Friday, April 20, 2012

Lantamal VII Terima Kapal Patroli Catamaran dari Bakorkamla


20 April 2012, Kupang: Acara serah terima kapal patroli tipe Catamaran 1202 dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VII Kupang, Selasa (17/04). Penandatanganan Berita Acara kapal Patroli Catamaran dilaksanakan di ruang kerja Danlantamal VII Laksma TNI Karma Suta,SE dengan Letkol Laut (P) Atmu Edi selaku Kasub bag Ops Bakorkamla yang disaksikan oleh Wadan Lantamal VII Kolonel Laut (P) Ketut Arya Budana SE, para Asisten dan Komandan Satkamla Lantamal VII Mayor Laut (P) Yudhoko Timuryanto.

Keistimewaan Kapal Patroli Catamaran 1202 dapat mengarungi perairan dangkal dan sungai. Itu dikarenakan spesifikasi bagian draft nya yang rendah. Kapal ini cukup berbeda dengan jenis kapal-kapal lainnya sebelumnya, kapal ini bisa mengarungi perairan dangkal dan sungai karena spesifikasi draft nya yang rendah, dengan demikian kapal ini cukup ampuh mengejar para pelaku pelanggar hukum laut seperti penyelundup hingga ke perairan dangkal dan sungai yang sering dijadikan basis pelarian potensial mereka.

Kapal Patroli Catamaran 1202 ini juga dilengkapi dengan sarana navigasi dengan sistem komputerisasi yang canggih dan lengkap seperti radar, AIS, echo sounder dan alat komunikasi radio, dua unit mesin pendorong masing-masing berkekuatan 300 PK juga membuat kapal patroli Catamaran 1202 bisa menembus kecepatan 40 knot per jam. Bodinya yang didominasi dari bahan fiberglass juga semakin memudahkan kapal tersebut melaju dengan cepat. Meski tergolong berukuran sedang 10 x 3 meter, namun kapal yang diawaki 4 orang ini mampu mengangkut tambahan personel berikut perlengkapannya sebanyak 10 hingga 12 orang.


Diharapkan dengan kehadiran kapal patrol jenis Catamaran 1202 kemampuan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal VII dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap pelanggaran dilaut dapat lebih ditingkatkan.

Setelah melaksanakan penandatanganan Berita Acara serah terima Kapal Komandan Lantamal VII Laksma TNI Karma Suta,SE didampingi oleh Asops Danlantamal VII Kolonel Laut (P) Sunarno Adi, Dansatkamla Mayor Laut (P) Yudhoko Timuryanto bersama Letkol Laut (P) Atmu Edi Kasub bag Ops Bakorkamla melaksanakan uji coba kapal dengan berlayar menggunakan Kapal Patroli Catamaran 1202 di Sekitar Selat Semau Kupang.

Pada kesempatan tersebut Danlantamal VII Laksma TNI Karma Suta, SE. memberikan pengarahan kepada seluruh awak kapal untuk selalu memelihara dan mengoperasikan kapal patrol tersebut sesuai dengan prosedur, sehingga usia pakai kapal dapat dimaksimalkan, guna mendukung operasi kamla di wilayah Lantamal VII.

Sumber: Penerangan Lant7

Kapal Koarmatim dan Australia Latihan Pemeriksaan di Laut


19 April 2012, Surabaya: Dua kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Kakap-811 dan KRI Tongkol-813 dari jajaran Satuan Kapal Patroli Komando Armada RI Kawasan Timur (Satrol Koarmatim), melaksanakan latihan bersama pemeriksaan di laut dengan kapal perang Australia Her Majesty Australia Ship (HMAS) Pirie-P87, saat ketika kapal tersebut sedang bersandar di Dermaga Pelabuhan Umum Tenau, Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (18/04). Masing-masing kapal menerjunkan satu tim pemerika di laut Visit Boarding Search And Seizure (VBSS) dalam gladi tersebut.

Gladi pemeriksaan di laut itu diskenariokan bahwa, patroli bersama antara KRI Kakap, KRI Tongkol dan HMAS Pirie-P87, melaksanakan pemerikasaan dan penggeledahan di laut terhadap kapal-kapal yang sedang melintasi perbatasan laut teretorial kedua negara. Selanjutnya tim pemeriksa (boarding team) diterjunkan untuk memeriksa dokumen dan menggeledah muatan kapal tersebut sesuai prosedur hukum laut internasional.

Dalam latihan tersebut, tim pemeriksa dari KRI Kakap dan KRI Tongkol menggunakan sarana kendaraan air cepat Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), dilengkapi denga senjata organik kapal berupa senjata laras panjang jenis Avtomat Kalashnikov (AK)-SAVZ kaliber 7,62mm dan Pistol P2-Pindad kaliber 9mm.

Tim pemeriksa KRI dan HMAS Pirie melaksanakan aksinya secara bergantian, diawali oleh tim pemeriksa dari HMAS Pirie melaksanakan boarding di KRI Kakap dan sebaliknya tim pemeriksa KRI Kakap melakukan boarding di HMAS Pirie. Masing-masing tim saling berbagi ilmu dan pengalaman mengenai teknik dan taktik sesuai dengan Standard Operation Procedure (SOP) yang mereka miliki.

Sebelumnya, Asisten Operasi (Asops) Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Guspurlatim) Kolonel Laut (P) Oktavianus Budi Susanto mengunjungi KRI Kakap dan KRI Tongkol. Beberapa saat kemudian Atase Laut Australia untuk Indonesia Captain Katja Bizilj tiba di Dermaga Pelabuhan Umum Tenau Kupang NTT, untuk melaksanakan kunjungan kehormatan Courtesy Call ke KRI Kakap. Kunjungan diplomat Australia itu diterima oleh Komandan KRI Kakap di Lounge Room kapal perang tersebut. Selanjutnya para pejabat itu, menyaksikan gladi pemeriksaan dan penggeledahan yang dilaksanakan oleh boarding team dari KRI dan HMAS Pirie.






Sumber: Dispenarmatim

Thursday, April 19, 2012

TNI AU Segera Tempatkan UAV di Lanud Supadio

Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I, Marsekal Muda (Marsda) TNI Bagus Puruhito (tiga kiri), didampingi Danlanud Supadio, Kolonel Penerbang Kustono (dua kiri), menyaksikan tarian penyambutan khas Dayak saat tiba di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Kamis (19/4). Dalam kesempatan tersebut, Marsda TNI Bagus Puruhito menyatakan TNI AU akan segera menempatkan satu skadron pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di Lanud Supadio, guna memperkuat pertahanan keamanan udara wilayah NKRI di Kalbar, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. (Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang/Koz/mes/12)

19 April 2012, Pontianak: Perbatasan tidak saja menjadi perhatian serius bagi Pemprov Kalbar. Segala lini bertanggung jawab dalam pengamanan teras depan negara tersebut. Pengamanan perbatasan juga dilakukan oleh Angkatan Udara.

“Pengawasan daerah perbatasan juga kami lakukan meski tidak tepat di atasnya. Karena kalau tepat di atasnya jelas menimbulkan praduga di negara tetangga, tetapi pengamanan selalu kami lakukan rutin,” ungkap Kol (Pnb) Kustono, Danlanud Supadio kepada wartawan di Kantor Gubernur, Rabu (29/2).

Selain pengamanan di kawasan perbatasan, Kustono menerangkan bahwa kesiapan Kalbar menerima satu skuadron pesawat tempur tanpa awak semakin mantap. Sebagai bukti, saat ini kantor dan hanggar untuk enam unit pesawat sudah selesai dibangun. Tinggal menunggu kabar pengiriman pesawat dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Hankam).

Dikatakan Kustono, saat ini semuanya tinggal menunggu dari pusat. Karena Lanud Supadio hanya sebagai daerah penempatan. “Soal pesawatnya datang, kita belum tahu, tapi kantor untuk personel dan hanggarnya sudah siap,” katanya.

Demikian juga dengan personel untuk tenaga yang menangani pesawat tanpa awak tersebut, saat ini juga sudah dipersiapkan di Mabes TNI AU. “Saat ini pun kami juga sedang mempersiapkan diri untuk itu,” jelasnya. Menurutnya pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Karena dapat dikendalikan dari jarak jauh. “Selain itu, pesawat tersebut juga dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari,” tutur Kustono.

Keberadaan pesawat tanpa awak, selain digunakan untuk memperkuat pertahanan NKRI di gatra udara, juga bisa berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi berbagai kegiatan ilegal dalam patroli perbatasan, baik laut maupun udara.

Sumber: Equator