Tuesday, May 4, 2010

7 KRI Amankan Karang Unarang

Dua pelajar memegang bendera merah putih dengan latar belakang KRI Sultan Iskandar Muda 367 melakukan patroli saat Operasi Trisila di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Sabtu (1/5). Operasi yang dilakukan oleh TNI AL Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan laut dari tindak ilegal dan pelanggaran di laut. (Foto: ANTARA/Basrul Haq/Koz/mes/10)

04 Mei 2010, Makassar -– Perairan Karang Unarang,Kalimantan Timur (Kaltim), yang merupakan perbatasan langsung antara Indonesia-Malaysia hingga kini masih mendapatkan pengamanan penuh dari TNI Angkatan Laut (AL).

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Among Margono menyatakan, wilayah perairan tersebut hingga sekarang ini masih rawan terjadinya pelanggaran perbatasan yang dilakukan oleh kapal-kapal asal Malaysia. “Karena itu, hingga sekarang kami fokus di Karang Unarang dengan menempatkan tujuh sekaligus KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) dan tidak meninggalkannya sedetik pun,” ungkap Among saat berkunjung di Markas Lantamal VI Makassar, kemarin.

Jenderal TNI AL ini mengungkapkan, operasi yang digalakkan di perairan Karang Unarang tersebut masing-masing Operasi Galak Sakti dan Operasi Trisula di mana khusus untuk mengamankan Karang Unarang dan wilayah perairan terluar NKRI. “Kalau memang ada pelanggaran laut, kami harus tegas dan melakukan penindakan.Kami juga kerap melakukan operasi bersama negara tetangga,” katanya kepada wartawan.

Begitu pun dengan perairan Ambalat yang hingga saat ini masih terus menjadi pro-kontra antara Indonesia dan Malaysia. Among Margono menjelaskan, meski sekarang ini intensitas pelanggaran sudah mulai menurun, hal tersebut tidak menyurutkan TNI AL untuk keluar dari perairan tersebut. “Ambalat sejak enam bulan terakhir menurun sekali jumlah pelanggarannya. Beberapa hari lalu memang ada pesawat asal Malaysia yang melintas di atas perairan itu.Namun,untuk di laut sudah menurun,”pungkas jebolan AAL tahun 1978 ini.

Kehadiran Pangarmatim Among Margono di Makassar dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja di Lantamal VI. Dia didampingi oleh Dewi Ediwati Among Margono selaku Ketua Daerah Jalasenastri Armatim dan Asisten Perencanaan (Asrena) Pangarmatim Kolonel Laut (P) Putu Wijaya.

Kegiatan kunjungan kerja Pangarmatim meliputi tatap muka dengan seluruh anggota Lantamal VI di Gedung Hasanudin Mako Lantamal VI, meninjau fasilitas Rumah sakit Jala Ammari, Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi Makassar), dan Fasharkan Makassar. Sementara itu, kegiatan Dewi Ediwati Among Margono selaku Pembina Daerah Timur Yayasan Hang Tuah (YHT),melaksanakan kunjungan ke Yayasan Hang Tuah dengan memberikan bingkisan kepada guru dan siswa TK Hang Tuah.

Dalam kesempatan itu, Pangarmatim berjanji akan menambah armada KRI di Lantamal VI jika kondisi dan situasi di lapangan tidak memungkinkan lagi dengan dua KRI yang dimilikinya. Menurut dia,KRI tersebut bisa ditarik dari Surabaya dan ditempatkan di Makassar.

SINDO

AD Iran Terima Helikopter Tempur Buatan Dalam Negeri

Barisan helikopter baru Toofan. (Foto: FARS)

04 Mei 2010 -- Angkatan Darat Iran menerima 10 helikopter tempur Toofan, dirancang berdasarkan helikopter buatan Amerika Serikat Bell AH-1J Sea Cobra.

Toofan bermesin kembar dipersenjatai kanon tipe Gatling 20 mm serta dua peluncur roket 70 mm 19 tabung.

Iran mengembangkan berbagai jenis persenjataan setelah di embargo oleh Amerika Serikat.

Saat Shah Reza Pahlevi berkuasa, Iran merupakan sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah. Iran mendapatkan alutsista tercanggih, menjadikan AB Iran termodern dan terkuat di kawasan Tim-Teng.




@beritahankam

Pangdam: Pendidikan Infantri Jadikan Prajurit Profesional


03 Mei 2010, Denpasar -- Pangdam IX Udayana Brigjen TNI Rachmat Budiyanto menegaskan, pendidikan kecabangan infantri sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan pengabdian sebagai prajurit infantri yang profesional.

"Setiap siswa untuk bisa menjadi prajurit yang profesional harus menguasai kemampuan dasar militer antara lain, menembak, ilmu medan peta, kompas dan pertempuran jarak dekat," tegas Pangdam dalam sambutan tertulis dibacakan Danrindam IX Udayana Kol. Infantri Maryono di Lapangan Secata A Rindam IX Udayana Kubujati Singaraja, 80 km utara Denpasar, Senin.

Pada pembukaan pendidikan pertama Tamtama gelombang II tahap kedua Kecabangan Infantri 2009 dan Secata PK TNI AD gelombang I tahap pertama 2010, Pangdam menekankan, para siswa harus bangga terpilih menjadi prajurit infantri.

Prajurit infantri menjadi ujung tombak dalam setiap pertempuran. Jadikanlah kebanggaan tersebut sebagai sarana pendorong semangat untuk mencapai keberhasilan dalam mengikuti pendidikan, tegasnya.

Pangdam Rachmat Budiyanto menambahkan, pendidikan merupakan pembentukan dasar keprajuritan yang akan mengubah kehidupan dari kehidupan masyarakat biasa ke dalam kehidupan militer.

Perubahan tersebut menuntut untuk memiliki sikap mental, disiplin serta kemampuan militer secara perorangan, ujar Pangdam Rachmat Budiyanto.

Peserta diberikan materi latihan antara lain dasar keprjuritan, kegiatan fisik, pembentukan mental dan latihan taktik serta teknik dasar keprajuritan.

Pendidikan Secata PK TNI AD diikuti 225 orang berlangsung selama lima bulan, sedangkan untuk pendidikan Kecabangan Infantri melibatkan 144 orang berlangsung selama tiga bulan di Dodik Latpur Pulaki Grokgak Buleleng.

ANTARA Bali