Tuesday, December 8, 2009

Pembukaan Latihan Pertahanan Pangkalan


8 Desember 2009, NAD -- Dalam melaksanakan Tugas Pokok TNI Angkatan Udara didalam kesehariannya Pangakalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda, dituntut selalu memelihara unsur-unsur yang ada di jajarannya sebagai bagioan persiapan mendukung operasi udara.

Dalam mencapai pelaksanaan tugas tersebut dipandang perlu dilakukan pembinaan yang mengena kepada setiap personel yang berada di pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda, serta diharapkan selama melaksanakan pelatihan semua bisa berjalan mengikuti prosedur yang berlaku, kemudian diharapkan setelah melaksanakan latihan setiap personel mampu meningkatkan kemampuan perorangan, beregu bahkan kelompok yang lebih besar.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar muda Kolonel PNB Sungkono SE., M.Si. membuka latihan pertahanan pangkalan dalam suatu upacara militer yang diadakan di lapangan upacara lanud Sultan Iskandar Muda dan bertindak selaku inspektur upacara memberikan arahan serta menghimbau dalam melaksankan latihan tidak hanya menyelesaikan program kerja dan aggaran tahun 2009 saja, akan tetapi memelihara kemampuan individu dalam setiap kegiatan, serta mampu menjadikan bekal apa bila kondisi yang sewaktu waktu berubah.

Pada kesempatan yang sama Komandan lanud SIM juga mengajak bahwa setiap prajurit jangan terjebak oleh rutinitas sehari hari saja, dengan diadakannya latihan pertahanan pangkalan ini mengingat kembali ilmu dasar dasar kemeliteran yang pernah di dapat di pendidikan dasar kemeliteran lalu.

PENTAK LANUD ISKANDAR MUDA

AL India Operasikan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri 2014


8 Desember 2009 – Angkatan Laut India akan meluncurkan kapal induk pertamanya indigenous aircraft carrier (IAC) buatan galangan kapal dalam negeri dan dioperasikan mulai 2014 diutarakan KASAL India Nirmal Verma.

IAC dapat membawa 30 pesawat terbang terdiri dari jet tempur buatan Rusia MiG-29K, helikopter buatan Rusia Ka-31 serta jet tempur ringan buatan India, yang sedang dikembangkan oleh Hindustan Aeronautics. Dipersenjatai sistem rudal permukaa ke udara jarak jauh dengan radar multi fungsi serta CIWS.

IAC mempunyai panjang 260 meter dan lebar 60 meter, mampu menampung hingga 1600 personil, jarak jelajah 8000 nautikal mil dengan kecepatan jelajah maksimal 28 knot.

AL India sedang menganalisa juga konsep untuk kapal induk kedua yang akan mempunyai bobot 50,000 ton serta dilengkapi katapel untuk meluncurkan jet tempur generasi kelima.

Naval-technology.com/@beritahankam

Monday, December 7, 2009

115 Prajurit Pasmar-1 Pulang dari Lebanon

Kepala Staf Pasmar-1, Kolonel Mar LW Supit, memberikan pengarahan kepada sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar-1, usai penyambutan pasukan Satgas Konga XXIIIC/ UNIFIL Indobatt di Trian Mar Soepraptono Semarung, Ujung Surabaya, Senin (7/12). Sebanyak 115 prajurit Korps Marinir dari Pasmar-1 tiba di Surabaya, usai bertugas di Lebanon sebagai pasukan perdamaian PBB atau United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), selama satu tahun. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/09)

7 Desember 2009, Surabaya -- Sebanyak 115 prajurit Pasmar-1, Senin, pulang dari menyelesaikan tugas negara sebagai pasukan perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas Konga XXIII-C/Unifil di Lebanon.

Kedatangan ratusan prajurit Pasmar-1 itu disambut Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir L.W Supit mewakili Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra di lapangan apel Trian Mar Supraptono Semarung, Surabaya.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan Kolonel Marinir L.W Supit, Komandan Pasmar-1 mengatakan tugas negara yang diemban bukanlah tugas yang ringan.

"Mereka tidak hanya mengorbankan jiwa dan raga, tetapi menjaga dan menjunjung tinggi martabat serta kehormatan Korps Marinir, TNI AL, TNI, bangsa dan negara di mata internasional," katanya.

Dalam kesempatabn itu, Danpasmar-1 memuji mereka, karena mereka dinilai telah menunjukkan hal-hal positif di Lebanon, karena terbukti tidak ada laporan negatif yang sampai kepada para pemimpin di Tanah Air.

"Seluruh tugas telah kalian laksanakan dengan baik, karena di dalam dada dan jiwa setiap prajurit Korps Marinir sudah tertanam jiwa profesional dan disiplin yang tinggi serta bekerja tanpa pamrih," katanya.

Kepala Staf Pasmar-1, Kolonel Mar LW Supit, memberikan ucapan selamat kepada sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar-1, usai penyambutan pasukan Satgas Konga XXIIIC/ UNIFIL Indobatt. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/09)

Sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar-1 melemparkan baret pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/09)

Ia menyatakan penugasan mereka adalah perwujudan dari UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dan keamanan dunia, apalagi Korps Marinir telah diakui di dunia sebagai kekuatan multinasional yang mampu melaksanakan tugas-tugas resolusi Dewan Keamanan PBB di bidang perdamaian dan kemanusiaan.

"Sebagai pasukan multinasional, jadikanlah penugasan ini sebagai pengalaman yang berharga, sekaligus merupakan kehormatan dan kebanggaan. Hal-hal positif mengenai organisasi dan kinerja pasukan negara lain dapat dikembangkan di satuan dan juga di masyarakat," katanya.

Acara penyambutan itu dihadiri Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir Heraspatty, Danmenbanpur-1 Mar Kolonel Marinir Suhono, para Asisten Kaspasmar-1, dan Komandan Satuan di jajaran Pasmar-1.

ANTARA JATIM