Wednesday, September 30, 2009

MiG-29 Pesanan AL India Sukses Diuji Coba Diatas Geladak Kapal Induk

Kapal induk Admiral Kuznetsov milik AL Rusia tempat uji coba MiG-29 AL India.(Foto: globalsecurity.org)

30 September 2009 -- Pabrik pesawat Rusia MiG mengumumkan telah berhasil menguji coba diatas kapal induk Admiral Kuznetsov empat jet tempur MiG-29 yang akan berpangkalan di atas kapal induk milik Angkatan Laut India, Selasa (30/9).

“Saat pengujian pada 28 - 29 September, jet tempur MiG-29K dan MiG-29KUB melakukan serangkaian lepas landas dan pendaratan di atas dek kapal induk Admiral Kuznetsov di Laut Barent,” perusahaan MiG merilisnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Admiral Kuznetsov satu-satunya kapal induk dijajaran Angkatan Laut Rusia saat ini.

MiG-29K. (Foto: migavia)

MiG-29KUB. (Foto: migavia)

Rusia dan India menandatangani kontrak pada 20 Januari 2004, pembelian 12 jet tempur MiG-29K berkursi tunggal dan 4 MiG-29KU berkursi tandem sebagai bagian dari kesepakatan senilai 1,5 milyar dolar untuk pembelian kapal induk Admiral Gorshkov, yang saat ini sedang diremajakan di Rusia sebelum dikirimkan ke AL India.

Dua MiG-29K dan dua MiG-29KUB secara resmi telah diserahkan ke India awal tahun ini. Pesawat tersebut diinspeksi oleh para ahli India dan digunakan oleh para penerbang India selama 5 bulan untuk pelatihan penerbangan.

Rusia dan India masih melakukan negosiasi untuk kesepakatan baru terkait membengkaknya biaya overhaul Admiral Gorshkov. Rusia meminta tambahan biaya 1,2 milyar dolar agar overhaul segera diselesaikan dan kapal induk dapat dikirimkan ke AL India 2012.

Setelah dilakukan modernisasi kapal induk yang diberinama INS Vikramaditya diharapkan dapat bertugas hingga 30 tahun.

RIA Novosti
/@beritahankam

KSAD: Komunis Gaya Baru Makin Nyata

Penangkapan simpatisan PKI. (Foto: wapedia)

30 September 2009, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo mengingatkan, gerakan komunis gaya baru makin nyata dan kian gencar melakukan aksinya melalui upaya pembelokkan fakta sejarah secara sistematis seputar pemberontakan G30 S/PKI.

"Pembelokkan sejarah secara sistematis seputar pemberontakan G30 S/PKI, makin gencar dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu, dengan penghilangan data, fakta nyata hingga muncul berbagai versi seputar peristiwa sejarah itu," katanya di Jakarta, Rabu.

Berbicara pada seminar "Melawan Komunis Gaya Baru dan Peta Sebagai Salah Satu Cikal Bakal TNI" ia mengatakan, upaya-upaya pembelokkan sejarah seputar G 30 S/PKI itu lambat laun menimbulkan keraguan masyarakat bangsa Indonesia tentang siapa dan bagaimana peristiwa G 30S/PKI itu terjadi.

"Bahkan, melalui upaya itu mereka menciptakan bahwa para pelaku pemberontakan sebagai korban ketidakadilan pemerintah saat itu," kata Agustadi menambahkan.

Ia mengungkapkan, upaya pemutarbalikan fakta sejarah seputar G 30S/PKI secara sistematis oleh Organisasi Tanpa Bentuk itu makin gencar dan membahayakan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jika tidak diantisipasi dengan cermat dan cepat.

Agustadi mengakui, tidak mudah mendeteksi keberadaan Organisasi Tanpa Bentuk yang lambat laun bermetaformosis menjadi komunis gaya baru karena mereka berbaur di tengah masyarakat.

"Ini tidak mudah untuk mendeteksi gerakan mereka, meski dari aksi yang dilakukan secara sistematis yang terus melakukan pemutarbalikan fakta melalui penghilangan catatan, data, fakta nyata serta pernyataan yang mendukung G 30S/PKI, kita dapat merasakannya," katanya.

ANTARA News

Kolinlamil Dituntut Selalu Tingkat Kemampuan


29 September 2009, Tanjung Priok, Jakarta -- Semakin berat dan kompleksnya tugas Kolinlamil ke depan di dalam mendukung kegiatan operasi militer baik untuk perang maupun selain perang, menuntut Kolinlamil untuk selalu berupaya meningkatkan kemampuannya sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategis.

Demikian dikatakan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Pertama TNI Marsetio, M.M. pada apel khusus bertempat di lapangan apel Mako Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (29/9).

Apel khusus yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan silaturahmi dan halal bihalal antara keluarga besar Kolinlamil serta sebagai aktualisasi penyampaian rasa hormat yang tulus dan kebanggaan yang tinggi Laksma TNI Marsetio,M.M. selaku Panglima Kolinlamil yang baru.

Lebih lanjut Pangkolinlamil mengatakan bahwa saat ini Kolinlamil menghadapi suatu kenyataan bahwa unsur KRI yang dimiliki sebagian besar sudah berusia tua, sehingga mempengaruhi optimalisasi kegiatan operasi.

Berkenaan dengan hal tersebut, Pangkolinlamil mengharapkan agar seluruh warga Kolinlamil baik di satuan operasional maupun staf mampu meningkatkan kualitas dan tetap menunjukkan kinerja yang baik guna menjaga serta mempertahankan kemampuan alutsista Kolinlamil. “Saya yakin dengan semangat pengabdian, kerja keras dan didukung dengan profesionalisme prajurit Kolinlamil, semua keterbatasan dan kendala yang ada akan dapat diatasi” katanya.

Di bagian lain amanatnya Pangkolinlamil menyampaikan bahwa ia akan melanjutkan kinerja Kolinlamil yang telah dibangun oleh pejabat lama terutama hal-hal yang sudah membawa kemajuan organisasi, baik Kolinlamil, TNI AL maupun organisasi TNI, dan selanjutnya akan mengupayakan langkah-langkah kemajuan, minimal mempertahankan prestasi yang telah dicapai.

Usai apel khusus tersebut dilanjutkan halal bihalal antara Pangkolinlamil yang didampingi Ny. Marsetio dengan seluruh anggota Kolinlamil.

Hadir pada apel khusus tersebut Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI Widhiarto didampingi Ny. Widhiarto, para pejabat teras, komandan KRI, Kadispen Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Agus Cahyono, serta seluruh anggota baik militer maupun PNS di jajaran Kolinlamil.

Dispenkolinlamil/POS KOTA