Monday, October 24, 2011

TNI Kembangkan Teknologi Alutsista


24 Oktober 2011, Jakarta (Suara Karya): TNI melalui Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL), tertantang mengembangkan kecanggihan teknologi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam rangka menyempurnakan ketrampilan operasi. Upaya pengembangan ini seiring tantangan ancaman.

Pada akhir pekan lalu, TNI AL mengadakan uji coba prototipe Landing Craft Unit (LCU) dengan mesin pendorong water jet dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Teluk Jakarta. Uji coba water jet produksi lokal ini sekaligus penyempurnaan kemampuan kapal. "Jika sebelumnya LCU biasa menggunakan Fixed Picth Propeller (FPP), LCU dengan mesin pendorong water jet ini memiliki kelebihan," ujarnya.

Di antaranya, mampu manuver/berputar dalam satu sumbu rotasi, akselerasi lebih cepat, olah gerak sangat baik, berbahan aluminium, mampu beroperasi di perairan dangkal, memiliki kecepatan kosong hingga 40 knot, tidak bising dan minim getaran, serta memiliki alat navigasi yang dapat dioperasikan di malam hari. "Dengan kapasitas muatan 100 orang personel/1 buah unit truk RM -70 (beban hingga 26 ton)," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno ketika menyaksikan uji coba kapal itu.

Secara terpisah, Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman, Kolonel (Pnb) Elianto Susetio mengatakan, berorientasi pada misi dan persenjataan modern yang dimiliki TNI AU, maka kemampuan dan ketrampilan personel yang menangani alutsista setiap saat dapat mengimbangi teknologi modern.

Sumber: Suara Karya

Sunday, October 23, 2011

Sukhoi Dilengkapi Bom Pindad


23 Oktober 2011, Makassar (SINDO): Sistem senjata jet tempur Sukhoi kini semakin komplet setelah dilengkapi bom tajam nasional BTN- 250 dan bom latih asap BCA-50 produksi PT Pindad.

Bom yang dalam katalog PT Pindad disebut dengan BT-250 ini, di dalamnya terdapat tritonal 90 kilogram dengan daya ledak dan hancur yang besar. Bom juga dilengkapi fuze pada ekor dan hidung bom,serta arming distance yang dapat diatur sesuai ketinggian pengeboman. Hal ini memungkinkan bom untuk dapat berfungsi pada segala jenis medan operasi. Bom untuk melengkapi sistem senjata jet buatan Rusia ini telah diperkenalkan Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) Mabes TNI AU di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.Presentasi dilakukan tim Dislitbangau Mabes TNI AU dipimpin Kasubdis Rudalsen Dislitbangau Kolonel Tek Noviardi Suryanto.

Dia didampingi Mayor Tek Ari Santoso, Mayor Tek Amin Bagiono, Kapten Tek Yogaswara, dosen Politeknik Bandung Singgih, serta staf dari PT Pindad. Pertemuan yang dihadiri Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama (Marsma) TNI Barhim itu,mendiskusikan penelitian dan penggunaan kedua jenis bom,termasuk mengenai prosedur dan parameter pengeboman Sukhoi. Misalnya kapasitas maksimal pesawat untuk single releasedan fight data recording.

Tak ketinggalan mengenai karakteristik aerodinamika kedua bom. Tim juga menerangkan mengenai tinjauan operasional dan teori dari kedua jenis bom tersebut. Menurut tim, BTN- 250 telah diteliti menyangkut kualitas dan jumlah pecahannya.“ Juga bagaimana perkenaan dan daya tembusnya,”tutur Kolonel Tek Noviardi kemarin. Marsma TNI Barhim mengingatkan agar dalam kegiatan kajian bom dilakukan secara teliti dan saksama. Mereka juga harus memperhatikan faktor safetykarena bom ini cukup berbahaya.

Sumber: SINDO

Indonesia-Amerika Serikat Bahas Kerja Sama Militer

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro (3 kiri) menyambut kedatangan Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Leon E Panetta (3 kanan) saat pertemuan bilateral yaitu rangkaian Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) di Nusa Dua, Bali, Minggu (23/10). Pertemuan tiga hari itu diawali dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) dan menteri dari 10 negara ASEAN untuk membahas kerjasama negara anggota serta tantangan ke depan. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/ed/nz/11)

23 Oktober 2011, Nusa Dua, Bali (ANTARA News): Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, dan koleganya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, melakukan pertemuan di sela Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN di Nusa Dua, Bali, Minggu, untuk membahas kerja sama bidang militer.

"Pemerintah Amerika sangat mendukung Indonesia. Kami berdua menyatakan apresiasi atas hubungan bilateral yang meningkat dan akan kami pertahankan," kata Menhan Purnomo dalam koferensi pers.

Purnomo menjelaskan, pemerintah Amerika Serikat menyatakan komitmennya untuk menyediakan berbagai arsenal militer bagi Indonesia.

"Contoh konkret kerja sama ini seperti pesawat F-16 dan Herkules yang tidak hanya dipakai untuk operasi militer, lalu ada beberapa negara yang akan menghibahkan persenjataannya kepada kita dan mereka itu buatan Amerika," jelasnya.

Purnomo menerangkan, pihaknya belum mengetahui jenis dan tipe persenjataan yang akan diberikan kepada Indonesia.

Selain itu, kata Purnomo, pemerintah Amerika Serikat juga mendukung pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN yang akan diwujudkan pada 2015.

"Indonesia juga berencana mengembangkan keamanan maritim karena dua pertiga wilayah Indoneisa adalah lautan," katanya.

Purnomo mengatakan, saat ini Amerika juga sudah membantu dengan pemasangan sistem radar di Selat Malaka, dan akan dikembangkan di selat Sulawesi.

"Amerika juga sudah membantu sistem radar sehingga aksi perompakan menurun drastis. Apalagi ada patroli bersama Malaysia, Singapura, dan Indonesia," imbuhnya.

Terkait terorisme, Purnomo mengatakan, terorisme di Indonesia tidak mempengaruhi rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, November mendatang.

Sumber: ANTARA News