Monday, December 28, 2009

10 Ribu Rumah Untuk Prajurit TNI

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa meresmikan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kompleks Kodam V/Brawijaya di Jalan Perwira, Surabaya, Rabu (23/12). Rusunawa ini di bangun di atas lahan 4.200 meter persegi. (Foto: detikSurabaya/Zainal Effendi)

28 Desember 2009, Jakarta -- Markas Besar (Mabes) TNI akan membangun 10 ribu unit rumah bagi prajurit. Rumah tersebut bukan rumah dinas, namun milik prajurit.

Rumah yang akan dibangun sesuai dengan standard rumah tinggal yang sehat dan asri, guna menunjang kelancaran tugas dan meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI di Indonesia.

Pembangunan 10 ribu rumah tersebut dituangkan dalam bentuk kerja sama penandatanganan kontrak pembangunan perumahan non dinas TNI bagi seluruh prajurit di Indonesia antara PT. Artha Manggala Bakti selaku kontraktor dan pengembang perumahan dengan Mabes TNI yang diwakili oleh Aspers Panglima TNI Marsekal Muda TNI Agus Mudigdo, S.E.,di Ruang Paripurna Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Rusunawa dibangun dalam waktu 6 bulan dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. (Foto: detikSurabaya/Zainal Effendi)

Pembangunan direncanakan Januari 2010 di atas lahan seluas 53 Ha di kawasan Jatiasih Cilangkap, Kota Bekasi dengan rencana pembangunan untuk tahap pertama akan dibangun sebanyak 10.000 unit rumah tinggal sederhana yang sehat dan layak huni.

PT. Artha Manggala Bakti selaku pengembang bagi proyek perumahan ini telah menyelesaikan keseluruhan proses administrasi bagi proyek pembangunan perumahan ini dan akan segera memulai proyek pembangunan perumahan non dinas tersebut.

Komisaris Utama PT. Artha Manggala Bakti, Henny M. Wullur menyatakan bahwa pembangunan perumahan bagi prajurit TNI ini dilaksanakan dalam rangka menunjang program kerja Panglima TNI guna memenuhi kebutuhan perumahan bagi Prajurit TNI.

POS KOTA

AU Rusia Terima Pesawat Angkut An-124 Pada 2014

An-124 Ruslan (Condor). (Foto: militaryfactory.com)

28 Desember 2009 – Pesawat angkut berat baru An-124 Ruslan (Condor) dapat mulai diserahkan ke Angkatan Udara Rusia pada 2014, ungkap CEO United Aircraft Corporation (UAC) Alexei Fyodorov, Senin (28/12) kepada RIA Novosti.

UAC akan membuat 3 pesawat pertahun untuk AU Rusia hingga total 20 pesawat pada 2020.

Fyodorov menambahkan harga satu unit pesawat sekitar 200 juta dolar.

Menurut komandan Satuan Udara Angkatan Darat ke-61 Letnan Jenderal Viktor Kachalkin An-124 Ruslan pesawat angkut militer terkuat di dunia.


An-124 dirancang oleh Biro Disain Antonov pada 1982, diproduksi di Kiev, Ukraina dan Ulyanovsk, Rusia hingga 1995.

Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan melanjutkan produksi An-124 pada April 2008.

An-124 dapat membawa muatan maksimal 150 metrik ton pada penerbangan sejauh 3000 kilometer. Pesawat ini merupakan pesawat angkut terbesar ketiga setelah An-225 dan Airbus A380F.

RIA Novosti/@beritahankam

Marinir Berangkat ke Ambalat

DanPasmar-1 Saat Pemeriksaan Pasukan. (Foto: marinir)

28 Desember 2009, Surabaya -- Sebanyak 130 personel Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat X, Senin, berangkat ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia itu.

Keberangkatan satgas itu dilepas Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra dalam upacara resmi di lapangan apel Yonif-1 Marinir Jalan Teluk Bayur 62, Tanjung Perak, Surabaya.

Ke-130 personel dari jajaran Pasmar-1 yang dikomandani Letnan Satu Marinir Imam Syafi`i itu terdiri dari 106 personel dari Yonif-1 Marinir, dan tujuh personel dari Batalyon Taifib-1 Marinir.

Selain, enam personel dari Batalyon Komlek-1 Marinir, enam personel dari Batalyon Kesehatan-1 Marinir, empat personel dari Denma Pasmar-1, dan seorang personel dari Batalyon Provoost-1 Marinir.

Di depan 130 personel Satgasmar Ambalat X, Komandan Pasmar-1 mengatakan tugas negara yang mulia itu harus dilaksanakan dengan penuh semangat dan kebanggaan yang tinggi.

"Itu karena operasi yang dilaksanakan di perairan Ambalat itu merupakan upaya mempertahankan wilayah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu, orang nomer satu di jajaran Pasmar-1 itu mengingatkan perlunya personel satgas untuk tetap waspada, karena yang diemban sangat berat dan penuh risiko.

"Setiap saat, tugas yang ada dapat mengancam kalian apabila tidak selalu waspada, karena itu kewaspadaan merupakan hal yang utama demi keberhasilan tugas, serta menjunjung martabat bangsa dan negara," katanya.

Menurut dia, penugasan bagi prajurit Korps Marinir adalah suatu kepercayaan dari pemimpin, sedangkan kepercayaan adalah suatu kehormatan sekaligus merupakan kebanggaan, karena itu tugas yang diemban harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

"Saya berharap Satgasmar Ambalat X juga dapat bekerja sama dengan jajaran satgas lainnya dari jajaran TNI/Polri, tokoh agama, dan masyarakat," katanya.

Pelepasan Satgasmar Ambalat X itu dihadiri Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir LW. Supit, Danlanmar Surabaya Kolonel Marinir Enjang Suryana, Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir RB. Heraspatty, SE, dan Danmenbanpur-1 Mar Kolonel Marinir Suhono.

ANTARA News