Showing posts with label Filipina. Show all posts
Showing posts with label Filipina. Show all posts

Monday, May 16, 2011

USGC Hamilton (WHEC 751) Diserahkan ke Filipina

Upacara mempensiunkan USGC Hamilton di San Diego, 28 Maret 2011, setelah beroperasi 44 tahun. (Foto: Petty Officer 2nd Class Sondra-Kay Kneen-Rivera)

16 Mei 2011, California (Berita HanKam): USGC Hamilton (WHEC 751) resmi diserahkan ke pemerintah Filipina oleh Amerika Serikat di Alameda, California, 13 Mei 2011. Kapal diterima oleh Duta Besar Filipina untuk AS Jose Cauisia Jr. mewakili pemerintah sedangkan Kapten Antonion Habulan Atase Pertahanan di Washington, mewakili Angkatan Bersenjata Filipina. USGC Hamilton saat ini berada di fasiltas US Coast Guard di Alameda, California. Kapal akan berlayar ke Filipina menyeberangi Samudera Pasifik pada Agustus tahun ini. Para awak kapal telah berlatih di Amerika Serikat sejak Februari hingga 30 Juni.

Angkatan Bersenjata Filipina mengeluarkan pernyataan resmi bahwa kapal perang akan dioperasikan Angkatan Laut Filipina sebagai “Patriol Frigate”. Nomer lambung kapal PF15 dengan klasifikasi sebagai kapal tempur permukaan dengan kode P, F kode Frigate sedangkan 15 jumlah inventori AL Filipina untuk kapal perang jenis PF.

Pemerintah Filipina mengeluarkan dana pembelian kapal 450 juta peso, dana operasional selama dua tahun diperkirakan 120 juta peso akan ditanggung oleh Kementrian Energi. Karena kapal ditugaskan menjaga keamanan ladang minyak bumi dan kegiatan eksplorasi di Palawan dan Laut Sulu.


USGC Hamilton dipensiunkan 28 Maret 2011 setelah bertugas 44 tahun di Coast Guard. Hamilton berukuran 378 kaki dan lebar 42 kaki, kapal terbesar yang pernah dibangun untuk Coast Guard. Ditenagai dua mesin diesel dan dua turbin gas. Turbin gas mampu menghasilkan 1800 tenaga kuda dan dapat menghasilkan kecepatan hingga 28 knot, sedangkan dua mesin diesel menghasilkan 3500 tenaga kuda dimana menghasilkan kecepatan 17 knot tanpa pengisian bahan bakar sejauh 9600 mil laut.

BRP Gregorio del Pilar (PF-15) akan menjadi kapal perang terbesar yang dimiliki AL Filipina, dipersenjatai meriam Oto Melara 76 mm, dikontrol sistem kontrol penembakan MK92. Serta mempunyai hanggar yang mampu menampung satu helikopter.

Komodor Miguel Jose Rodriguez juru bicara AB Filipina mengatakan Filipina berencana membeli dua kapal kelas Hamilton, sebagai bagian dari modernisasi AL Filipina.

Sumber: Philippine Navy
Berita HanKam

Monday, January 24, 2011

AL Filipina Minati Kapal Bekas Pakai US Coast Guard

Coast Guard Cutter Morgenthau. Morgenthau 378 kaki termasuk kelas Hamilton, mulai dioperasikan sejak 1969. (Foto: U.S. Coast Guard/Petty Officer 3rd Class Cory J. Mendenhall)

24 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Angkatan Laut Filipina mengumumkan, Minggu (23/1), pihaknya sedang mendiskusikan dengan pemerintah Amerika Serikat untuk membeli kapal kelas Hamilton bekas pakai US Coast Guard.

KASAL Filipina Rear Admiral Pama mengatakan kelas Hamilton cutter merupakan kapal terbesar yang digunakan US Coast Guard, setelah kapal pemecah es kelas berat.

“Kami memerlukan kapal ini untuk meningkatkan keamanan ZEE Filipina,” ucap KASAL.

Kapal diharapkan tiba di Manila pada pertengahan tahun ini, menggantikan kapal bendera BRP Raja Humabon.

Juru bicara AL Filipina Kapten Giovanni Carlo Bacordo mengatakan mantan KASAL Rear Admiral Danilo Cortez menginspeksi kapal saat berkunjung ke AS November lalu.

Sumber: AFP

Wednesday, December 29, 2010

AL Filipina Akan Beli 7 Kapal Perang pada 2011


12 Desember 2010 -- Angkatan Laut Filipina berencana mengakuisisi tujuh kapal perang tahun depan guna memperbaiki operasional dan meningkatkan kemampuan angkatan laut.

Kapten Giovanni Bacordo juru bicara AL saat diwawancarai The Philippine Star, mengatakan AL mengajukan pembelian tiga kapal jenis OPV, tiga jenis kapal serbu dan satu Landing Craft Utility (LCU) pada 2011.

Kapal serbu akan digunakan membawa pasukan saat operasi tempur, harga perkapal 89 juta peso. Sedangkan, LCU sebagai sarana angkut pasukan dan logistik dianggarkan 178 juta peso.

Kapal patroli digunakan patroli di fasilitas gas alam lepas pantai Malampaya di Palawan, sedangkan harga kapal belum diketahui.

Saat ini, AL Filipina mempunyai tiga kapal serbu, dua ditempatkan di bagian Barat Mindanao dan satu di Palawan serta tiga LCU, tetapi tidak memiliki OPV.

Pembelian kapal jenis multi-role vessel tergantung pada ketersediaan anggaran, dan masih tetap menjadi prioritas AL. Harga kapal jenis ini diperkirakan 5 milyar peso, sudah direncanakan sejak 2007 tetapi terbentur anggaran. Anggaran AL hampir 70 persen untuk gaji prajurit sedangkan sisanya biaya perawatan dan operasi. Kapal jenis ini dapat digunakan membantu korban bencana alam dan misi kemanusian serta beroperasi ke wilayah yang jauh.

The Philippine Star/Berita HanKam