Saturday, October 15, 2011

Indonesia Jajaki Kerjasama Pertahanan dengan Polandia dan Swedia


14 Oktober 2011, Jakarta, DMC – Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Jumat (14/10) menerima kunjungan Duta Besar Polandia untuk Indonesia Grzegorz Wisniewski di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Adapun maksud dari kunjungan Dubes Polandia ini adalah membahas Ratifikasi kembali perjanjian kerjasama bidang pertahanan antara kedua negara yang sempat tertunda hampir selama lima tahun.

Menurut Dubes Polandia, Dokumen perjanjian kerjasama ini sangatlah penting untuk direalisasikan dan ditandatangani di masa yang akan datang. Ditambahkan Dubes Polandia, mengingat dokumen ini bukan hanya merangkum kerjasama industri pertahanan saja, melainkan kerjasama pertahanan lainnya secara umum.

“Dari pihak kami sangat mengharapkan kerjasama pertahanan yang riil bukan hanya dalam kerjasama industri pertahanan antara militer dengan militer seperti teknologi alutsista atau pasukan khusus, karena saat ini Angkatan Bersenjata Polandia juga sedang mengembangkan kekuatan pada pasukan khusus.” ungkap Dubes Polandia kepada Menhan.

Dubes Polandia menyampaikan penawaran dalam rangka untuk mempublikasikan program kebijakan militer Polandia di Indonesia, Pemerintah Polandia mengundang salah satu personil jurnalis militer dari Indonesia pada program kunjungan ke Akademi Militer ataupun ke Satuan Militer yang ada di Polandia.

Selain itu Dubes Polandia juga mengundang kedatangan Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro bersama pejabat Kemhan dan TNI lainnya pada pameran tahunan industri pertahanan militer Polandia yang akan diselenggarakan bulan September tahun depan.

Pada kesempatan pertemuan itu Dubes Grzegorz Wisniewski menyampaikan bahwa baru-baru ini Pemerintah Polandia telah membangun Kantor Atase khusus Bidang Pertahanan di Jakarta. Dubes Poladia mengharapkan Pemerintah Indonesia juga bisa membangun Kantor Atase Pertahanan di Negara Polandia.

Sementara itu Menhan RI memberikan respon yang baik terhadap peluang kerjasama pertahanan riil kedua negara tersebut. Terlebih lagi untuk bidang industri pertahanan, Menhan mengatakan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan menerima kerjasama dengan proses Produksi Bersama (Joint Production) dan Transfer Technology.

Menhan Menerima Kunjungan Dubes Swedia


Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro didampingi Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto menerima Dubes Swedia untuk Indonesia Mrs Ewa Polano bersama Delegasi Perusahaan Kedirgantaraan dan Pertahanan Swedia, (SAAB), Kamis (13/10) di Kantor Kemhan, Jakarta.

Maksud kunjungan Duta Besar Swedia ini adalah membahas peluang kerjasama di bidang pertahanan kedua negara khususnya Alutsista jenis Pesawat Tempur. Turut juga mendampingi Menhan saat menerima Dubes Swedia, Direktur Teknologi dan Industri Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Agus Suyarso dan Kapuskom Publik Brigjen TNI Hartind Asrin.

Sumber: DMC

Uji Pesawat NC–295/EC-296


14 Oktober 2011, Tanjung Pinang (Pentak Tanjung Pinang): Pelaksanaan Uji Pesawat NC–295/EC-296 dari Skadron 2 Halim Perdana Kusuma dengan operasi Rute Paum 131, pesawat diterbangkan oleh Letkol Pnb Moh Mujib. Dan Mayor Pnb Roni,di terbangkan dari Lanud Halim, Astra Ksetra, Palembang, Tanjung Pandan, Supadio, Tanjungpinang, dan pesawat NC- 295 sampai Tanjungpinang tanggal 12 Oktober 2011 pukul 17. 55 WIB.di sambut oleh Komandan Lanud Tanjungpinang Lekol Pnb M.J. Hanafie dan perwira staf Lanud Tanjungpinang.

Kedatangan pesawat angkut versi militer jenis/tipe NC-295 yang rencananya akan menambah kekuatan Alut Sista TNI AU, khususnya pesawat angkut militer di Skadron Udara Angkut Ringan Lanud Halim Perdanakusuma tersebut mempunyai misi Penjajakan Uji Kemampuan, Uji Navigasi Jarak Jauh serta Kemampuan Air Crew dalam mengopersikan pesawat tersebut, bila sesuai kriteria yang dikehendaki TNI AU maka pesawat tersebut akan digunakan TNI AU. Sedangkan untuk produksi pesawat NC-295 Industri Pesawat Casa Airbus Militery Spanyol akan bekerjasama dengan Industrik Pesawat Terbang Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam memproduksi pesawat type NC-295.

Komandan Lanud Tanjungpinang selesai menyambut kapten pilot beserta crewnya, dengan didampingi Kapten Pilot memasuki cocpit pesawat untuk melihat lebih dekat teknologi yang dimiliki pesawat tersebut, karena jika terwujud menjadi kekuatan Alutsista TNI AU maka akan memperlancar dukungan operasi penerbangan TNI AU.

Selanjutnya Pesawat Round di Lanud Tanjung pinang,kemudian pada esok harinya pada tanggal 13 oktober 2011 pukul 10,37 wib pesawat Take off menuju Lanud Supadio.(Pontianak).

Sumber: Pentak Tanjung Pinang

Lanal Karimun Perkukuh Pengamanan Pulau Terluar


13 Oktober 2011, Karimun (ANTARA News): Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau memperkukuh pengamanan di perairan perbatasan dengan menggiatkan patroli di dua pulau terluar di daerah itu.

''Pengamanan batas teritorial negara di perbatasan yang dilakukan Danlanal lama tetap jadi prioritas dan akan terus kita perkukuh,'' kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tanjung Balai Karimun, Letkol (P) Sawa di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Sawa yang baru beberapa hari menjabat Danlanal Karimun mengatakan, fokus pengamanan perairan perbatasan dilakukan di dua pulau terluar, yaitu Pulau Hiu Kecil dan Pulau Karimun Kecil.

''Perairan di dua pulau itu dalam pengawasan karena merupakan titik dasar batas teritorial negara. Kami akan pantau lalu lintas kapal dan kemungkinan terjadinya pelanggaran batas wilayah oleh pihak asing,'' ucapnya.

Pengamanan di perbatasan, lanjut dia dilakukan dengan menggiatkan patroli rutin dan melakukan pemantauan di Pos AL di Pulau Hiu Kecil.

''Personel yang ditugaskan di Hiu Kecil kami siagakan untuk memantau ada pelanggaran batas wilayah dan tindak kejahatan di laut,'' ucapnya.

Mengenai kemungkinan pergeseran tapal batas akibat klaim pihak asing, menurut dia hal itu kecil kemungkinan karena penentuan batas teritorial laut suatu negara sudah diatur dalam perjanjian batas maritim antarnegara di dunia.

''Batas teritorial laut diukur dari pulau terluar, dalam menentukan garis batas negara kami berpedoman pada garis yang ditarik dari dari Pulau Karimun Kecil, Hiu Kecil hingga Pulau Nipah. Garis ini juga menjadi acuan dalam menentukan landas kontinen dan zona ekonomi ekslusif yang turut menjadi pengawasan kami,'' katanya.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama Darwanto saat berkunjung ke Karimun Senin pekan ini mengatakan, pengamanan pulau-pulau menjadi prioritas jajarannya.

''Pengamanan pulau terluar tak berpenghuni dilakukan TNI-AL dengan mengugaskan marinir. Sedangkan yang berpenghuni lebih dominan dilakukan TNI-AD,'' ucapnya.

Menurut Danlantamal, perairan Karimun juga menjadi prioritas karena berbatasan dengan Singapura dan Malaysia dan dilewati kapal-kapal di dunia.

''Meski demikian, TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran aktif seluruh komponen bangsa. Koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, instansi terkait dan TNI sangat diharapkan untuk menjaga keutuhan batas wilayah negara,'' ucapnya.

Sumber: ANTARA News