Saturday, November 26, 2011

Simulasi Antiteror Yonif 700/Raider-Wabup Maros Disandera Teroris

(Foto: Fajar)

26 November 2011, Maros (SINDO): Batalion Infanteri (Yonif) 700/Raider, Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana kembali menggelar simulasi penanggulangan aksi terorisme di Kantor Bupati Maros, kemarin.

Dalam simulasi diceritakan personel Yonif 700/Raider membebaskan Wakil Bupati Maros yang disandera para teroris. Komandan Latihan Yonif 700/Raider Letnan Kolonel Infanteri Febriel Buyung Sikumbang mengatakan, dalam simulasi kali ini melibatkan sekitar 100 personel atau satu kompi. Simulasi ini untuk memantapkan kemampuan personel dalam penyelamatan sandera yang dilakukan teroris. “Operasi penyelamatan ini dilakukan, baik lewat udara menggunakan helikopter dan darat menggunakan kendaraan taktis (Rantis) dan Anoa (sejenis panser),”katanya.

Febrial mengakui bahwa Kabupaten Maros dan Gowa menjadi target latihan,sebab kedua wilayah ini merupakan penyangga ibu kota provinsi.Sebelumnya juga digelar simulasi latihan di Kantor PT Pertamina Pusat Makassar.“Simulasi juga pernah dilakukan di Kantor PT Telkom Makassar. Jadi, bukan hanya di kantor pemerintahan, tapi juga di lokasi objek vital di Makassar,”ucapnya. Sementara itu,Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang mengaku, sangat mendukung dan merespons simulasi yang digelar Yonif 700/Raider.

Dia mengatakan, simulasi ini juga bagian dari latihan,khususnya dalam melakukan koordinasi dengan pasukan Yonif 700/Raider ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Dalam simulasi, kelompok teroris menyandera Wakil Bupati Maros dan membuat pegawai di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros Panik. Personel Yonif 700/Raider bergerak cepat dari udara dan darat, menggunakan helikopter dan kendaraan taktis serta panser.

Mereka terlibat aksi baku tembak dengan kelompok teroris yang menyebabkan beberapa anggota teroris tewas di tempat dan sebagian berhasil dilumpuhkan. Akhirnya Wakil Bupati Maros berhasil diselamatkan.

Sumber: SINDO

Kemhan Uji Coba 22 Unit Roket R-Han 122


25 November 2011, Baturaja (DMC): Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Direktorat Teknik Industri Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirtekindhan Ditjen Pothan) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali melakukan uji coba Roket R-Han 122. Uji coba dilakukan di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Jum’at (25/11).

Selain bersama LAPAN, dalam uji coba tersebut Kemhan juga melibatkan pihak – pihak terkait dari industri pertahanan dalam negeri antara lain PT. Pindad, PT. DI dan PT. Dahana. Selain itu, Kemhan juga mengundangan TNI AL sebagai calon pengguna Roket R-Han 122.

Uji coba kali ini merupakan hasil dari evalusi uji coba yang dilakukan sebelumnya pada bulan November 2010 di tempat yang sama. Melalui uji coba dan evaluasi secara terus menerus diharapkan Program Roket Nasional dengan nama R-Han 122 tersebut nantinya dapat mencapai hasil yang maksimal dan siap diproduksi sesuai keinginan pengguna dalam hal ini TNI.

Dalam Uji coba kali ini, diluncurkan Roket R-Han 122 sebanyak 22 unit yang terdiri dari tiga unit warhead smoke (asap) dan 19 unit wearhead live (tajam). Dari 22 unit tersebut, satu unit roket warhead smoke (asap) telah diluncurkan Kamis Sore (24/11), sedangkan 21 unit seluruhnya diuji coba pada Jum’at (25/11). Peluncuran berjalan lancar dan sukses meski dalam cuaca hujan.

Dari 21 unit Roket R-Han 122 yang diluncurkan hari ini terdiri dari dua roket warhead smoke (asap) dan 19 unit roket warhead live (tajam). Peluncuran roket dibagi dalam empat tahap dilaksanakan secara salvo menggunakan mobil launcher. Tahap satu 3 unit, kedua 6 unit, ketiga 6 unit dan keempat 6 unit.

Roket R-Han 122 yang memiliki jarak jangkau 14 kilometer tersebut merupakan hasil kerjasama yang sinergi antara Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Riset dan Teknologi, LAPAN, PT. Pindad, dan pihak terkait lainnya. Pengembangan roket R-Han 122 dalam rangka mengurangi ketergantungan pengadaan dari luar negeri dengan memberdayakan potensi dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

Hadir menyaksikan dan meninjau secara langsung uji coba Roket R-Han 122 antara lain Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Kemhan Mayjen TNI Zaenal Fahri Tamzis dan sejumlah pejabat Kemhan, Mabes TNI AL dan industri pertahanan dalam negeri.

Sumber: DMC

Friday, November 25, 2011

Kasal: Banyak Persoalan Perbatasan Laut Berpotensi Konflik

KRI Mulga. (Foto: Dispenarmatim)

24 November 2011, Jakarta (ANTARA News): Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengatakan, masih banyak persoalan perbatasan laut RI dengan sejumlah negara yang belum tuntas dan berpotensi konflik.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wakil Kasal Laksamana Madya TNI Marsetio pada Raker Teknis Operasi TNI Angkatan Laut, di Jakarta, Selasa, Kasal mengatakan, meski telah disepakati beberapa hal dalam forum KTT ke-19 ASEAN, namun ada beberapa persoalan yang masih belum tuntas.

Ia mengemukakan perkembangan lingkungan strategis saat ini yang terjadi sangat cepat, kompleks dan sulit diprediksi, baik pada tingkat global, regional maupun nasional turut membuat persoalan perbatasan laut dengan beberapa negara menjadi lebih kompleks.

"Pada tingkat regional, meskipun telah tercapai kesepakatan ASEAN beberapa waktu lalu, namun masih banyak permasalahan perbatasan laut dengan negara-negara tetangga yang belum selesai serta berpotensi menjadi konflik," kata Soeparno menegaskan.

Indonesia memiliki batas laut dengan sepuluh negara yang belum tuntas yakni Timor Leste, Palau, India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Papua Nugini, dan Australia.

Selain masalah perbatasan laut, permasalahan keamanan laut juga menjadi isu yang tidak boleh diabaikan.

"Banyaknya kegiatan ilegal di laut harus dapat kita atasi, sehingga eksistensi TNI Angkatan Laut sebagai penegak kedaulatan dan penjaga keamanan di wilayah perairan yurisdiksi nasional dapat kita laksanakan," katanya.

Terkait itu Kasal menambahkan, "Menyikapi hal tersebut. dibutuhkan kesiapsiagaan unsur, kewaspadaan dan peningkatan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari komponen utama pertahanan negara,".

TNI Angkatan Laut akan terus melaksanakan penggelaran operasi di wilayah-wilayah perbatasan dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut yurisdiksi nasional.

"Berkaitan dengan hal tersebut, kuantitas maupun kualitas pelaksanaan operasi harus tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan, sebagai implementasi dari tanggung jawab TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan NKRI serta jaminan rasa aman bagi warga negara Indonesia maupun pengguna laut di wilayah perairan Indonesia dari berbagai tindak kekerasan, bahaya navigasi dan pelanggaran hukum," ujarnya.

Raker Teknis Operasi TNI Angkatan Laut merupakan wadah diskusi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga apabila terdapat permasalahan dapat dicarikan jalan pemecahannya.

"Kita ketahui bersama bahwa dalam merencanakan kegiatan operasi, harus dapat menjawab perkembangan lingkungan strategis yang berkembang secara dinamis sesuai perkiraan ancaman yang timbul, didukung kesiapan unsur, logistik, serta profesionalisme prajurit yang handal," kata Kasal.

Kegiatan yang diikuti unsur operasi dari seluruh Satuan, Komando Utama, serta pangkalan Angkatan Laut itu bertemakan "Dengan Rakernis Ops Tahun 2011, Kita Dukung Program Gelar Operasi yang Optimal Guna Mewujudkan TNI AL yang Handal dan Disegani".

Sumber: ANTARA News