Showing posts with label Turki. Show all posts
Showing posts with label Turki. Show all posts

Tuesday, July 19, 2011

Kapal Perang Turki Kunjungi Perairan Sumut

Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (kanan) memakaikan kain ulos Batak kepada Komandan Maritim Angkatan Laut Turki Laksamana Sinan Ertugrul (kiri) yang berkunjung ke Medan, Sumut, Senin (18/7). Angkatan Laut Turki tertarik melakukan hubungan kerja sama dalam penanganan bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan lain sebagainya, untuk memperkokoh persahabatan antara rakyat Indonesia dan Turki. (Foto: ANTARA/Septianda Perdana/ss/ama/11)

Kapal perang Turki di bawah pimpinan Rear Admiral Sinan Ertugrul mengunjungi perairan Sumatera Utara dalam rangka menjalin silaturahim dan membuka peluang kerja sama militer.

Hal itu disampaikan Sinan Ertugrul ketika bertemu Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Medan, Senin.

Didampingi Danlantamal I Belawan Kolonel Laut Bambang Soesilo, Admiral Sinan mengatakan, kunjungan ke Sumut bagian dari perjalanan keliling dunia yang dilakukan Angkatan Laut (AL) Turki.

Setelah ke Indonesia, pihaknya akan kembali berlayar ke Malaysia untuk perjalanan selanjutnya.

Setelah mengarungi sejumlah perairan di dunia, pihaknya melihat ada keunikan di perairan Indonesia sehingga menimbulkan ketertarikan.

“Laut di Sumut beda,” katanya tanpa menyebutkan keunikan dan perbedaan tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi menarik tentang berbagai potensi Sumut, baik pariwisata, kehutanan, maupun sumber daya alamnya.

Perwira tinggi AL Turki itu mencontohkan keberadaan Danau Toba yang merupakan danau vulkanik dan berada di atas pegunungan.

“Danau Toba itu unik karena belum ada danau yang berada di atas gunung,” katanya.

Didampingi Atase Pertahanan Turki di Indonesia Kolonel Erdem Kargin, Admiral Sinan juga menyatakan sangat berkeinginan melihat kondisi dan keberadaan hutan di Sumut.

“Salah satu faktor yang paling menarik dari Indonesia adalah keramahtamahan rakyatnya yang diyakini mampu memberikan ketenangan warga dari negara lain. Apalagi di sini mayoritas beragama Islam,” kata Admiral Sinan yang mengaku beragama Islam dan memiliki nama depan Ahmed.

Menangapi hal itu, Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengaku bangga atas penilaian AL Turki terhadap keunikan laut di daerah itu.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas peluang kerja sama militer yang ditawarkan AL Turki.

“Mudah-mudahan kerja sama itu dapat menambah semangat TNI-AL untuk membela NKRI,” katanya.

Gatot menjelaskan, Sumut merupakan daerah yang strategis dengan luas 72.951 kilometer per segi dengan 25 kabupaten dan delapan kota.

Selain Danau Toba, Sumut juga memiliki berbagai potensi pariwisata lainnya yang sangat menarik dan layak untuk dikembangkan.

Ia mencontohkan Pantai Sorake dan pantai lainnya di Kepulauan Nias yang dapat menjadi lokasi berselancar (surfing) yang menarik bagi wisatawan mancanegara.

Kemudian, Sumut juga memiliki berbagai sumber daya alam yang dapat dieksploitasi di antaranya kluster Sei Mangke yang dijalankan sebagai salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sumut yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Indonesia.

Karena itu, pihaknya mengharapkan AL Turki dapat meyakinkan pemerintah di negaranya untuk menanamkan modal di Sumut.

“Mohon diinformasikan ke pemerintah Turki bahwa Sumut mempunyai potensi yang sangat besar,” katanya.

Menanggapi minat AL Turki terhadap hutan Sumut, Gatot Pujo Nugroho menawarkan ekspedisi kehutanan seperti yang dilakukannya bersama Tim Komando Pasukan Khusus (Kopassus) belum lama ini.

“Kami akan menemani seharian,” katanya.

Sebagai provinsi yang bertetangga dengam Aceh, Pemprov Sumut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih karena militer Turki ikut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ketika Aceh mengalami musibah gempa dan tsunami.

“Dengan bantuan itu, warga Aceh sudah menganggap Turki seperti ‘abang kandung’,” kata Gatot.

Sumber: ANTARA News

Saturday, January 22, 2011

AS Tolak Permintaan Turki Beli MQ-9 Reaper

MQ-9 Reaper terbang diatas Lanud Creech saat misi latihan 9 Juni 2009. Skuadron Serang ke-42 di Lanud Creech mengoperasikan MQ-9. (Foto: USAF/ Paul Ridgeway)

22 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Amerika Serikat melarang ekspor sejumlah senjata canggih ke Turki.

Seorang pejabat AS mengatakan pemerintahan Presiden Barack Obama telah menolak permintaan Turki membeli pesawat udara nirawak berikut persenjataannya. Pemerintah memutuskan setelah berkonsultasi dengan Kongres tahun lalu.

Sejauh ini, Senat menolak permintaan Turki membeli puna MQ-9 Reaper. Ankara pertama kali menyampaikan permintaanya akhir 2008. Kongres khawatir hubungan Turki dan Iran. Permintaan pembelian senjata akan menjadi prioritas agenda Ankara dengan Washington pada 2011.

TAI Kenalkan Helikopter Nirawak

Mosquito. (Foto: TRDEFENCE)

Turkish Aerospace Industries (TAI) mempertunjukkan helikopter nirawak, diberi nama Mosquito, diberitakan laman TRDEFENCE, Jumat (21/1). Helikopter sukses terbang setinggi 150 meter pada pengujian perdana.

Mosquito dikembangkan sebagai helikopter pengintai dan taktis tempur, mampu beroperasi hingga radius 150 km. Helikopter dipersenjatai peluncur Cirit. Cirit merupakan roket dipandu laser presisi tinggi, effektif melalap sasaran hingga jarak 8 km.

Mosquito diharapkan dioperasikan AB Turki akhir 2011. Helikopter akan digunakan sebagai pengintai tetapi dapat juga membantu dukungan penembakan pada operasi anti-teroris.

Sumber: World Tribune/TRDEFENCE

Tuesday, January 4, 2011

Puna MALE Anka Terbang Perdana

Anka. (Foto: TAI)

4 Jan 2011 -- (Berita HanKam): Anka, pesawat udara nirawak (PUNA) kelas medium altitude long endurance (MALE) pertama buatan Turki, terbang perdana tanpa publikasi selama 14 menit pada 31 Desember 2010.

Anka pertama kali diperkenalkan oleh Turkish Aerospace Industries, Inc.(TAI) pada 16 Juli 2010.

Bentang sayap 17 meter, berat lepas landas 1600 kg dan mampu beroperasi 24 jam. Pesawat digerakan oleh mesin diesel 155 tenaga kuda.

TAI sedang mengembangkan Anka-B, dapat dipersenjatai roket, rudal anti tank UMTAS atau sistem senjata lainnya tergantung misi yang diemban.

Anka pertama diharapkan dioperasikan AU Turki 2011 diikuti versi bersenjata Anka-B pada 2013.

Sumber: TRDEFENCE/TAI

Turki Teken Pinjaman 2,19 Milyar Euro untuk Biayai Pembelian 6 Kapal Selam

Kapal selam kelas U-214. (Foto: HDW)

3 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Pemerintah Turki meneken perjanjian pinjaman senilai 2,19 milyar euro guna membiayai pembuatan enam kapal selam untuk Angkatan Laut Turki, pinjaman berasal dari dua konsonsium.

Pinjaman kredit ekspor senilai 1,879 milyar euro berasal dari konsorsium dipimpin oleh Bayerische Landesbank dan pinjaman komersial 309 juta dari konsorsium dipimpin WestLB cabang London.

Turki dan perusahaan Jerman HDW meneken kontrak pembuatan enam kapal selam diesel kelas U-214.

Komite Eksekutif Industri Pertahanan memilih HDW dan menyingkirkan perusahaan Perancis DCNS dan Spanyol Navantia S.A dalam tender pada musim panas 2008.

Navantia S.A menawarkan kapal selam S-80A, hanya satu kapal selam sedang dibangun dan belum diluncurkan. AL Turki tidak mau mengambil resiko memilih disain dan kapal belum teruji.

DCNS menawarkan Scorpene, sukses diekspor dibandingkan S-80A, dipilih oleh Chile, Malaysia dan India. Scorpene dirancang tanpa AIP, Malaysia dan India memilih memasang AIP dengan memotong badan kapal selam menjadi dua dan memasang modul AIP. DCNS tidak dapat menunjukkan Scorpene bekerja dengan kemampuan AIP. Scorpene milik AL Malaysia dikabarkan bermasalah sedangkan pembangunan Scorpene AL India menghadapi banyak kendala, India berusaha meminta kompensasi.

Kapal selam kelas U-214 dipilih teruji bekerja dengan kemampuan AIP dan mempunyai delapan tabung torpedo.

Sejumlah perusahaan Turki memasok perangkat keras dan lunak kapal selam.

Program kapal selam merupakan program kedua terbesar dalam proyek modernisasi pertahanan Turki, setelah rencana pembelian sedikitnya 100 jet tempur siluman F-35 Joint Strike Fighter Lightning II senilai 11 milyar dolar.

Ankara berharap kapal selam dapat dioperasikan pada 2015, gantikan kapal selam kelas Atilay yang telah beroperasi 39 tahun.

Sumber: Hürriyet Daily News

Monday, December 20, 2010

RMK Marine Luncurkan Kapal Kedua untuk Penjaga Pantai Turki

(Foto: RMK Marine)

20 Desember 2010 -- RMK Marine salah satu afiliasi Koç Holding meluncurkan kapal penjaga pantai kedua Turki, Jumat (17/12) di Teluk Tuzla, Istanbul.

RMK Marine akan membangun dua kapal tambahan hingga total kontrak dengan AL Turki mencapai 360 juta euro. Kapal ketiga diluncurkan pada 2011 dan keempat 2012.

Kapal diberinama Güven, kapal perang terbesar kedua dibangun oleh perusahaan swasta Turki menurut pimpinan kehormatan Koç Holding Rahmi Koç.

Menteri Pertahanan Turki Vecdi Gönül mengatakan saat peresmian, Turki mampu memproduksi 70 persen kebutuhan industri pertahanan maritime. Hampir 30 persen kebutuhan, terutama mesin, dicukupi dari impor, ucap Gönül. “Turki akan memenuhi kebutuhan angkatan laut sekarang ini dengan peluncuran proyek baru oleh Kemhan,“ tambah beliau.

Turki merencanakan meningkatkan nilai ekspor kapal perang 1 milyar dolar ungkap Gönül.
RMK Marine mampu membangun kapal hingga 30,000 DWT, telah mengekspor produknya ke Denmark, Perancis, Belanda, Italia, Norwegia, Spanyol, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.

Tahun lalu, RMK Marine meluncurkan Dost kapal rescue terbesar pertama dibangun perusahaan swasta Turki.

Hurriyet Daily News and Economic Review
/Berita HanKam

Sunday, December 19, 2010

Turki Batal Gabung Kembangkan Jet Tempur KF-X

F-35JSF. Turki akan membeli 100 F-35 senilai 15 milyar dolar. (Foto: Lockheed Martin)

19 Desember 2010 -- Pemerintah Turki memutuskan akan mengembangkan dan membangun pesawat tempur generasi baru sendiri atau bekerja sama dengan negara lain diumumkan Menteri Pertahanan Turki Vecdi Gonul, Kamis (16/12) diberitakan harian Turki Hurriyet Daily News & Economic Review.

Gonul mengatakan setelah selesai rapat Komite Eksekutif Industri Pertahanan, guna memutuskan memulai pembicaraan dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengenai konsep jet tempur dan jet latih yang akan dibuat setelah tahun 2020.

Anggota komite Menhan Turki Gonul, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, KASAU Isik Kosaner dan Kepala Procurement Murad Bayar.

Turki menampik penawaran jet tempur Eurofighter Typhoon dikatakan Gonul.

Kerjasama pengembangan jet tempur KF-X dengan Korsel-Indonesia masih dimungkinkan, meskipun kemungkinannya sangat tipis. Turki menginginkan kesetaraan dalam kerjasama pengembangan jet tempur, tetapi Korsel sepertinya tidak menyetujui permintaan Turki.

Turki memutuskan membeli 100 F-35 JSF senilai 15 milyar dolar. Sejumlah perusahaan Turki menjadi anggota konsorsium Joint Strike Fighter, sembilan negara tergabung dalam konsorsium. Turki menerima juga 30 F-16 Block 50 dari Lockheed Martin.

Jet tempur baru buatan lokal gantikan F-4E, akan dioperasikan bersama F-16 dan F-35. AU Turki salah satu operator F-16 terbesar, total 240 F-16C/D Block 30/40/50 serta salah satu negara dari lima negara diberi lisensi pembuatan F-16.

Hurriyet Daily News & Economic Review/Berita HanKam

Wednesday, December 15, 2010

Otokar Bukukan Penjualan 40 Juta Dolar Dalam Satu Bulan

Otokar. (Foto: Otokar)

15 Desember 2010 -- Perusahaan industri pertahanan Turki Otokar meneken kontrak penjualan kendaraan militer senilai 30 juta dolar dengan negara asing, meningkatkan nilai ekspor bulan Desember lebih 40 juta dolar, diumumkan perusahaan, Selasa (14/12).

Otokar akan mengirimkan kendaraan lapis baja taktis Cobra 4x4 berbagai variasi berikut suku cadang dan pelatihan. Pengiriman dijadwalkan dalam 6 bulan.

Awal Desember, Otokar mendapatkan kontrak senilai 10,6 juta dolar penjualan kendaraan lapis baja beroda ARMA 6X6 berikut suku cadang dan pelatihan. Ranpur direncanakan selesai dikirimkan dalam 15 bulan.

Otokar sukses di Turki dan internasional membuktikan Otokar menjadi merek dunia, ucap general manager Otokar Serdar Görgüç.

“Kami percaya pemesanan terbaru kendaraan lapis baja dan kendaraan taktis beroda, dirancang dan diproduksi sepenuhnya oleh Otokar, akan memperkuat posisi industri pertahanan Turki di pasar global,” ungkap Görgüç.

Keberhasilan ranpur Otokar pada misi NATO dan PBB memberikan kontribusi besar pada ekspor, tambah Görgüç.

Otokar saat ini sedang mengembangkan MBT lokal pertama dibawah program Altay.

Hurriyet Daily News
/Berita HanKam

Sunday, November 7, 2010

Korvet Pertama Proyek Milgem Segera Selesai

TCG Heybeliada (F-511). (Foto: trdefence)

08 November 2010 -- Korvet pertama kelas Ada Angkatan Laut Turki TCG Heybeliada (F-511) yang dibangun di galangan kapal AL Turki Golcuk dekat Istanbul mendekati penyelesaian pemasangan sensor, persenjataan dan instrumen lainnya oleh para teknisi Turki.

Korvet kedua TCG Buyukada (F-512) dalam pengerjaan di galangan kapal yang sama.

Pemerintah Turki berencana membangun 12 korvet kelas Alda untuk AL Turki dibawah proyek Milgem (Milli Gemi atau kapal nasional) pada 8 Maret 2004, serta mengekspor ke negara anggota NATO atau bukan anggota NATO, seperti Pakistan tertarik mengakuisisi. Hampir 60 perusahaan Turki terlibat dalam perancangan dan konstruksi kapal.

Korvet kelas Ada dirancang sebagai pemburu kapal selam dan kapal pertama dilengkapi radar canggih buatan TUBITAK (Turkish Scientific and Technologic Research Foundation) dan ARMERKOM, untuk peperangan anti kapal selam dipersenjatai peluncur torpedo, subroc (submarine rocket, bom serta satu helikopter anti kapal selam. Sedangkan, untuk peperangan permukaan dibekali delapan peluncur rudal Harpoon, sepucuk meriam 76 mm, 21 sel peluncur rudal RAM dan dua senapan mesin dikendali secara otomatis

Korvet mampu melacak sasaran hingga radius 250 km dengan radar 3D SMART-S Mk2 buatan Thales. Kapal mampu menampung hingga 118 personil, termasuk para awak kapal.

TCG Heybeliada diharapkan beroperasi 23 April, setelah sukses uji pelayaran pada kwartal pertama 2011.

TRDEFENCE/Berita HanKam

Saturday, October 30, 2010

AU Turki Segera Operasikan KT-1

KT-1. (Foto: KAI)

30 Oktober 2010 -- Angkatan Udara Turki segera mengganti pesawat latih Cessna T-37 dengan Korean Aerospace Industries KT-1 bulan depan. Saat ini, pesawat KT-1 AU Turki sedang melakukan uji penerbangan.

Ankara meneken kontrak pembelian 40 KT-1 pada Juni 2007, lima pesawat pertama akan dikerjakan seluruhnya di KAI. Sedangkan sisanya akan diproduksi berdasarkan lisensi oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) di Akinci.

Tiga pesawat batch pertama yang sedang diuji terbang oleh TAI, akan diserahkan ke AU Turki akhir November, diumumkan KAI.

Turki sedang bernegosiasi dengan KAI untuk membatalkan pembelian 15 KT-1.

TAI berencana mempertunjukan pesawat latih dasar Hurkus buatan dalam negeri pada Januari. Pesawat ditenagai turboprop diharapkan terbang perdana akhir 2011.

TRDEFENCE
/Berita HanKam