Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Berita Militer Negara Sahabat
Wednesday, June 4, 2014
Satuan Kapal Perang Tembak Jatuh Dua Pesawat Intai Musuh pada Latgab TNI 2014
04 Juni 2013, Laut Jawa: Sebelas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang berada dalam formasi Divisi 1 dan Divisi 2 Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, berhasil “menembak dua pesawat intai musuh”, disekitar perairan Laut Jawa, Selasa (03/06). Aksi pertempuran laut malam hari atau dikenal dengan istilah Anti Air Rapid Open Fire Exercise (Aarofex), diskenariokan dua roket flare yang ditembakkan dari KRI Abdul Halim Perdana Kususma-355 dan KRI Sultan Iskandar Muda-367 sebagai pesawat intai musuh.
Saat perjalanan lintas laut menuju daerah sasaran sekitar pukul 20.00 WIB, Radar udara KRI Sultan Iskandar Muda serta kapal lainnya mendeteksi adanya obyek yang mendekati formasi tempur Kogaslagab. Seketika itu juga suara sirine meraung-raung dari seluruh kapal perang. Seluruh personel dan persenjataan Penangkis Serangan Udara (PSU) siap menyambut serangan udara dari pesawat musuh.
Dua kapal perang korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) tersebut berhasil mengunci sasaran udara melalui radar senjata LIROD Mk2. Radar tersebut memandu senjata meriam anti serangan udara kaliber 2x20 mm mengikuti setiap pergerakan target yang telah terkunci.
Berjajar dalam formasi Divisi 2 Kogaslagab paling depan KRI Ahmad Yani-352 kemudian KRI Oswald Siahaan-354, KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355, KRI Sutanto-377, KRI Tjiptadi-381 dan KRI Patiunus-386, mebidik sasaran roket flare yang diluncurkan dari KRI Abdul Halim Perdana Kusuma. Selanjutnya berjajar dalam formasi Divisi 1 KRI Yos Sudarso-353, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Kerapu-812 dan KRI Pandrong-802 membidik target sasaran udara roket flare dari KRI Sultan Iskandar Muda.
Dalam waktu sekejap ribuan butir amunisi ditembakkan dari meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) kaliber 12,7 mm sampai meriam kaliber 40 mm dan berhasil menembak jatuh dua target sasaran udara tersebut. Pertempuran ini bertujuan untuk melindungi kapal markas yakni KRI Makassar-590 dan KRI Surabaya-590 yang mengangkut pasukan dan pejabat Kogab dan VVIP. Operasi tempur laut tersebut merupakan salah satu rangkaian kampanye militer Latgab TNI tahun 2014 di Perairan Laut Jawa.
Sumber: Dispenarmatim
Tuesday, June 3, 2014
Marinir Gelar Peperangan Komunikasi dan Elektronika pada Latgab TNI 2014
(Foto: Marinir)
03 Juni 2014, Situbondo: Korps Marinir TNI Angkatan Laut unggul dalam peperangan komunikasi dan elektronika, dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (3/6/2014).
Keunggulan tersebut telah teruji dan terbukti setelah sejumlah prajurit dari Diskomlek Kormar dibawah kendali Kepala Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Kadiskomlek) Korps Marinir TNI Angkatan Laut Kolonel Marinir Baedowi Oktavidia bersama ratusan prajurit dari Batalyon Komlek-1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang dikomandani Letkol Marinir Irpan Nasution berhasil menggelar berbagai peralatan canggihnya.
Menurut Kadiskomlek Kormar, komunikasi dan elektronika sudah saatnya ditingkatkan dengan mengedepankan tehnologi canggih. Karenanya, fihaknya telah berupaya keras untuk mewujudkan impiannya dengan melakukan pengadaan peralatan canggih dan menggembleng sumber daya manusianya (SDM).
Banyak peralatan komunikasi dan peperangan elektronika yang digelar olehnya untuk mendukung Latgab TNI 2014 ini, diantaranya ada HT yang dilengkapi dengan sytem digilog, sehingga mampu digunakan untuk komunikasi jarak jauh dan pengendali dapat memantau posisi semua pemegangnya dengan sangat mudah.
(Foto: Marinir)
Melalui peralatan canggih dan didukung oleh SDM yang mumpuni, Pamen bermelati tiga ini dapat dengan mudah mengetahui posisi seluruh KRI yang sedang berlayar di Samudera Hindia maupun seluruh prajuritnya yang tersebar di berbagai titik untuk melakukan pengamanan wilayah perkampungan maupun hutan yang akan digunakan sebagai ajang pertempuran pada puncak acara Latgab TNI 2014 esok hari.
Seperti tampak di layar monitor, hari ini TNI Angkatan Laut melaksanakan penembakkan dengan menggunakan berbagai senjata strategisnya, antara lain: penembakan roket RBU-6000 oleh tiga kapal kelas Parchim, penembakan BL oleh kapal kelas Vanspeijk yakni KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, penembakan rudal Exocet MM40 oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Sultan Hasanuddin-366, penembakkan rudal C-802 oleh KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, serta penembakkan meriam oleh unsur kapal kelas Sigma dan Van Speijk terhadap dogfight serangan umum langsung (SUL) pesawat tempur musuh.
Sementara itu masih dalam rangka Latgab TNI 2014, Rabu pagi (3/6/2014), TNI Angkatan Laut juga akan melancarkan operasi pendaratan dan serbuan amfibi, yang diawali ketika Pangkogasgabfib mengeluarkan taklimat dari atas kapal komando KRI Makassar-590 disertai dengan adanya bantuan tembakan kapal (BTK) dari kelas Sigma dan kemudian dilaksanakan operasi amfibi, yang dilanjutkan penembakkan oleh senjata artileri medan Korps Marinir, yakni 6 pucuk Roket Multilaras RM-70 Grad, dan 8 pucuk Howitzer 105 mm.
Sumber: Dispen Kormar
03 Juni 2014, Situbondo: Korps Marinir TNI Angkatan Laut unggul dalam peperangan komunikasi dan elektronika, dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (3/6/2014).
Keunggulan tersebut telah teruji dan terbukti setelah sejumlah prajurit dari Diskomlek Kormar dibawah kendali Kepala Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Kadiskomlek) Korps Marinir TNI Angkatan Laut Kolonel Marinir Baedowi Oktavidia bersama ratusan prajurit dari Batalyon Komlek-1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang dikomandani Letkol Marinir Irpan Nasution berhasil menggelar berbagai peralatan canggihnya.
Menurut Kadiskomlek Kormar, komunikasi dan elektronika sudah saatnya ditingkatkan dengan mengedepankan tehnologi canggih. Karenanya, fihaknya telah berupaya keras untuk mewujudkan impiannya dengan melakukan pengadaan peralatan canggih dan menggembleng sumber daya manusianya (SDM).
Banyak peralatan komunikasi dan peperangan elektronika yang digelar olehnya untuk mendukung Latgab TNI 2014 ini, diantaranya ada HT yang dilengkapi dengan sytem digilog, sehingga mampu digunakan untuk komunikasi jarak jauh dan pengendali dapat memantau posisi semua pemegangnya dengan sangat mudah.
(Foto: Marinir)
Melalui peralatan canggih dan didukung oleh SDM yang mumpuni, Pamen bermelati tiga ini dapat dengan mudah mengetahui posisi seluruh KRI yang sedang berlayar di Samudera Hindia maupun seluruh prajuritnya yang tersebar di berbagai titik untuk melakukan pengamanan wilayah perkampungan maupun hutan yang akan digunakan sebagai ajang pertempuran pada puncak acara Latgab TNI 2014 esok hari.
Seperti tampak di layar monitor, hari ini TNI Angkatan Laut melaksanakan penembakkan dengan menggunakan berbagai senjata strategisnya, antara lain: penembakan roket RBU-6000 oleh tiga kapal kelas Parchim, penembakan BL oleh kapal kelas Vanspeijk yakni KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, penembakan rudal Exocet MM40 oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Sultan Hasanuddin-366, penembakkan rudal C-802 oleh KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, serta penembakkan meriam oleh unsur kapal kelas Sigma dan Van Speijk terhadap dogfight serangan umum langsung (SUL) pesawat tempur musuh.
Sementara itu masih dalam rangka Latgab TNI 2014, Rabu pagi (3/6/2014), TNI Angkatan Laut juga akan melancarkan operasi pendaratan dan serbuan amfibi, yang diawali ketika Pangkogasgabfib mengeluarkan taklimat dari atas kapal komando KRI Makassar-590 disertai dengan adanya bantuan tembakan kapal (BTK) dari kelas Sigma dan kemudian dilaksanakan operasi amfibi, yang dilanjutkan penembakkan oleh senjata artileri medan Korps Marinir, yakni 6 pucuk Roket Multilaras RM-70 Grad, dan 8 pucuk Howitzer 105 mm.
Sumber: Dispen Kormar
Kemhan Dukung Pengembangan Kekuatan Alutsista TNI
Sejumlah KRI melakukan formasi guna menghindari ranjau laut saat Latihan Gabungan TNI 2014 di perairan Laut Jawa utara Madura, Jawa Timur, Selasa (3/5). Selain menggunakan formasi penyapu ranjau, dilakukan pula penembakan ranjau untuk mengantisipasi bahaya ranjau laut saat pertempuran. (Foto: ANTARA FOTO/Suryanto/ss/pd/14)
03 Juni 2014, Perairan Situbondo: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pihaknya terus mendukung pengembangan kekuatan Tentara Nasional Indonesia agar semakin kuat, seperti melalui pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista).
"Kita sedang mengembangkan pengadaan kapal cepat rudal (KCR) 60 meter sebanyak 20 unit dan KCR 40 meter juga 20 unit," katanya kepada wartawan di atas geladak KRI Makassar yang berlayar di Laut Jawa, Selasa, dalam kaitan Latihan Gabungan TNI 2014.
Ia menjelaskan bahwa KCR 60 meter akan dibuat oleh PT PAL Surabaya yang dilengkapi rudal dengan daya jelajah sekitar 140 kilometer, sementara KCR 40 meter akan dibuat oleh galangan di Batam.
Dengan pengadaan KCR itu, katanya, maka kekuatan TNI AL akan semakin kokoh, demikian juga dengan kekuatan matra lainnya yang terus melakukan pembaruan alutsista, yakni TNI AD dan TNI AU.
Untuk TNI AU, kata Menhan, akan dikembangkan kekuatan 24 pesawat tempur F-16 sehingga kekuatannya menjadi dua skuadron. Demikian juga dengan kebutuhan alutsista lainnya yang akan terus didukung oleh Kemenhan.
"Untuk darat (TNI AD) akan dikembangkan skuadron serang helikopter. Kita persiapkan skuadron Apache. Sekarang kita pesan delapan Apache," katanya.
Sementara Direktur Latgab TNI 2014 Letjen TNI Lodewijk F Paulus mengemukakan bahwa pada latihan kali ini melibatkan sejumlah alat tempur terbaru dari ketiga angkatan.
"Dari TNI AD ada enam helikopter 412 yang diterima tahun anggaran 2013/2014. Dari TNI AU ada T-50 (pesawat latih tempur buatan Korea Selatan) dan Tucano. Dari TNI AL ada kapal jenis Sigma dan KCR 60 meter," katanya.
Awak KRI Makasar bersiaga di senjata Vector kaliber 20 mm yang digunakan untuk menembak ranjau laut saat Latihan Gabungan TNI 2014 di perairan Laut Jawa utara Madura, Jawa Timur, Selasa (3/5). Selain menggunakan formasi penyapu ranjau, dilakukan pula penembakan ranjau untuk mengantisipasi bahaya ranjau laut saat pertempuran. (Foto: ANTARA FOTO/Suryanto/ss/14)
Selain Menhan, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Marsetio, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Wakasad Letjen TNI Munir dan sejumlah anggota Komisi I berada di KRI Makassar untuk menyaksikan latihan puncak gabungan TNI di Pantai Banongan dan Pusat Latihan Tempur Marinir Karang Tekok, Asembagus, Sittubondo, Rabu, 4 Mei 2014.
Dari KRI Makassar, para petinggi Kemenhan dan TNI itu menyaksikan kemampuan kapal perang RI yang menembakkan rudal-rudal canggih, meriam, bom laut serta kemampuan pesawat tempur F-16 TNI AU yang menghancurkan sasaran di tengah laut.
Sumber: ANTARA Jatim
03 Juni 2014, Perairan Situbondo: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pihaknya terus mendukung pengembangan kekuatan Tentara Nasional Indonesia agar semakin kuat, seperti melalui pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista).
"Kita sedang mengembangkan pengadaan kapal cepat rudal (KCR) 60 meter sebanyak 20 unit dan KCR 40 meter juga 20 unit," katanya kepada wartawan di atas geladak KRI Makassar yang berlayar di Laut Jawa, Selasa, dalam kaitan Latihan Gabungan TNI 2014.
Ia menjelaskan bahwa KCR 60 meter akan dibuat oleh PT PAL Surabaya yang dilengkapi rudal dengan daya jelajah sekitar 140 kilometer, sementara KCR 40 meter akan dibuat oleh galangan di Batam.
Dengan pengadaan KCR itu, katanya, maka kekuatan TNI AL akan semakin kokoh, demikian juga dengan kekuatan matra lainnya yang terus melakukan pembaruan alutsista, yakni TNI AD dan TNI AU.
Untuk TNI AU, kata Menhan, akan dikembangkan kekuatan 24 pesawat tempur F-16 sehingga kekuatannya menjadi dua skuadron. Demikian juga dengan kebutuhan alutsista lainnya yang akan terus didukung oleh Kemenhan.
"Untuk darat (TNI AD) akan dikembangkan skuadron serang helikopter. Kita persiapkan skuadron Apache. Sekarang kita pesan delapan Apache," katanya.
Sementara Direktur Latgab TNI 2014 Letjen TNI Lodewijk F Paulus mengemukakan bahwa pada latihan kali ini melibatkan sejumlah alat tempur terbaru dari ketiga angkatan.
"Dari TNI AD ada enam helikopter 412 yang diterima tahun anggaran 2013/2014. Dari TNI AU ada T-50 (pesawat latih tempur buatan Korea Selatan) dan Tucano. Dari TNI AL ada kapal jenis Sigma dan KCR 60 meter," katanya.
Awak KRI Makasar bersiaga di senjata Vector kaliber 20 mm yang digunakan untuk menembak ranjau laut saat Latihan Gabungan TNI 2014 di perairan Laut Jawa utara Madura, Jawa Timur, Selasa (3/5). Selain menggunakan formasi penyapu ranjau, dilakukan pula penembakan ranjau untuk mengantisipasi bahaya ranjau laut saat pertempuran. (Foto: ANTARA FOTO/Suryanto/ss/14)
Selain Menhan, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Marsetio, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Wakasad Letjen TNI Munir dan sejumlah anggota Komisi I berada di KRI Makassar untuk menyaksikan latihan puncak gabungan TNI di Pantai Banongan dan Pusat Latihan Tempur Marinir Karang Tekok, Asembagus, Sittubondo, Rabu, 4 Mei 2014.
Dari KRI Makassar, para petinggi Kemenhan dan TNI itu menyaksikan kemampuan kapal perang RI yang menembakkan rudal-rudal canggih, meriam, bom laut serta kemampuan pesawat tempur F-16 TNI AU yang menghancurkan sasaran di tengah laut.
Sumber: ANTARA Jatim
Subscribe to:
Posts (Atom)





