Monday, April 2, 2012

Ekspedisi Penjelajahan Perbatasan di Wilayah Kalimantan Demi Tetap Tegaknya Kedaulatan Negara

Menhut Zulkifli Hasan (duduk tengah) bersama peserta Ekspedisi Khatulistiwa 2012 meneriakkan yel-yel usai memberikan pembekalan di Situ Lembang, Bandung, Jabar, Selasa (27/3). Ekspedisi yang diikuti 600 peserta terdiri dari personel TNI, mahasiswa dan anggota Wanadri itu selain akan melakukan penjelajahan hutan Kalimantan, juga akan melakukan penelitian dan pencatatan flora dan fauna serta kekayaan alam yang belum terjamah. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/12)

1 April 2012, Jakarta: Ekspedisi penjelajahan perbatasan di wilayah perbatasan NKRI mempunyai nilai strategis demi tetap tegaknya kedaulatan Negara, hal tersebut dikatakan oleh Wakil AsistenTeritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Waaster Kasad ) BrigadirJenderal TNI Iskandar MS pada pembekalan peserta Ekspedisi Khatulistiwa 2012 bertempat di Aula Ricky Samuel, SituLembang, Bandung, Jawa Barat, (30/3).

Nilai strategis dari pelaksanaan Ekpedisi Khatulistiwa 2012 karena kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai diplomasi territorial diperbatasan dan untuk menggugah serta menggairahkan semangat bela Negara. Ada tiga butir pokok perihal bela Negara yaitu bela Negara merupakan hak, merupakan kewajiban dan sebagai tanggung jawab serta kehormatan bagi setiap warga Negara .

Ekspedisi Khatulistiwa ini juga dapat untuk menanamkan jiwa patriotisme, rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan guna menciptakan kondisi juang yang tangguh demi tetap tegaknya NKRI. Kegiatan ini juga dapat digunakan untuk kepentingan pertahanan Negara, keamanan di wilayah perbatasan NKRI sehingga tercapai stabilitas keamanan disepanjang perbatasan RI dan Negara lain.

Waaster Kasad mengharapkan kegiatan ini dapat mengoptimalkan pencapaian sasaran yang diinginkan. Ketahui permasalahan yang ada diperbatasan, antara lain kesenjangan ekonomi, pergeseran batas wilayah Negara, segala bentuk penyelundupan, sarana dan prasarana serta sumber daya alam yang ada di wilayah Kalimantan.

Sumber: Kopassus

Empat Hari Tentara Wilayah ASEAN Kumpul di Jakarta

2 April 2012, Jakarta: Perwakilan angkatan bersenjata Negara-negara ASEAN, kecuali Brunei, selama empat hari ini berkumpul di Jakarta untuk mengikuti Konferensi Keamanan Lingkungan Regional Asia Tenggara yang pertama digelar di Indonesia.

Selain itu, tentara dari China, Australia, dan Timor Leste pun turut serta dalam kegiatan yang membahas isu-isu pelibatan tentara dalam menangani permasalahan lingkungan hidup. "Peran Militer dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara sangat Besar, termasuk dalam menjaga kualitas lingkungan hidup," ucap Balthasar Kambuaya, Menteri Lingkungan Hidup, Senin (2/4/2012) di Jakarta, usai membuka konferensi.

Hadir dalam kegiatan ini mantan Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono, Deputi Duta Besar AS untuk ASEAN Joshua Cartin, dan Direktur Logistik, Teknik, dan Keamanan Komando Pasifik AS Brigjen Kevin O 'Connel. Kegiatan berlangsung hingga 5 April besok.

Acara ini akan disambung dengan penyusunan program langkah strategis kerjasama TNI dan KemLH dalam mengantisipasi ancaman Kerusakan lingkungan terhadap kedaulatan Negara, pada tahun ini.

Sumber: KOMPAS

TNI Dirikan 44 Pos Pengamanan Perbatasan

Pos Perbatasan (POSTAS) konstruksi baja produk dalam negeri. (Foto: Krakatau Steel)

2 April 2012, Balikpapan: TNI AD mendirikan 44 pos penjagaan di wilayah Kalimantan untuk mengamankan perbatasan Indonesia- Malaysia.

Saat ini 29 pos yang didirikan dengan jumlah personel 16–48 anggota untuk setiap pos. Tahun ini akan ada penambahan 15 pos yang akan dibangun di sisi barat Kalimantan Timur (Kaltim) yakni Kabupaten Kutai Barat. “Selain membangun 15 pos penjagaan di bagian barat perbatasan, kami juga akan menambah satu batalion pasukan,” ungkap Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subekti didampingi Kasdam Brigjen Sudjatmiko seusai melepas 650 personel Kostrad untuk pengamanan perbatasan di Pelabuhan Semayang Balikpapan kemarin.

Panjang perbatasan Kaltim dengan Malaysia sekitar 1.038 kilometer.Kodam VI Mulawarman membawahi dua provinsi yakni Kaltim dan Kalsel. Sedangkan panjang perbatasan di wilayah Kalimantan Barat Pontianak-Malaysia 966 kilometer.“ Panjang seluruh perbatasan Malaysia-Kalimantan sekitar 2.004 kilometer,” katanya. Perwira Penerangan Kodam VI Mulawarman Mayor Ashwari menambahkan, tentara yang bertugas di perbatasan saat-saat ini menyambut gembira penugasan tersebut.

Pemerintah menyediakan tunjangan yang besarnya 100% dari gaji.“100% itu belum termasuk tambahan uang lauk pauk dan lain-lainnya,” kata Mayor Ashwari.

Kostrad Jaga Perbatasan RI-Malaysia

Tugas mengamankan perbatasan langsung Indonesia-Malaysia diserahterimakan dari Batalyon Infanteri 621 Manuntung (Yonif 621/Mtg) kepada Batalyon 413 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Yonif 413 Kostrad), Minggu.

"Tugas mereka mencegah dan memberantas semua yang ilegal, seperti 'illegal logging' atau 'illegal mining'," tegas Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subekti pada acara serah terima yang berlangsung dalam upacara militer di Pelabuhan Semayang.

Yonif 621/Mtg telah bertugas selama setahun di perbatasan. Mereka berpatroli di sepanjang batas Indonesia-Malaysia mulai dari Pulau Sebatik, di pegunungan Muller hingga ke Krayan. Mereka mengamankan batas antara Indonesia dengan Sabah, Malaysia.

Di sisi barat, batalyon infanteri yang bermarkas di Kandangan, Kalimantan Selatan itu berjaga di sepanjang Kutai Barat dengan Sabah dan sebagian Sarawak.

Panjang perbatasan Indonesia-Malaysia pada bagian Kalimantan Timur adalah 1.038 kilometer. Pada jarak itu, yang hampir seluruhnya berada di punggungan pegunungan Muller yang berhutan lebat sehingga TNI harus membangun 79 pos pengamanan untuk mengawal kawasan itu.

Sebagian pos tersebut dekat dengan pemukiman penduduk, sebagian lagi terpencil namun strategis.

Ada pula pos yang "terkenal" di perbatasan, yakni pos-pos yang kerap didatangi para pejabat, baik para pejabat militer maupun pejabat sipil setaraf menteri adalah Pos Pamtas di Krayan, Nunukan, dan Pos Pamtas Bersama Indonesia-Malaysia, juga di Pulau Sebatik.

Pada Pos Pamtas Bersama itu kedua pihak baik TNI-AD maupun Tentera Darat Tentera Diraja Malaysia (TDM) membangun markasnya bersisian dan sering menggelar berbagai kegiatan bersama, termasuk patroli perbatasan bersama.

Bila pos di Krayan hanya bisa didatangi lewat udara, lebih kurang 40 menit dari Nunukan atau Tarakan, pos di Pulau Sebatik sudah bisa dicapai tak lebih 10 menit dengan helikopter.

Menurut Mayor Ashwari Jadi, Perwira Penerangan Kodam VI Mulawarman, tentara yang bertugas ke perbatasan di masa sekarang biasanya menyambut dengan gembira penugasan itu.

"Pemerintah menyediakan tunjangan yang besarnya 100 persen gaji, ditambah uang lauk pauk, dan lain-lain," kata Mayor Ashwari. Sebab itu, sepulang dari perbatasan, seorang tamtama bisa mengantongi uang hingga Rp30-40 juta.

"Apalagi kalau dia tidak merokok, semakin banyak yang bisa dihemat," ujar Ashwari.

Sumber: SINDO/ANTARA News Kaltim