Monday, March 30, 2009

125 Personel Lanud Supadio Latihan Mengoperasikan Alat Crashed Landing

Danlanud Supadio (samping kiri nomor 2 berdiri) menyaksikan salah satu anggota memakai baju tahan api.

30 Maret 2009, Pontianak -- Sebanyak 125 orang personel yang tergabung anggota Lanud Supadio, Skadron Udara 1 dan Batalyon 465 Paskhasau mendapat pembekalan tentang penggunaan alat-alat penanggulangan kecelakaan pesawat terbang di Hanggar Lanud Supadio, Jum’at, (27/3).

Pengenalan alat-alat penanggulangan kecelakaan pesawat terbang yang dimiliki Lanud Supadio sangatlah diperlukan bagi seluruh prajurit yang berdinas di Lanud Supadio. Karena kalau alat tersebut sewaktu-waktu dipergunakan, diharapkan semua anggota dapat menggunakannya.

“Pengenalan alat-alat tersebut perlu diketahui oleh anggota karena sewaktu-waktu ada pesawat yang accident maka personel tersebut dapat menggunakan alat-alat tersebut. Dengan demikian diharapkan penanggulangan accident pesawat dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sehingga korban dapat diminimalkan, “ jelas Dan Lanud Supadio Kolonel PNb Yadi Indrayadi sebelum acara peragaan dimulai.

Sedangkan Kasubsi Base Rescue Kapten Tek Abdul Khamid dalam arahannya mengatakan alat-alat yang diperagakan antara lain : Baju tahan panas, baju tahan api, tandu lipat, kantong mayat, hydrolic power tools berguna untuk memotong besi atau sebuah pipa yang berguna untuk membuka pintu pesawat yang rusak karena tidak dapat dibuka dan untuk memotong plat bodi pesawat), airlift bag (bantal udara pengangkat beban) berguna sebagai alat pendongkrak guna mengangkat body (badan) pesawat dan cut of saw untuk memotong besi atau bahan-bahan plat pesawat apabila terjadi kerusakan pintu pesawat yang mengakibatkan tidak dapat terbukanya pintu pesawat tersebut.

Kesemua alat-alat tersebut terdapat di mobil crash team, merupakan suatu mobil yang dirancang dan dimodifikasi secara khusus karena memang pada intinya mobil tersebut dirangkai mengikuti bentuk dan fungsi alat-alat yang akan dipergunakan guna memudahkan petugas rescue dalam penanggulangan kecelakaan pesawat terbang khususnya dan kecelakaan yang sifatnya umum.

Selain diperagakan para personel juga berkesempatan untuk mengoperasikan alat-alat tersebut sehingga semua anggota dapat mempergunakannya. (TNI AU)

Kadet AAL Melaksanakan Latihan Jala Yudha ke Brunei Darussalam dan Malaysia

KRI Teluk Ende-517 kapal perang jenis LST

30 Maret 2009 -- Dalam rangka melaksanakan program pelaksanaan pendidikan, kadet tingkat III Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 55 akan melaksanakan praktek dan latihan pelayaran Jala Yudha dengan menggunakan KRI Ki Hajar Dewantara-364 dan KRI Teluk Ende-517. Pelayaran yang rencananya akan berlangsung kurang lebih 31 hari yaitu dari tanggal 3 April sampai dengan 4 Mei ini akan melewati route pangkalan Surabaya, Batam, Bandar Seribegawan (Brunei Darussalam), Kinabalu (Malaysia), Bitung, dan Makassar.

Latihan Jala Yudha yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Dores A. Ardi ini akan diikuti 280 personil yaitu pejabat latihan 7 orang, staf latihan 75 orang, Kadet AAL 196 orang, Taruna Akmil 1 orang, Karbol AAU 1 orang. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama lintas laut adalah Kadet AAL melaksanakan praktek profesi dasar matra laut dan peran serta jaga laut secara bergiliran. Dan kegiatan yang dilaksanakan di pelabuhan yang disinggahi antara lain Courtesy Call (kunjungan kehormatan) ke pejabat setempat, ke instansi TNI AL setempat, pertandingan olah raga, masyarakat dibebaskan berkunjung ke KRI (Open Ship), promosi kadet ke SMU, dan kirab kota/genderang suling.

Tujuan latihan ini adalah memberikan pembekalan latihan praktek di kapal guna mendapatkan pengetahuan dan kecakapan dasar operasi laut sesuai pelajaran profesi yang telah didapatkan di kelas. Meningkatkan daya tahan mental dan fisik sebagai prajurit matra laut dan memperluas wawasan, menambah pengalaman, sekaligus sebagai sarana mempromosikan AAL di daerah-daerah, tegas Gubernur AAL Laksda TNI Moch. Jurianto, S.E.

“Latihan Jala Yudha di samping sebagai sarana latihan praktik bagi para kadet AAL, juga memiliki fungsi diplomasi bangsa Indonesia untuk menyatakan keberadaan AAL yang senantiasa ikut berperan aktif dalam menyelenggarakan pendidikan bagi calon perwira TNI AL di masa yang akan datang. Ini menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara bahwa TNI AL terus berkembang dalam memupuk kemampuannya sebagai pengawal wilayah kedaulatan NKRI serta wilayah laut yurisdiksi nasional,” tegas Laksda TNI Moch. Jurianto, S.E. (TNI AL)

Uji Coba Air Refueling Pesawat Tempur Sukhoi Berjalan Lancar


30 Maret 2009, Makassar -- Dua Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, selama dua hari tanggal 23 s.d 24 Maret 2009 , melaksanakan uji coba Air Dinamis Air Refueling (pengisian bahan bakar diudara) dari pesawat tanker Hercules KC-130 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dengan Pilot Komandan Skadron 32 Letkol Pnb Yani Ajat dan 15 Crew .

Sebelum melaksanakan uji coba Air Refueling, dihari pertama dilaksanakan uji kering Air Dinamis Air Refueling didarat di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam berjalan lancar, disaksikan langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI IB. Putu Dunia, Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Arif Mustofa, Tim dari Mabesau, Dsilitbangau dan dari Koharmatau , Tim teknisi pesawat Sukhoi dari Rusia, serta beberapa perjabat dari Koopsau II dan Lanud Sultan Hasanuddin lainnya.

Usai uji Air Dinamis Air Refueling didarat , dilanjutkan uji air refueling dengan menggunakan pesawat Hercules KC-130 yang dilengkapi dengan selang dan paradrogue assy serta satu buah tangki yang berkapasitas 15.000 liter bahan bakar tersebut tepat pukul 13.15 Wita take off dari landasan Sultan Hasanuddin terbang dengan ketinggian 10.000 feet di atas wilayah udara makassar, disusul dua pesawat Sukhoi take pukul 13.55 dan 13.56 Wita yang langsung melaksanakan air dinamis air refueling yang berlangsung kurang lebih dua jam.

Dihari kedua uji coba air dinamis air refueling pesawat tempur Sukhoi dimulai pukul 10.20 sampai dengan pukul 12.24 Wita, dilaksanakan sebanyak empat sortie dengan menggunakan pesawat tempur Sukhoi TS-3005 dan TS-3003 yang diawaki oleh Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb W . Iko Putra, Mayor Pnb Toni dan Mayor Pnb Yosta Riza serta dua Penerbang dari Rusia Sergey dan Roman. (TNI AU)