Tuesday, October 11, 2011

DSME Bangun Tiga Kapal Selam TNI AL

ROKS Lee Eokgi (SS 071) kapal selam kelas Chang Bogo. (Foto: US Navy)

11 Oktober 2011, Seoul (Berita HanKam): Perusahaan Korea Selatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co (DSME) mengumumkan sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah Indonesia untuk pembelian tiga kapal selam senilai 1 milyar dolar.

DSME galangan kapal terbesar kedua di dunia berusaha menuntaskan kesepakatan dengan Kementrian Pertahanan untuk pembuatan tiga kapal selam 1400 ton pada November 2011.

Kontrak pembelian ini menandai ekspor perdana kapal selam buatan DSME. Saat ini, DSME tengah bernegosiasi dengan sejumlah negara di Amerika Latin, Amerika Selatan dan Asia Tenggara untuk pembangunan kapal selam.

Son Hyeong-yeong, juru bicara Defense Acquisition Program Administration (DAPA) mengatakan dua kapal selam akan dibangun di Korsel dan sisanya satu kapal selam dirakit di Indonesia dengan komponen utama diproduksi di Korsel.

Sumber Yonhap

Menhan Yakin 30 Persen MEF Terwujud

(Foto: Kemhan)

10 Oktober 2011, Jakarta (Jurnas.com): Menteri Pertahanan (menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan program prioritas Kementerian Pertahanan pada tahun ketiga Kabinet Indonesia Bersatu jilid kedua adalah mewujudkan Minimmum Essential Forces (MEF) atau Kekuatan pokok minimum.

“Program MEF dibagi dalam tiga rencana strategis (Renstra). Pada renstra pertama hingga tahun 2014, MEF diharapkan terwujud minimal 30 persen khususnya pengadaan Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) untuk matra darat, laut dan udara,” kata Menhan Purnomo Yusgiantoro usai Rapat Koordinasi Bidang Polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (10/10).

Menhan menjelaskan Kementerian Pertahanan akan memulai pembangunan kekuatan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara secara efektif dimulai pada tahun ketiga Kabinet Indonesia Bersatu II yaitu pada bulan Oktober 2011. Menurutnya, Anggaran untuk pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan akan diambil dari Anggaran Pinjaman Luar Negeri (APLN). Namun karena ada pesan dari pemerintah agar menggunakan pinjaman dalam negeri maka hampir 50 persen dari APLN untuk pengadaan Alutsista menggunakan pinjaman dari dalam negeri.

Menhan meyakini bahwa kekuatan pertahanan Indonesia di masa mendatang cukup kuat.

“Kekuatan pertahanan kita cukup kuat,” katanya.

Terkait pembiataan pengadaan Alutsista, Menhan mengatakan akan diupayakan dengan Surat Utang Negara (SUN). Artinya kredit eksport untuk pengadaan alutsista juga akan terus dikurangi.

Sumber: Jurnas

Kasad: TNI Ingin Perbaiki Alutsista

Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo memberikan keterangan pers kepada wartawan usai membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-87 di Lapangan Sepak Bola Kampung Linggang Amir, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Senin. (Foto: Novi Abdi/ANTARA News Kaltim)

10 Oktober 2011, Kutai Barat (ANTARA News Kaltim): Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, kenaikan anggaran TNI akan difokuskan untuk membenahi dan memperbaki alat utama sistem persenjataan.

"Kami ingin berbenah dan ingin lebih modern, tentu saja," katanya di Lapangan Sepak Bola Kampung Linggang Amir, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Senin.

Kasad hadir di Linggang Amir untuk membuka resmi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-87 di Kutai Barat.

TNI, katanya, menyambut baik rencana kenaikan anggaran Kementerian Pertahanan, khususnya TNI, sebesar 35 persen atau sekitar Rp6 triliun.

Menurut Kasad, TNI sudah lama merencanakan untuk mengganti, memperbaiki, hingga mempermodern alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kenaikan anggaran untuk sistem pertahanan tersebut memang sudah lama dinantikan TNI. "Ya kami ingin membangun peralatan agar lebih maksimal menjaga dan membela, mempertahankan negara ini," tegas Kasad.

Menurut Kasad, saat ini TNI tetap berusaha memaksimalkan apa yang sudah dimiliki, baik dengan pemeliharaan ataupun modifikasi, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Senada dengan Kasad, Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Kavaleri Prantara, mengatakan, Kodam VI/Mulawarman akan merenovasi panser BT-50 agar tetap bisa dipakai dalam berbagai medan tugas.

Panser-panser itu, katanya, kemudian disebut retrovit (renovasi dan vitalisasi) BT-50. Sebagian panser-panser ini sudah berumur lebih 30 tahun.

Dengan renovasi tersebut, katanya, panser-panser tersebut tetap bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan tugas-tugas tentara mengawal Tanah Air.

"Kalaupun tidak dipakai lagi oleh TNI, bisa dialihkan untuk kesatuan lain. Atau tidak lagi untuk tugas tempur, tapi untuk pengendalian massa," papar Kolonel Kavaleri Prantara.

TMMD di Kutai Barat akan berlangsung selama 21 hari sejak Senin (10/10). Kegiatan tersebut diikuti satu kompi pasukan atau 150 personel dari berbagai batalyon di lingkungan Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) dengan dipimpin Letkol Inf Zulkifli, Komandan Kodim 0912 Kutai Barat.

Sumber: ANTARA News Kaltim