Saturday, April 30, 2011

Pesawat Tempur Buatan Brazil Tiba pada 2012

Super Tucano. (Foto: Embraer)

29 April 2011, Malang (ANTARA News): Sebanyak 16 pesawat tempur jenis Super Tucano EMB - 314 buatan Brasil, segera melengkapi alutista (persenjataan) Indonesia pada awal tahun 2012.

Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Syufaat, saat kunjungan kerja ke Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdurachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.

Kepastian datangnya pesawat itu pada tahun 2012, setelah pihak Markas Besar TNI AU melakukan tanda tangan "Letter of Credit" untuk pembelian total 16 pesawat jenis itu.

"Dalam tanda tangan Letter of Credit itu, sudah termasuk masa pelatihan bagi mekanik dan penerbang kita," katanya.

Ia menjelaskan, kedatangan pesawat Super Tucano akan dilakukan secara bertahap dan dimulai awal tahun 2012.

"Nilai kontrak pembeliannya sekitar 260 juta dolar AS dan saat ini tugas kita adalah mempersiapkan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas bangunan seperti shelter, hanggar dan ruangan kantor," katanya.

Pesawat itu memiliki kemampuan yang paling unggul dibandingkan dengan jenis pesawat tempur lainnya.

"Amerika saja juga memilih Super Tucano untuk memperkuat kekuatan udaranya, namun saat ini masih terkendala kebijakan politik negara tersebut," katanya.

Sebelumnya, dilakukannya pemesanan pesawat itu akibat pesawat jenis OV-10F Bronco yang dimiliki Indonesia dinyatakan "grounded" (masuk karantina).

"Rencananya, pesawat Super Tucano akan digunakan misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat, sebab pesawat ini memiliki keunggulan close air support udara ke darat dari jarak dekat," katanya.

Sementara itu, pesawat Super Tucano juga memiliki mesin tunggal buatan Empresa Braziliera de Aeronautica, Brazil, dan memiliki kemampuan menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Pesawat tempur itu tidak hanya sebagai pesawat latih, namun juga memiliki kemampuan untuk misi penghancuran oleh pesawat tempur lainnya.

Sumber: ANTARA News

Jet Tempur AS, Rusia, Swedia Tersingkir dari MMRCA

MiG-35 tersingkir dari kontes MMRCA. (Foto: Migavia)

30 April 2011, Moskow (Berita HanKam): Rusia mengumumkan India mengeluarkan jet tempur MiG-35 dari kontestan tender pengadaan 126 jet tempur senilai 12 milyar dolar dalam program Indian Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA), Jumat (29/4).

Juru bicara Rosoboronexport mengatakan India telah menginformasikan pada Rusia mengenai keputusan tersebut awal minggu ini. Ditambahkannya, India tidak menyebutkan alasan tersingkirnya MiG-35 dari kontes.

Duta Besa Amerika Serikat untuk India Timothy J. Roemer mengatakan Washington sangat kecewa dimana Lockheed Martin F-16 dan Boeing F/A-18 Super Hornet ditolak, Kamis (28/4).

Saab AB mengumumkan juga telah menerima pemberitahuaan dari India, Gripen tidak tercatat lagi sebagai kontestan MMRCA, Rabu (27/4).

India tidak mengeluarkan pengumuman resmi peserta tender MMRCA yang masih bertahan. Pemerintah Amerika Serikat dan Rusia memperkirakan Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon masih tercatat peserta tender.

Rusia berharap India membeli MiG-35, merupakan versi mutakhir MiG-29 yang dirancang pada era Sovyet. India telah membeli MiG-29 versi maritim, akan ditempatkan di kapal induk INS Vikramaditya (eks RFS Admiral Gorshkov).

Rusia dan India meneken kontrak produksi bersama jet tempur siluman generasi kelima hampir senilai 30 milyar dolar pada Desember lalu.

Sumber: AFP
Berita HanKam

Friday, April 29, 2011

KRI Frans Kaisiepo-368 Melaksanakan Latihan Boarding Exercise

Tim VBSS KRI Fans Kaisiepo-368 Melakukan Pengejaran Pada Kapal FGS Hyaene P6130 Yang dicuruigai Membawa Sejata Ilegal Saat Latihan Boarding Exercise di Zone 1 Center Lebanon, (29/04).

29 April 2011, Beirut (Dispenarmatim): Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan Units/unsur yang tergabung dalam Maritime Task Force/UNIFIL sesuai dengan mandat yang tertuang dalam UNSCR (United Nations Resolution Council Resolution) 1701 dan 1937 (perbaruan Resolusi 1884) yaitu mencegah masuknya senjata illegal dan bahan terkait lainya ke Lebanon serta memberikan berbagai latihan kepada LAF- Navy, maka perlu diadakan berbagai latihan baik dengan LAF-N maupun sesame Unsur MTF, salah satunya seperti Boarding Exercise atau VBSS (Visit, Boarding, Search, and Seazure).

Setelah melaksanakan pemantapan prosedur VBSS (Visit, Boarding, Search and Seazure) pada tanggal 25 April 2011, Tim VBSS (Visit, Boarding, Search, and Seazure) KRI Fans Kaisiepo-368 melaksanakan latihan pemeriksaan senjata illegal dengan skenario FGS Hyaene P6130 sebagai kapal yang dicurigai (suspected ship). Pada latihan tersebut Komandan FGS Hyaene P6130 memainkan peran langsung sebagai nahkoda kapal dengan dibantu tiga orang anggotanya dengan menjalankan realistic scenario sebagai kapal yang dicurigai (suspected ship).

Pada latihan pemeriksaan kapal tersebut ditemukan 2 pucuk senjata laras panjang AK-47dan senjata tajam lainya yang disembunyikan di ruang mesin.



Latihan pemeriksaan kapal yang dilaksanakan di Zone 1 Center tersebut bertujuan memelihara dan meningkatkan kemampuan tim VBSS (Visit, Boarding, Search, and Seazure) KRI Frans Kaisiepo-368 dalam rangka melaksanakan MIO (Maritime Interdiction Operation) sesuai mandat yang tertuang dalam UNSCR (United Nations Resolution Council Resolution) 1701, bila sewaktu-waktu aksi ini diperlukan terutama pemeriksaan terhadap kontak permukaan sebagai “suspected vessel” (terdapat di dalam Abakus List) dan berada di Lebanon Teritorial Waters serta atas permintaan LAF-Navy. Pada pelaksanaan VBSS (Visit, Boarding, Search, and Seazure) harus didampingi Perwira/personel LAF-Navy dan dilaksanakan oleh Flag ship/ MIO Cdr atas persetujuan dari CTF.448.Demikian yang dijelaskan oleh Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 selaku Komandan Satgas Maritime Task Force Konga XXVIII-B/UNIFIL, Letkol Laut (P) Wasis Priyono, ST.

Sumber: Dispenarmatim