Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri) didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno (tengah) berbincang dengan Chief Republic of Singapore Navy RADM Ng Chee Peng (kanan) usai demo laut anti perompakan di Selat Singapura dalam rangkaian patroli koordinasi Indonesia-Singapura (Patkor Indosin) ke-20, di Batam, Kepri, Jumat (11/5). Patkor Indosin merupakan operasi rutin TNI AL dengan Republic of Singapore Navy yang telah berlangsung selama 20 tahun untuk pengamanan jalur pelayaran internasional di Selat Singapura dari para perompak. (Foto: ANTARA/Henky Mohari/ss/pd/12)
11 Mei 2011, Batam: Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Chief of Defence Force Singapura LG Neo Kian Hong, Chief of Navy Singapura RADM Ng Chee Peng, para pejabat tinggi TNI, serta para pejabat tinggi militer Singapura secara langsung menyaksikan demo simulasi penyergapan anti perompakan di kapal tangker MT Promise dari geladak kapal perang Singapura RSS Resolution-208 yang berlangsung di Selat Singapura, Jumat (11/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Patroli Terkoordinasi Indonesia Singapura ( Patkor Indosin) ke 20 dengan dihadiri delegasi dari Indonesia dan Singapura.
Unsur TNI AL yang dilibatkan dalam kegiatan demo laut tersebut, meliputi KRI Clurit-641, KRI Viper-820, KRI Welang-808 serta KRI Siribua-859, dua Kapal Polair yaitu, KP 011 Zaitu dan KP 012 Kedidi, pesawat cassa dan heli NBO 105 serta dua tim anti perompak dari pasukan Katak TNI AL. Selain itu TNI AL menghadirkan unsur KRI Ahmad Yani-351 di perairan perbatasan selama kegiatan berlangsung.
Sedangkan Angkatan Laut Singapura (RSN) melibatkan sedikitnya 3 kapal perang diantaranya RSS Resolution-208. RSS Fearless-94 dan RSS Resilience-82 dan dua kapal Coast Guard Singapura PH 55 dan PH 57.
Selama kegiatan Demo laut RSS Resolution jenis Landing Ship Tank (LST) digunakan sebagai kapal markas pada saat para pejabat TNI dan pejabat militer Singapura melihat secara langsung pelaksanaan demo laut di Selat Singapura.
Kegiatan demo laut tersebut disimulasikan terjadi perompakan di kapal kargo MT Promise yang dijadikan target dengan menggunakan perahu jenis pancung berhasil naik kapal yang sedang berlayar di Selat Singapura.
Kegiatan perompakan tersebut dapat dideteksi oleh patroli unsur kapal perang TNI AL yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut di kawasan tersebut .
Selanjutnya Gugus keamanan laut Komando Armada RI Kawasan Barat yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut dengan melibatkan sejumlah unsur. Selanjutnya menerjunkan dua tim anti perompakan pasukan Katak TNI AL.
Dua Tim Pasukan katak Komando Armada RI Kawasan Barat tersebut bertugas sebagai tim pemukul dan penyerang dengan dua Sea Rider bertugas mengamankan para perompak di kapal kargo di Selat Singapura.
Dalam kegiatan demo laut tersebut pasukan anti perompakan dengan menggunakan Sea Rider dengan kekuatan dua tim pasukan anti perompakan berhasil melaksanakan operasi dan mengamankan serta melumpuhkan para perompak di kapal tanker MT Promise.
Usai demo kegiatan selanjutnya dilaksanakan sailing pass sejumlah kapal perang dengan melintas melakukan penghormatan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Chief of Defence Force Singapura LG Neo Kian Hong, Chief of Navy Singapura RADM Ng Chee Peng, para pejabat tinggi TNI, serta para pejabat tinggi militer Singapura dari geladak kapal perang Singapura RSS Resolution.
Kegiatan sailing pass diawali pada saat kapal menempati sektor masing-masing dengan pertama melintas pada jarak sekitar 300 yard dari RSS Resolution, mulai KRI Viper, KRI Siribua, RSS Resilience, kapal PH 57 dan kapal KP 011 Zaitu. Selanjutnya KRI Clurit, RSS Fearless, kapal PH 55 dan kapal KP 012 Kedidi. Satu pesawat Cassa TNI AL dan satu heli NBO 105 membawa banner perayaan Patkor Indosin ke-20 dan Foker 50 dari Singapura ikut serta melaksanakan kegiatan flying pass di atas kapal perang.
Usai kegiatan demo laut selanjutnya kapal perang Singapura RSS Resolution merapat di dermaga Batu Ampar Batam untuk menurunkan para pejabat TNI dan TNI AL serta para pejabat militer Singapura
Usai kegiatan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, mengatakan bahwa Indonesia dan Singapura sepakat untuk meningkatkan kerjasama patroli terkoordinasi di Selat Singapura dan Selat Philips akan menjadi lebih aman.
Dengan dilaksanakan Patkor Indosin bisa lebih terjamin keamananya bagi pengguna laut.
Selama kegiatan patkor Indosin yang dimulai sejak tahun 1992 lalu dan sekarang menginjak yang ke 20 tahun, banyak hal yang telah dilakukan dalam patroli terkoordinasi ini, sehingga kerawanan-kerawanan yang terjadi di Selat Singapura dan Selat Philips banyak menurun.
Turut hadir mendapingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno dalam kegiatan tersebut, diantaranya Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono,SE., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara,SE., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, SE., Pangarmabar Laksda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Komadan Guskamlabar Laksma TNI Pranyoto S.Pi.
Sumber: Dispenarmabar
Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Berita Militer Negara Sahabat
Friday, May 11, 2012
Kopaska TNI AL dan AL Singapura Sergap “Kapal Muat 2000 Kg Handak”
11 Mei 2012, Surabaya: Sebuah kapal yang diduga keras milik teroris berhasil disergap pasukan khsusus gabungan ke dua negara, yaitu oleh Komando Pasukan Katak TNI AL dan Naval Diving Unit Republic of Singapore Navy (NDU RSN), Kamis (10/5) kemarin, disekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).
Kapal Motor (KM) Jatipura yang muat kontainer milik teroris itu, di dalamnya terdapat bahan peledak (handak) sangat berbahaya sebanyak 2000 Kg jenis C4. Kapal teroris tersebut berhasil disergap dan dilumpuhkan oleh pasukan khusus gabungan TNI AL dan NDU RSN yang terdiri dari 4 tim. Pasukan khusus terdiri dari 2 tim sebagai penyerang dan 2 tim sebagai pengamanan itu, berhasil melumpuhkan dan menangkap 8 teroris pengangkut bahan peledak tersebut.
Demikian skenario latihan bersama yang digelar antara Pasukan Katak TNI AL dengan NDU RSN, yang gelar hingga 13 Mei mendatang. Dalam penyergapan yang penuh dengan tembakan dan adu keberanian itu, dimulai sejak pukul 13.00 wib dan berakhir 3 jam kemudian.
Bahan peledak yang disinyalir awal akan dipergunakan untuk melakukan aksi terorisme itu, akhirnya dapat diamankan dan tersangka kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Sumber: Dispenarmatim
Dermaga AL Batam Bersebelahan dengan Galangan Kapal
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (dua kiri) didampingi Chief Republic of Singapore Navy RADM Ng Chee Peng (kiri) menyalami para prajurit TNI usai menyaksikan demo laut anti perompakan oleh pasukan khusus TNI AL Kopaska di Selat Singapura usai merapat di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepri, Jumat (11/5). Patkor Indosin merupakan operasi rutin TNI AL dengan Republic of Singapore Navy yang telah berlangsung selama 20 tahun untuk pengamanan jalur pelayaran internasional di Selat Singapura dari para perompak. (Foto: kepri.antaranews.com/Henky Mohari)
11 Mei 2012, Batam: Dermaga Pangkalan TNI AL Batam Provinsi Kepulauan Riau, bersebelahan langsung dengan lahan galangan kapal. Antara dermaga TNI AL dengan lahan galangan kapal hanya dipisahkan tembok tinggi, kata Kasal Laksamana TNI Soeparno, Jumat.
Dia mengatakan, lokasi dermaga TNI yang bersebelahan dengan usaha galangan kapal tidak mengganggu daerah wajib steril TNI AL. Menurut dia, lokasi Markas Komando Lanal Batam yang berada di atas bukit sebelah dermaga justru memberikan nilai lebih. "Malah bagus sekarang, Mako berada di ketinggian," kata Kasal. Ia mengatakan keberadaan perusahaan galangan kapal tepat di sebelah dermaga dan Mako Lanal Batam merupakan hubungan timbal balik yang baik. "Ini simbiosis mutualisme," kata Kasal. Kasal menyatakan sebagian dana pembangunan dermaga dibantu perusahaan galangan kapal. "Dana terbatas, dibantu buat dermaga, 50 persen-50 persen," kata dia.
Pembangunan dermaga beton beserta jalan dari Mako Lanal ke dermaga memakan dana Rp23 miliar. Kasal mengatakan pembangunan dermaga di Mako Lanal memiliki nilai strategis tersendiri, mengingat Kota Batam berdekatan dengan negara tetangga. Apalagi Batam merupakan daerah kepulauan di perbatasan yang rawan konflik.
Di tempat yang sama Komandan Pangkalan Lanal Batam Kolonel (P) Nur Hidayat mengatakan pembangunan dermaga beserta jalan penghubung dari Mako Lanal Batam dimulai 12 Oktober 2010.
Dermaga sepanjang 50 meter bisa memuat beberapa Kapal Perang Indonesia jenis cepat rudal bisa KRI cepat rudal milik Indonesia yang diproduksi di Batam. Dermaga dan jalan panjang juga memiliki fasilitas aliran listrik darat dan air darat yang dapat mendukung ketahanan kapal beroperasi.
Diharapkan, pembangunan dermaga dapat membantu kinerja Lanal Batam dalam mengamankan wilayah kesatuan negara RI.
Sumber: ANTARA Kepri
11 Mei 2012, Batam: Dermaga Pangkalan TNI AL Batam Provinsi Kepulauan Riau, bersebelahan langsung dengan lahan galangan kapal. Antara dermaga TNI AL dengan lahan galangan kapal hanya dipisahkan tembok tinggi, kata Kasal Laksamana TNI Soeparno, Jumat.
Dia mengatakan, lokasi dermaga TNI yang bersebelahan dengan usaha galangan kapal tidak mengganggu daerah wajib steril TNI AL. Menurut dia, lokasi Markas Komando Lanal Batam yang berada di atas bukit sebelah dermaga justru memberikan nilai lebih. "Malah bagus sekarang, Mako berada di ketinggian," kata Kasal. Ia mengatakan keberadaan perusahaan galangan kapal tepat di sebelah dermaga dan Mako Lanal Batam merupakan hubungan timbal balik yang baik. "Ini simbiosis mutualisme," kata Kasal. Kasal menyatakan sebagian dana pembangunan dermaga dibantu perusahaan galangan kapal. "Dana terbatas, dibantu buat dermaga, 50 persen-50 persen," kata dia.
Pembangunan dermaga beton beserta jalan dari Mako Lanal ke dermaga memakan dana Rp23 miliar. Kasal mengatakan pembangunan dermaga di Mako Lanal memiliki nilai strategis tersendiri, mengingat Kota Batam berdekatan dengan negara tetangga. Apalagi Batam merupakan daerah kepulauan di perbatasan yang rawan konflik.
Di tempat yang sama Komandan Pangkalan Lanal Batam Kolonel (P) Nur Hidayat mengatakan pembangunan dermaga beserta jalan penghubung dari Mako Lanal Batam dimulai 12 Oktober 2010.
Dermaga sepanjang 50 meter bisa memuat beberapa Kapal Perang Indonesia jenis cepat rudal bisa KRI cepat rudal milik Indonesia yang diproduksi di Batam. Dermaga dan jalan panjang juga memiliki fasilitas aliran listrik darat dan air darat yang dapat mendukung ketahanan kapal beroperasi.
Diharapkan, pembangunan dermaga dapat membantu kinerja Lanal Batam dalam mengamankan wilayah kesatuan negara RI.
Sumber: ANTARA Kepri
Subscribe to:
Posts (Atom)






