Saturday, October 6, 2012

TNI AD dan PINDAD Kembangkan Senapan Multi Laras

Senapan multi laras 7,62mm. (Foto: Berita HanKam)

6 Oktober 2012, Jakarta: Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) dan PT Pindad mengembangkan prototipe senapan mesin multi laras kaliber 7,62mm.

Berat senapan mesin 90 kg dengan panjang 962, 5 mm dan tinggi 320,3 mm. Senapan mempunyai enam laras yang mampu memuntahkan peluru 2500 butir/menit dengan jarak efektif 1000-1500 m. Sistem pengisian peluru disintegrated link. Senapan digerakan sumber arus DC sebesar 24 volt.

Prototipe dibuat selama dua bulan dan direncanakan uji tembak pada waktu dekat.

Senapan mesin multi laras dapat dipasang di helikopter, kendaraan tempur, atau kapal perang.

@Berita HanKam

CAESAR® Alutsista Terbaru TNI AD

CAESAR® (CAmion Equipé d'un Système d'ARtillerie) alutsista terbaru TNI AD. (Foto: Berita HanKam)

6 Oktober 2012, Jakarta: CAESAR® (CAmion Equipé d'un Système d'ARtillerie) atau truk dipersenjatai dengan sistem artileri adalah howitzer kaliber 155 mm dipasang di truk 6x6, dikembangkan oleh Nexter Systems, Versailles, Perancis sejak 1994.

Harian Perancis La Tribune (18/09/2012) memberitakan, Indonesia telah memesan CAESAR® 37 unit. Angkatan Darat Perancis mengoperasikan 77 unit CAESAR®, Arab Saudi 132 unit dan Thailand 7 unit. India, Malaysia, Denmark dan Polandia berpotensi mengakuisisi CAESAR®.

TNI AD berencana menempatkan CAESAR® di dua batalyon Artileri Medan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

(Foto: Berita HanKam)

Sistem CAESAR® merupakan modernisasi dari penggunaan model roda rantai yang terlalu berat (lebih 30 ton) dan meriam tarik yang lemah dalam kemampuan lintas medan.

Truk Renault Sherpa 10 atau Unimog U2450 dapat digunakan oleh sistem CAESAR®.

CAESAR® yang dipamerkan oleh TNI AD menggunakan truk Renault. Hanya Arab Saudi yang menggunakan Unimog U2450.

Platform Renault dipilih TNI AD untuk sistem CAESAR®. (Foto: Berita HanKam)

Sistem CAESAR® dengan platform Renault mempunyai berat tempur 18 ton menjadikan CAESAR® teringan dikelasnya. CAESAR® mempunyai jarak jelajah 600 km dan dapat diangkut dengan pesawat C-130 Hercules.

Penembakan dengan amunisi standar mampu menjangkau 38 km dan amunisi khusus (VLAP) hingga 55 km dengan akurasi tinggi yang dilengkapi sistem komputer balistik diatas kendaraan dan sistem penjajaran otomatis.

Satu unit sistem CAESAR® mampu membawa 18 butir amunisi menjadikan pelayanan tembakan lebih terjamin.

Dua unit CAESAR® yang dipamerkan dalam Pameran Alutsista TNI AD 2012 di Lapangan Monas, belum diserahkan ke pemerintah Indonesia. Sistem kemudi masih disebelah kiri, akan dilakukan modifikasi sistem kemudi ke sebelah kanan sebelum diserahkan.

(Foto: Berita HanKam)

Spesifikasi Umum:
1. Kaliber: 155 mm
2. Kecepatan tembak: 6 butir/menit
3. Jarak capai maksimal: 38 km (standar), 55 km (khusus)
4. Elevasi: -3 derajat sd 66 derajat
5. Arah samping: 300 mils
6. Jumlah awak: 5 orang
7. Sistem penjajaran otomatis (komputerisasi)
8. Mampu membawa amunisi 18 butir diatas kendaraan
9. Dilengkapi computer balistik Pibak MV Radar dan navigasi INS

Spesifikasi Kendaraan:
1. Dimensi
a. Panjang: 10 m
b. Lebar: 2.55 m
c. Tinggi: 3.7 m
2. Berat tempur: 18 ton
3. Daya jelajah: 600 km
4. Kecepatan: On road 80 km/jam, off road 50 km/jam

@Berita HanKam

Mistral Komodo Akan Memperkuat Arhanud 2014

Ranpur Komodo dipersenjatai rudal Mistral akan diserahkan ke TNI AD pada 2014. (Foto: Berita HanKam)

6 Oktober 2012, Jakarta: Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD akan dipersenjatai rudal Mistral buatan Perancis pada 2014. Mistral telah digunakan TNI AL untuk melindungi kapal perang dari serangan udara.

Mistral dipasang di ranpur Komodo produksi PT. PINDAD. Sistem rudal Mistral yang dibeli oleh TNI AD dari tipe Atlas, dimana penembakan rudal dilakukan oleh seorang prajurit yang duduk di sistem peluncur dan dibantu tiga prajurit.

Sistem peluncur dapat dicopot dari ranpur, jika medan operasi tidak dapat dijangkau oleh ranpur pembawa sistem peluncur.

Sistem peluncur rudal Mistral. (Foto: Berita HanKam)

Peluncuran rudal dipandu oleh radar MCP, dimana mampu mendeteksi sasaran awal 30 km dan menangkap 20 sasaran pada waktu bersamaan. Radar dirancang berkemampuan anti-jamming, penindaan teman atau musuh dan dapat dioperasikan siang dan malam di segala medan serta cuaca. Radar MCP dioperasikan oleh tiga prajurit.

Rudal Mistral mempunyai jarak tembak effektif 6,2 km dan ketinggian 4 km. Kecepatan rudal mencapai 2,5 mach dan diklaim probabilitas melumat sasaran hingga 97%.

Arhanud akan juga dipersenjatai rudal Starstreak jarak tembak effektifnya lebih jauh dari Mistral. Kedua jenis rudal ini akan menggantikan peran rudal RBS-70 dan Rapier dalam menjaga kedaulatan NKRI.

@Berita Hankam