Monday, December 6, 2010

Panglima TNI Tekankan Pentingnya Pertahanan Semesta


05 Desember 2010, Kutai Timur -- Dukungan pemerintah daerah terhadap latihan militer yang dilakukan TNI dinilai sangat penting. Hal ini diungkapkan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Minggu (5/12) di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Hal ini dikatakan Panglima TNI dalam pertemuan dengan kepala daerah di Pendopo Kabupaten Kutai Timur. "Ini memperlihatkan pentingnya sistem pertahanan semesta," ungkap Panglima.

Agus Suhartono sendiri dijadwalkan akan menyaksikan langsung latihan militer yang digelar di Sangatta, Kaltim. Latihan ini melibatkan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang melakukan perang darat, laut dan udara dalam Geladi Lapangan PPRC TNI Siaga Kilat XXVII Tahun 2010.

Latihan ini melibatkan satu batalion lintas udara dan amphibi. Skenario latihan serangan ini adalah merebut tiga titik vital di kawasan Kalimantan Timur, yakni Bukit Pelangi, Kawasan Sangatta Timur, dan Bandara Tanjung Bara.

PPRC memulai serangan dengan infiltrasi penerjunan malam hari. 32 penerjun Kelompok Depan Daerah Operasi Linud (KDOL) melakukan pembersihan daerah penerjunan dan pendaratan serangan amphibi. Enam pesawat Hercules dikerahkan untuk menurunkan penerjun dalam serangan udara. Pesawat jenis Hawk akan melakukan pembersihan kawasan penerjunan.

PPRC juga melakukan serangan melalu laut dengan sejumlah kendaraan amphibi. Kedua serangan ini akan berlanjut dengan serangan darat. Serangan gabungan ini berlanjut dengan koordinasi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) Mulawarman. Latihan ini telah digelar pada 22 November sampai dengan 13 Desember 2010.

MI.com

Tempur Laut Kopaska Masuk Kategori Terbaik Dunia

05 Desember 2010, Surabaya -- Sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melakukan parameter tempur saat latihan Operasi Rawa di lingkungan Koarmatim, Ujung, Surabaya, Minggu (5/12). Di Hari Armada Ke-65, prajurit TNI AL terus melakukan pembenahan kedalam sesuai semangat baru TNI AL, yaitu Kehormatan , Kejujuran, Dedikasi , Loyalitas, Profesionalisme, dan Keberanian. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/pd/10)

6 Desember 2010, Jakarta -- Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksma TNI Herry Setianegara yakin, kemampuan pasukan khusus peperangan laut Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL relatif lebih baik apabila dibandingkan kemampuan peperangan laut pasukan tempur Amerika Serikat maupun beberapa negara di Eropa, seperti Australia.

Doktrin mempertahankan NKRI telah melahirkan semangat nasionalisme prajurit sehingga mendorong kemampuan tempur. "Secara individu maupun tim, kemampuan pasukan kita masih lebih dibandingkan dengan AS," ujar Herry kepada Suara Karya di Jakarta, Sabtu (4/12).

Namun, ia tak memungkiri bahwa kemampuan tempur Kopaska masih harus didukung kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) canggih dan berteknologi tinggi. Dalam beberapa sesi latihan, senjata pendukung tempur prajurit Kopaska kalah canggih dibandingkan alutsista dan teknologi komunikasi US Navy Seal.

"Profesional prajurit secara individu, Kopaska masih lebih baik. Doktrin Kopaska sangat kuat. Namun, kalau bicara soal teknologi komunikasi dan alutsista, US Navy masih lebih baik," ujar Herry.



Sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melakukan parameter tempur saat latihan Operasi Rawa. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/pd/10)

Sehari sebelumnya, Panglima Komando Armada RI kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Hari Bowo melalui Kasarmabar menutup latihan peperangan laut Flash Iron 11-01 JCET Kopaska bersama US Navy Seal di Markas Kopaska Pondok Dayung, Jakarta. Latihan berlangsung 26 hari, mulai 8 Nopember - 3 Desember 2010 di Jakarta Utara, Pondok Cabe, Perairan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu (Pulau Wanara dan Pulau Edam).

Pangarmabar menjelaskan, Flash Iron 11-01 JCET dalam rangka pengembangan teknik dan taktik peperangan laut yang telah menjadi tugas pokok dari satuan angkatan laut.

Ia menambahkan, latihan bersama Kopaska dan US Navy Seal punya pengaruh strategis dalam lingkungan pergaulan internasional. Pasukan khusus laut kedua negara siap diterjunkan untuk menangkal teror yang terjadi di laut internasional.

Suara Karya

Saturday, December 4, 2010

Rusia Beli Ranpur Ringan dari Iveco Italia

VTLM Lince (Lynx). (Foto: DID)

04 Desember 2010 -- Rusia akan membeli 10 unit Lynx light multi-role armored vehicles (LMV) dari perusahaan Italia Iveco, ungkap Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov, Jumat (3/12).

Rusia merencanakan berkerjasama perakitan LMV di Rusia setelah membeli, tambah Serdyukov.

Menhan Italia Ignazio La Russa menegaskan Italia siap melakukan alih teknologi produksi LMV di Rusia dan dilanjutkan menjual ke negara-negara CIS, ucap Irina Kovalchuk sekretaris pres kantor Kemhan Rusia.

Sumber di industri pertahanan Rusia, Agustus lalu, mengatakan perakitan LMV berdasarkan lisensi dilakukan di industri otomotif KamAZ di Naberezhnye Chelny.

Pada 10 Maret 2010, Kemhan Rusia melalui juru bicaranya Kolonel Alexey Kuznetsov membantah pemberitaan media Rusia dan Italia, Rusia berencana membeli hingga 1000 LMV dari Iveco.

LMV Italia telah digunakan di Iraq, Afghanistan dan misi NATO lainnya, dimana kinerjanya sangat mengagumkan. Kendaraan tidak hancur berkeping-keping meskipun terkena peledak jenis improvised explosive device (IED).

Rusia telah membeli persenjataan dari negara Barat guna memodernisasi angkatan bersejatanya.

VTLM Lince (Lynx) Terkena Ledakan IED di Afghanistan





Meskipun terkena ledakan IED di Afghanistan, VTLM Lince (Lynx) tidak hancur berkeping-keping. (Foto: Istimewa)

RIA Novosti/Berita HanKam