Tuesday, August 9, 2011

AL Vietnam Akan Diperkuat 6 Kapal Selam Kelas Kilo

Kapal selam kelas Kilo dalam perjalanan menuju Cina. (Foto: DID)

9 Agustus 2011, Jakarta (Berita HanKam): Angkatan Laut Vietnam akan memiliki satu brigade kapal selam terdiri dari enam kapal selam kelas Kilo 636 dalam 5-6 tahun mendatang ditegaskan Menteri Pertahanan Vietnam Phung Quang Thanh saat jumpa pers di Hanoi, Rabu (3/8) dikutip harian Tuoi Tren.

Vietnam juga membeli jet tempur, rudal serta perangkat militer lainnya guna mempertahankan kedaulatan Vietnam, tambah Menhan Thanh.

Menhan Thanh yakin pembelian ini tidak memicu perlombaan senjata di kawasan, tetapi hal yang wajar untuk suatu negara meningkatkan pertahanan guna mempertahankan kedaulatannya. Menjaga keamanan di laut dan kedaulatan merupakan salah satu tugas Angkatan Darat, Angkatan Laut, Polisi Maritim dan Penjaga Pantai Vietnam.

AB Vietnam akan melindungi para nelayan sesuai hukum dan juga membantu masalah teknis, insiden dan resiko lainnya saat bekerja di lautan.

Pesawat patroli maritim C212-400 diserahkan Airbus Military pada Vietnam awal bulan ini. (Foto: Airbus Military)

Menurut Center for Analysis of Strategic and Technologies (CAST), Vietnam menjadi pembeli senjata terbesar Rusia pada 2009. Pembelian enam kapal selam diesel-elektrik kelas Kilo 636 merupakan pembelian kedua terbesar, setelah pembelian 8 kapal selam oleh Cina.

Rusia akan mulai mengirimkan kapal selam ke Vietnam pada 2014. Rusia dan Vietnam meneken kontrak senilai 3,2 milyar dolar pada Desember 2009. Saat kunjungan kerja Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung ke Rusia.

Kapal selam akan dipersenjatai sistem rudal jelajah Club-S, diungkapkan Oleg Azizov pejabat Rosoboronexport.

Frigate kelas Gepard 3.9. (Grafis: DID)

Vietnam memesan juga dua frigate kelas Gepard 3.9 Project 1166.1 pada 2006. Frigate dirancang menghancurkan kapal permukaan, kapal selam dan sasaran udara. Dipersenjatai sistem rudal anti kapal Uran-E, tabung torpedo 533 mm, sistem artileri pertahanan udara Palma, satu pucuk meriam 76,2 mm AK-176M, dua pucuk meriam 30 mm AK-630M serta satu unit helikopter Ka-28 atau Ka-31 Helix.

AU Vietnam akan diperkuat 24 Sukhoi Su-30MK2 yang terbagi dalam dua kontrak pembelian. Pesawat dibangun di Komsomolsk-on-Amur. Polisi Maritim Vietnam telah menerima satu pesawat patroli maritim C212-400 buatan Airbus Military awal bulan ini, pesawat kedua diserahkan akhir tahun dan pesawat ketiga pada awal tahun depan.

Sumber: Tuoi Tren

Koarmabar Tingkatkan Kemampuan Peralatan IMSS di KRI


9 Agustus 2011, Jakarta (Koarmabar): Dalam rangka meningkatkan kemampuan operasional peralatan Integrated Maritime Surveillance system (IMSS) yang dipasang di unsur kapal perang Jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dilaksanakan kegiatan Preventive Maintenance peralatan IMSS di KRI pada saat sandar di Dermaga Pondok Dayung Jakarta Utara, kemarin.

Kegiatan Preventive Maintenance tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Informasi dan Pengolahan Data (Kadisinfolahta) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Kolonel Laut (E) Sigit Winarko, ST bekerja sama dengan teknisi dari mitra kerja diantaranya di KRI Silas Papare (SRE-386) dan KRI Patimmura (PTM-371).

Kadisinfolahta Koarmabar Kolonel Laut (E) Sigit Winarko ST dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara periodik selama tiga bulan sekali dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan operasional peralatan IMSS maupun personel pengawak yang bertugas mengoperasionalkan secara teknis peralatan yang berbasis Information and Technologi (IT) dalam menunjang keberhasillan tugas-tugas Koarmabar.

Lebih lanjut dikatakan pemasangan peralatan IMSS di unsur-unsur kapal perang jajaran Koarmabar sebagai salah satu bagian dalam organisasi IMMS yang secara terpusat dioperasikan di Puskodal Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat dengan markas komando di Batam.

Pemasangan peralatan IMSS sebagai salah satu upaya TNI Angkatan Laut yang dilaksnakan Koarmabar dalam mengembangkan sebuah system operasi berbasis Information and Technologi (IT ) yang saat ini sudah tergelar mulai dari Batam sampai dengan Sabang dalam rangka meningkatkan pengamanan dan pengendalian perairan Indonesia secara optimal khususnya di jalur pelayaran internasional di sepanjang Selat Malaka

Lebih lanjut Kadisinfolahta Koarmabar mengatakan, Operasional IMSS yang digelar Koarmabar menunjukkan peningkatan Maritime Domain Awareness dalam mengamankan perairan khususnya di Selat Malaka dari tindak pelanggaran laut diantaranya illegal logging, fishing, migrant, arm smuggling dan sebagainya

Pada kesempatan tersebut juga, Kadisinfolahta Koarmabar memberikan penekanan kepada personel pengawak peralatan IMSS di KRI (Shipboard Surveillance System/SSS), bahwa peralatan IMSS syarat dengan tehnologi dan personel militer rawan mutasi, untuk itu diperlukan kaderisasi dalam mengoperasikan peralatan tersebut.

Selain itu dikatakan pengawak peralatan harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap perlatan IMSS serta harus memaksimalkan penggunaan peralatan IMSS secara optimal dan profesionalisme dalam rangka mendukung tugas-tugas Komando Armada RI Kawasan Barat.

Sumber: Koarmabar

Monday, August 8, 2011

TNI Ciptakan Prototipe Kendaraan Taktis 4 X 4

Rantis milik TNI ini dapat digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjal, jalan licin ataupun jalan yang berlumpur. (Foto: Puspen TNI)

8 Agustus 2011, Jakarta (ANTARA News): Tentara Nasional Indonesia berhasil menciptakan prototipe kendaraan taktis dengan tenaga penggerak empat roda 4x4, untuk dikembangkan dan digunakan mendukung tugas pokok TNI.

Kepala Subdinas Materiil Utama (Kasubdismatut) Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) Kolonel Kav Rihananto selaku Kepala Pelaksana Kegiatan (Kalakgiat) Rantis 4 x 4 TNI menyerahkan prototipe itu kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kendaraan tersebut dapat digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjal, jalan licin ataupun jalan yang berlumpur.

"Beberapa negara telah mengadopsi kendaraan taktis 4 x 4 untuk kepentingan militernya seperti AS (HUMVEE), Italia (IVECO), China (DongFeng Hummvee), Spanyol (EURO VAMTAC), Brazil (AV-VB4 RE 4 x 4 GUARA), Peancis (SHERPA) dan beberapa negara lainnya," tuturnya.

Rihananto memaparkan cara kerja dari kendaraan 4 x 4 adalah mesin dihubungkan dengan differensial tengah ("transfer case") yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak empat roda, penggunaan energi lebih tinggi.

"Biasanya penggerak empat roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu," ucapnya, menjelaskan.

Rihananto menambahkan kendaraan taktis yang dimiliki itu masih dibuat dari beberapa komponen dari beberapa produk seperti CJ-7 (USA), BEIJING (China), ISUZU OZ (Jepang), KIA KM-420 (Korea), LANDROVER (Inggris), UAS (Rusia) dan OVERLAND (Inggris) buatan 1979 -1981.

"Konsekuensi dari keanekaragaman tersebut berdampak terhadap rumitnya pengoperasionalan dan pemeliharaan, termasuk tukar alih suku cadang, sehingga berpengaruh juga terhadap biaya pemeliharaan satuan," ujarnya

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dibentuklah kelompok kerja TNI guna mewujudkan suatu prototipe kendaraan taktis 4 x 4 yang dapat mengakomodasi kebutuhan operasional satuan-satuan manuver maupun untuk kepentingan pengamanan TNI.

"Selain itu pula diharapkan ke depan terdapat keseragaman/standarisasi kendaraan taktis TNI. Mengacu kepada konsep `Minimum Essential Forces` (MEF) diharapkan TNI pada 2014 dapat memenuhi kebutuhan alutsista dengan prioritas produksi dalam negeri serta dalam rangka kemandirian alutsista," ucap Rihananto.

Ia menambahkan, pembuatan prototipe kendaraan taktis TNI juga melibatkan mitra industri yakni PT. Autocar, PT. Pindad, PT. Yudistira, PT. Petrodrill, PT. Gajah Tunggal, PT. Krakatau Steel, PT. Pilar Mas Kursindo, PT. Indo Pulley Perkasa dan PT. Alam Indomesin Utama.

"Tampilan Rantis 4 x 4 tetap mengacu pada filosofi Hummvee USA, karena terbukti cukup tangguh, stabil dan flexible," tutur Rihananto.

Sumber: ANTARA News