Friday, April 9, 2010

Selamat HUT TNI AU, Jayalah di Udara

Empat buah pesawat jet tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) menampilkan formasi terbang saat melintas pada Gladi Bersih Parade Militer Upacara HUT TNI AU ke-64 di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (7/4). Acara puncak HUT TNI AU akan dilaksanakan pada tanggal 9 April mendatang di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma dengan Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/HP/10)

09 April 2010, Jakarta -- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 TNI AU jatuh hari ini, Jumat (9/4/2010). Sebanyak 16 unit pesawat tempur akan memeriahkan peringatan HUT ke-64 TNI AU di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Pesawat tempur itu masing-masing empat unit pesawat Hawk 100/200, empat pesawat F-5 Tiger, empat unit F-16 Fighting Falcon, dan empat unit pesawat Sukhoi," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Jakarta kemarin.

Pesawat-pesawat tempur TNI-AU selain melakukan terbang lintas juga membentuk formasi khusus, antara lain formasi berlian. Selain terbang lintas dan pembentukan formasi oleh sejumlah pesawat tempur, pesawat angkut, dan helikopter, perayaan ulang tahun TNI Angkatan Udara juga akan dimeriahkan oleh demo ketangkasan prajurit TNI Angkatan Udara, seperti demo tembak sasaran.

"Seluruh unsur TNI-AU mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter dan seluruh kekuatan TNI AU terlibat dalam acara ini," tambah Imam. Peringatan HUT TNI Angkatan Udara yang melibatkan 2.249 personel itu ditutup dengan terjun bebas sejulah penerjun handal matra udara.

Imam mengatakan di usia ke-64 tahun, TNI Angkatan Udara senantiasa melakukan evaluasi diri untuk dapat menjadi lebih baik di masa depan, sebagai kekuatan matra udara penjaga kedaulatan negara.

"Ya kita akan evaluasi, yang jelas seluruh kekuatan kita baik tempur, angkut, intelijen dan pengindraan harus terus kita tingkatkan di masa datang, termasuk kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas, berkemampuan handal, tentu akan mengurangi angka kecelakaan kerja dan terbang," kata Imam.

KOMPAS.com

Koarmatim Kerahkan Semua Kekuatan di Laut Jawa

KRI Ajak jenis kapal patroli buatan PT. PAL. (Foto: istimewa)

08 April 2010, Surabaya -- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengerahkan hampir semua kekuatan di perairan Laut Jawa untuk mendukung latihan pencarian dan penyelamatan korban ("Search and Resque"/SAR) di laut lepas.

Latihan tersebut dibuka Kepala Staf Koarmatim, Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, di Pusat Latihan Operasi Laut Komando Latihan Armada RI Kawasan Timur, Dermaga Ujung, Surabaya, Kamis.

Sedangkan latihan manuver di lapangan yang melibatkan hampir seluruh kekuatan Koarmatim di perairan Laut Jawa itu akan dilaksanakan pada 14-15 April mendatang.

Komandan Satgas Latihan SAR, Kolonel Laut (P) Sutaryono, mengatakan, latihan tersebut melibatkan unsur-unsur SAR di Lantamal V Surabaya, Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), Satuan Pasukan Katak (Satpaska) Koarmatim, RSAL dr. Ramelan Surabaya, KRI Ajak-653, dan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990.

Selain itu latihan tersebut juga didukung pesawat udara jenis Cassa, helikopter NBell-412 milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan laut, helikopter milik SAR Surabaya, dan helikopter BO-105 milik Basarnas.

"Latihan ini menerapkan dua metode, yakni latihan pos dan komando (Latposko) dan manuver lapangan." kata Sutaryono didampingi Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut Toni Syaiful.

Ia meminta semua pihak yang terlibat dalam latihan itu dapat mengerahkan seluruh kemampuannya agar pemahaman tentang aturan pelaksanaan SAR di laut sesuai buku petunjuk dan undang-undang yang berlaku dapat tercapai.

Dia menambahkan, tujuan yang ingin dicapai dalam latihan itu adalah mewujudkan kemampuan penyusunan rencana operasi pencarian dan penyelamatan di laut secara cepat dan tepat, mewujudkan komando operasional SAR di laut, menjalin kerja sama dengan Basarnas, dan menguji buku petunjuk taktis tentang pencarian dan penyelamatan di laut.

"Penyelenggaraan latihan SAR di laut ini pada hakekatnya merupakan sarana pembinaan material, personel, sistem, dan metode yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan unsur operasional TNI-AL, baik KRI maupun pesawat udara dalam melaksanakan tugas pencarian dan penyelamatan korban di laut," katanya.

Latihan itu juga untuk mengetahui dan mengukur tingkat kemampuan serta kesiapsiagaan unsur-unsur laut dalam melaksanakan tugas SAR laut yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap keberhasilan dalam operasi SAR, baik tugas perorangan, satuan, maupun gabungan.

ANTARA News

Thursday, April 8, 2010

Rusia Berencana Membangun Fasilitas Untuk Mistral

Mistral saat berkunjung ke Rusia tahun lalu. (Foto: Reuters)

08 April 2010 -- Rusia harus membangun fasilitas pelabuhan jika diputuskan membeli sebuah kapal angkut helikopter Mistral dari Perancis untuk Angkatan Laut Rusia, ujar Wakil Menteri Pertahanan Rusia Vladimir Popovkin.

“Kami tidak mempunyai infrastruktur pelabuhan untuk kapal angkut pesawat, tetapi kami berencana membangunnya (untuk kapal tipe Mistral),” pungkas Popovkin. “Bila kami mencapai kesepakatan (dengan Perancis), kami akan melakukan semuanya, bila tidak, kami tidak akan.”

Popovkin menambahkan helikopter Rusia Kamov (Ka-52, Ka-226) akan ditempatkan di Mistral, bila Rusia memutuskan melanjutkan pembelian.

Popovkin menegaskan Rusia menginginkan membeli satu unit kapal Mistral dan membangun tiga unit berdasarkan lisensi Perancis di galangan kapal Rusia, sementara itu Perancis berencana menjual dua unit kapal dan memberikan lisensi konstruksi dua kapal lainnya.

RIA Novosti/@beritahankam