Thursday, May 13, 2010

Tugas Komando Utama Operasi TNI Berdasarkan Perpres RI No 10 Tahun 2009 Tentang Susunan Organisasi TNI

Komando Utama Operasi (Kotama Ops) adalah kekuatan TNI yang terpusat yang berada di bawah komando Panglima.

1. Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dipimpin oleh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) yang berkedudukan di bawah
dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Pangkohanudnas dibantu oleh Kepala Staf Kohanudnas disingkat Kas Kohanudnas dan Panglima Komando Sektor Kohanudnas (Pangkosek Kohanudnas)

Bertugas:
Menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan terpadu atas wilayah udara nasional secara mandiri ataupun bekerja sama dengan Komando Utama Operasional lainnya dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan serta kepentingan lain dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyelenggarakan pembinaan administrasi dan
kesiapan operasi unsur-unsur Hanud TNI Angkatan Udara dan melaksanakan siaga operasi untuk unsur-unsur Hanud dalam jajarannya dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

2. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) dipimpin oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Pangkogabwilhan dibantu oleh Kepala Staf Kogabwilhan (Kas Kogabwilhan) dan Asisten Pangkogabwilhan.

Bertugas:
Sebagai penindak awal bila terjadi konflik di wilayahnya baik untuk OMP maupun OMSP dan sebagai kekuatan penangkal bila terjadi ancaman dari luar sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

3. Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) dipimpin oleh Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Pangkostrad dibantu oleh Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad), Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) serta Kepala Staf Divisi Infanteri (Kasdivif).

Kostrad adalah Kotama Ops yang bertugas menyelenggarakan operasi pertahanan keamanan tingkat strategis sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

4. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dipimpin oleh Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Danjen Kopassus dibantu oleh Wakil Danjen Kopassus (Wadanjen Kopassus).

Kopassus adalah Kotama Ops yang bertugas menyelenggarakan operasi komando, operasi sandi yudha, dan operasi penanggulangan teror sesuai dengan kebijakan Panglima TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI. Menyelenggarakan operasi komando, operasi sandi yudha, dan operasi penanggulangan teror sesuai dengan kebijakan Panglima TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

5. Komando Daerah Militer (Kodam) dipimpin oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Pangdam dibantu oleh Kepala Staf Kodam disingkat Kasdam.

Kodam adalah Kotama Ops yang bertugas pokok menyelenggarakan operasi pertahanan dan keamanan negara matra darat di wilayahnya, dalam rangka pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

6. Komando Armada dipimpin oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Pangkoarmada dibantu oleh Kepala Staf Komando Armada (Kas Koarmada), Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla), dan Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla), serta Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal).

Koarmada adalah Kotama Ops yang bertugas menyelenggarakan operasi intelijen maritim guna mendukung pelaksanaan operasi laut, menyelenggarakan operasi tempur laut dalam rangka OMP baik operasi gabungan maupun mandiri, menyelenggarakan OMSP baik berupa operasi laut seharihari maupun operasi keamanan laut di wilayahnya sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

7. Komando Lintas Laut Militer dipimpin oleh Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Pangkolinlamil dibantu oleh Kepala Staf Kolinlamil (KasKolinlamil).

Kolinlamil adalah Kotama Ops yang bertugas menyelenggarakan operasi angkutan laut TNI baik dalam rangka OMP maupun OMSP dan bantuan angkutan laut sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

8. Komando Operasional TNI Angkatan Udara dipimpin oleh Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Pangkoopsau dibantu oleh Kepala Staf Koopsau (Kas Koopsau) dan Komandan Pangkalan Udara Tipe A (Dan Lanud Tipe A).

Koopsau adalah Kotama Ops yang bertugas melaksanakan operasi-operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan negara di udara, mendukung penegakan kedaulatan negara di darat dan di laut di wilayahnya sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

Sumber: PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI TENTARA NASIONAL INDONESIA

@beritahankam

TNI Bangun 32 Jembatan di Desa Perbatasan

(Foto: matanews)

12 Mei 2010, Sambas -- TNI melalui gerakan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), telah mengupayakan pembangunan di Desa Temajok, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Maklum, Temajok merupakan desa paling ujung yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sambas, Tufitriandi mengatakan pembenahan wilayah ujung Kecamatan Paloh, Desa Temajok itu, memang tak memulu dari Pemkab.

"TNI sedang membangun 32 jembatan di desa itu, serta membuat jalan sepanjang 36 km. Saat ini TNI AU dan AD ada di sana, melakukan pra TMMD," terang Sekda Tufitriandi, Rabu (12/5/10).

Selama dua pekan bulan ini, TNI melakukan pra TMMD. Wujudnya membenahi fasilitas sosial seperti rumah ibadah, sekolah, fasilitas olahraga serta sara publik lainnya.

Puncak kegiatan sendiri, dilakukan pada Juni mendatang, TMMD akan melakukan kegiatan selama sebulan penuh.

Tribunnews

Boeing Delivers Modernised High Frequency Communications System for Australia


BRISBANE, Queensland, May 13, 2010 -- Boeing Defence Australia, a wholly owned subsidiary of The Boeing Company [NYSE: BA], has announced that the Modernised High Frequency Communications System (MHFCS) has completed testing and been introduced into service with the Australian Defence Force (ADF).

Australia's Defence Materiel Organisation granted Final System Acceptance on behalf of the Commonwealth of Australia. In a news release issued May 12, the Hon. Greg Combet, Minister of Defence Materiel and Science, said the milestone "represents a significant achievement in the modernisation of Defence's high frequency communications capability.

"The purpose of the HFMod [High Frequency Modernisation] is to provide the ADF with a secure, cost-effective information exchange capability for the command and control of deployed forces as a primary survivable system and as a parallel system to satellite communications," Combet added.

Steve Parker, Boeing vice president and general manager for Network & Space Systems – Australia, said, "I am very pleased with Minister Combet's recognition of Boeing's performance on the High Frequency Modernisation project. Since late 2008, Boeing has achieved every milestone on or ahead of schedule, and we remain on track to complete all activities necessary to achieve the formal 'project complete' signoff next month."

Developed under Joint Project 2043, the MHFCS has been independently recognized as the world's most advanced high-frequency communications system due to its levels of automation and performance, long range and clarity, traffic volume and connection speed.

"The MHFCS automates many of the tasks required to establish and maintain long-range communication channels, giving it the capacity to change high-frequency communications on a global scale," said Steve Hudson, Boeing project manager, High Frequency Modernisation.

Boeing plans to market the MHFCS internationally and is discussing the system with several potential customers.

Boeing Defence Australia, a wholly owned subsidiary of The Boeing Company and a business unit of Boeing Defense, Space & Security, is a leading Australian aerospace enterprise. With a world-class team of more than 1,500 employees at 14 locations throughout Australia and two international sites, Boeing Defence Australia supports some of the largest and most complex defense projects in Australia.

A unit of The Boeing Company, Boeing Defense, Space & Security is one of the world's largest defense, space and security businesses specializing in innovative and capabilities-driven customer solutions, and the world's largest and most versatile manufacturer of military aircraft. Headquartered in St. Louis, Boeing Defense, Space & Security is a $34 billion business with 68,000 employees worldwide.

# # #

More information on the MHFCS is available here.

Contact:

Sarah Wills
Boeing Defence Australia
+61 7-3306-3132
sarah.e.wills@boeing.com

Fiona Tristram
Boeing Defence Australia
+61 7-3306-3790
fiona.l.tristram@boeing.com