Friday, April 27, 2012

Tank Leopard Belanda Terancam Batal Dibeli Indonesia

Leopard 2A6 Royal Netherlands Army. (Foto: Battle14)

26 April 2012, Amsterdam: Beberapa minggu yang lalu Kabinet Belanda telah menyetujui penjualan sekitar delapan puluh Tank Leopard ke Indonesia dengan nilai transaksi sekitar 200 juta Euro.

Namun demikian, harian de Telegraaf dalam berita utamanya hari ini (26/04) memberitakan bahwa perjanjian itu terancam batal menyusul jatuhnya kabinet Belanda akhir pekan lalu.

Menurut informasi yang didapatkan harian populer di Belanda ini, Menlu demisioner Rosenthal yang berwenang mengeluarkan ijin penjualan, tidak berani mempertahankan rencana penjualan tank di hadapan parlemen Belanda.  

HAM
Mayoritas anggota parlemen Belanda sebelumnya menolak penjualan tank ke Indonesia karena buruknya situasi HAM di Indonesia.

Sebelumnya, Partai PVV pimpinan Geert Wilders, yang mendukung koalisi pemerintahan minoritas Perdana Menteri Rutte, menyatakan akan mendukung penjualan tank itu. Namun, karena sekarang mereka keluar dari koalisi, dukungan baru harus dicari. Saat ini tengah dilakukan perundingan dengan Partai Buruh PvdA.  

Buru-buru
Indonesia sendiri ingin secepat mungkin membeli tank-tank baru itu. Kalau sampai pertengahan Mei belum ada kepastian dari pemerintah Belanda, bisa-bisa perjanjian akan batal.

Saat ini Jerman yang juga punya kelebihan armada tank pun berniat menjualnya ke Indonesia. Kalau sampai penjualan tank ke Indonesia ini gagal, Belanda akan rugi besar karena Departemen Pertahanan sangat membutuhkan dana untuk membeli alat-alat pertahanan baru, seperti pesawat tanpa awak. Demikian tulis de Telegraaf.

Sumber: RNW

Komisi I Dukung Rencana TNI AD Beli Tank Leopard

Leopard 2A4M. (Photo credit: Capt. Susan Magill)

27 April 2012, Senayan: Komisi I DPR RI sepakat untuk mendukung rencana TNI AD membeli tank Leopard produksi Jerman. Sebelumnya banyak anggota Komisi Pertahanan yang menolak rencana pembelian tank bekas pakai Belanda ini. Mereka menolak karena perangkat perang ini tak sesuai dengan kondisi geografi Indonesia dan alih teknologinya sulit direalisasikan oleh produsen.

Komisi I akan mengiyakan secara resmi rencana TNI AD ini dengan catatan, sepanjang tidak ada upaya politisasi dari pihak mana pun. Selain itu, pembelian tank tersebut harus dilakukan langsung ke produsen di Jerman.

"Dengan demikian, memungkinkan adanya alih teknologi dan kerja sama pemeliharaan antara produsen dan PT Pindad," ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq kepada Jurnalparlemen.com, Jumat (27/4). Menurut Mahfudz, pembelian langsung ke produsen tank Leopard di Jerman akan memungkinkan modifikasi sesuai kebutuhan Indonesia dan lebih efisien harganya. Meskipun hampir semua anggotanya menyatakan dukungan, hingga kini Komisi I DPR belum mengeluarkan keputusan resmi guna menyetujui rencana ini.

Keputusan resmi akan dikeluarkan setelah anggaran untuk menggolkan rencana ini dianggap sesuai. "Ya, Komisi I memang belum memutuskan persetujuan anggaran untuk pengadaan tank tersebut," ujar Wasekjen DPP PKS ini.

Sumber: Jurnal Parlemen

Thursday, April 26, 2012

Kapal Perang AL Prancis Mampir di Makassar

Sejumlah awak Kapal perang Perancis jenis Fregat, FNS Vendemiaire F743 di sambut tarian tradisional saat bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Kamis (26/4). (Foto: TEMPO/iqbal Lubis)

26 April 2012, Makassar: Kapal Perang Angkatan Laut Prancis Frigate Vandemiare F-734 merapat di Pelabuhan Hatta, Makassar, Kamis (26/4). Kapal yang dikomandani Commander Stanislasdes Chargeres ini merupakan kapal perang kelas frigate buatan Chantiers de I'Atlantique 1992 dengan panjang 93,5 meter bobot 2.600 ton dengan jumlah anak buah kapal 89 orang.

Kapal ini sebelumnya berangkat dari pelabuhan Malaysia. Frigate Vandemiare akan berada di Makassar empat hari dan menggelar sejumlah kegiatan dengan bertemu anggota Lantamal VI, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Kodam VII/Wirabuana. Bahkan, mereka juga akan mengunjungi sejumlah tempat wisata. "Kami juga akan menggelar laga sepakbola persahabatan dengan Lantamal VII dan nantinya akan menggelar latihan perang bersama AL Indonesia di Jakarta.

Ini sesuai dengan kesepakatan kerja sama Indonesia dengan Prancis dalam bidang militer saat kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin di Prancis dua bulan lalu," terang Stanislasdes, Kamis. Selama berada di Makassar, AL Perancis juga memberi kesempatan bagi mahasiswa dan pelajar untuk melihat-lihat isi kapal perangnya tersebut pada Sabtu (28/4) dengan menggelar open ship.

Sumber: MICOM