Thursday, July 14, 2011

Pemerintah Tingkatkan Kekuatan Alutsista


14 Juli 2011, Jakarta (Jurnas.com): Kestabilan sosial politik kawasan regional berpotensi terancam. Ini tidak terlepas dari kepentingan, persaingan dan ketegangan antara negara-negara tertentu di kawasan. "Belanja militer negara-negara di kawasan yang cenderung meningkat, berdampak pada konstelasi kekuatan dan kemampuan militer yang mencolok, sekaligus memunculkan terjadinya pergeseran kekuatan regional," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pelantikan 635 perwira remaja TNI di Akademi Angkatan Udara, Maguwo, Yogyakarta, Kamis (14/7).

Menurutnya, banyak negara tetangga yang telah memiliki armada tempur udara dengan kemampuan daya jelajah mencapai hampir seluruh wilayah Indonesia. Begitupun dengan kemampuan armada laut yang juga meningkat, dari kapasitas armada laut lepas ke armada samudra. "Kita juga patut mencermati ancaman dan gangguan terhadap keamanan nasional, yang dilancarkan oleh aktor-aktor bukan negara, baik berupa ancaman terorisme maupun pemberontakan bersenjata," kata Presiden.

Atas dasar itu, tegasnya, pemerintah bakal memberikan perhatian besar pada pembangunan TNI hingga mencapai kekuatan pokok minimum (minimum essential force) hingga 2014. "Kekuatan dan kemampuan matra darat, laut dan udara TNI terus kita mantapkan secara optimal dan terpadu agar mampu melaksankan operasi gabungan dan memiliki kemampuan serbu yang tinggi," katanya.

Sumber: Jurnas

Anggaran Perawatan Kuda Denkavkud Minim


13 Juli 2011, Jakarta (Jurnas.com): Pada masa perebutan kemerdekaan Indonesia dari pihak kolonial, pasukan berkuda adalah pasukan elit. Seiring perkembangan jaman, kesatuan ini seolah tersisihkan. Anggaran perawatan kuda di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) sebagai satuan berkuda jauh dari kebutuhan. "Dua tahun terakhir ini, dana pakan(makanan) kuda sudah naik menjadi Rp20 ribu perekor perhari. Sebelumnya Rp17.500,"kata Wakil Komandan Denkavkud Ahmad Ibrahim Nasution di Markas Denkavkud, Parongpong Bandung, Rabu (13/7).

Menurut Ahmad, ditempat lain, biaya pakan kuda bisa mencapai Rp50-60 ribu perekor perhari. Hal ini jauh berbeda dengan dengan masa jaya pasukan berkuda. Saat itu, biaya pakan kuda bisa 3x lipat dari kebutuhan manusia. "Untuk anggaran perawatan kesehatan pertahun Rp150 juta, itu untuk 200 sekian kuda,"kata Perwira ahli kesehatan kuda Kapt Ckm Joko Suranto.

Namun begitu, anggaran biaya kesehatan kuda juga tak mencukupi kebutuhan. "Saling tarik. Kadang untuk pakan dipakai kesehatan, atau sebaliknya, atau untuk kebutuhan lain,"kata Wadan Denkavkud

Kuda-kuda yang ada di Denkavkud saat ini berjumlah 220 ekor. Kuda-kuda tersebut dilatih selama 6 bulan dalam latihan dasar, kemudian 3 bualan lagi dalam latihan lanjutan. "Dari belum bisa dipegang sampai nurut. Itu pelatihnya anggota kami sendiri. Kuda-kuda ini juga dilatih untuk terbiasa dengan letusan 3 bulan,"kata Ahmad Ibrahim.

Pasukan Kaveleri Kuda Siap Diterjunkan di Perbatasan

Ksatarian Detasemen Kaveleri Kuda, Pusat Persenjataan Kaveleri, Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat, siap ditugaskan di wilayah perbatasan yang memiliki medan sulit dilalui kendaraan mesin.

"Kami memiliki Kaveleri kuda sebanyak 220 ekor yang sudah terlatih dalam medan peperangan. Jika diminta untuk bertugas diwilayah perbatasan tersebut kami siap,"kata Wakil Komandan Detasemen Kaveleri Kuda AD, Mayor Kav.Achmad Ibrahim Nasution di Mako Kaveleri Kuda, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/7).

Menurut Ibrahim, pasukan berkuda dapat bertugas menjaga wilayah perbatasan dan sudah diusulkan kepada Pusat Persenjataan Kaveleri, Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat.

"Berdasarkan penelitian bahwa pasukan berkuda bisa didistribusikan untuk menjaga wilayah perbatasan di jalur-jalur yang sangat terbatas," ujar dia.

Ibrahim mengatakan idealnya, satu pleton atau 30 ekor, bisa ditempatkan wilayah perbatasan dengan bertugas untuk memobilisasi serta patroli mengawasi kasus penyeludupan, ilegal logging.

"Kita siap ditempatkan secara organik maupun penugasan," tandasnya.

Selain tugas pokok, kaveleri kuda terlibat dan tampil dalam event Sea Games maupun Pekan Olahraga Nasional. Prestasinya pernah memeroleh medali emas, perak dan perunggu.

Sumber: Jurnas/Primair Online

TNI AL-RSN Gelar Patroli Terkoordinasi di Selat Singapura dan Selat Phillips

KRI Sigurat-864.

13 Juli 2011, Jakarta (Dispenarmabar): Patroli Terkoordinasi (Patkor) antara Indonesia dan Singapura (Indosin) di sekitar Selat Singapura kembali dilaksanakan dengan melibatkan kapal perang TNI Angkatan Laut dan Royal Singapura Navy. Upacara pembukaan patroli tersebut dilaksanakan di Batam baru-baru ini.

Patroli Indonesia yang digelar ini merupakan patroli dibawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guskamlaarmabar) yang dikomandani Laksamana Pertama TNI D.A Mamahit., M.Sc.

Patkor Indonesia Singapura yang dilaksanakan kali ini merupakan patroli yang ke 77 dengan sasaran tercapainya peningkatan kemampuan kerjasama patroli antara unsur TNI Angkatan Laut dengan unsur Angkatan Laut Singapura dalam pengamanan Selat Philips dan Selat Singapura.

Pada pelaksanaan Patkor Indosin-77/11 TNI Angkatan Laut melibatkan empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yakni KRI Siribua-859, KRI Boa-807, KRI Silea-858 dan KRI Sigurat-864. Sedangkan Angkaran Laut Singapura melibatkan dua Kapal Perangnya masing-masing RSS Resilience-92 dan RSS Blue Shark-PK 53.

Rencannya pelaksanaan Patroli Terkoordinasi Indonesia dan Singapura yang di pusatkan di Selat Singapura dan Selat Philips ini akan dilaksanakan selama kurang lebih enam puluh hari dengan melibatkan tiga ratus personel dari Angaktan Laut masing- masing Negara.

Sumber: Dispenarmabar