jakarta Timur.

Rombongan tentara bela diri Jepang berjumlah 3 (tiga ) orang yang dipimpin oleh Kolonel Taizo Hori yang menjabat sebagai Chief Logistics Plans Operations Section Logistic management Division Logistics Departemen GSO bersama Bilateral Planning Officer, Logistics Departement JGSDF Letnan Kolonel Mayaishiro Kobayashi dan Staf Athan Jepang Untuk Indonesia Masaharu Sugi serta didampingi oleh Pabandya Spamad Letkol Arm Yudi Chandra. Maksud kunjungan tentara bela diri Jepang ke Kodam Jaya adalah untuk mengadakan studi banding dan mengajak untuk bekerjasama dalam penanggulangan bencana alam, penanganan wabah flu burung serta kerjasama penanganan teroris dalam bentuk bantuan logistik. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Irdam Jaya, Asrendam Jaya, Para Asisten Kasdam Jaya, Kazidam Jaya, Kabekangdam Jaya, Kapaldam Jaya, Kahubdam Jaya, Kakesdam Jaya, Waaslog Kasdam Jaya dan Wakahubdam Jaya.

Tentara bela diri Jepang berkunjung ke Kodam Jaya mengadakan pembicaraan tentang bagaimana Kodam Jaya dalam penanganan bencana alam yang terjadi di wilayah Kodam Jaya dan bagaimana mekanisme pemberi bantuan kepada Pemerintah Daerah untuk secara bersama-sama menangani bencana alam yang terjadi. Dalam kunjungan kerja tersebut tentara bela diri Jepang melihat audio visual (film) kegiatan geladi lapang penanggulangan bencana alam banjir yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di daerah Muara Baru Jakarta Utara yang melibatkan semua instansi yang terkait dalam penanggulangan bencana alam banjir.

Kasdam Jaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Kodam Jaya merupakan instansi militer yang juga mempunyai tugas operasi selain perang yaitu melaksanakan bantuan kepada pemerintah daerah dalam rangka kegiatan sosial termasuk bantuan penanganan bencana alam. Bantuan tersebut sudah disusun dalam suatu mekanisme yang sebaik mungkin dan seefisien mungkin dalam pelaksanaan kegiatan bila terjadi bencana alam.

Dari Kolonel Taizo Hori menyampaikan bahwa tentara bela diri Jepang akan menindak lanjuti pertemuan tersebut untuk dapat memberikan bantuan logistik kepada Indonesia bila terjadi bencana alam, baik yang bersekala Nasional maupun daerah. (kodamjaya)

Sunday, March 15, 2009

Jenazah Anggota TNI Dievakuasi ke Ambon

MIMIKA, 15/3 - SERANGAN OPM. Beberapa prajurit TNI mengangkat peti jenazah Prajurit Satu Saiful Yusuf, saat upacara penghormatan terakhir di hangar bandara Moses Kilangin Timika, Papua, Minggu (15/3), sebelum di berangkatkan ke kampung halamanya di Ambon. Pratu Saiful Yusuf, anggota Satgas Rajawali dari kesatuan Kompi Senapan D Yonif 754 yang gugur akibat serangan komplotan OPM di sekitar Pos Gurage Mulia, kemarin. (Foto: ANTARA/Yamin Geli/ss/pd/09)

15 Maret 2009, Jayapura -- Jenazah Praka Saiful Yusuf, anggota batalyon 754 yang tewas ditembak kelompok separatis TPN/OPM saat menjalankan tugasnya di pos TNI yang terletak di Gurage, Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (14/3) dibawa ke Ambon.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Criss Rihulay yang dihubungi ANTARA, Minggu mengakui, jenazah Praka Saiful Yusuf saat ini sudah dievakuasi ke Timika dengan menggunakan pesawat Skytruk milik Polri.

Dari Timika jenazah korban selanjutnya dibawa ke Ambon untuk dimakamkan.

Rihulay menyebutkan insiden baku tembak itu berawal dari penembakan yang dilakukan TPN/OPM terhadap pos 754 yang berada di Gurage, Jumat malam (13/3) sekitar pukul 22.00 WIT yang masuk dalam Distrik Tingginambut.

Kelompok separatis ini kemudian merusak dan membakar jembatan yang menghubungkan Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya dengan Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Keesokan harinya, Sabtu (14/3) kelompok separatis bersenjata itu menembaki pos polisi dan pos TNI hingga menyebabkan jatuhnya korban anggota TNI.

Ketika ditanya tentang situasi kamtibmas, Kapolres Puncak Jaya mengatakan saat ini situasi relatif aman namun aparat keamanan tetap bersiaga guna mengantisipasi segala kemungkinan.

Terputusnya jembatan Gurage mengakibatkan arus lalu lintas baik barang maupun orang yang selama ini dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda empat tidak dapat dilakukan, kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Criss Rihulay.(antara)