Monday, December 28, 2009

Indobatt Jaga Hubungan Baik dan Profesional


28 Desember 2009, Lebanon -- Dalam melaksanakan tugas patroli sehari-hari, prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion / Indobatt) dituntut untuk senantiasa bersikap dan bertindak secara profesional.

Hal ini adalah wujud tanggung jawab Indobatt sebagai pasukan penjaga perdamaian (Peacekeeper) yang dipercayakan bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.

Demikian ditegaskan Komandan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (United Nation Interim Force in Lebanon), Letkol Inf Andi Perdana Kahar saat melakukan inspeksi mendadak ke beberapa Pos Indobatt, Senin (28/12/2009).

Didampingi oleh Kepala Seksi Operasi Indobatt, Kapten Inf Arfan Johan, Dansatgas Indobatt mengunjungi beberapa Permanent OP, antara lain Pos XC-5 dan B-82 guna melihat dan mengetahui secara langsung kondisi para prajurit yang sedang bertugas di lapangan, sekaligus untuk mengetahui tingkat kesiagaan dan kesungguhan dalam pelaksanaan tugas tersebut.

Pada kesempatan itu pula, Dansatgas mengucapkan rasa terimakasihnya kepada segenap prajurit yang senantiasa melaksanakan tugas dengan baik meskipun hanya berteduh dalam sebuah tenda sederhana di tengah cuaca berkabut dengan suhu 5ºC.

Dari posisi XC-5 OP, prajurit Indobatt bertugas mengamati perkembangan situasi di sekitar daerah Attaibe dan pada posisi ketinggian itu pula, 1 regu berkekuatan 11 orang tersebut dapat mengawasi wilayah disekitar sungai Litani.

Setelah itu, Dansatgas meninjau Permanent OP B-82 di Kafer Kela. Pos pengamatan tersebut merupakan pos bersama antara Indobatt dengan Spainbatt (Spanyol Battalion) yang berada di sekitar technical fence di sepanjang Blue Line di daerah Kafer Kela.

Pasukan Indonesia dan Spanyol pada posisi tersebut bertugas mengawasi daerah di sekitar Blue Line. Tak lupa pula dalam inspeksinya di Pos tersebut, Dansatgas memberikan penekanan kepada prajurit Indobatt untuk menjaga hubungan baik dengan para prajurit Spainbatt serta menjaga citra baik TNI sebagai prajurit yang profesional.

POS KOTA

Puluhan Pulau di Kaltim Rawan Dicaplok Malaysia

Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Djunaidi Djahri meresmikan Pos-pos Marinir di pulau Sebatik Nunukan Kalimantan Timur, Sabtu, 4 April 2009. (Foto: marinir)

25 Desember 2009, Samarinda -- Peringatan bagi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Berdasar data yang dirilis Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kaltim, sedikitnya 23 pulau di Kaltim rawan dicaplok negara tetangga, Malaysia.

Kepala Balitbang Kaltim Syachrumsya Asri menjelaskan, sangat memungkinkan pulau-pulau tersebut dicaplok negara lain. Selain karena sebagian besar tidak berpenghuni, secara geografis pulau tersebut memang berada di wilayah perbatasan dengan Malaysia. ''Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis untuk mengamankan pulau-pulau tersebut,'' tegasnya.

Kalau tidak, peristiwa lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan bukan tidak mungkin terulang. ''Apalagi, tidak sedikit pulau itu yang tidak bernama,'' terang Syachrumsyah.

Dia menuturkan, semua pulau yang dimaksud merupakan wilayah Kabupaten Nunukan. Dia menjelaskan, Kabupaten Nunukan terdiri atas 25 pulau. Dua di antaranya adalah pulau besar, yakni Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan. Sebanyak 23 pulau lainnya adalah pulau-pulau kecil yang masuk wilayah Kabupaten Nunukan.

''Nah, 23 pulau itulah yang sedang kami awasi. Semoga data yang kami miliki bisa menjadi acuan bagi pemerintah agar senantiasa memperhatikan wilayahnya, terutama di kawasan perbatasan.''

Karena itu, dia juga berharap seluruh bupati dan wali kota segera menginventarisasi pulau-pulau di wilayah masing-masing. Menurut dia, hal itu harus segera dilakukan, mengingat masih banyak pulau di Kaltim yang belum bernama.

Palu Jadi Basis Pertahanan Ambalat

Mantan Kepala Detasemen TNI AU Palu Ridwan Lamadjido menegaskan, Palu akan menjadi benteng pertahanan untuk mempertahankan Pulau Ambalat dari ancaman Malaysia. Ridwan mengatakan hal itu saat berkunjung ke Palu bersama dengan tim asset Koops AU II Makasar yang dipimpin Letkol Pipip Ismulyanto.

Sebelum meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan mangkal pesawat tempur F-5, terlebih dahulu tim dari TNI-AU tersebut bertemu Walikota Rusdi Mastura bersama dinas terkait seperti, Kepala Bandara Mutiara dan Dinas Perhubungan serta aparat kelurahan setempat. “Rencananya Detasemen TNI-AU akan dibangun di sekitar Bandara Mutiara Palu.

Menurut Ridwan, keberadaan Detasemen TNI-AU di Palu sangat vital karena wilayah Sulteng dan Tarakan berdekatan langsung dengan Ambalat yang menjadi sengketa dengan Malaysia. Untuk Detasemen TNI-AU di Tarakan sudah diresmikan dua bulan lalu. Sedangkan untuk di Palu masih menunggu realisasi dari Pemkot Palu. ‘’Nantinya kedua Detasemen TNI-AU yakni, Tarakan dan Mutiara Palu menjadi benteng pertahanan pesawat tempur TNI-AU bila kasus Ambalat berunjung perang,’’ tegasnya.

JAWA POS/JPNN

10 Ribu Rumah Untuk Prajurit TNI

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa meresmikan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kompleks Kodam V/Brawijaya di Jalan Perwira, Surabaya, Rabu (23/12). Rusunawa ini di bangun di atas lahan 4.200 meter persegi. (Foto: detikSurabaya/Zainal Effendi)

28 Desember 2009, Jakarta -- Markas Besar (Mabes) TNI akan membangun 10 ribu unit rumah bagi prajurit. Rumah tersebut bukan rumah dinas, namun milik prajurit.

Rumah yang akan dibangun sesuai dengan standard rumah tinggal yang sehat dan asri, guna menunjang kelancaran tugas dan meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI di Indonesia.

Pembangunan 10 ribu rumah tersebut dituangkan dalam bentuk kerja sama penandatanganan kontrak pembangunan perumahan non dinas TNI bagi seluruh prajurit di Indonesia antara PT. Artha Manggala Bakti selaku kontraktor dan pengembang perumahan dengan Mabes TNI yang diwakili oleh Aspers Panglima TNI Marsekal Muda TNI Agus Mudigdo, S.E.,di Ruang Paripurna Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Rusunawa dibangun dalam waktu 6 bulan dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. (Foto: detikSurabaya/Zainal Effendi)

Pembangunan direncanakan Januari 2010 di atas lahan seluas 53 Ha di kawasan Jatiasih Cilangkap, Kota Bekasi dengan rencana pembangunan untuk tahap pertama akan dibangun sebanyak 10.000 unit rumah tinggal sederhana yang sehat dan layak huni.

PT. Artha Manggala Bakti selaku pengembang bagi proyek perumahan ini telah menyelesaikan keseluruhan proses administrasi bagi proyek pembangunan perumahan ini dan akan segera memulai proyek pembangunan perumahan non dinas tersebut.

Komisaris Utama PT. Artha Manggala Bakti, Henny M. Wullur menyatakan bahwa pembangunan perumahan bagi prajurit TNI ini dilaksanakan dalam rangka menunjang program kerja Panglima TNI guna memenuhi kebutuhan perumahan bagi Prajurit TNI.

POS KOTA