Embraer sedang mengembangkan pesawat angkut militer KC-390. (Foto: Embraer)
17 September 2012, Malang: Setelah pesanan pasti empat dari delapan pesawat tempur kontra penyusup EMB-314 Super Tucano diserahkan kepada TNI AU, Embraer Brazil berniat menawarkan pesawat transport berat.
"Bisa menggantikan C-130 karena daya angkut maksimalnya hingga 20 ton sementara Hercules cuma 12,5 ton saja. Pangsa pasarnya beda karena ini memiliki keunggulan tersendiri," kata CEO Embraer Brazil, Luiz C Aguiar, di Pangkalan Udara Utama TNI AU Abdurrahman Saleh, Malang, Senin siang.
Bersama Duta Besar Brazil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares, dia menyerahterimakan empat Super Tucano itu kepada Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, yang kemudian menyerahkan lagi kepada Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.
Aguilar sengaja datang dalam upacara serahterima empat Super Tucano yang beberapa waktu lalu menginjakkan ban-ban roda pendaratnya di Tanah Air setelah meninggalkan Brazil dua pekan lalu. Indonesia adalah pengguna pertama Super Tucano di Asia-Pasifik.
Dia tidak mengungkap secara persis jenis dan tipe pesawat angkut militer bermesin jet yang dikatakan itu. Akan tetapi, Embraer memiliki KC-900 yang difungsikan sebagai pesawat angkut berat dan tanker udara.
Indonesia telah memilih C-295 buatan Airbus Military sebagai pesawat angkut ringannya, mendampingi CN-235. Bicara soal pesawat transport militer, Embraer berhasil meyakinkan Angkatan Udara India untuk memilih EMB-145 sebagai pesawat peringatan dini dan pengatur pertempuran (AWACS).
Di Indonesia, nama Embraer sebagai produsen pesawat terbang telah lebih dulu ternama di bidang pesawat jet eksekutif dengan konfigurasi mewah, di antaranya Phenom 100 dan Legacy 600.
Bagi Embraer, kata Aguilar, kenyataan Indonesia memilih Super Tucano adalah sangat penting. "Ini memberi kesempatan bagi kita bersama membangun kerja sama yang baru, yang saling menguntungkan," katanya.
Sumber: ANTARA News
Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Berita Militer Negara Sahabat
Monday, September 17, 2012
KRI Teluk Lampung Angkut Personil dan Ranpur Kodam Udayana
(Foto: Lantamal 5)
17 September 2012, Surabaya: Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) KRI Teluk Lampung-540 bersandar di Pangkalan TNI AL Denpasar, Sabtu (15/9).
KRI Teluk Lampung memberikan dukungan angkutan laut untuk pergeseran pasukan dan kendaraan tempur Kodam IX/Udayana untuk Pam VVIP di Nusa Tenggara Barat.
Kapal mengangkut 5 personil Pondam IX/Udaya berikut 3 motor dan 2 jeep kawal, 100 personil Yonif 900/Raider, 12 personil Deninteldam IX/Udayana, 18 personil Tim Jihandak Kodam IX/Udayana berikut 2 unit mobil Jihandak, 20 personil Kompi Kavser dan 4 panser Anoa.
KRI Teluk Lampung LST jenis Frosch setelah melakukan embarkasi pasukan dan ranpur serta bekal ulang, segera berlayar menuju NTB.
Sumber: Lantamal V
@Berita HanKam
17 September 2012, Surabaya: Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) KRI Teluk Lampung-540 bersandar di Pangkalan TNI AL Denpasar, Sabtu (15/9).
KRI Teluk Lampung memberikan dukungan angkutan laut untuk pergeseran pasukan dan kendaraan tempur Kodam IX/Udayana untuk Pam VVIP di Nusa Tenggara Barat.
Kapal mengangkut 5 personil Pondam IX/Udaya berikut 3 motor dan 2 jeep kawal, 100 personil Yonif 900/Raider, 12 personil Deninteldam IX/Udayana, 18 personil Tim Jihandak Kodam IX/Udayana berikut 2 unit mobil Jihandak, 20 personil Kompi Kavser dan 4 panser Anoa.
KRI Teluk Lampung LST jenis Frosch setelah melakukan embarkasi pasukan dan ranpur serta bekal ulang, segera berlayar menuju NTB.
Sumber: Lantamal V
@Berita HanKam
Super Tucano Resmi Perkuat TNI AU
(Foto: DMC)
17 September 2012, Jakarta: Empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano EMB-314 buatan Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer) Brasil secara resmi menjadi bagian dari alat utama sistem senjata di jajaran TNI Angkatan Udara.
Peresmian ditandai dengan diserahterimakannya empat unit pesawat Super Tucano EMB-314 dari Embraer Brasil kepada Kementerian Pertahanan RI, Senin (17/9) di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Serah terima dilakukan secara simbolis dari Chief Executive Officer (CEO) Embraer Defense and Security, Luiz Carlos Aguiar kepada Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan RI, Mayjen TNI Ediwan Prabowo.
Usai diterima oleh Kemhan RI, selanjutnya diserahterimakan kepada Mabes TNI diwakili oleh Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI, Mayjen TNI H Hari Krisnowo dan kemudian diserahkan kepada Mabes TNI AU diwakili oleh Aslog KSAU, Marsekal Muda TNI JFP Sitompul.
Serah terima disaksikan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan RI, Mabes TNI dan Mabes TNI AU. Hadir pula Dubes Brasil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares.
Super Tucano di shelter Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. (Foto: Tempo/Aris Novia Hidayat)
Serah terima empat unit pesawat Super Tucano EMB-314 ini merupakan bagian dari kontrak pembelian 8 (delapan) unit pesawat sejenis antara Kemhan RI dengan Embraer pada tahun 2010 dengan nilai total US$141,99 juta.
Sedangkan empat unit pesawat Super Tucano lainnya direncanakan akan tiba di Indonesia pada bulan Maret 2013. Delapan pesawat tempur ini ditempatkan di Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur untuk menggantikan pesawat OV-10 Bronco yang secara resmi tidak lagi dioperasikan oleh TNI AU sejak tahun 2009.
Pesawat Super Tucano merupakan pesawat tempur taktis yang berfungsi counter insurgency, sebagai pesawat remote air control (pesawat kontrol udara) dan juga dapat digunakan sebagai pesawat intai. Keunggulan pesawat jenis Super Tucano ini tidak hanya lebih murah dibandingkan dengan pesawat tempur jenis F-16, akan tetapi juga paling murah biaya operasinya.
Keunggulan lainnya, pesawat Super Tucano mampu membawa amunisi minimal 1.500 kilogram. Selain itu, pesawat Super Tucano juga digunakan oleh banyak negara termasuk Amerika Serikat. Pesawat Super Tucano ini juga lebih unggul karena bisa beroperasi minimal tiga jam. Di Brasil, pesawat Super Tucano ini berhasil mengurangi illegal logging dan trafficking.
Sebelumnya, empat unit pesawat Super Tucano EMB-314/A-29 tiba di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (2/9). Pesawat-pesawat itu tiba setelah sebelumnya menempuh perjalanan selama dua minggu. Keempat pesawat Super Tucano yang diawaki pilot dan teknisi Embraer itu melintasi wilayah udara seperti Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, Thailand, dan mendarat di Pangkalan Udara Soewondo di Medan, Sumatera Utara.
Kemudian dilanjutkan ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dan berakhir di Malang. Keempat pesawat Super Tucano tersebut telah diregistrasi dengan nomor ekor masing-masing TT 3101, TT 3102, TT 3103, dan TT 3104.
Tadi pagi, Senin (17/9) Menhan bersama rombongan take-off dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Lanud Abdulrachman Saleh dengan menggunakan pesawat Hercules.
Fasilitas Pendukung Super Tucano Diresmikan
Kehadiran pesawat Super Tucano di Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd saleh perlu didukung dengan fasilitas-fasilitas untuk mendukung operasional pesawat Super Tucano diantaranya ruang CBT (Computer Base Trining), ruang Simulator, ruang GSE (Ground Supply Equipment) dan fasilitas pendukung lainnya.
Pada kesempatan ini, semua fasilitas tersebut diresmikan oleh Pangkoopsau II, Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, minggu, (16/9), di Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh. Dengan didampingi oleh pejabat dari Koopsau II, Komandan Lanud Iswahyudi Marsma TNI M. Syaugi dan Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Gutomo, S.IP. beserta staf dan pejabat Insub.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pangkoopsau II, Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna dan pengguntingan pita oleh Ibu Agus Supriyatna disaksikan seluruh pejabat yang hadir di peresmian tersebut.
Sumber: Jurnas/Lanud Abdulrahman Saleh
17 September 2012, Jakarta: Empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano EMB-314 buatan Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer) Brasil secara resmi menjadi bagian dari alat utama sistem senjata di jajaran TNI Angkatan Udara.
Peresmian ditandai dengan diserahterimakannya empat unit pesawat Super Tucano EMB-314 dari Embraer Brasil kepada Kementerian Pertahanan RI, Senin (17/9) di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Serah terima dilakukan secara simbolis dari Chief Executive Officer (CEO) Embraer Defense and Security, Luiz Carlos Aguiar kepada Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan RI, Mayjen TNI Ediwan Prabowo.
Usai diterima oleh Kemhan RI, selanjutnya diserahterimakan kepada Mabes TNI diwakili oleh Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI, Mayjen TNI H Hari Krisnowo dan kemudian diserahkan kepada Mabes TNI AU diwakili oleh Aslog KSAU, Marsekal Muda TNI JFP Sitompul.
Serah terima disaksikan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan RI, Mabes TNI dan Mabes TNI AU. Hadir pula Dubes Brasil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares.
Super Tucano di shelter Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. (Foto: Tempo/Aris Novia Hidayat)
Serah terima empat unit pesawat Super Tucano EMB-314 ini merupakan bagian dari kontrak pembelian 8 (delapan) unit pesawat sejenis antara Kemhan RI dengan Embraer pada tahun 2010 dengan nilai total US$141,99 juta.
Sedangkan empat unit pesawat Super Tucano lainnya direncanakan akan tiba di Indonesia pada bulan Maret 2013. Delapan pesawat tempur ini ditempatkan di Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur untuk menggantikan pesawat OV-10 Bronco yang secara resmi tidak lagi dioperasikan oleh TNI AU sejak tahun 2009.
Pesawat Super Tucano merupakan pesawat tempur taktis yang berfungsi counter insurgency, sebagai pesawat remote air control (pesawat kontrol udara) dan juga dapat digunakan sebagai pesawat intai. Keunggulan pesawat jenis Super Tucano ini tidak hanya lebih murah dibandingkan dengan pesawat tempur jenis F-16, akan tetapi juga paling murah biaya operasinya.
Keunggulan lainnya, pesawat Super Tucano mampu membawa amunisi minimal 1.500 kilogram. Selain itu, pesawat Super Tucano juga digunakan oleh banyak negara termasuk Amerika Serikat. Pesawat Super Tucano ini juga lebih unggul karena bisa beroperasi minimal tiga jam. Di Brasil, pesawat Super Tucano ini berhasil mengurangi illegal logging dan trafficking.
Sebelumnya, empat unit pesawat Super Tucano EMB-314/A-29 tiba di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (2/9). Pesawat-pesawat itu tiba setelah sebelumnya menempuh perjalanan selama dua minggu. Keempat pesawat Super Tucano yang diawaki pilot dan teknisi Embraer itu melintasi wilayah udara seperti Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, Thailand, dan mendarat di Pangkalan Udara Soewondo di Medan, Sumatera Utara.
Kemudian dilanjutkan ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dan berakhir di Malang. Keempat pesawat Super Tucano tersebut telah diregistrasi dengan nomor ekor masing-masing TT 3101, TT 3102, TT 3103, dan TT 3104.
Tadi pagi, Senin (17/9) Menhan bersama rombongan take-off dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Lanud Abdulrachman Saleh dengan menggunakan pesawat Hercules.
Fasilitas Pendukung Super Tucano Diresmikan
Kehadiran pesawat Super Tucano di Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd saleh perlu didukung dengan fasilitas-fasilitas untuk mendukung operasional pesawat Super Tucano diantaranya ruang CBT (Computer Base Trining), ruang Simulator, ruang GSE (Ground Supply Equipment) dan fasilitas pendukung lainnya.
Pada kesempatan ini, semua fasilitas tersebut diresmikan oleh Pangkoopsau II, Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, minggu, (16/9), di Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh. Dengan didampingi oleh pejabat dari Koopsau II, Komandan Lanud Iswahyudi Marsma TNI M. Syaugi dan Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Gutomo, S.IP. beserta staf dan pejabat Insub.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pangkoopsau II, Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna dan pengguntingan pita oleh Ibu Agus Supriyatna disaksikan seluruh pejabat yang hadir di peresmian tersebut.
Sumber: Jurnas/Lanud Abdulrahman Saleh
Subscribe to:
Posts (Atom)



