Saturday, September 7, 2013

Latma Lantern Iron 13 – 1 Korps Marinir dan USMC Ditutup



6 September 2013, Banyuwangi: Inspektur Korps Marinir (Irkormar) Kolonel Marinir Bambang Priambodo mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington secara resmi menutup Latihan Bersama Marinir Indonesia – Amerika di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat, (6/9/2013).

Penutupan Latihan Bersama dengan sandi Lantern Iron 13 – 1 yang melibatkan 77 prajurit, 69 prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir dan 8 prajurit Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC (United States Marines Special Operation Comand) tersebut ditandai dengan pelepasan tanda peserta latihan oleh Inspektur Korps Marinir kepada perwakilan peserta latihan.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan Irkormar, Komandan Korps Marinir mengatakan selama delapan belas hari mulai tanggal 20 Agustus sampai dengan 6 September 2013, telah dilaksanakan latihan bersama antara Korps Marinir Indonesia dan USMC. Merupakan sesuatu yang membanggakan dimana latihan bersama antara dua negara dapat terlaksana dengan aman dan lancar serta seluruh materi latihan yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik.

Dengan selesainya latihan ini, lanjutnya, diharapkan prajurit Yontaifib-1 Mar dan Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, sehingga pengalaman dan pengetahuan tersebut dapat dijadikan sebagai modal dalam menunjang pelaksanakan tugas pokok satuan masing–masing.

Menurut orang nomor satu dijajaran korps baret ungu itu bahwa latihan bersama tersebut disamping bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme prajurit, juga dalam rangka menciptakan hubungan persaudaraan yang erat antara pasukan dari kedua negara, sehingga kerjasama militer di bidang pertahanan dapat diwujudkan.

Sementara itu, Kapten USMC Bombaci selaku tertua dari Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC mengatakan sangat terkesan dengan latihan bersama ini, dan ia sangat senang bisa bertukar ilmu dengan Marinir Indonesia khususnya prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir, selain itu ia juga mengharapkan agar latihan seperti ini dapat berlanjut sehingga dapat menjalin kerjasama antara Marinir Amerika dan Marinir Indonesia.

Latihan Raid Amfibi



Suasana pagi hari di pantai Pancer, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis, (5/9/2013) tidak seperti biasanya. Pagi itu suasana pantai yang biasanya dipakai para nelayan untuk membongkar hasil ikan tangkapan tersebut begitu sepi dan tidak ada aktifitas para nelayan. Penyebab sepinya pantai Pancer tersebut yaitu Pos TNI AL (Posal) yang berada di pesisir pantai telah dikuasai oleh sekelompok teroris dengan senjata lengkap serta menyandera seluruh anggota Pos TNI AL Pancer, Banyuwangi.

Dengan adanya kejadian tersebut, prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir bekerjasama dengan prajurit Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC mendapat perintah dari satuan atas untuk membebaskan anggota Pos TNI AL dari para teroris.

Komandan Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir Letkol Marinir Edy Cahyanto menurunkan tiga tim dibawah pimpinan Lettu Marinir Wahyudi untuk melaksanakan tugas tersebut. Setelah melakukan perencanaan yang matang, tim prajurit Taifib-1 Marinir dan Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC yang menempati Posko di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Lampon, Banyuwangi, melaksanakan tugas tersebut melalui laut dengan menggunakan tiga perahu karet.

Setelah mendekati pantai Pancer, empat prajurit Taifib-1 Marinir sebagai renang rintis diturunkan kelaut kemudian berenang menuju pantai Pancer untuk menyelidiki situasi disekitar pantai. Setelah pantai dinyatakan aman oleh tim renang rintis, tim yang berada di laut mekuncur dan mendarat di pantai Pancer. Setelah mendarat di pantai dan dibagi sesuai tugasnya masing-masing, prajurit Taifib-1 Marinir dan Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC bergerak ke sasaran.



Sempat terjadi baku tembak dengan para terorist saat prajurit Taifib-1 Marinir dan Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC mendekati Pos TNI AL Pancer yang sudah dikuasai teroris. Dengan kemampuannya sebagai pasukan khusus TNI, prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir dan US MARSOC berhasil melumpuhkan tiga teroris dan menangkap satu teroris yang masih hidup sebagai tawanan.

Kejadian tersebut merupakan skenario latihan Raid Amfibi yang merupakan materi yang dilatihkan dalam Latihan Bersama Marinir Indonesia – Amerika dengan sandi Lantern Iron 13 – 1 yang disaksikan oleh Inspektur Korps Marinir (Irkormar) Kolonel Marinir Bambang Priambodo.

Letkol Marinir Edy Cahyanto selaku Komandan Satgas Latihan mengatakan selain raid amfibi, juga dilatihkan tentang pertolongan pertama korban perang (Medical/Tactical Combat Casualty Care), tindakan terhadap bahan peledak (Demolition Identification dan reaction), menembak sniper, operasi renang rintis (scout swimmer operation), pengintaian pantai (beach landing technique), jungle and sea survival dan berganda (full mission profile).

Tujuan latihan bersama Lantern Iron 13 – 1, lanjutnya, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerjasama/persahabatan dengan prajurit Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC dalam bidang militer.

Sumber: Dispen Kormar

Thursday, September 5, 2013

Menhan: Kekuatan TNI Terkuat di Asteng pada 2014

Meriam swagerak Nexter Caesar dibeli dari Perancis akan memperkuat Batalyon Artileri Medan 9/Pasopati, Purwakarta dan Yon Armed 12/Agicipi Yudha, Nagwi.(Foto: Berita HanKam)

5 September 2013, Batam: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pada 2014, TNI akan memiliki daya kekuatan yang terbesar di antara negara lain di Asia Tenggara.

"Renstra pertama 2014, kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara," kata Menteri saat meresmikan dua Kapal Republik Indonesia di Batam, Kamis.

Kekuatan itu tercermin dari pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru.

Menteri mengatakan ada banyak alutsista yang ditambah untuk ketiga angkatan bersenjata, di antaranya kapal patroli cepat untuk TNI AL, tank leopard untuk TNI AD dan penambahan pesawat sukhoi untuk TNI AU.

"Sukhoi akan diganti semua. Negara kita akan kuat, itu penting," kata Menteri.

Sementara untuk TNI AD, selain 45 unit tank leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache.

Menurut dia, TNI yang kuat memiliki banyak arti, baik bagi dalam negeri maupun luar negeri.

Meski begitu, Purnomo mengatakan penambahan alutsista dan penguatan TNI tidak ada hubungannya dengan pendirian pangkalan militer AS di Singapura dan Australia.

"Ini tidak untuk perlombaan senjata, ini memordernisasi," katanya.

Ia mengatakan hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga amat baik. Namun, bukan berarti Indonesia tidak membangun kekuatan militernya.

Di tempat yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Marsetio mengatakan pemerintah merencanakan pembangunan Kapal Cepat Rudal dengan panjang 40 meter sebanyak 16 unit dan kapal patroli cepat sebanyak 16 unit.

Sumber: ANTARA Kepri

Suku Cadang Pesawat Latih Tempur T-50i Tiba di Lanud Iswahjudi

Personel GPL melakukan aktivitas bongkar suku cadang pesawat T-50i dari kontainer di gudang transit GPL Lanud Iswahjudi, Selasa (3/9). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

5 September 2013, Magetan: Menjelang kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang akan menggantikan peran pesawat HS Hawk Mk-53 Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, sebanyak 29 kontainer yang berisi suku cadang/spare part dan alat pendukung pesawat T-50i tiba di Lanud Iswahjudi, Selasa (3/9).

Aktivitas bongkar suku cadang/spare part dan alat pendukung lainnya, di gudang transit Gudang Persediaan Pangkalan (GPL) Lanud Iswahjudi sedang berlangsung mulai hari senin kemarin. Satu persatu suku cadang/spare part, diteliti dengan seksama oleh personel GPL.

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Minggit Tribowo, S.IP., didampingi Kadislog Lanud Iwj Letkol Tek Hevry Yanto dan pejabat terkait menyaksikan langsung kedatangan suku cadang di gudang transit GPL.

Pesawat latih lanjut T-50i pesanan Indonesia sukses melakukan terbang perdana tanggal 14 maret lalu. Uji terbang dilakukan di Korea Selatan dengan pilot uji dari KAI selaku produsen T-50. Indonesia sendiri memesan sebanyak 16 buah. Pesawat T-50i direncanakan akan tiba di Lanud Iswahjudi awal bulan September ini yang diterbangkan langsung dari Korea Selatan.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi