Monday, August 17, 2009

Tiga Kapal Tempur Jepang Ramaikan "Sailing Pass"

JDS Shimayuki TV 3513 salah satu kapal perang Pasukan Bela Diri Jepang yang berpartisipasi di Sail Bunaken 2009. (Foto: philrickerby)

17 Agustus 2009, Manado -- Sebanyak tiga kapal tempur Jepang, akan meramaikan Sail Bunaken tahun 2009, dengan mengikuti "Sailing dan Flying Pass" di Teluk Manado pada 19 Agustus 2009.

"Tiga kapal perang Jepang diperkuat 700 personil angkatan laut, " kata Real Admiral Comander Jepang (setingkat Kasal), M Kawamura, disela-sela peringatan HUT Kemerdekaan RI, Senin di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Tim Jepang akan memanfaatkan kegiatan "International Fleet Review" Sail Bunaken di Perairan Manado, dengan menunjukkan kekuatan perang di laut.

Menurutnya, kegiatan Sail Bunaken memberikan makna tersendiri bagi persahabatan negara-negara maritim, untuk terus menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan laut.

Kehadiran kontingen Jepang yang lengkap dengan armada perang itu, merupakan kesempatan terhormat sehingga akan dioptimalkan sebaik mungkin pada "Sailing dan Flying Pass".

Khusus "Sailing Pass", kini sejumlah kapal perang dari berbagai negara sudah berada di perairan Sulut, seperti dua kapal Thailand, masing-masing, Phuttaloetia Naphalai FF 461 dan Rattanakosin FS 441, dua kapal Malaysia, KD Kedah 171 serta KD Tunas Samudera.

Serta satu kapal Filipina yakni Manuel L Quezon PS 70, dan sebuah kapal Inggris, HMS Echo H87, sementara kapal lainnya masih dalam perjalanan.

"Sementara kapal lainnya masih dalam perjalanan ke Sulut, bersamaan dengan beberapa kapal layar (yacht)," ujar Kepala Biro Humas Pemprov Sulut Roy Tumiwa.

ANTARA News

Sumber Dana Noordin Diduga dari Malaysia


16 Agustus 2009, Jakarta -- Dana yang dibutuhkan Noordin M Top untuk melancarkan aksinya tidaklah sedikit. Disinyalir, para pengikut setia Noordin di Malaysia masih menyuplai dana hingga saat ini.

"Dari data-data selama ini, hasil analisa diakui berasal dari Malaysia," kata pengamat intelijen Dynno Chressbon saat berbincang lewat telepon, Kamis (13/8/2009).

Tidak hanya Malaysia, Dynno juga menduga, ada sejumlah dana dari negara-negara yang memiliki jaringan dengan Noordin seperti Pakistan dan Afganistan. Ia meyakini, para pendukung gerakan Noordin di negara-negara lain masih banyak.

"Noordin adalah pemimpin yang masih disegani di Malaysia, khususnya di kawasan Asia. Masih banyak juga jaringannya di luar negeri," jelasnya seperti dikutip Yahoo.com.

Sementara itu, pengamat terorisme Wawan Purwanto menilai, satu-satunya cara untuk menghentikan gerakan Noordin adalah dengan memutus sumber dananya. Cara ini dianggap paling efektif karena akan 'membunuh' Noordin secara perlahan.

"Yang harus diputus dananya dulu. Bagaikan darah, kalau kehabisan darah ia pasti mati," jelasnya saat dihubungi.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 68 transaksi mencurigakan yang diduga terkait aksi terorisme di Indonesia. Dana yang mengalir berasal dari dalam dan luar negeri.

DUMAI POS

Sunday, August 16, 2009

Pemecahan Rekor Selam Diiringi Dentuman Meriam

Dua siswa Akademi militer membentangkan spanduk saat pemecahan rekor dunia penyelaman massal di pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (16/8). Rekor dunia penyelaman massal sebelumnya di Maldive tahun 2006 dengan jumlah penyelam 958 orang akhirnya terpecahkan setelah 2465 penyelam ikut serta dalam acara ini. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/09)

16 Agustus 2009, Manado -- Pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara diiringi dengan empat kali dentuman meriam TNI Angkatan Laut (AL).

"Bunyi meriam itu cukup empat kali, karena merupakan pemecahan rekor selam keempat kali di dunia, dan dilakukan di Indonesia," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik.

Ikut serta dalam pemecahan rekor selam di Pantai Malalayang Manado itu Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, Komandan Lantamal Delapan (Danlantamal VIII) Laksamana Pertama TNI Willem Rampangilei, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto, dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.

Wakasal yang tergabung dalam rombongan VIP juga ikut dalam penyelaman dan memberikan semangat pada para penyelam di kedalaman 20 meter, dan baru ke permukaan setelah terdengar bunyi tanda.

Gubernur Sulut yang masuk dalam daftar penyelam VIP mengatakan senang bisa mengikuti pemecahan rekor tersebut.

"Saya ikut dalam penyelaman dan sungguh senang dengan penyelaman ini, karena nama Sulawesi Utara dan Manado terutama Indonesia terangkat ke mata dunia," kata Sarundajang.

Sementara Gubernur Gorontalo Fadel Muhamad yang bersama timnya ikut melakukan penyelaman dan berada di bawah air selama 31 menit memberikan tepuk tangan pada anak buahnya karena berhasil menyelesaikan penyelaman.

Ratusan penyelam duduk di dasar pasir saat pemecahan rekor dunia penyelaman massal. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/09)

Diantara para penyelam tersebut ada juga seorang bocah bernama Kesia Lamudju (9), sebagai peserta termuda dan mampu menyelam hingga di kedalaman 20 meter.

"Saya senang karena menjadi salah satu dari ribuan orang yang ikut dalam pemecahan rekor dunia ini, dan jadi yang termuda dari antara peserta yang hadir," kata Kesia. Pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara diiringi dengan empat kali dentuman meriam TNI Angkatan Laut (AL).

"Bunyi meriam itu cukup empat kali, karena merupakan pemecahan rekor selam keempat kali di dunia, dan dilakukan di Indonesia," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik.

Ikut serta dalam pemecahan rekor selam di Pantai Malalayang Manado itu Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, Komandan Lantamal Delapan (Danlantamal VIII) Laksamana Pertama TNI Willem Rampangilei, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto, dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.

Wakasal yang tergabung dalam rombongan VIP juga ikut dalam penyelaman dan memberikan semangat pada para penyelam di kedalaman 20 meter, dan baru ke permukaan setelah terdengar bunyi tanda.

Gubernur Sulut yang masuk dalam daftar penyelam VIP mengatakan senang bisa mengikuti pemecahan rekor tersebut.

"Saya ikut dalam penyelaman dan sungguh senang dengan penyelaman ini, karena nama Sulawesi Utara dan Manado terutama Indonesia terangkat ke mata dunia," kata Sarundajang.

Sementara Gubernur Gorontalo Fadel Muhamad yang bersama timnya ikut melakukan penyelaman dan berada di bawah air selama 31 menit memberikan tepuk tangan pada anak buahnya karena berhasil menyelesaikan penyelaman.

Diantara para penyelam tersebut ada juga seorang bocah bernama Kesia Lamudju (9), sebagai peserta termuda dan mampu menyelam hingga di kedalaman 20 meter.

"Saya senang karena menjadi salah satu dari ribuan orang yang ikut dalam pemecahan rekor dunia ini, dan jadi yang termuda dari antara peserta yang hadir," kata Kesia.

Sebanyak 2.861 Penyelam Pecahkan Rekor Dunia Di Manado

Sejumlah peserta melakukan penyelaman pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (16/8). Rekor dunia penyelaman massal sebelumnya di Maldive tahun 2006 dengan jumlah penyelam 958 orang akhirnya terpecahkan setelah 2465 penyelam ikut serta dalam acara ini. (Foto: ANTARA/Basrul Haq/Koz/mes/09)

Sebanyak 2.861 penyelam dilibatkan dalam pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Minggu pagi dengan catatan waktu 31 menit.

Tepat pukul 10.00 Wita seluruh penyelam termasuk para partisipan 51 orang dari mancanegara dan 35 VIP sudah berada di laut dan siap melakukan penyelaman di pandu Rudi Hartanto dari atas panggung.

Tiga puluh satu menit kemudian, secara bergelombang semua peserta menyudahi penyelamaman.


"Kita sudah memecahkan rekor hari ini, dan ini sungguh suatu hal yang membanggakan karena sebagai bukti kita negara bahari yang kuat," kata Menteri Perikanan dan Kelautan Fredy Numberi, di Pantai Malalayang Manado, Minggu.

Numberi juga mengatakan ini satu hal yang sangat luar biasa, karena terakhir rekor dunia di Maladewa dipecahkan adalah 979 penyelam, dan sekarang ini dan belum tentu bisa dipecahkan dalam 10 tahun ke depan, jadi ia berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terselenggaranya pemecahan rekor di Manado.

Sementara Lucia Sinogagliesi dari Guinnes Book Record mengatakan rekor yang ditorehkan di pantai Malalayang Manado itu sah, dan menjadi suatu hal yang luar biasa.

"Saya juga sangat senang di situ, karena indah sekali di Manado begitu banyak orang ikut serta hingga memecahkan rekor dunia," Kata Sinogagliesi, dalam sambutannya.

Ia juga minta agar semua peserta yang sudah ikut dalam pemecahan rekor itu, juga bersiap datang untuk Senin pagi, melakukan pemecehana rekor kedua, yaitu upacara di bawah air untuk peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan ke 64 Republik Indonesia.

Sementara Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik mengatakan pemecahan rekor di Indonesia ini adalah yang keempat kali dan merupakan hal yang luar biasa.

ANTARA News