Monday, February 28, 2011

Batam Produksi Kapal Perang Indonesia

Maket KCR-40 produksi PT. Palindo Marine Industri dipamerkan di Indo Defence 2010. (Foto: Berita HanKam)

27 Februari 2010, Batam -- (ANTARA Jatim): Perusahaan galangan kapal PT Palindo Marine Industri di Batam memproduksi kapal perang Indonesia yang akan digunakan TNI AL dalam mengamankan perairan laut Indonesia.

"Indonesia patut berbangga karena memiliki putra putri yang mampu membuat kapal perang," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat meninjau pembuatan kapal perang, Minggu.

Menteri mengatakan pembuatan kapal perang yang diberi nama KRI Celurit-641 itu merupakan terobosan baru yang membanggakan dari industri galangan kapal di Batam.

KRI Celurit-641 buatan lulusan Institut Teknologi Surabaya itu dilengkapi dengan sistem persenjataan modern berupa Sensor Weapon Control (Sewaco), Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS) serta peluru kendali.

Diperkirakan kapal itu mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot dan menembakkan rudal C-705 hingga ratusan meter jauhnya.

Rudal anti-kapal C705 mampu menjangkau sasaran sejauh 140 km dengan membawa hulu ledak seberat 130 kg. Indonesia diberitakan akan memproduksi rudal anti-kapal buatan Cina di dalam negeri, guna mempersenjatai kapal cepat rudal produksi dalam negeri. (Foto: 2jjj.com)

Kapal dengan teknologi tinggi itu memiliki spesifikasi panjang 44 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller 5 daun.

Menurut Menhan, kontsruksi KRI Celurit cocok mengarungi wilayah NKRI yang dikelilingi pulau-pulau kecil.

Desain dan teknologi yang dimiliki kapal diharapkan mampu membantu tugas TNI AL mengamankan NKRI dari segala ancaman di laut.

Di tempat yang sama, Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangkoarmabar) Laksamana Muda TNI Marsetio mengatakan KRI Celurit-461 akan memberikan dampak psikologis positif bagi jajaran TNI AL karena Indonesia mampu membuat kapal perang canggih dan cepat.

"Kapal ini memiliki teknologi yang tidak kalah bagusnya dari kapal-kapal buatan negara lain. Indonesia patut berbangga karena mampu memproduksi kapal perang sendiri," kata dia.

Sumber: ANTARA Jatim

Tiga Penerbang Black Panther Skadud-12 Lulus Terbang Solo

Hawk TNI AU. (Foto: Dispenau)

28 Februari 2011, Pekanbaru -- (Pelita): Tiga penerbang tempur Black Panther Skadron Udara-12 Lanud Pekanbaru, sukses melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur Hawk 200. Ketiga penerbang muda tersebut adalah Lettu Pnb Martono, Lettu Pnb Yuda Anggara Seta, dan Lettu Pnb Arie Prasetyo.

Keberhasilan ketiga fighters tersebut ditandai dengan pelaksanaan acara tradisi terbang solo berupa pemecahan telur dan penyiraman air kembang oleh Kadisops Letkol Pnb Azhar Aditama selaku Palakhar Danlanud Pekanbaru , di pelataran parkir Mako Lanud Pekanbaru, Kamis (24/2); tulis Pentak Lanud Pekanbaru dalam siaran persnya.

Dalam sambutannya Palakhar Danlanud Pbr menyampaikan bahwa, Keberhasilan seorang pilot terbang solo menggunakan pesawat tempur Hawk 200 merupakan momentum titik awal seorang penerbang tempur dalam pengabdiannya kepada negara dan bangsa. Duduk di kursi single pesawat tempur merupakan tahapan yang sangat penting bagi seorang penerbang, segala tindakan dan keputusan dalam melaksanakan misi penerbangan ditentukan sendiri. Oleh karenanya momentum tersebut wajib disyukuri dan dijadikan bekal dalam melaksanakan setiap misi penerbangan, demikian disampaikan Palakhar Danlanud Pekanbaru.

Pada kesempatan yang sama Komandan Skadron Udara-12, Letkol Pnb Prasetya Halim menyampaikan bahwa, dengan berhasilnya ketiga penerbang tempur menerbangkan pesawat tempur Hawk 200 secara mandiri (terbang solo), maka kekuatan Fighter Skadron Udara-12 Lanud Pekanbaru bertambah, sekaligus para penerbang akan mengikuti pendidikan lanjutan setelah lulus sebagai siswa penerbang transisi yang telah mereka tempuh sejak bulan Juli tahun 2010.

Ketiga penerbang Skadron Udara 12 yang berhasil melaksanakan terbang solo dengan pesawat Hawk 200 merupakan siswa Transisi Angkatan XIII Skadron Udara-12 Lanud Pekanbaru.

Turut hadir pada acara tersebut seluruh Kepala Dinas dan Komandan Satuan serta segenap Perwira jajaran Lanud Pekanbaru.

Lanud Pekanbaru Jadi Tipe A

Diperkirakan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Pekanbaru akan naik kelas dari tipe B ke tipe A. Lanud TNI AU Pekanbaru saat ini tinggal menunggu keputusan dari pimpinan panglima TNI, sedangkan untuk keputusan dari menteri sudah ada tinggal mengimplementasikan saja.

Hal ini disampaikan Pangkoopsau I, Marsda TNI Dede Rusamsi saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Lanud Pekanbaru, didampingi istri dan rombongan dengan menggunakan pesawat VVIP TNI AU dari Jakarta.

Dikatakannya, persoalan Lanud Pekanbaru untuk naik kelas ke Type A sudah ada keputusannya dan saat ini sedang dalam proses. Tidak hanya Lanud Pekanbaru saja, Lanud Supadio, Pontianak pun demikian, saat ini menunggu hasilnya.

‘’Untuk proses naik kelas itu sudah ada keputusan dan saat ini menunggu diimplementasikan,’’ ujarnya didampingi Komandan Lanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Nanang Santoso di Lanud Pekanbaru, Rabu (9/2).

Untuk naik kelas, disebutkannya juga, Lanud Pekanbaru dinilai sudah layak dan tidak ada keraguan lagi. Karena di sini Lanud Pekanbaru sendiri sudah memiliki skadron teknik (Skatek) dan juga ada skadron tempur.

‘’Jadi untuk Pekanbaru dinilai sudah layak untuk naik kelas ke tipe A. Tinggal menunggu, keputusan sudah ada, pelaksanaannya menunggu dari pimpinan panglima TNI. Untuk keputusan dari menteri sudah ada,’’ jelasnya lagi.

Tekait dengan kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan Pangkoopsau I ini ke Pekanbaru adalah salah satu bentuk tindaklanjut dari laporan yang sering dilaporkan pangkalan TNI AU Pekanbaru ke Panglima serta kegiatannya juga. ‘’Ya, meninjau langsung ke Lanud Pekanbaru, mulai dari fasilitas dan kondisi sebenarnya. Termasuk melihat kekurangan supaya bisa ditingkatkan dan optimum kemampuannya,’’ ungkapnya.

Dikatakannya, sebenarnya untuk kekurangan di Lanud Pekanbaru sendiri tidak ada dan memang tidak ada yang menonjol kekurangannya itu. ‘’Soal penambahan alutsista belum ada untuk Pekanbaru, artinya manfaatkan dan rawat alutsista yang ada,’’ sebutnya lagi.

Soal pengawasan perbatasan, dikatakannya juga tidak ada masalah, baik dengan Singapura maupun Malaysia. Malahan antara TNI AU dengan TNI AU dua negara tersebut ada kerjasama yang dilakukan latihan bersama di Lanud Pekanbaru ini. ‘’Semua terkoordinasi dengan baik, dan tidak ada masalah dengan pengamanan diperbatasan kita,’’ katanya.

Untuk intensitas latihan yang dilakukan oleh TNI AU sendiri dilakukan pertiga bulan ada yang namanya latihan perorangan, dan akan dikembangkan dengan melawan musuh, juga teknik penyerangan, artinya setiap tahapan ada instruktur, Danlanud secara ketat mengawasi latihan ini dan dilaporkan ke panglima.

Sumber: Harian Pelita/Riau Pos

Sunday, February 27, 2011

TNI Akan Perkuat Radar di Wilayah Barat


26 Februari 2011, Pontianak -- (ANTARA News): TNI akan memperkuat radar pengamatan di wilayah barat Indonesia, guna menambah kekuatan pengamanan daerah perbatasan darat dan laut di wilayah itu, kata Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana TNI Agus Suhartono.

"Kita masih menghadapi kendala dalam mengamankan perbatasan darat dan laut di wilayah barat. Kita belum punya radar pengamatan," katanya, di Pontianak, Sabtu.

Ditemui usai melakukan kunjungan ke Skuadron Udara 1 Pangkalan Udara Supadio, ia mengatakan selama ini untuk pengamatan wilayah perbatasan dibantu radar sipil di Pontianak dan radar militer di Ranai.

"Padahal kerawanannya cukup tinggi, apalagi wilayahnya dekat dengan Laut China Selatan," katanya.

Agus menilai unsur-unsur tempur TNI, baik laut maupun udara di wilayah barat cukup memadai untuk mengawasi ancaman kedaulatan di perbatasan.

"Hanya saja, kita masih terkendala dengan belum memadainya radar pengamatan. Jika radar ini ada, penanganan ancaman kedaulatan di perbatasan bisa lebih maksimal," katanya.

Selama di Kalimantan Barat, Panglima TNI meninjau pos pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia.

Dengan menggunakan helikopter Mi-17, Panglima TNI menyusuri perbatasan darat Kalbar-Serawak, dan tiba di Pos Jagoi Babang di Kabupaten Benkayang.

Selanjutnya Panglima TNI juga meninjau Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk di Kabupaten Sambas.

Sumber: ANTARA News