Showing posts with label Bangladesh. Show all posts
Showing posts with label Bangladesh. Show all posts

Monday, February 28, 2011

KSY Bangun 5 Kapal Patroli AL Bangladesh

Kapal patroli AL Bangladesh. (Foto. Bangladesh Navy)

28 Februari 2011, Khulna -- (Berita HanKam): Khulna Shipyard Limited (KSY) membangun lima kapal patroli senilai 2,8 miliar taka dan akan selesaikan Desember 2014. Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina akan meresmikan dimulainya pembangunan kapal pada 5 Maret, menurut sebuah sumber.

Wakil pimpinan KSY, Commander Anisur Rahman Molla, mengatakan KSY pertama kalinya lima kapal patroli modern dibangun di KSY.

Pengerjaan konstruksi telah dilakukan pada Juni 2010, mesin dan peralatan telah diimpor dari Inggris.

Kapal berukuran 50 meter dan lebar 7 meter dengan kecepatan maksimal 20/25 mil per jam, dipersenjatai dua meriam. Bila kapal dibeli dari galangan kapal luar negeri seharga 2 miliar taka.

Pembangunan KSY dimulai 1954 dibawah pengawasan East Pakistan Industrial Development Corporation (EPIDC) dan dukungan teknis Stulcken Sohn (WN Jerman) mengenai rancangan konstruksi fasilitas galangan kapal. KSY diresmikan setelah selesai pembangunan galangan 27 November 1957. Angkatan Laut Bangladesh mengambilalih tanggung jawab KSY 9 Mei 1999, setelah KSY dilanda krisis keuangan.

KSY Limited telah membangun dan merenovasi 650 kapal dan memperbaiki 1800 kapal selama 47 tahun.

Sumber: The Financial Express
© Beritahankam.blogspot

Thursday, September 30, 2010

AL Bangladesh Terima 2 Kapal Patroli Bekas AL Inggris

HMS Leeds Castle-P258 menjadi BNS Dhaleshwari. (Foto: Henry Pattison)

30 September 2010 -- Angkatan Laut Bangladesh menerima kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) bekas pakai AL Inggris yang telah direkondisi di A&P Tyne, Hebburn, South Tyneside.

KASAL Bangladesh Laksamana Madya Zahir Uddin Ahmed menerima kedua kapal yang diberi nama BNS Dhaleshwari (eks HMS Leeds Castle-P258) dan BNS Bijoy (eks HMS Dumbarton Castle- P265), Kamis (23/9) di A&T.

Pengerjaan perbaikan memakan waktu empat bulan, meliputi perbaikan total mesin utama kapal, gearbox, shaft dan motor serta pemasangan generator diesel baru serta krane dek, dilakukan oleh 100 orang pekerja.

Kedua kapal akan berlayar 11.000 mil ke Bangladesh sebelum dioperasikan AL Bangladesh.

The Northern Echo
/Berita HanKam